Monthly Archives: Mei 2008

Renungan: Palestina VS Infotainment

….Today ….
is remembered by Palestinians all over the world
as the Day of Nakba or the day of catastrope

… Today …
60 years ago
Hundreds of Thousands Palestinians
were fled of were forced out of their homes
by Jewish-Zionist gangs
who want to create a “Jewish state”
called Israel


… Today ….
60 years after that catastrope day
Hundreds of Thousands Palestinians
still in diaspora
taking shelter in refugee camps
scattered across in some neighboring countries

….Today…
Many of them still keep a key
of their homes now occupied by Israelis,
with the hope of returning to their homeland
someday …

…Today…
when Israel and some world leaders
have a gala party to celebrate 60th years
of Zionist state birtday by seizing the lands
and the liberty of other people

Palestinian people are still crying out in pain
Palestinian people are still suffering from Israelis settlements,
suffering from the crimes of Jewish settlers
suffering from the siege and blockade
suffering from the cruelty
of Zionist regime
called Israel

…Today…
i just can say my little prayer
to all my brothers and sisters
in the land of syuhada
the land of Palestine

Puisi di atas dikutip dari MP-nya mbak Lena
http://lenakei.multiply.com/journal/item/213/._Today_

Renungan:
Jika Infotainment yang 90% menyajikan peristiwa kawin cerai dari para Artis saja bisa punya file super komplet, detik demi detik peristiwa-peristiwa itu terekam dengan baik, bagaimana mungkin kita sebagai umat Islam yang tinggal di negara dengan jumlah umat Islam terbanyak di dunia melupakan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Palestina, yang sesungguhnya merupakan bagian tubuh kita sendiri seperti:

Pembantaian Shabra dan Shatilla

Day of Nakba (15 May 1948)
http://en.wikipedia.org/wiki/Nakba_Day

6 Days War

Yom Kippur War

Rise of Intifada

Peristiwa pembunuhan Syaikh Ahmad Yassin dan Rantisi

dan banyak lagi yang lain, belum lagi peristiwa-peristiwa dan konflik-konflik lain yang bahkan tidak tercatat dalam sejarah

Jika peristiwa-peristiwa sepenting itu saja kita tidak tahu, bagaimana mungkin kita berempati pada orang-orang Palestina tersebut. Pertanyaannya sekarang:

Masih pantaskah kita mengaku diri kita Muslim?

Mampukah kita mempertanggung jawabkan hal ini di hadapan Alloh SWT?

Bagaimana jika kita dipertemukan dengan mereka di Padang Mahsyar nanti, apakah kita mampu menjawab tuntutan mereka atas ketidak pedulian kita selama di dunia ini?

semoga bermanfaat – maaf jika tidak berkenan

Iklan

Pembodohan oleh Video Game???

Pembodohan oleh Game Retro 90-an

Posting kali ini masih ada hubungannya dengan acara nonton bareng Freedom Writers di NEC beberapa waktu yang lalu, namun kali ini tentang hobby lama saya, bermain video game. Jenis video game yang saya sukai pada saat itu adalah jenis Beat ’em up. Kisah-kisah game kaya gini biasanya simpel aja, misal ada gerombolan gangster merampok dan menguasai suatu kota. Pacar sang jagoan diculik dan dia bersama para jagoan lainnya, 2 atau 3 orang berusaha membebaskan sang pacar dan mengembalikan kedamaian di kota tersebut. Enggak jauh-jauh dari situ.

Contohnya seperti game klasik yang ngetop tahun 80-an dan 90-an Double Dragon beserta game-game sequel atau lanjutannya, Double Dragon 2 dst. Yang juga ngetop diantara para penggemar game seperti itu adalah Final Fight. Game-game seperti itu biasanya dimainkan di Ding-dong atau di Video Game Console. Enggak heran apabila pada waktu itu tawuran antar pelajar sekolah menengah (SMP atau SMA) sangat marak di berbagai kota di Indonesia.

Double Dragon

video game

video game

video game

Final Fight

video game

video game

Mengapa saya memberi perhatian lebih kepada dua jenis game ini? Karena yang lain kebanyakan setting-nya di negeri antah berantah seperti Dungeons & Dragons: Shadow over Mystara, The King of Dragons dan Golden Axe atau jauh di masa lalu seperti Warriors of Fate. Namun, yang dua ini mengambil setting sekitar tahun 80-an atau 90-an di dunia nyata. Permasalahan Gangster saat itu di Amerika memang sedang menggila, sebagaimana digambarkan dalam film Freedom Writers. Namun, sang Ibu Guru Erin Gruwell mampu mengatasi masalah tersebut di sekolah tempat dia mengajar dan mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat dari murid-muridnya. Erin Gruwell jelas bukan tipe tukang berantem atau berkelahi. Namun, sebagaimana digambarkan dalam film tersebut, dia mampu memberi solusi kepada para muridnya agar mereka mampu keluar dari keadaan mereka yang memperihatinkan itu. Usaha Ibu Erin Gruwell atau Mrs. G dan para muridnya terdokumentasikan dalam buku The Freedom Writers Diary: How a Teacher and 150 Teens Used Writing to Change Themselves and the World Around Them Jadi jelaslah sudah, kekerasan bukan solusi dari masalah gangster tersebut. Cara yang digunakan Mrs. G tentunya dapat juga dipergunakan di negeri tercinta kita ini, Indonesia. Tentu perlu disesuaikan dengan keadaan masyarakat kita ini.

Terus, siapa sih yang punya ide bahwa 1, 2 atau 3 orang jago beladiri bisa langsung turun ke jalan dan menghajar para gangster tersebut, setelah itu selesai persoalan?? Tentunya kaum Kapitalis yang ingin segera menangguk keuntungan di air keruh tanpa peduli pembodohan yang mereka lakukan kepada para pemain game tersebut. Mungkin masih segar dalam ingatan kita bagaimana anak-anak saling banting membanting tanpa berlatih terlebih dahulu gara-gara nonton acara gulat bohong-bohongan (mereka mana tahu bahwa gulat itu cuma bohong-bohongan dan udah ada script-nya) yang namanya Smackdown itu. Di Tempo Interaktif, ada berita yang menceritakan bahwa Komnas Perlindungan Anak sudah minta tanggung jawab World Wrestling Entertainment (WWE) yang ngadain acara Smackdown itu tadi. Namun, dasar kapitalis, mereka menolak bertanggung jawab dan, melalui jubirnya, berdalih bahwa masih banyak acara-acara dan hiburan-hiburan lain yang juga mengandung kekerasan. Emang banyak sih, termasuk juga yang gambarnya ada di bawah ini nih *nunjuk ke bawah*

video game

Gambar di atas adalah seri terbaru Game Final Fight yang saya bahas di atas barusan, Final Fight: Streetwise (Streetwise artinya hati-hati di jalan, jangan macam-macam). Tokohnya memang sudah beda sih, namun ceritanya masih nyambung. Hal ini membuktikan bahwa game jenis Beat ’em up belum mati. Jadi, kita harus hati-hati, terutama bagi rekan-rekan MPers yang punya anak atau adik laki-laki. Mungkin melarang 100% belum mungkin, tetapi minimal ada beberapa hal yang bisa dicoba, diantaranya:

  1. Mendisiplinkan anak-anak agar bila main game jangan berlebihan.(mungkin gak ya, saya pernah lihat anak kecil nangis-nangis karena, menurut perkiraan saya, gak bole main game online di warnet).
  2. Menumbuhkan kepedulian sosial anak-anak dengan mengajaknya ikut kegiatan baksos, misalnya, agar mereka bisa melihat orang-orang yang lebih menderita dari mereka dan timbul rasa empati dalam hati mereka.
  3. Mengikutsertakan anak-anak dalam latihan bela diri, bukan untuk jadi jagoan, tetapi untuk mengetahui kelemahan diri sendiri, sehingga mereka tidak sombong dan tahu kebohongan dalam game-game di atas. Tentunya yang Islami seperti Beladiri Praktis Indonesia
  4. Mengajari anak-anak anatomi tubuh manusia, sehingga mer
    eka tahu bahwa gerakan-gerakan tertentu dalam perkelahian bisa menimbulkan cedera yang serius, kecacatan bahkan kematian (hati-hati, jangan sampai nanti malah disalah gunakan)

Sebenarnya masih banyak kiat-kiat membentengi anak-anak dari media yang berpotensi merusak kehidupan dan masa depan mereka. jika rekan-rekan memiliki kritk, saran atau kiat-kiat yang bisa dibagi, dipersilahkan me-reply di kotak yang sudah disediakan (oleh Multiply dot com, he he he).
Semoga bermanfaat, terutama bagi yang sudah diamanahi oleh Alloh SWT calon-calon generasi penerus dakwah dan pembela agama, bangsa dan negara Indonesia.

Ring in RED — HOAX atau beneran?

Percaya enggak kalau SMS nomornya warna merah, yang buka bisa mati? Kalau saya percaya, soalnya yang buka ada di jalanan dan gak lihat kiri-kanan sehingga ketabrak truk, he he he *maaf, becanda*

Memang beberapa hari ini kita dihebohkan dengan adanya berita-berita seperti itu. Dalam era informasi sekarang ini, yang katanya dimulai dari runtuhnya Tembok Berlin, informasi seakan tak terbedung, sehingga sulit bagi kita semua untuk menyaring informasi mana yang benar atau mana yang HOAX (kebohongan tingkat parah). Namun, bila kita paham prinsip-prinsip dasarnya, Insya Alloh hal seperti itu tidak perlu terlalu merisaukan kita.

1. Islam mengajarkan pada para pengikutnya untuk mempercayai hal-hal yang ghoib seperti setan, jin, sihir dan sebagainya namun Islam tidak mengajarkan para pengikutnya untuk takut secara berlebihan terhadap hal-hal tersebut.

2. Pertahanan diri yang paling efektif untuk membentengi diri dari hal-hal tersebut adalah dengan mendekatkan diri kepada Alloh SWT dengan cara menambah kualitas dan kuantitas ibadah kita seperti sholat, shaum atau puasa, dzikir dll.

3. Hal-hal seperti Ring in RED tadi dapat kita gunakan sebagai ujian bagi keimanan kita sendiri. Apabila kita masih takut tentu saja ada yang salah dengan keimanan kita. Mungkin kita kurang ilmu, terlalu banyak maxiat atau ibadah kita kurang baik.

Pertanyaan selanjutnya, apakah zaman teknologi canggih seperti sekarang ini setan-setan masih gentayangan? Pertanyaan seperti itu bisa dijawab dengan beberapa hal berikut ini:

1. Setan dari golongan jin tentu saja gak peduli sekarang ini zaman batu atau zaman teknologi canggih. Mereka hanya peduli pada tugas-tugas yang diberikan sang Maharaja segala setan yaitu Iblis Laknatullah. Si Iblis ini ingin agar semua manusia masuk neraka menemani dia disiksa selama-lamanya. Para setan itu sendiri terbagi menjadi berbagai peringkat atau pangkat. Pangkat-pangkat mereka dijelaskan di sini:

http://kopiradix.multiply.com/journal/item/31/Jenis-Jenis_Setan_kritik_untuk_film_Horor_Indonesia

2. Orang yang tidak percaya pada mereka sama rentannya dengan orang yang takut pada mereka secara berlebihan. Kedua jenis manusia tersebut bisa jadi sasaran empuk setan-setan dari golongan jin ini. Yang sama sekali tidak percaya bisa jadi atheist, liberal dan materialistik, gak peduli halal-haram, pahala-dosa. Yang takut berlebihan bisa jadi klien para dukun, paranormal dan kyai gadungan, serta mengoleksi jimat dari ujung rambut sampai ujung kaki.

3. Setan dari Golongan Manusia ternyata jauh lebih mengerikan dari yang berasal golongan Jin. mereka bukan apa-apa dibandingkan Adolf Hitler, Benito Mussolini, Stalin, Ariel Sharon, George W. Bush dan diktator-diktator lainnya. Mereka juga bukan apa-apa dibandingkan kaum Kapitalis yang merampok harta benda dan uang rakyat di negara-negara berkembang. Setan-setan Jin enggak bisa bikin perang dunia seperti Perang Dunia Pertama dan Kedua. Jin-jin itu juga tidak bisa bikin penjara-penjara seperti Abu Ghuraib dan Guantanamo. Paham mereka dijelaskan dalam tulisan ini

http://kopiradix.multiply.com/journal/item/47/KONSEP_RAS_UNGGUL

Semoga bermanfaat, jangan sampai kita tertipu oleh hal-hal kecil seperti Ring in RED tadi dan melupakan musuh-musuh kita yang sebenarnya.

Nonton Freedom Writers di NEC

Freedom Writer

Nonton film Freedom Writers di NEC

Hari ini saya dapat kejutan, nonton film Freedom Writers di NEC. Mbak Menul, tutor Poltek Bahasa di NEC, memutarkan untuk saya dan teman2 sekelas film tersebut di kelas via laptop dan LCD. Tadinya saya kira bagian dari film seri Dangerous Mind yang pernah saya saksikan di TV. Saya menyebut diri saya beruntung karena saya bisa mendapatkan bahan untuk meneruskan potongan posting yang belum jadi, yang tadinya ingin saya buat sebagai bagian dari posting yang berjudul refleksi hari buruh, pentingnya amanah dan empati. Bisa dibilang, posting kali ini masih berhubungan dengan posting sebelumnya.

postingnya begini nih:

Berdasarkan pengalaman, minimal ada 3 hal yang tidak bisa dipaksakan oleh seseorang pada orang lain yaitu:

  1. SUKA : Ini biasanya berhubungan dengan kesamaan hobby, ketertarikan/interest dan kesamaan-kesamaan lainnya. Bisa juga karena daya tarik fisik, emosional dan hal-hal seperti itu.
  2. HORMAT :Kalau yang ini bisaanya berhubungan dengan jabatan atau kompetensi, baik formal atau informal. Kita sangat mungkin akan hormat sama teman yang punya suatu kompetensi tertentu, apalagi yang jarang dimiliki oleh orang-orang di sekitar kita. Kita juga bisa hormat sama orang yang memiliki otoritas lebih besar dari kita, seperti atasan, boss dll.
  3. PERCAYA: Ini dia yang paling berat, membuat orang lain percaya pada kita. orang yang suka pada kita dan yang hormat pada kita belum tentu percaya pada kita. Kepercayaan ini berhubungan erat dengan karakter kita, apakah kita memiliki karakter orang yang bisa dipercaya atau tidak.

Saya percaya bahwa Cinta yang sejati harus memiliki ketiga komponen ini, bila salah satu yang tidak ada maka cinta tersebut tidak bisa dianggap sempurna. Bahkan, jika cinta hanya dibangun dari rasa suka semata, cinta itu bagaikan rumah berpondasi pasir. Film Freedom Writer ini menggambarkan ketiga hal tersebut dengan jelas sekali.

Dalam film ini, Erin terlebih dahulu mendapatkan kepercayaan dari anak-anak didik di room 203 sebelum mereka mulai menyukai dan menghormatinya. Anak-anak tersebut merasakan bahwa Erin dapat dipercaya untuk mendidik mereka berkat usahanya yang tidak kenal lelah untuk berempati dengan mereka. Walaupun demikian, Erin juga dapat bersikap tegas saat menemukan anak-anak tersebut melakukan hal-hal yang tidak dapat ditoleransi seperti pelecehan rasial dan etnis terhadap teman-teman mereka yang berbeda etnis. Erin juga terlihat bersikap tegas saat menjelaskan kepada beberapa anak bahwa kematian mereka di tangan para gangster akan sia-sia belaka jika mereka tidak melakukan sesuatu yang bermanfaat. Orang-orang akan meneruskan kehidupan tanpa pernah memikirkan apakah mereka pernah ada atau tidak. Tanpa ragu sedikitpun dia bertanya, apakah jika orang-orang berkulit hitam, orang-orang Asia, orang-orang Kolombia dan etnis-etnis yang lain tidak ada di sini, keadaan akan lebih baik? Lalu dia masuk ke penjelasan mengenai “the most famous Gang in History” – NAZI.

Mungkin sebagian rekan-rekan ada yang keberatan menerima film ini karena tersirat adanya propaganda mengenai Holocaust yang terjadi pada Perang Dunia ke 2. Walaupun demikian, kita perlu memahami bahwa hanya itulah referensi yang dimiliki Erin saat dia berusaha membuktikan bahwa anak-anak tersebut memiliki pilihan untuk berubah.

Menurut saya pribadi, apa yang dilakukan Erin kepada anak-anak di ruang 203 itu dapat dicontoh tanpa harus terjebak propaganda manapun. Banyak orang di lingkungan kita yang membutuhkan orang seperti Ibu Guru Erin Gruwell, yang sering kali dipanggil Mrs. G. oleh anak-anaknya. Kita bisa menjadi salah satu dari orang-orang seperti itu. Semoga saja.

Refleksi Hari Buruh – Pentingnya Amanah dan Empati

sehubungan dengan hari buruh nasional, saya mau posting ini aja deh:

Sebenarnya ini reply utk siarannya Ibu Presiden MP alias Mbak Ari Wijaya, tetapi gak ada salahnya kan di-share di MP:

Selengkapnya ada di sini

http://ariwijaya.multiply.com/journal/item/47/Proaktivita_-_Kamis_1_Mei

Kontribusi saya waktu itu disini
Saya pernah baca brosurnya Dynamic Consulting-nya Gede Prama

Hubungan antara Buruh atau Pegawai dan Majikan, menurut DC, bisa dibagi menjadi 4 kategori

1. Buruh dan Majikan/Perusahaan sama2 puas, ini disebut The Company of Joy

2. Buruh tidak puas, Majikan/Perusahaan puas, ini disebut The Company of Exploitation

3. Buruh puas, Majikan/Perusahaan tidak puas, ini disebut The Company of Strike –> buruh bisa mengancam perusahaan dengan cara mogok dll

4. Buruh dan Majikan sama-sama tidak puas, ini disebut The Company of Destruction, perusahaan yang ancur-ancuran, yang rugi semua pihak, bukan hanya buruh dan majikan/perusahaan, tapi juga konsumen, pemegang saham, keluarga para buruh dan majikan/perusahaan serta masyarakat secara keseluruhan. Kategori 2 dan 3 bisa berakhir di kategori 4 ini.

Dalam posting kali ini, saya hanya mau nambah yang kelupaan, maklum bukan ahli sosiologi, he he he:

Kategori pertama, The Company of Joy hanya dapat dicapai dengan memperkuat sikap amanah sehingga baik buruh dan majikan mendapatkan predikat dapat dipercaya. Dalam agama Islam predikat dapat dipercaya disebut Amanah

Sesungguhnya, Kata kuncinya adalah amanah dan rasa saling percaya antara buruh dan majikan. Kepercayaan tentu saja tidak bisa dipaksakan. Kita tidak bisa memaksa orang percaya pada kita demikian pula tidak ada orang lain yang bisa memaksa kita pecaya pada kita.

Bahaya menyelewengkan amanah dinyatakan dalam Alquran, “Barang siapa yang berkhianat, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatinya itu.” (QS Ali Imran: 161).

Tingginya tingkat keseriusan agama memandang masalah amanah ini terlihat dari riwayat ketika seorang penduduk Arab pegunungan datang bertanya kepada Rasulullah SAW. “Apakah yang paling berat dalam agama dan yang paling ringan?

Rasulullah SAW memberi jawaban, “Yang paling ringan ialah mengucapkan dua kalimat syahadat, asyhadu anlaa ilaaha Illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah. Sedangkan yang paling berat ialah amanah. Tidak sempurna agama seseorang yang tidak menjaga amanah, tidak diterima shalat dan zakatnya.” (HR Al Bazar dari Ali bin Abi Thalib).

Amanah merupakan urat nadi kehidupan masyarakat dan negara. Sayid Jamaluddin al Afghani, pelopor kebangkitan Muslimin abad ke20 berkata, “Manakala sifat amanah telah rusak, maka rusaklah segala ikatan dan tata kehidupan yang ada di masyarakat.”

Bayangkan, buruh mana yang tidak mau bekerja pada pengusaha yang selalu menepati janjinya. Upah dibayar tepat waktu, kesejahteraan diperhatikan, hak-hak buruh dipenuhi dan sebagainya. Sebaliknya, pengusaha mana yang tidak ingin punya buruh yang rajin bekerja, mau mengerti keadaan perusahan, tidak banyak menuntut dan sebagainya. Sehingga kita akhirnya mendapat kata kunci kedua yaitu empati. Baik buruh maupun majikan/perusahaan berusaha saling memahami sehingga timbul rasa saling percaya. Betapa idealnya bila buruh juga menghemat anggaran kesehatan perusahan untuk para buruh dengan cara tidak merokok misalnya, dan pengusaha memelihara perasaan para buruh dengan tidak bermewah-mewah. Lebih luar biasa lagi baik buruh atau pengusaha sama-sama suka sedekah sehingga keberkahan mengalir deras ke dalam perusahaan.

Ah, mungkin semua itu hanya mimpi seorang blogger di siang bolong, namun, dengan pertolongan dan kekuasaan Alloh SWT, apa sih yang tidak mungkin?????

Semoga bermanfaat

Sebagian isi posting diambil dari sini: http://www.pkpu.or.id/artikel.php?id=18&no=17

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Yeuh!

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn