Nonton Freedom Writers di NEC

Freedom Writer

Nonton film Freedom Writers di NEC

Hari ini saya dapat kejutan, nonton film Freedom Writers di NEC. Mbak Menul, tutor Poltek Bahasa di NEC, memutarkan untuk saya dan teman2 sekelas film tersebut di kelas via laptop dan LCD. Tadinya saya kira bagian dari film seri Dangerous Mind yang pernah saya saksikan di TV. Saya menyebut diri saya beruntung karena saya bisa mendapatkan bahan untuk meneruskan potongan posting yang belum jadi, yang tadinya ingin saya buat sebagai bagian dari posting yang berjudul refleksi hari buruh, pentingnya amanah dan empati. Bisa dibilang, posting kali ini masih berhubungan dengan posting sebelumnya.

postingnya begini nih:

Berdasarkan pengalaman, minimal ada 3 hal yang tidak bisa dipaksakan oleh seseorang pada orang lain yaitu:

  1. SUKA : Ini biasanya berhubungan dengan kesamaan hobby, ketertarikan/interest dan kesamaan-kesamaan lainnya. Bisa juga karena daya tarik fisik, emosional dan hal-hal seperti itu.
  2. HORMAT :Kalau yang ini bisaanya berhubungan dengan jabatan atau kompetensi, baik formal atau informal. Kita sangat mungkin akan hormat sama teman yang punya suatu kompetensi tertentu, apalagi yang jarang dimiliki oleh orang-orang di sekitar kita. Kita juga bisa hormat sama orang yang memiliki otoritas lebih besar dari kita, seperti atasan, boss dll.
  3. PERCAYA: Ini dia yang paling berat, membuat orang lain percaya pada kita. orang yang suka pada kita dan yang hormat pada kita belum tentu percaya pada kita. Kepercayaan ini berhubungan erat dengan karakter kita, apakah kita memiliki karakter orang yang bisa dipercaya atau tidak.

Saya percaya bahwa Cinta yang sejati harus memiliki ketiga komponen ini, bila salah satu yang tidak ada maka cinta tersebut tidak bisa dianggap sempurna. Bahkan, jika cinta hanya dibangun dari rasa suka semata, cinta itu bagaikan rumah berpondasi pasir. Film Freedom Writer ini menggambarkan ketiga hal tersebut dengan jelas sekali.

Dalam film ini, Erin terlebih dahulu mendapatkan kepercayaan dari anak-anak didik di room 203 sebelum mereka mulai menyukai dan menghormatinya. Anak-anak tersebut merasakan bahwa Erin dapat dipercaya untuk mendidik mereka berkat usahanya yang tidak kenal lelah untuk berempati dengan mereka. Walaupun demikian, Erin juga dapat bersikap tegas saat menemukan anak-anak tersebut melakukan hal-hal yang tidak dapat ditoleransi seperti pelecehan rasial dan etnis terhadap teman-teman mereka yang berbeda etnis. Erin juga terlihat bersikap tegas saat menjelaskan kepada beberapa anak bahwa kematian mereka di tangan para gangster akan sia-sia belaka jika mereka tidak melakukan sesuatu yang bermanfaat. Orang-orang akan meneruskan kehidupan tanpa pernah memikirkan apakah mereka pernah ada atau tidak. Tanpa ragu sedikitpun dia bertanya, apakah jika orang-orang berkulit hitam, orang-orang Asia, orang-orang Kolombia dan etnis-etnis yang lain tidak ada di sini, keadaan akan lebih baik? Lalu dia masuk ke penjelasan mengenai “the most famous Gang in History” – NAZI.

Mungkin sebagian rekan-rekan ada yang keberatan menerima film ini karena tersirat adanya propaganda mengenai Holocaust yang terjadi pada Perang Dunia ke 2. Walaupun demikian, kita perlu memahami bahwa hanya itulah referensi yang dimiliki Erin saat dia berusaha membuktikan bahwa anak-anak tersebut memiliki pilihan untuk berubah.

Menurut saya pribadi, apa yang dilakukan Erin kepada anak-anak di ruang 203 itu dapat dicontoh tanpa harus terjebak propaganda manapun. Banyak orang di lingkungan kita yang membutuhkan orang seperti Ibu Guru Erin Gruwell, yang sering kali dipanggil Mrs. G. oleh anak-anaknya. Kita bisa menjadi salah satu dari orang-orang seperti itu. Semoga saja.

Iklan

Posted on Mei 3, 2008, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Gue suka banget film ini! gara-gara film ini gue jadi browsing website alsi si freedom writers ituh..hebatnya, sampe sekarang Ms. G masih keep in touch ya sama mereka. Dan freedom writers sendiri jadi komunitas untuk bantu anak-anak jalanan disana supaya mereka bisa sekolah..hebat euy!

  2. foolsbanquet said: Gue suka banget film ini! gara-gara film ini gue jadi browsing website alsi si freedom writers ituh..hebatnya, sampe sekarang Ms. G masih keep in touch ya sama mereka. Dan freedom writers sendiri jadi komunitas untuk bantu anak-anak jalanan disana supaya mereka bisa sekolah..hebat euy!

    Iya benar mbak, Mrs. G. memang guru yang hebat dan patut diteladani oleh semua orang

  3. wahhh belom nonton nih

  4. munama said: wahhh belom nonton nih

    Nonton donk, gak nyesel deh, udah baca review-nya belum?

  5. munama said: udah, lengkap gitu

    Film ini terutama cocok buat yang mau jadi guru, tapi siapa aja boleh nonton. Saking terkesannya, jadi bikin review yang lumayan lengkap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: