Berenang, Memanah dan Berkuda

Rasulullah SAW memerintahkan ummat Islam untuk mengajari anak-anak mereka berenang, memanah dan berkuda. Sebagian orang menganggap hadist ini tidak lagi relevan dengan keadaan sekarang. Namun, apakah hadist tersebut memang ”ketinggalan zaman”?

Jika hanya ditafsirkan secara harfiah, mungkin benar, walaupun ketiga kegiatan tersebut tetap boleh dilaksanakan dan tetap bermanfaat. Namun Rasulullah SAW tentu bukan sedang berkata-kata menurut hawa nafsunya. Beliau lebih memprediksi keadaan di masa depan.

  1. Berenang dalam hadits di atas dapat ditafsirkan sebagai berenang dalam berbagai macam pemikiran manusia. Kita melihat pada zaman sekarang ini jumlah ideologi atau isme hampir sama banyaknya dengan jumlah kepala manusia, apalagi di dunia maya seperti ini. Apabila kita tidak mampu berenang di lautan pemikiran manusia tersebut, bisa jadi tanpa sadar kita tenggelam dan kehilangan iman yang seharusnya menjadi pegangan kita. Untuk memiliki kemampuan berenang tersebut, kita harus banyak membaca, mencari ilmu dan belajar pada siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Kemampuan ”berenang” tadi akan menjadi bekal agar kita dapat melaksanakan perintah yang berikutnya yaitu memanah:
  2. Memanah adalah simbol dari ketrampilan-ketrampilan yang diperlukan untuk berinteraksi dengan manusia agar kita dan mereka dapat bersinergi dan saling menguntungkan. Memanah memerlukan konsentrasi dan latihan yang berkesinambungan. Memanah sasaran yang bergerak tentu lebih sulit daripada sasaran yang diam. Setiap sasaran (hati manusia) memiliki karakteristik tersendiri dan sasaran tersebut selalu bergerak gerak (hati manusia senantiasa berbolak-balik). Namun, apabila kita berhasil memanah sasaran tersebut (mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari orang tersebut), maka kita siap untuk melaksanakan perintah yang selanjutnya: berkuda.
  3. Berkuda dalam hadist ini adalah simbol kerjasama yang saling menguntungkan. Secara fisik kuda tentu lebih kuat dari penunggannya, namun sang penunggang tetap harus menguasai kuda tersebut agar dia bisa sampai ke tujuannya. Demikian pula dalam kehidupan manusia. Kita sering kali harus memimpin orang-orang yang lebih pintar, lebih kuat dan lebih banyak memiliki kelebihan dibanding kita. Berkuda dalam hal ini adalah simbol dari hidup dan beramal soleh secara berjamaah.

Namun, satu hal yang harus diingat adalah kemampuan-kemampuan yang disimbolkan dengan berenang, memanah dan berkuda tersebut adalah amanah yang harus digunakan untuk mematuhi perintah Alloh dan RasulNya, bukan untuk disalahgunakan demi memenuhi tuntutan hawa nafsu.

Semoga bermanfaat 🙂

Iklan

Posted on Agustus 4, 2008, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 16 Komentar.

  1. Iya ya Pak, tidak harus diterjemahkan persis secara harfiah…

  2. dalam menafsirkan, yang pertama adalah mengembalikan kembali bunyinya kepada arti yang dhahir, sebelum dipalingkan kepada makna yang majasi…

  3. niwanda said: Iya ya Pak, tidak harus diterjemahkan persis secara harfiah…

    Saya juga dapat dari orang lain mbak

  4. thetrueideas said: dalam menafsirkan, yang pertama adalah mengembalikan kembali bunyinya kepada arti yang dhahir, sebelum dipalingkan kepada makna yang majasi…

    Terima kasih masukannya pak, btw kalau bisa minta tolong dijelaskan lebih lanjut

  5. berenang: jangan setengah2, kalau tidak nanti tenggelammemanah: berkarya tanpa henti dan tak pernah menyerahberkuda: bekerja serajin kuda(tafsiran tintin yang sok tahu hihihi)

  6. baru aja belajar berenang :D. Memanah dan berkuda-nya…, mmm…tauk deh kapan :'(. Ada yang mau nawarin belajar bareng? :p.

  7. tintin1868 said: berenang: jangan setengah2, kalau tidak nanti tenggelammemanah: berkarya tanpa henti dan tak pernah menyerahberkuda: bekerja serajin kuda(tafsiran tintin yang sok tahu hihihi)

    berarti kita semua harus belajar lagi ya 🙂

  8. aisyahmuchtar said: baru aja belajar berenang :D. Memanah dan berkuda-nya…, mmm…tauk deh kapan :'(. Ada yang mau nawarin belajar bareng? :p.

    Insya Alloh pasti ada, hanya mungkin belum ketemu 🙂

  9. kopiradix said: berarti kita semua harus belajar lagi ya 🙂

    dunia itu sekolahnya hidup.. eh kebalik ya? hidup itu sekolahnya dunia.. kita kudu belajar lah sampe mati juga.. belajar hidup.. belajar hikmah.. belajar dunia akhirat..

  10. tintin1868 said: dunia itu sekolahnya hidup.. eh kebalik ya? hidup itu sekolahnya dunia.. kita kudu belajar lah sampe mati juga.. belajar hidup.. belajar hikmah.. belajar dunia akhirat..

    Setuju mbak, harus terus belajar dan jangan berhenti

  11. Setuju, Pak! Namun, amalan dari tafsir secara tekstual juga oke koq dilaksanakan…

  12. chifururu said: Setuju, Pak! Namun, amalan dari tafsir secara tekstual juga oke koq dilaksanakan…

    Benar sekali pak, bila ditafsirkan secara tekstual juga bisa koq, tetap relevan dan tidak perlu dipertentangkan 🙂

  13. ah yang menafsirkan memang malas olahraga hehehelagian hari gini renang di laut?? situ atlet hehehe.. Open swimming contest dong. yang atlet aja ngos ngosan mas gimana kita yang cuman buat kesehatan.

  14. ana ijin share ya pak?syukran

  15. aafikri said: ana ijin share ya pak?syukran

    silahkan, dengan senang hati

  16. kanjengratu said: ah yang menafsirkan memang malas olahraga hehehelagian hari gini renang di laut?? situ atlet hehehe.. Open swimming contest dong. yang atlet aja ngos ngosan mas gimana kita yang cuman buat kesehatan.

    bisa jadi begitu, mari sama2 belajar dan memperbaiki diri .. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: