Monthly Archives: September 2008

Menjelang Tengah Malam di Malam Takbiran

Menjelang tengah malam di malam takbiran

Akhirnya malam takbiran yang dinantikan pun datang

masyarakat seakan berpesta pora penuh kemenangan

Lupa Daratan

Sementara, maksiat justru kian merajalela

yang pacaran asyik nonton TV di rumah saja

yang ditayangkan berisi hal sia-sia

buatan setan kapitalis Durjana

yang haus materi dan gila harta

Takbir keliling disertai musik yang menggila

knalpot digeber gak kira-kira

uang dan dana habis sia-sia

fitrah ternoda dan malah menambah dosa

kemenangan yang disangka di depan mata

mungkin sebenarnya sudah menguap sia-sia

“Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi hanya mendapat lapar dan haus saja”

Demikian kata Rasul Tercinta

Sementara itu, di tempat-tempat yang luput dari pengamatan

terdengar gemerincing rantai yang mengikat para setan

mulai terlepas dan berjatuhan

sehingga yang tadinya diikat pun jadi kegirangan

Iblis mempersiapkan bala tentara

setan-setan meregangkan ototnya

siap memulai pertempuran baru dengan manusia

agar mendapat sebanyak mungkin pendamping ke dalam Neraka

Namun yang paling berbahaya

Dajjal telah berkurang lagi rantai ikatannya

dia memang belum bebas sempurna

namun getaran energi fitnahnya sudah terasa

sehingga ke seluruh dunia

Kalau begitu, masihkah kita bangga pada Ramadhan yang telah berlalu?

bila ternyata saat Syawal tiba kita seakan bertingkah tidak tahu malu

Ramadhan bagaikan bayi yang mati dalam kandungan

tinggal dipendam dan diberi batu nisan

Iklan

Alhamdulillah, akhirnya ketemu SANG TERORIS

Hari itu, 11 September 2001, sekitar 7 tahun yang lalu ada peristiwa yang oleh sebagian orang dianggap permulaan “War on Terror”. Peristiwa penabrakan gedung WTC oleh pesawat penumpang. Sejak itu kita jadi akrab dengan kata “Teroris”

Ngomong-ngomong soal teroris, saya ingin memanfaatkan momentum untuk posting yang ini. sehari sebelum Ramadhan, tanggal 31 Agustus, saya mengikuti acara Power of Life off Air di Restoran Sari Melayu, Kebayoran.

Acara terdiri dari 4 sesi:

Sesi pertama diisi oleh Ustadz Bobby Herwibowo dan Pak Ahmad Juwaini, Wapres Dompet Dhuafa Republika.

Ustadz Bobby mengatakan bahwa menjadi sukses dalam teks agama ternyat kewajiban. Dalil-dalilnya sebagai berikut:

QS: 3:110
QS: 3:139
QS: 185
QS: 85:11
QS: 33:71
QS: 9:111
QS: 61:12
QS: 64:16

Karakter Manusia sukses diantarnaya:

1. Faith, Keyakinan yang tinggi
2. Visioner, bukan hanya urusan dunia
3. Dedikasi, Amal sholih
4. Komitmen, menjaga nilai-nilai kebaikan
5. Sacrifice, demi sebuah keyakinan
6. Zero error, meminimalisir kesalahan
7. Helping Hand, murah tangan

Sedangkan, pak Ahmad Juwaini lebih banyak bicara soal kecerdasan sosial. Beliau mencontohkan apabila sukses hanya dimaknai secara materi, bagaimana dengan orang-orang seperti penjaga lintasan kereta yang melakukan tugasnya tanpa pamrih. Apakah dia bukan termasuk orang sukses? Padahal sang penjaga sudah menyelamatkan nyawa ribuan orang selama dia bertugas.

Sesi kedua diisi oleh Pak Supadi Lee. Pertama, pak supardi cerita tentang makhluk yang bisa lompat setinggi 300x panjang tubuhnya. Binatang itu adalah kutu anjing. Namun, suatu saat si kutu anjing dikurung di kotak korek api. Setelah dua minggu, si kutu hanya bisa lompat setinggi kotak korek api. Setelah itu, jika si kutu anjing punya keluarga, apa yang dia ajarkan pada anak-anaknya? “Nak, jangan lompat tinggi2, kita cuma bisa lompat stinggi ini!”

Banyak Keyakinan2 kita selama ini yang mengurung kita seperti si kutu yang dikurung oleh kotak korek tadi, sehingga kita tidak bisa melompat setinggi mungkin.

solusinya menurut pak Supardi Lee:

Mengubah keyakinan buruk jadi baik:

1. Sadari bahwa keyakinan itu memang buruk.
2. Pilih keyakinan baru yang baik.
3. Cari fakta yang mendukung keyakinan baik tersebut.
4. Banyak berkata-kata baik yang sesuai dengan keyakinan tsb.
5. Buktikan keyakinan baik tsb dengan tindakan.

Pak supardi juga menjelaskan tentang tingkatan Mind space. Tingkatan ini merupakan jembatan matter dan spirit. level fisik berbeda-beda, namun di level energi semua sama. Pemahaman akan hal ini akan menjadi sadar bahwa kita semua terkoneksi satu sama lain. Saya dengan si fulan secara matter berbeda namun sudah merasa bahawa di sana secara mind space yang ada di sana juga diri saya.

Dua hal yang sesungguhnya kita miliki dan perlu kita kembangkan adalah consiousness dan free will. Consiousness atau kesadaran adalah saat kita bisa melihat diri kita seakan-akan kita melihat orang lain. Kita menjadi penonton bagi diri sendiri. Kita jadi bisa melihat kekurangan dan kelebihan kita. Pengetahuan yang kita dapat dari kesadaran itu dapat kita gunakan untuk mendayagunakan free will atau kehendak bebas yang kita miliki. free will itulah yang menjadi modal kita untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan ini.

Sesi ketiga, sesudah ISHOMA, diisi oleh pak Zainal Abidin alias Jay de Teroris.

setelah ada permainan sedikit untuk pemanasan, maka sesi bersama sang Teroris pun dimulai.

Sungguh, kata Bang Jay, merupakan suatu kegilaan yang sangat nyata jika kita ingin mendapatkan hasil yang berbeda (lebih baik, lebih banyak) tetapi melakukannya dengan cara-cara yang sama.

Jika dianalogikan dengan lagu, perjalanan karir seseorang bisa jadi seperti ini:

1. usia 20 sampai 40 : Maju tak gentar
2. Usia 40 sampai 55 : Naik-naik ke puncak gunung
3. Usia puncak karir: Kemesraan ini janganlah cepat berlalu
4. Usia pensiun: Mimpi sedih, hidupku tak pernah lepas dari penderitaan.

Bang Jay lalu memberi ilustrasi seperti ini:

ada segerombolan katak tercebur ke dalam Yoghurt, mereka tidak bisa keluar. Katak2 yang lain mengatakan bahwa mereka tidak mungkin bisa keluar. Ternyata, ada yang menggerakkan kakinya sedemikian kuat sehingga susu asam alias yoghurt tadi memadat, sehingga sang katak yang tersisa bisa keluar. Ternyata, kataknya budeg alias tuli. Jadi tidak dengar kata-kata katak yang lain.

Jadi, mirip dengan sesi Pak Supardi, terkadang kita perlu “menulikan” telinga kita sementara agar kita bisa mencapai tujuan kita.

Sedikit sharing cerita, Bang Jay pun pernah dianggap gila karena dia mengatakan pada anak dan istrinya bahwa nanti suatu saat mereka akan tinggal di rumah yang mirip dengan rumah yang pernah dia tunjukkan pada mereka.

Kita semua punya potensi yang besar, bahkan lebih besar daripada yang kita sadari.

Bang Jay memang menempatkan dirinya menjadi teroris yang menen”teror” kemalasan dan kenyamanan hidup kita. Orang Indonesia kalau gak “diteror” ya gak bangkit, he he he.

Sesi terakhir diisi oleh Ibu Nikmah Nirsyam alias Mbak Niek. Sesi ini tentang bagaimana kita bisa berterima kasih kepada orang-orang yang dekat dengan kita selama ini. Sesi ini berbeda dengan yang lain karena Mbka Niek membimbing para peserta untuk masuk ke alam bawah sadar masing2. Para peserta rileks dan perlahan-lahan dibimbing ke alam bawah sadar. Saat itulah Mbak Niek memberi sugesti yang mengingatkan para peserta pada orang-orang yang mereka cintai. Banyak para peserta tidak dapat menahan haru dan air mata saat sesi terakhir ini berlangsung.

Sesi ini diakhiri dengan nyanyi bareng.

Alhamdulillah, kebaikan yang selama ini saya lakukan dengan membuat transkrip acara Mutiara Pagi – The Power of Life sangat dihargai oleh teman-teman dari Institut Kemandirian. Saya juga dapat tanda tangan Bang Jay di buku “Monyet aja bisa cari duit” dan tanda tangan pak Supardi di buku “The Rich Plan – Semua berhak kaya” (Insya Alloh review menyusul)

Semoga bermanfaat, maaf kurang detil maksudnya supaya penasaran dan kalau ada lagi mau ikut, he he he.

Asyiknya lagi, pulangnya numpang taxi sama mbak Alina Mahamel, penyiar yang biasa mendampingi para narasumber acara Mutiara Pagi – The Power of Life, he hehe.

Institut Kemandirian adalah suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

[TRANSKRIP] Rezeki Yang Halal

Narasumber: Ustadz Bobby Herwibowo, Lc.

Ada seseorang bernama Abdul Khoir. Pada tahun 1975, dia bekerja sebagai teller di sebuah bank. Dia adalah seseorang yang murah hati, suka membantu, ringan tangan dsb. Para nasabah yang datang biasanya ingin dilayani Abdul Khoir walaupun harus antri. Dia bekerja dengan ikhlas dan penuh dengan cinta. kawan-kawannya bukan hanya di front liner, tetapi hampir seluruh karyawan yang ada di bank tersebut iri sama dia. Sehingga, oleh kepala cabang, Abdul Khoir dipindah ke bagian korporat. Dia sekarang bertugas mengurusi nasabah-nasabah korporat. Para nasabah itu senantiasa selalu memberi amplop kepada Abdul Khoir. Abdul Khoir tidak yakin hukum menerima amplop itu halal atau haram. Dia memiliki harga diri martabat. Dia merasa bahwa dia sudah digaji cukup, sehingga merasa enggan memberi makan anak istrinya dengan penghasilan yang tidak jelas kehalalannya.

Suatu hari, kepala cabang menegurnya dan berkata:

Kepala Cabang: “Abdul Khoir, mengapa kamu menolak amplop2 tersebut?”

Abdul Khoir : “Saya tidak mau pak, menerima uang yang kehalalannya tidak saya yakini”

KC: “Terima aja dulu, baru nanti diatur. Saya tidak mau ada nasabah yang malu atau kecewa.”

Abdul Khoir tetap tidak mamu membawa pulang amplop2 tersebut. Dia menaruh amplop2 tersebut di laci dan dikunci. Abdul Khoir memliliki harga diri/izzah di dalam hatinya karena dia yakin bahwa Alloh SWT telah menjamin rezeki bagi hamba-hambaNya.

Subhanalloh, Orang yang berharap hidayah, pertolongan dan bimbingan dari Alloh SWT pasti suatu saat akan mendapatka semuanya.

Suatu saat dia sholat jum’at di kantor lain, karena di kantornya tidak ada sholat Jum’at. Suasana sholat jum’at sangat hening. Saat itu dia sedang duduk terpekur, menyimak apa yang dikatakan khotib. Sang khotib membaca Hadits yang bermakna “setiap daging tumbuh barang haram Neraka tempatnya”. Hidayah langsung masuk ke dalam ruang hati yang paling dalam dari Abdul Khoir.

Seketika itu juga dia seperti melihat suatu pandangan, vision, atau khasysyaf. Seakan-akan dia melihat Neraka Jahannam menyala begitu hebatnya, lalu seakan-akan dihadirkan istri dan anak-anaknya yang akan dimasukkan ke Neraka. mereka menjerit-jerit kenapa sang Ayah sampai membuat mereka masuk ke sana.

Usai Sholat Jum’at, Abdul Khoir menemui sang Khotib dan meminta saran, apakah dia harus mengundurkan diri dari kantornya atau terus bekerja. Sang khotib mengatakan bahwa yang bisa menyelesaikan segala persoalan yang dia dihadapi adalah Alloh SWt dan dirinya sendiiri. Jum’at siang itu juga, Abdul Khoir kembali ke kantornya dan membuat surat pengunduran diri. Saat itu masih tahun 1975.

Bila seseorang meninggalkan yang haram karena Alloh SWT, maka sesungguhnya Alloh SWT mampu memberi karunia yang jauh lebih dahsyat dari yang dia tinggalkan. Uang dari para nasabah korporat itu adalah uang/harta yang haram. harta seperti itu tidak ada berkahnya dan tidak akan menghasilkan ketenangan batin.

Selama beberapa bulan, Abdul Khoir tidak punya pekerjaan. Mertuanya, seorang pengusaha ekspedisi laut yang memiliki beberapa kapal, mengajaknya bekerja sama. Abdul Khoir, mungkin karena berkah dari Alloh SWT, menjadi seorang pegawi yang cekatan. Lama kelamaan, sang bapak mertua memberikan usaha ekspedisi tersebut kepada Abdul Khoir. Tahun 1976 dia mulai jadi direktur di perusahaan tersebut. Hanya dalam waktu beberapa tahun sejak dia mengundurkan diri, Abdul Khoir menjadi seorang milyarder. Tahun 1980, dia bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke Baitullah bersama istrinya. Saat itu dia sudah memiliki 7 buah kapal laut. Sekitar 6 tahun sejak dia mengundurkan diri dari bank tempat dia bekerja, dia sudah menjadi milyuner yang kaya raya dalam usia yang kurang dari 40 tahun.

Abu Humaid as-Sa’idi menuturkan bahwa Nabi saw. pernah mengangkat seseorang dari Bani Azad yang bernama Ibn al-Utbiyah (Ibn al-Lutbiyah) sebagai amil pemungut zakat, lalu ia kembali dan mengatakan, “Ya Rasul, ini untuk Anda dan ini dihadiahkan untuk saya.”

Nabi saw. lalu berpidato, “Tidak pantas seorang petugas yang kami utus lalu datang dan berkata, “Ini untuk Anda dan ini dihadiahkan untuk saya.” Mengapa ia tidak duduk saja di rumah bapak dan ibunya lalu memperhatikan apakah itu dihadiahkan kepadanya atau tidak. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah ia datang membawa pemberian itu, kecuali ia pasti datang pada Hari Kiamat kelak memanggul barang itu di pundaknya.” (HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan Abu Dawud).

Hadits dari situs ini

Banyak orang takut menjauhi harta yang haram, mereka terkungkung dalam tempat mencari nafkah haram (mengandung riba atau maxiat, lokalisasi pelacuran, dll) hanya merasa takut tidak dapat harta/penghasilan. Bila diberitahukan kepada mereka bahwa pekerjaan tersebut haram, mereka beralasan bahwa hanya di tempat itulah mereka bisa mencari nafkah. Sesungguhnya, hal-hal yang haram bisa dihitung dengan jari, sementara itu nafkah/harta yang halal tidak terbatas. Namun, karena godaan syetan, banyak orang yang takut meninggalkan yang haram. Orang-orang seperti ini tidak dapat menenangkan batinnya karena mereka sesungguhnya sadar bahwa mereka bekerja di tempat yang tidak baik. Mereka perlu diselamatkan.

Peluang untuk mendapatkan harta halal yang berkah dan melimpah tidak ada batasnya. Salah satu peluang terbaik adalah dengan berwirausaha dan menjadi pebisnis/pengusaha. Jika orang memutuskan untuk jadi pegawai/karyawan (dan hal ini adalah sesuatu yang baik) maka dia harus mengembangkan sikap qona’ah (measa cukup dengan apa yang ada) yang kuat. Bersikap qona’ah adalah suatu yang diperlukan oleh manusia, apapun profesinya, agar dia terhindar dari mengambil harta yang bukan menjadi haknya. Jangankan agama, perusahaanpun juga akan melarang. Kepercayaan menjadi taruhannya. Menjadi pengusahapun perlu sikap qona’ah agar dia tidak menghalalkan segala cara (illegal lodging, menyogok, dll) dalam mengembangkan usahanya.

Alloh SWT, dalam surat Ar Rahman, setelah bercerita panjang lebar tentang penciptaan alam semesta tiba-tiba mengatkaan “Jangan kalian curang dalam timbangan, timbang yang baik jgn dikurangi”. Ternyata ada hubungan erat antara alam semasta dengan kecurangan dalam timbangan. Jika ada satu dua orang yang curang dalam timbangan, sedikit demi sedikit alam mulai rusak, sistem juga mulai rusak. Illegal Lodging bisa terjadi karena ada oknum pejabat yang bermain. Perbuatan maksiat tersebar karena ada yang mem-backing-i. Pada akhirnya, seluruh tatatan kemasyarkatan dan alam semesta tinggal menunggu kehancuran saja. Kita harus jadi seperti ikan di lautan, walaupun airnya asin, jangan ikutan jadi asin.

Sesungguhnya, dalam rezeki yang halal dan baik ada pancaran kekuatan energi dahsyat. baik

1. Membuat kita bersemangat.

2. Membuat kita menjadi Taat dan mudah melakukan kebaikan.

Jika kita sudah lama tidak merasakan nyamannya khusuk atau sudah lama tidak merasakan semangat yang membara, mungkin ada yang salah dengan cara mencari nafkah kita selama ini. Jika sudah lama kita tidak merasa mudah melakukan kebaikan, bisa jadi ada yang haram dalam rezeki yang kita konsumsi selama ini. Sesungguhnya Alloh SWT adalah yang Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang hal-hal yang baik saja.

Saat orang-orang pergi ke tempat kerja mereka masing-masing, mereka sepertinya sangat terburu-buru. Tampang sebagian besar dari mereka sepertinya tegang, jarang ada yang tersenyum ramah atau melangkah dengan ringan. Jangan-jangan ada hal-hal yang haram di dalam rezeki mereka.

Semoga bermanfaat

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasoni
c/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Tulisan Ustadz Bobby yang lain bisa dibaca di Situs ini

Link terkait:

Perbuatan Maksiat dan Global Warming

Kekerasan Terselubung dalam perbuatan Maxiat

JANGAN DIBUKA!!! – Ntar Kena Timpuk :)

Dapat timpukan dari Mbak Maddy, tepatnya di MP yang ini

Kalau ada hyperlink silahkan di-klik ya 🙂

Empat Kerjaan

– Terjemahan Indonesia – Inggris

– Ngajar Bahasa Inggris

– Ngajar Bahasa Spanyol

– Blogging, he he he

Empat tempat tinggal

Jakarta – Jalan Bromo

Jakarta – Jalan UNgaran

Bandung

Bogor

Empat film yg ditonton 100x (baca: yang bisa ditonton berkali-kali dan ga bosen)- Innocent voices,

– Freedom Writer

The new rulers of the World – John Pilger

Bloody History of Fascism – Harun yahya

Empat TV Show favorit (ganti sama radio, he he he)

– Mutiara Pagi – the Power of Life – Trijaya FM Transkripnya klik aja di sini

– Life Excellence (Kamis di Trijaya FM – Jam 17:00 – 18:30)

– SEFT talkshow (Jumat jam 17:00 – 18:00 di Smart FM)

– Jika aku menjadi (Trans TV)

Empat makanan favorit– Kebab

– Ayam goreng lalapan

– Nasi Uduk

– Rendang

Empat Situs Favorit

Multiply

Logos-Institute

Blognya Pak Jamil Azzaini

INSISTS

Empat barang yg ga pernah ketinggalan dibawa:

– Baju

– Celana

– dompet

– tas

Ayo, siapa menyusul, he he he.

[TRANSKRIP] Mengembangkan Potensi Diri

Mengembangkan Potensi Diri

Sebenarnya, kita semua punya potensi kehebatan yang luar biasa sebagai perangkat untuk menggapai kesuksesan kita, namun potensi itu biasanya terpendam, tertutup dengan hal-hal negatif di sekitar diri kita atau bahkan dari diri kita sendiri. Contoh hambatan penggalian dari diri kita sendiri yaitu Sifat negatif dan kata-kata negatif.

Seringkali, kita iri dengan orang lain dan lupa potensi sendiri. Jarang sekali kita sadari bahwa kita punya potensi lebih dari yang kita bayangkan. Mulai sekarang, mari kita timbulkan kesadaran dan cari tahu bagaimana caranya dan lakukan agar potensi kita tergali maximal.

Kita harus menyadari bahwa Alloh SWT memberi kepada setiap orang potensi untuk sukses walaupun secara fisik atau finansial memiliki kekurangan, seperti cacat atau miskin. Apabila kita sudah yakin bahwa kita dan semua orang punya potensi dan kelebihan, maka kita akan lebih mudah menggali potensi tersebut.

Hal-hal apa yang membuat kita mampu untuk menggali potensi diri kita:

1. selalu berpikir dan berinisiatif untuk bisa lebih maju dan lebih baik dari hari ke hari.

Pola pikir kita mempengaruhi pola hidup kita. Jika kita berpikir bahwa kita adalah orang yang tidak mungkin sukses karena kita orang yang biasa-biasa saja, maka itulah yang akan terjadi dalam hidup kita, karena pola pikir “saya orang yang biasa-biasa saja” itu akan membuat kita enggan untuk berusaha membuat diri kita maju. Sehingga hasilnya biasa-biasa saja

Padahal, dalam hidup ini hanya ada satu diantara dua pilihan. Mau meningkatkan kualitas diri ktia terus-menerus atau membiarkan kualitas diri kita turun terus menerus. Hidup segan mati tak mau.

Pilihan terbaik adalah terus menerus meningkatkan kualitas hidup kita menjadi lebih baik dan lebih baik. Efek positifnya akan terasa pada orang-orang di sekitar kita saat kita menjadi lebih baik dari hari ke hari.

2. Membuka diri dan membuka wawasan untuk menerima ilmu dan pendapat dari hasil pemikiran siapapun.

Salah satu sebab kita sering terserang rasa sombong, takabur dan sebagainya adalah karena kita merasa berat untuk menerima pendapat atau buah pikiran orang lain. Kita berpikir bahwa kitalah yang terbaik ,apalagi jika ide-ide tersebut keluar dari orang yang lebih muda dair kita, lebih miskin atau lebih rendah status sosial dan/atau pendidikan (formal)-nya dari kita, karyawan, bawahan dll.

Siapapun yang berpendapat atau punya ide diberi pada kita buka diri untuk terima, siapa tahu pendapat-pendapat atau ide-ide tersebut bisa membuak wawasan kita kemudian merangsang kita untuk menemukan dan mengembangkan potensi diri kita sendiri.

dan ketika kita menerima pendapat tetapi dengan berkata dalam hati, “sombong sekali orang itu, memberi nasihat kepada saya” sesungguhnya kita sudah melemahkan diri kita sendiri. Hal yang sama terjadi apabila kita merasa curiga, benci atau merendahkan orang lain. Hal ini bukan hanya dalam tingkat mental tetapi juga dalam tingkat fisik. Apabila kita sudah melemahkan diri kita sendiri, baik secara mental atau bahkan fisik, bagaimana mungkin potensi diri kita akan muncul?

Mulai sekarang, apabila orang lain (atasan, bawahan, adik, kakak, orang tua dll) memberikan pendapat, coba dengar. Kita diberi dua telinga dan satu mulut adalah agar kita lebih sering mendengar daripada berbicara.

Dalam menggali potensi diri secara maximal, kadang kala memang perlu ada orang lain yang melihat agar kita bisa menanyakan kelebihan kita pada orang lain. Terkadang sulit bagi kita untuk melihat diri sendiri karena kesibukan dll

Dalam sehari, kita bisa meluangkan waktu beberapa menit, bisa saat jelang tidur atau bangun tidur lihat diri kita sendiri. dlam dan bertanya

– 3 menit yang lalu, apa yang kita pikirkan?

– dua hari yang lalu, apa baju yang saya pakai?

– dll

Hal-hal tersebut adalah cara-cara untuk mengetahui apakah kita memilik perhatian yang baik pada diri sendiri atau tidak. apa yang kita inginkan di masa depan dll. Kita harus sering-sering lihat diri sendiri siapa saya sesungguhnya, menjadi pengamat atau penonton bagi diri sendiri sehingga kita bisa melihat kelebihan dan kekurangan kita.

3. Mendorong orang lain untuk maju dan sukses berprestasi lebih baik.

Jika kita mendorong orang lain untuk maju dan sukses, sesungguhnya kita sedang mengangkat dan memperkuat diri kita sendiri untuk maju. Sebaliknya, jika kita menjatuhkan dan melemahkan orang lain, sesungguhnya kita sedang melemahkan dan menjatuhkan diri kita sendiri, menguras energi yang ada pada diri kita. Kejatuhan diri kita itulah yang membuat potensi diri kita tertutup.

Orang-orang yang baik nantinya akan melihat dirinya menjadi lebih baik dan menjadi lebih mudah melihat potensi dirinya. Sebaliknya, orang-orang yang sombong dan suka merendahkan orang lain, akan sulit menggali potensi dirinya karena kekuatannya sudah terkuras oleh kesombongannya sendiri.

Kebaikan yang menjadi hasil kebaikan-kebaikan kita kepada orang lain tidak harus dari orang-orang yang berangkutan. Bisa saja kita menerima kebaikan dari orang-orang yang sama sekali berbeda, bahkan dari orang-orang yang tidak kita kenal sekalipun. Alloh SWT punya cara sendiri untuk membalas orang-orang yang suka berbuat baik.

Salah satu cara agar kita bisa saling mendorong dan meningkatkan potensi dengan orang lain secara sinergis adalah dengan mengikuti acara-acara dan bergabung dengan komunitas yang berisi orang-orang yang hebat. Namun, jangan sampai kita hanya menjadi peserta yang pasif. Kita harus ikut aktif untuk berinteraksi dengan para pembicara dan sesama peserta sehingga kita mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari acara-acara dan komunitas-komunitas yang kita ikuti tersebut. Bergabung dengan komunitas yang baik juga bisa kita lakukan via internet, lewat milis dan sebagainya.

Apakah Menggali potensi diri berhubungan dengan bakat?

bakat bisa dilihat dari perilaku seorang anak waktu kecil. Bakat tersebut bisa terasah dan tergali potensinya atau hilang bergitu saja tergantung keadaan lingkungan. Apabila seseorang sudah tahu apa bakat dan minatnya, maka dia tinggal mencari profesi yang sesuai dengan bakat dan minat tersebut dan belajar untuk menambah ilmu yang berkaitan dengan profesi tersebut.
Memiliki pekerjaan dan profesi yang tidak sesuai dengan bakat dan minat memang masih bisa dilakukan, namun ada ketidaknyamanan di dalamnya. Bila kita memiliki lebih dari satu macam bakat dan minat, ada baiknya kita melakukan hal-hal berikut ini:

1. Urutkan hal-hal yang menjadi minat dan bakat kita berdasarkan prioritas.

2 .Pilih salah satu potensi yang bisa kita kembangakan agar kita bisa sukses.

3. Fokus pada potensi tersebut, jangan sampai kita ingin mengerjakan terlalu banyak hal sehingga kita menjadi kewalahan dan tidak ada potensi yang berhasil kita kembangkan.

Bila kita terus menggunakan dan mengembangkan potensi diri kita, otak kita akan terus membuat sambungan antar sel sehingga kita menjadi semakin cerdas dan tidak mudah pikun.

Yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kualitas iman kita. Kualitas iman membuat kita bisa menjaga sikap kita lebih baik sehingga kita bisa diterima dengan baik di masyarakat. Orang yang selalu bersikap santun dan berakhlaq mulia, digabungkan dengan potensi yang ada pada dirinya akan menjadi pribadi yang kuat dan dapat menebar manfaat baik bagi dirinya maupun orang lain.

Narasumber: Ibu Nikmah Nyrsyam (Mbak Niek)

Semoga bermanfaat, acara Mutiara Pagi – The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Re
publika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Selama bulan Ramadhan, acara ini bernama: Mutiara Ramadhan

[TRANSKRIP] Keajaiban Memberi

Alasan kebanyakan orang belum kaya menurut Robert Kiyosaki adalah karena belum cukup memberi. Banyak diantara kita yang masih hidup dalam level materi, ada menerima dan memberi , take and give. Dalam level materi, orang jadi kaya karena lebih banyak yang dia terima daripada yang dia dikeluarkan. Namun, ternyata dalam level energi, biasanya apabila kita memberi banyak, maka kita akan menerima jauh lebih banyak. Seperti memberi pupuk pada pohon buah sehingga pohon tersebut menghasilkan buah lebih banyak.

Aristotel Onasis, raja kapal pernah beberapa tahun menghuni urutan nomor 1 terkaya di dunia. Dia adalah seorang imigran Yunani ke AS yang datang cuma bawa baju, tidak ada harta sama sekali. Setiap hari dia nongkrong di pabrik rokok dan ngomong “selamat pagi boss, selamat bekerja, semoga anda sukses hari ini.”

sore hari, ketika orang-orang pulang kerja, dia selalu berkata “selamat sore, anda telah bekerja dengan baik. Selamat sampai di rumah, semoga keluarga anda berbahagia”.

Si Boss bertanya pada para anak buahnya, “apa sih maunya orang imigran itu?”. Aristotel Onasis menawarkan supply tembakau yang lebih murah dan berkulaitas lebih tinggi. Namun, sang imigran tidak punya uang. Aristotel Onasis hanya secarik kertas, yang berisi pernyataan bahwa dia adalah utusan pabrik rokok tersebut. Dia lalu pergi ke Brazil utk mencari supplier tembakau.

Singkat cerita, Aritotel Onaisis kemudian mendapatkan supplier tembakau yang dia janjikan. Tembakau tersebut lalu dikirm ke pabrik rokok itu. Pabrik tersebut langsung untung bessar sehingga AO diajak bisnis, sedikit demi sedikit sampai jadi raja kapal. dalam kisah di atas, Kaya raya diawali kegiatan sederhana, menyapa beri sesuatu doakan orang lain. Berilah sesuatu yang bisa membahagiakan orang lain.

Perhatikan fakta-fakta berikut:

1. Bukankah cita2 90% rakyat Indonesia itu pingin kaya?

2. bukankah buku-buku cara menjadi kaya (dgn cepat) inilah jenis buku yang laku

3. belum lagi yang mau jadi celebrity dengan mengikuti kontes ini – itu.

Padahal, sesungguhnya resep paling mujarab jadi kaya adalah banyak-banyak memberi.

Konsekwensi jadi orang kaya, menurut salah satu kitab suci, adalah: lebih mudah onta masuk lobang jarum, daripada orang kaya masuk syurga. miskin orang masuk surga krn ibadah, orang kaya ditanya ibadah dan harta. Bisa jadi artinya proses masuk surga orang kaya lebih panjang, Orang kaya ditanya hartanya dari mana dan untuk apa, jadi lebih banyak pertanyaan. Namun, bila hari ini orang miskin dikasih kekayaan, tentu gak nolak. orang islam justru punya kewajiban untuk menjadi orang kaya sebaik-baik manusia punya manfaat bagi orang lain.

Ilustrasi:
Ada seorang anak muda, memegang rokok yang menyala, badannya sehat, lalu dia minta-minta uang dikasih atau tidak?
Jika kita hanya mendidik otak, ngapain kasih dia 100 perak, bikin malas lagi minta-minta. Namun, jika kita mendidik hati jadi ihlas, 100 di kantong kasih aja, semoga Alloh SWT memberi hidayah. Orang yang sudah benar2 ikhlas tidak akan lagi merasakan

Sesungguhnya, Hukum kekekalan energi berlaku di dunia ini. Hukum ini menyatakan bahwa energi tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan, tetapi bisa berubah bentuk. Jika kita merasa sudah beri sangat banyak tetapi hanya menerima sedikit keberuntungan, bisa jadi kebaikan dan pemberian kita itu belum cukup untuk menghapus tumpukan energi negatif yang berasal dari perkataan2 atau perbuatan2 kita yang buruk di masa lalu. Tabungan energi tersebut berada dalam posisi tersimpan. tabungan tersebut akan cair saat benar-benar butuh ditabung di satu tempat saat butuh tabungan ini cair dalam ebntuk keberuntungan2. Belum tentu kasih uang dpat uang ttpi sesuta yang dapat diniali uang yang angkanya seperti yang kita keluarkan.

Bagaimana apabila ada orang yang suka sedekah namun tetap kena bencana? Bencana atau Bala yang dia dapatkan merupakan balasan atas keburukan atau dosa yang dahulu pernah dia lakukan dan belum tertutupi oleh level sedekahnya. Misalnya, ada orang berbuat dosa 300 dan baru bersedekah 100, maka yang 200 dihapuskan dengan bencana tersebut.

Tips memberi:

1. Jangan merasa sudah terlalu banyak memberi, berilah lebih banyak, siapa tahu kita belum meberi lebih. Suatu saat tabungan energi itu pasti akan memberikan hasilnya bagi kita. Proses pencairan energi tersebut berbeda-beda, ada yang langsung, ada yang ditabung dulu dan sebagainya.

2. Saat memberi, jika terlalu banyak berpikir, bisa-bisa tidak memberi. Terkadang kita harus memaksa diri untuk memberi, sehingga kita menjadi orang yang suka memberi. Bukankah pengulangan akan membuat orang menjadi mahir. Seperti orang belajar mengetik di keyboard atau mesin ketik.

3. Menumbuhkan keyakinan bahwa memberi bisa bikin kaya adalah dengan meyakini bahwa dalam hidup ini ada hukum-hukum yang tidak bisa dibantah. Apabila benda dijatuhkan, pasti jatuh ke bawah.

4. Orang yang kaya secara materi namun tidak suka memberi ibarat air tidak mengalir. Air seperti itu bisa jadi sarang nyamuk, yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk demam berdarah. Namun, air mengalir buat airnya bersih, lingkungan sehat dan nyaman dseb. Buatlah harta seperti air mengalir, akan bertambah dan bertambah.

5. Konsisten atau istiqomah adalah melakukan suatu kegiatan apapun hambatannya. Misalnya, ingin konsisten sholat 5 waktu, lakukan. Jangan mencari-cari alasan, bahkan untuk menunda. karena, penyakit lanjuan dari menunda adalah tidak melaksanakan. Contoh: minggu ini harus sedekah sekian, laksanakan, jangan ditunda karena bisa jadi tidak jadi sedekah. jangan sampai ada penyesalan atas segala yang kita beri. Sebab, bukankah harta tersebut sudah terlanjur diberikan.

6. Bila memberi, jangan memberi nasihat yang tidak-tidak, yang sering kali OOT, agar tidak menyakiti perasaan orang yang menerima pemberian kita. Hal itu menunjukkan bahwa bisa jadi ada kesombongan yang mulai timbul dalam diri kita.

7. Jika keikhlasan kita masih lemah, ada baiknya kita berlatih dengan memberi kepada orang-orag yang kita itdak kekanl sehingga lebih mudah bagi kita untuk menjaga keikhlasan. Setelah itu, baru kita bisa memberi kepada mereka yang kita kenal dan dekat dengan kita.

Semoga bermanfaat, acara Mutiara Pagi – The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Catatan: Selama bulan Ramadhan, acara ini diberi nama Mutiara Ramadhan

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Yeuh!

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn