Alhamdulillah, akhirnya ketemu SANG TERORIS

Hari itu, 11 September 2001, sekitar 7 tahun yang lalu ada peristiwa yang oleh sebagian orang dianggap permulaan “War on Terror”. Peristiwa penabrakan gedung WTC oleh pesawat penumpang. Sejak itu kita jadi akrab dengan kata “Teroris”

Ngomong-ngomong soal teroris, saya ingin memanfaatkan momentum untuk posting yang ini. sehari sebelum Ramadhan, tanggal 31 Agustus, saya mengikuti acara Power of Life off Air di Restoran Sari Melayu, Kebayoran.

Acara terdiri dari 4 sesi:

Sesi pertama diisi oleh Ustadz Bobby Herwibowo dan Pak Ahmad Juwaini, Wapres Dompet Dhuafa Republika.

Ustadz Bobby mengatakan bahwa menjadi sukses dalam teks agama ternyat kewajiban. Dalil-dalilnya sebagai berikut:

QS: 3:110
QS: 3:139
QS: 185
QS: 85:11
QS: 33:71
QS: 9:111
QS: 61:12
QS: 64:16

Karakter Manusia sukses diantarnaya:

1. Faith, Keyakinan yang tinggi
2. Visioner, bukan hanya urusan dunia
3. Dedikasi, Amal sholih
4. Komitmen, menjaga nilai-nilai kebaikan
5. Sacrifice, demi sebuah keyakinan
6. Zero error, meminimalisir kesalahan
7. Helping Hand, murah tangan

Sedangkan, pak Ahmad Juwaini lebih banyak bicara soal kecerdasan sosial. Beliau mencontohkan apabila sukses hanya dimaknai secara materi, bagaimana dengan orang-orang seperti penjaga lintasan kereta yang melakukan tugasnya tanpa pamrih. Apakah dia bukan termasuk orang sukses? Padahal sang penjaga sudah menyelamatkan nyawa ribuan orang selama dia bertugas.

Sesi kedua diisi oleh Pak Supadi Lee. Pertama, pak supardi cerita tentang makhluk yang bisa lompat setinggi 300x panjang tubuhnya. Binatang itu adalah kutu anjing. Namun, suatu saat si kutu anjing dikurung di kotak korek api. Setelah dua minggu, si kutu hanya bisa lompat setinggi kotak korek api. Setelah itu, jika si kutu anjing punya keluarga, apa yang dia ajarkan pada anak-anaknya? “Nak, jangan lompat tinggi2, kita cuma bisa lompat stinggi ini!”

Banyak Keyakinan2 kita selama ini yang mengurung kita seperti si kutu yang dikurung oleh kotak korek tadi, sehingga kita tidak bisa melompat setinggi mungkin.

solusinya menurut pak Supardi Lee:

Mengubah keyakinan buruk jadi baik:

1. Sadari bahwa keyakinan itu memang buruk.
2. Pilih keyakinan baru yang baik.
3. Cari fakta yang mendukung keyakinan baik tersebut.
4. Banyak berkata-kata baik yang sesuai dengan keyakinan tsb.
5. Buktikan keyakinan baik tsb dengan tindakan.

Pak supardi juga menjelaskan tentang tingkatan Mind space. Tingkatan ini merupakan jembatan matter dan spirit. level fisik berbeda-beda, namun di level energi semua sama. Pemahaman akan hal ini akan menjadi sadar bahwa kita semua terkoneksi satu sama lain. Saya dengan si fulan secara matter berbeda namun sudah merasa bahawa di sana secara mind space yang ada di sana juga diri saya.

Dua hal yang sesungguhnya kita miliki dan perlu kita kembangkan adalah consiousness dan free will. Consiousness atau kesadaran adalah saat kita bisa melihat diri kita seakan-akan kita melihat orang lain. Kita menjadi penonton bagi diri sendiri. Kita jadi bisa melihat kekurangan dan kelebihan kita. Pengetahuan yang kita dapat dari kesadaran itu dapat kita gunakan untuk mendayagunakan free will atau kehendak bebas yang kita miliki. free will itulah yang menjadi modal kita untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan ini.

Sesi ketiga, sesudah ISHOMA, diisi oleh pak Zainal Abidin alias Jay de Teroris.

setelah ada permainan sedikit untuk pemanasan, maka sesi bersama sang Teroris pun dimulai.

Sungguh, kata Bang Jay, merupakan suatu kegilaan yang sangat nyata jika kita ingin mendapatkan hasil yang berbeda (lebih baik, lebih banyak) tetapi melakukannya dengan cara-cara yang sama.

Jika dianalogikan dengan lagu, perjalanan karir seseorang bisa jadi seperti ini:

1. usia 20 sampai 40 : Maju tak gentar
2. Usia 40 sampai 55 : Naik-naik ke puncak gunung
3. Usia puncak karir: Kemesraan ini janganlah cepat berlalu
4. Usia pensiun: Mimpi sedih, hidupku tak pernah lepas dari penderitaan.

Bang Jay lalu memberi ilustrasi seperti ini:

ada segerombolan katak tercebur ke dalam Yoghurt, mereka tidak bisa keluar. Katak2 yang lain mengatakan bahwa mereka tidak mungkin bisa keluar. Ternyata, ada yang menggerakkan kakinya sedemikian kuat sehingga susu asam alias yoghurt tadi memadat, sehingga sang katak yang tersisa bisa keluar. Ternyata, kataknya budeg alias tuli. Jadi tidak dengar kata-kata katak yang lain.

Jadi, mirip dengan sesi Pak Supardi, terkadang kita perlu “menulikan” telinga kita sementara agar kita bisa mencapai tujuan kita.

Sedikit sharing cerita, Bang Jay pun pernah dianggap gila karena dia mengatakan pada anak dan istrinya bahwa nanti suatu saat mereka akan tinggal di rumah yang mirip dengan rumah yang pernah dia tunjukkan pada mereka.

Kita semua punya potensi yang besar, bahkan lebih besar daripada yang kita sadari.

Bang Jay memang menempatkan dirinya menjadi teroris yang menen”teror” kemalasan dan kenyamanan hidup kita. Orang Indonesia kalau gak “diteror” ya gak bangkit, he he he.

Sesi terakhir diisi oleh Ibu Nikmah Nirsyam alias Mbak Niek. Sesi ini tentang bagaimana kita bisa berterima kasih kepada orang-orang yang dekat dengan kita selama ini. Sesi ini berbeda dengan yang lain karena Mbka Niek membimbing para peserta untuk masuk ke alam bawah sadar masing2. Para peserta rileks dan perlahan-lahan dibimbing ke alam bawah sadar. Saat itulah Mbak Niek memberi sugesti yang mengingatkan para peserta pada orang-orang yang mereka cintai. Banyak para peserta tidak dapat menahan haru dan air mata saat sesi terakhir ini berlangsung.

Sesi ini diakhiri dengan nyanyi bareng.

Alhamdulillah, kebaikan yang selama ini saya lakukan dengan membuat transkrip acara Mutiara Pagi – The Power of Life sangat dihargai oleh teman-teman dari Institut Kemandirian. Saya juga dapat tanda tangan Bang Jay di buku “Monyet aja bisa cari duit” dan tanda tangan pak Supardi di buku “The Rich Plan – Semua berhak kaya” (Insya Alloh review menyusul)

Semoga bermanfaat, maaf kurang detil maksudnya supaya penasaran dan kalau ada lagi mau ikut, he he he.

Asyiknya lagi, pulangnya numpang taxi sama mbak Alina Mahamel, penyiar yang biasa mendampingi para narasumber acara Mutiara Pagi – The Power of Life, he hehe.

Institut Kemandirian adalah suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Iklan

Posted on September 10, 2008, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 13 Komentar.

  1. mana pelaku terorisnya pak..

  2. siap meluncur komandan…. maaf saya sedang latihan berenang dan lari,memanah dan berkuda yg belum….

  3. siipot said: siap meluncur komandan…. maaf saya sedang latihan berenang dan lari,memanah dan berkuda yg belum….

    He he he, bertahap aja mas, jangan buru-buru

  4. pak Jai itu yang nulis buku “monyet aja bisa nyari duit” bukan?

  5. yudimuslim said: pak Jai itu yang nulis buku “monyet aja bisa nyari duit” bukan?

    Betul sekali mas, udah baca belum?

  6. kopiradix said: solusinya menurut pak Supardi Lee:Mengubah keyakinan buruk jadi baik: 1. Sadari bahwa keyakinan itu memang buruk. 2. Pilih keyakinan baru yang baik. 3. Cari fakta yang mendukung keyakinan baik tersebut. 4. Banyak berkata-kata baik yang sesuai dengan keyakinan tsb. 5. Buktikan keyakinan baik tsb dengan tindakan.

    BTw – maaf kalo keliru – , mengubah keyakinan buruk jadi baik itu agak kurang saya mengerti. Keyakinan seperti apa? Konteksnya kan luas sekali. Karena, beberapa poin untuk mengubah keyakinan “buruk” itu kok sangat doktin-able? Misalnya:1. Sadarilah bahwa keyakinan itu buruk. –> Kapan kita ukur ‘kebaikan’ dan ‘keburukan’ itu? Apakah hanya dengan nilai /norma?2. Keyakinan baru yang baik itu bukankah dalam kerangka ‘mind space’ tiap orang berbeda? Okelah, bagi beberapa orang mungkin sama. Tapi, dinding pemisahnya kan ‘kepentingan’?3. Cari fakta yang mendukung itu apa masih relevan? Maksud saya, bagaimana jika fakta yang mendukung tersebut hanya terbit karena – lagi-lagi – suatu kepentingan?4. Apakah berkata2 baik berdampak pada ‘matter’ alih-alih hanya seputaran ‘spirit’ saja?5. Apakah poin yang kelima itu bisa saya katakan sebagai doktrin?Koreksi jika salah, mas…:)

  7. Hehehe, maaf, mungkin pertanyaan2 saya kurang tepat sasaran. Karena poin itu kan hasil pemikiran Supadi yah?:)

  8. missing7angels said: Hehehe, maaf, mungkin pertanyaan2 saya kurang tepat sasaran. Karena poin itu kan hasil pemikiran Supadi yah?:)

    Gak apa-apa mas, coba deh mampir ke marihttp://www.pengembangandiri.com/authors/4/Supardi-Lee

  9. Tengkyu pak..kisah tentang si katak budek ada versi lain ternyata…lagi pingin jadi katak budek nih pak..mudah mudahan bisa ya…

  10. nisanajma said: Tengkyu pak..kisah tentang si katak budek ada versi lain ternyata…lagi pingin jadi katak budek nih pak..mudah mudahan bisa ya…

    Amin, semoga bermanfaat ya

  11. Nice card, he he he, met Idul Fitri juga ya mohon maaf lahir batin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau pergi berburu, burung harus terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: