[Kisah dan Hikmah} Nenek yang lumpuh

Alkisah, ada seorang anak perempuan kelas 2 SMA yang selalu bertugas merawat neneknya yang lumpuh.  Sang nenek hanya bisa tinggal di tempat tidurnya. Anak perempuan itulah yang selalu merawat si nenek, memandikannya, membersihkan tubuhnya, memberinya makan dan minum dan sebagainya.  
Lama-kelamaan si anak merasa jenuh.  Dia protes kepada ibunya, “Ibu, kenapa harus selalu saya yang merawat nenek, kenapa bukan Ibu, ayah atau kakak?”. Ibunya hanya bisa menjawab “Nak, merawat nenekmu itu pahalanya besar, tabah dan sabar ya”.  Biasanya setelah itu, si anak kembali mendapatkan semangat untuk merawat neneknya.  
Namun, lama kelamaan nasihat tersebut tidak mempan lagi.  Walaupun tidak diucapakan, si anak seakan-akan ingin mengetahui mengapa dialah yang paling harus repot merawat neneknya, bukan anggota keluarga yang lain.  
Ibunya akhirnya menyadari bahwa tidak ada lagi gunanya menyembunyikan kebenaran dari anaknya.  Dia meneguhkan ahtinya dan bercerita “Nak, pada saat engkau berumur 6 bulan, rumah kita kebakaran.  Saat itu Ibu, ayah dan nenek berusaha menyelamatkanmu dan kakakmu.  Ibu berusaha menggendongmu dan ayah membawa kakakmu.  Namun, karena panik, yang ibu bawa bukan dirimu tetapi guling kecil.  Saat berada di luar, kami baru sadar bahwa engkau masih ada di lantai 2.”  
“Saat itulah tanpa dapat dicegah lagi, nenek masuk lagi ke dalam rumah, lalu naik ke lantai dua.  Karena tangga sudah terbakar habis, nenek tidak punya pilihan lain kecuali lompat dari balkon lantai dua sambil menggendongmu.  Yah, nenek lompat dari balkon karena ingin menyelamatkanmu.  Sejak saat itulah nenek lumpuh dan tidak bisa berjalan seperti sekarang ini.” lanjut sang ibu. 
Si anak menangis dan menyesal telah bertanya hal tersebut pada ibunya, sungguh dia tiada menyangka bahwa kelumpuhan neneknya adalah karena menyelamtakannya.  Sejak saat itulah, walaupun waktunya banyak tersita karena merawat si nenek, anak tersbut tiada menyesal.  Dia tahu bahwa dia bisa hidup seperti sekarang ini karena jasa besar sang nenek.  Seorang nenek yang mengorbankan kehidupannya demi cucunya.     
Sahabat sekalian, 
Terkadang kita enggan melakukan sesuatu karena paradigma kita tentang hal itu salah.  Terkadang kita tiada menyangka apa yang ada di sebalik hal-hal tersebut.  Perubahan paradigma yang dialami si anak dalam cerita di atas, bukan tidak mungkin pernah atau akan kita alami.  Hidup ini memang penuh kejutan, sebagai bukti betapa sedikitnya pengetahuan kita dibandingkan ilmu yang dimiliki Allah SWT.
Perlu kita ingat, bahwa paradigma adalah peta dan bukan teritori/daerah yang sebenarnya.  Sikap kita seringkali ditentukan karena paradigma yang salah terhadap suatu hal atau seseorang.  
Apabila paradigma kita tentang suatu hal, seperti keadaan atau pekerjaan, baik maka tentu kita akan melaksanakan hal, pekerjaan atau tugas itu dengan sebaik-baiknya.  Dengan jujur, serius, tekun, disiplin dan penuh integritas.  
Semoga bermanfaat
Sumber: Radio Dakta, disampaikan oleh Bapak Bagus Hernowo, Pesantren Entrepreneur Indonesia. 
Iklan

Posted on April 30, 2009, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. meandmydream said: Waah, bnr bgt tuh mas!

    Iya mbak, semoga bermanfaat ya, dapat dari radio, sekedar ditambah-tambah sedikit dari saya

  2. Hiks… Nice story. TFS Mas…

  3. Tfs mas, scr sy jarang bgt ngedengerin radio 😉

  4. luqmanhakim said: Hiks… Nice story. TFS Mas…

    sama-sama mas, a sad but very nice story.

  5. lussysf said: Tfs mas, scr sy jarang bgt ngedengerin radio 😉

    sama-sama mbak, karena itulah saya bagi-bagi di sini

  6. wah…pagi-pagi dah dapat pencerahan….makasi ya mas 🙂

  7. itsmearni said: wah…pagi-pagi dah dapat pencerahan….makasi ya mas 🙂

    sama-sama mbak, terima kasih juga, semoga bermanfaat ya.

  8. ollanurasyifa said: nice story ….

    yup, banyak sekali pelajaran yang terkandung di dalam cerita tersebut

  9. dari cerita itu ku tangkap kayanya mamanya “maksa” kudu anak itu yang rawat neneknya karena berjasa menyelamatkan nyawa jadi lumpuh pula.. kenapa tak merawat bareng2 ya? apa karena kudu balas jasa?

  10. tintin1868 said: dari cerita itu ku tangkap kayanya mamanya “maksa” kudu anak itu yang rawat neneknya karena berjasa menyelamatkan nyawa jadi lumpuh pula.. kenapa tak merawat bareng2 ya? apa karena kudu balas jasa?

    ya sebaiknya sih memang sama2 mbak, tetapi mungkin si anak inilah yang kesibukannya paling sedikit, bisa jadi yang lain harus cari nafkah atau ada kesibukan lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: