[Creative Non Fiction] Pak Tua pemungut sampah

Sore itu jalan di kawasan Rasuna Said terlihat agak lengang. Hari libur membuat jalanan tidak terlalu dipadati kendaraan, tidak seperti hari-hari kerja.

Aku berjalan perlahan-lahan menyusuri jalan tersebut. Langkahku lesu tak bersemangat, dibebani oleh kantong yang hanya terisi sedikit uang. Yah, uang memang sudah jadi raja saat ini. Walaupun bukan segala-galanya, namun segala-galanya perlu uang saat ini. Inilah uniknya kantong, makin sedikit isinya …….. malah makin berat bebannya.

Tiba-tiba mataku bertatapan langsung dengan seorang bapak tua.

Di tangan kanannya ada sebatang kayu pendek yang dilengkapi besi yang melengkung. sementara di pundak kirinya, ia memanggul sebuah kantong sampah besar berwarna hitam. Hitam …… mungkin sehitam suasana hatinya.

Dia mendekatiku perlahan, dan kuulurkan uang ala kadarnya kepadanya. Dia lalu bercerita kepadaku, dengan suara yang tidak jelas dan terbata-bata. Kepedihan tak terkira tergambar di wajahnya.

“Tuan, …….. minta uang untuk berobat. kaki perlu diinjek (mungkin maksudnya disuntik) …. uang dari mana tuan?” katanya terbata-bata dibebani emosi yang bergejolak. Dia lalu memperlihatkan isi kantongnya. Penuh sampah hasil limbah peradaban moderen seperti gelas pelastik, botol, bungkus rokok dan sebagainya. Peradaban kapitalistik yang memanjakan segelintir mereka punya uang. Peradaban yang sama, yang menindas dengan kejam orang-orang tersingkirkan, termasuk si bapak yang kutemui saat itu.

Dia lalu memperlihatkan kepadaku kakinya yang dibalut kain. Terlihat kain itu tidak lagi steril, lebih mirip baju yang sudah lama tidak dicuci. “Kata dokter harus dibelek (dioperasi mungkin), ntar gak usah bayar, uang buat obat aja” ceritanya. “uang dari mana tuan ……..” katanya terisak, menyayat hati siapapun yang mendengarnya. Jika si pendengar masih punya hati yang hidup tentunya. Yang masih bisa berempati pada sesama manusia, apalagi mereka yang menderita.

Aku tak kuasa mendengar cerita itu. Kepedihan hatiku tidak bisa membantu si bapak mungkin tidak seberapa dibandingkan penderitaannya. Kembali kubuka tas kecilku, pemberian dari sebuah perusahaan pertambangan ternama pada acara Volunteer Gathering yang pernah kuhadiri. Kuambil lagi sejumlah kecil uang, yang kupunya, kepada si bapak. Wajah si bapak terlihat lebih baik, walaupun belum cerah. Dia lalu pergi degan tertatih-tatih, ditopang oleh kedua kakinya. Kaki yang sebelah sakit dan belum sembuh. Mungkin tidak akan pernah sembuh.

Kelelahan dan kelesuanku lenyap sudah. berganti penyesalan akan betapa lemahnya jiwa ini. Patah hati yang kualami sesunggunya tidaklah seberapa sakit dibandingkan penderitaan si bapak tua itu. Tetapi, mengapa begitu mudahnya aku terpukul oleh penolakan gadis yang kuharapkan jadi kekasihku itu? Sungguh suatu kekufuran akan nikmat yang luar biasa. Semoga Allah SWT masih berkenan mengampuni pengingkaranku tersebut.

Semoga si bapak diberi ketabahan, dan jikapun kematian datang menjemputnya, itu adalah tanda kasih sayang dari Allah SWT untuk beliau. Agar mendapat tempat yang layak di sisiNya.

Kemiskinan memang masih merupakan penyakit kronis yang melanda masyarakat negeri ini. Negeri yang begitu memanjakan mereka yang kaya raya dan menindas tanpa ampun orang-orang tak berduit. Seperti bapak tua yang kutemui sore itu.

Iklan

Posted on Desember 6, 2009, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. Berapa juta “bapak tua” yang keliaran di ibu kota kita.Menyedihkan ya?

  2. mmamir38 said: Berapa juta “bapak tua” yang keliaran di ibu kota kita.Menyedihkan ya?

    betul sekali pak, sangat menyedihkan. yang saya temui tadi sore hanya satu dari jutaan “bapak tua” yang tertindas di ibu kota tercinta ini 😦

  3. meandmydream said: Sediiiiiiih….Tfs mas.

    sama mbak, saya juga sedih. sama2, semoga bermanfaat ya

  4. kopiradix said: betul sekali pak, sangat menyedihkan. yang saya temui tadi sore hanya satu dari jutaan “bapak tua” yang tertindas di ibu kota tercinta ini 😦

    Coba yang 6,7 T dibagiin sama mereka sebagai pinjaman lunak ya?

  5. mmamir38 said: Coba yang 6,7 T dibagiin sama mereka sebagai pinjaman lunak ya?

    Wah, luar biasa itu pak. betapa banyak orang yang akan terbebas dari kemiskinanyang pernah saya baca, di Bangladesh . .. Grameen Bank-nya Muhammad Yunus tingkat pengembaliannya diatas 97 persen, padahal yang meminjam itu seluruhnya orang-orang yang tidak mampu

  6. para pengasih rizki dari bekas orang lain dan pejuang Kebersihan Jakarta

  7. ah jadi belajar dari paktua itu ya.. tetep semangat walupun tertatihtatih.. jadi pengen kasih sepatu deh..

  8. tintin1868 said: ah jadi belajar dari paktua itu ya.. tetep semangat walupun tertatihtatih.. jadi pengen kasih sepatu deh..

    iya mbak, saya juga belajar dari beliau, semoga kita tetap semangat dalam berbagi dan peduli bagi sesama

  9. pratiwisuwoto said: para pengasih rizki dari bekas orang lain dan pejuang Kebersihan Jakarta

    iya mbak, terkadang apa yang kita buang jadi rezeki bagi orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: