[Sosial] Infotainment, pelacur dan pembunuh

Infotainment kembali naik daun, setelah seorang selebritis memaki-maki wartawan dan menyebut infotainment lebih rendah dari pembunuh dan pelacur. Memang, dalam keadaan emosi, orang bisa saja mengungkapkan perasaanya dengan berbagai cara. Mulai dari menyebutkan seluruh isi kebun binatang sampai yang lebih mengerikan lagi. Polemik dan konflik antara artis/seleb dan infotainment sudah bukan barang baru di negeri ini.

Si artis menyebut tayangan infotainment lebih rendah daripada pelacur atau pembunuh. Menarik untuk disimak, apa benar sih infotainment itu derajatnya sama atau bahkan lebih hina daripada pelacur dan pembunuh. Pelacur adalah orang-orang yang mencari uang dengan melacurkan diri. Dia menyediakan dirinya sendiri sebagai fasilitas pemuas hawa nafsu sexual lawan (atau mungkin sesama) jenisnya. Sedangkan pembunuh adalah orang yang membunuh orang lain.

Kalau definisinya seperti itu, semua orang juga sudah tahu

Namun apakah infotainment seperti itu, melacurkan diri dan membunuh?

Sebagian orang, terutama penggemar tayang tersebut, akan protes. Mereka akan mengatkaan bahwa Infotainment adalah karya jurnalistik juga. Namun, yang lain banyak yang mengecam dan mengatakan bahwa Infotainment tidak lebih dari sampah.

Salah satu tujuan orang melacurkan diri dan membunuh adalah untuk mendapatkan “easy money” atau mendapatkan uang banyak dengan cara yang mudah, enak dan tanpa kerja keras. Membunuh pun ada yang tujuannya seperti itu, walaupun tentu membunuh lebih sulit daripada melacur. Apalagi bagi seorang pembunuh profesional atau pembunuh bayaran. Hal itu sudah jadi makanan sehari-hari bagi sang pembunuh. Infotainment, walaupun tidak membunuh orang secara langsung, juga bisa berpotensi mematikan potensi manusia. Berapa banyak orang yang waktunya tersita untuk nonton infotainment, padahal dia bisa bekerja, belajar atau melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya.

Ekses negatif lain dari infotainment adalah orang-orang jadi ngiler, ngelihat gaya hidup glamor para selebritis. kadang gak sadar tuh seleb pada kaya ya juga gara-gara masyarakat itu sendiri yang haus hiburan dan doyan sensasi. Maklum, masih tingkat eksistensi diri materi. Jadi demennya hal-hal material aja. Berbicara tentang pelacuran, saya pernah membaca review di internet dari Novel berjudul Kupu Kupu Pelangi. Suatu novel yang menggambarkan realita pahit pada masyarakat kita.

“Cerita dalam novel ini adalah fiktif, namun apa yang terjadi di dalamnya merupakan bagian dari masyarakat kita. Meskipun terdengar janggal, beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah telah menjadi daerah pemasok ABG (Anak Baru Gede) untuk dijadikan pelacur…. Kenyataan yang paling menyesakkan adalah bahwa para orang tua banyak yang tega ‘menjual’ anak perempuannya. Gadis-gadis suci itu dianggap sebagai aset paling berharga bagi keluarga mereka…,” demikian penulis bertutur pada halaman Prolog.

Bukan tidak mungkin, dengan adanya infotainment yang gila-gilaan seperti sekarang ini, pelacuran dan pembunuhan seperti itu akan makin meluas dan menggila. Makin banyak orang yang tergiur mendapatkan uang dengan cara-cara yang mudah dan menyimpang, tanpa peduli konsekwensi jangka panjangnya. Namun, itulah manusia kapitalis, di belakang dikejar ketakutan kemiskinan, di depan tergiur melihat keuntungan yang melimpah apapun konsekwensi dan resikonya. Keadaan itu dimanfaat kembali oleh media-media kapitalis tersebut dengan menggelar berbagai tayangan-tayangan kriminal.

Manusia-manusia pengelola media kapitalis itu di dunia saja sudah dilanda kehidupan yang sempit. Mereka mungkin bukan tidak punya uang dan harta, bahkan melimpah. Namun, keberkahan bukan tidak mungkin jauh dari hidup mereka. Sehingga, rasa dahaga akan sensasi liar itu tak kunjung terpuaskan.

Saya bukan fans artis tersebut, saya juga bukan membela artis itu. saya hanya pemerhati Masalah-masalah sosial. Namun sepertinya kali ini dia berkata benar. Kebenaran tentang kebobrokan tayangan -tayangan infotainment, dan sebagian besar tayangan televisi sekarang ini. Kebenaran yang secara kebetulan terungkap lewat ucapan-ucapan si seleb itu. Atau, jika kita menganggap bahwa tidak ada sesuatu pun yang merupakan kebetulan, ….. adakah yang mengatur semua kejadian itu? Wallahualam

Namun, yang sebenar-benarnya hina adalah media kapitalis dan kapitalisasi media itu sendiri. Media yang hanya peduli pada keuntungan yang sebesar-besarnya, tanpa peduli dampak jangka panjang dari keuntungan itu sendiri. Yang bersumber dari peradaban masa kini yang memanjakan mereka yang punya duit dan menindas dengan kejam mereka yang miskin. Peradaban yang oleh Erich Fromm disebut dengan bahsa yang sangat sarkatis dan mengerikan. “Eksperimental Society” atau masyarakat percobaan, di mana seluruh penghuninya tidak lebih dari kelinci-kelinci percobaan. Tanpa sadar dan tidak berdaya untuk melawan.

Perababan yang memuja materi seperti bangsa-bangsa kuno penyembah berhala memuja berhala-berhala yang mereka buat sendiri. Bagaikan bani Israil yang menari berputar-putar memuja patung anak sapi emas hasil tempaan mereka sendiri atas bujukan Samiri. Erich Fromm mengatakan “I have it” tends to become “it has me”, berhala-berhala itu menjadikan mereka yang memujanya sebagai kepunyaannya. Padahal, mereka hanya benda mati yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Allah SWT mengingatkan kita dalam Surat Thaha ayat 124 – 127

124. Tetapi, barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka dia akan menderita hidup sempit, kemudian Kami bangkitkan mereka pada hari kiamat dalam keadaan buta.

125. Nanti tentu dia akan berkata: “Ya Tuhanku! Mengapa Engkau bangkitkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulunya aku melihat?”.

126. Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, lalu engkau melupakannya. Begitu pula di hari ini, engkaupun dilupakan pula.

127. Demikianlah balasan Kami terhadap orang-orang yang melampaui batas dan tidak mempercayai keterangan-keterangan Tuhannya. Sesungguhnya siksaan hari akhirat itu lebih keras dan lebih kekal.

Suka tidak suka, itulah realita yang ada pada masyarakat kita. Semoga kita tidak termsuk orang-orang yang mendapat kehidupan nan sempit dan tidak berkah itu.

Iklan

Posted on Desember 18, 2009, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. yup…mungkin lebih tepatnya Infotainment adalah SAMPAH…gossip, fitnah, media promosi artis dengan berita yang keliatan banget kalo nyari “sensasi” kontroversial, dan penampakan wajah-wajah palsu. Masih ada ajah yah orangyang nontonin sampah kayk gitu….idihhhh…….

  2. pastinya semuanya kan sama “SAMA SAMA CARI DUIT” heheh bener gak ? Infotainment juga manghalalkan segala cara buat cari gosip,fitnah bla blabagimana dengan pelacut/pembunuh ? sama juga kan heheehinilah namanya realita hehehemanusia gak pernah ada puasnya 🙂

  3. punyairul said: yup…mungkin lebih tepatnya Infotainment adalah SAMPAH…gossip, fitnah, media promosi artis dengan berita yang keliatan banget kalo nyari “sensasi” kontroversial, dan penampakan wajah-wajah palsu. Masih ada ajah yah orangyang nontonin sampah kayk gitu….idihhhh…….

    benar mas, itu memang tayangan sampah. sampah beneran bisa didaur ulang, nah sampah kaya gitu?kalau orang-orang masih dalam tingkat eksistensi materi, memang isinya sensasi yang cenderung nyampah melulu

  4. kotarominami said: pastinya semuanya kan sama “SAMA SAMA CARI DUIT” heheh bener gak ? Infotainment juga manghalalkan segala cara buat cari gosip,fitnah bla blabagimana dengan pelacut/pembunuh ? sama juga kan heheehinilah namanya realita hehehemanusia gak pernah ada puasnya 🙂

    ya gitu deh, semoga saja makin banyak yang sadar, kalau yang namanya rezeki selain jumlah juga perlu berkah.

  5. Aku jg bukan pengangum si artis. Tp aku setuju bahwa untuk hal ini ia tidah salah. Si wartawan aja berlebihan dan tdk mau introspeksi.

  6. delingya said: Aku jg bukan pengangum si artis. Tp aku setuju bahwa untuk hal ini ia tidah salah. Si wartawan aja berlebihan dan tdk mau introspeksi.

    iya mbak, kita bisa memahami kenapa si artis jadi emosional seperti itu. Itulah ekses dari kapitalisasi media dan media kapitalis. dalam Al Quran diistilahkan dengan kehidupan yang sempit

  7. tintin1868 said: ah media..

    apalagi yang sudah terkena virus kapitalisme mbak, wah lebih lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Yeuh!

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: