Jakartaku sayang, Jakartaku malang, kado ultah Jakarta

Gegap gempita terdengar di berbagai penjuru kota. sebagai ibukota dari sebuah negeri yang sedang dilanda krisis multidimensi, Jakarta seakan tak peduli. Aroma hedonisme, materalisema dan sekulerisme merebak di mana-mana. Seakan tak peduli lagi, rasa sakit yang menggerogoti diri. Lupa diri lupa daratan, mabuk kesenangan.

Jakarta kembali merayakan hari jadinya. Walaupun, sebagaimana telah menjadi rahasia umum, hampir tidak ada kemajuan berarti bagi warga kota tersebut. Selain pembangunan fisik semata, tidak ada peningkatan moral dan spiritualitas, apalagi kesejahteraan. Namun, hal tersebut seakan tidak menyurutkan gairah kota tua yang terus bersolek bak anak muda ini untuk kebmali berpesat pora. Pesta yang diadakan diatas derita warga kota tersebut.

Di balik kemeriahan pesta, tak terhitung lagi banyaknya fakir miskin yang merintih kesakitan dan kelaparan. Kemiskinan bagai ular raksasa yang membelit tubuh mereka hingga remuk tulang-tulangnya.

Kearifan umat beriman telah kulepaskan
Kini kupelajari kearifan umat yang murtad
Kearifan umat yang murtad adalah kebohongan dan tipu muslihat
Apakah kebohongan dan tipu muslihat? Perusak jiwa dan penegak tubuh

(Mohammad Iqbal dalam HIKMAH FIRAUN)
Seorang jurnalis foto dari Belgia, Thibault Gregoire, menerbitkan sebuah buku One day in Jakarta. Buku tersebut berisi foto-foto tentang Jakarta, mulai dari yang paling mewah sampai paling kumuh, paling sholeh sampai paling banyak maksiat. Foto-foto berkualitas tinggi itu seakan bercerita jujur apa adanya. Bagaimana seorang anak jalanan tertidur di lantai stasiun Manggarai dalam keadaan dekil, penuh daki dan kotoran. Bagaimana seorang ibu mencuci di sungai yang berair keruh dan sejumlah orang berkumpul di bawah kolong jembatan, yang menjadi tempat tinggal bagi mereka. Masih banyak lagi foto-foto sejenis. Foto-foto tersebut bisa dilihat di galeri berikut ini.

Di sisi lain, pusat-pusat perbelanjaan megah dan mewah menjamur di mana-mana. Jakarta telah menjadi salah satu kota yang paling banyak pusat perbelanjannya di dunia. Seakan tidak ada lagi kaum miskin di sana, sepertinya kantong semua orang yang datang sesak berisi lembaran-lembaran rupiah yang siap dibelanjakan apa saja dan kapan saja. Entah butuh atau sekedar ingin semata. Kerusuhan dan penjarahan yang terjadi pada bulan Mei 1998 seakan lenyap tak berbekas dari ingatan, apalagi diambil hikmah dan pelajaran di dalamnya.

Padahal, hanya beberapa meter saja, sudah ada orang-orang yang terpaksa mengerjakan apa saja yang mereka bisa hanya untuk bertahan hidup. Semau terekam dalam buku kumpulan foto tersebut. Keadaan Jakarta yang sesungguhnya, carut marut para penghuninya, sudah bukan merupakan rahasia lagi. Bahkan seorang jurnalis foto asing dengan mudah bisa mengabadikan keadaan tersebut.

Generasi tuanya congkak luar biasa
Yang muda sibuk berias seperti wanita kampungan
Kemauan yang muncul dari hati mereka tak pernah mantap
Mereka dilahirkan mati dari rahim-rahim mereka
Gadis-gadisnya terjerat oleh mode pakaian
Dan bermacam-macam alat kecantikan
Mereka senang berpakaian mewah
Alis matanya dirias seperti sepasang pedang
Perhiasannya gemerincing menyilaukan mata
Buah dadanya dipamerkan seperti ikan di kolam

(Mohammad Iqbal dalam HIKMAH FIRAUN)

DR Adian Husaini, dalam artikel beliau Tanda-tanda kehancuran sebuah bangsa, pernah mengungkapkan keprihatinannya. Patung Diponegoro yang terletak di depan sebuah gedung peninggalan kaum Mason Belanda berdiri dengan tegaknya. Patung yang sesungguhnya tidak diinginkan pahlawan yang dipatungkan tersebut. Namun, mengapa tidak ada ormas atau partai yang memperotes pembangunan patung tersebut, yang menelan anggaran sekitar sepuluh milyar rupiah. Suatu jumlah yang tidak sedikit, mengingat masih banyaknya rakyat yang menderita kelaparan, kemiskinan dan kebodohan.

Syahadatnya adalah mengabdi pada kekuatan asing
Dan candi dibangun dengan batu bata rerontok masjid
Sungguh malang bangsa yang menjauhkan diri dari Tuhan dan wahyu-Nya
Ia adalah bangsa yang mati, namun tak sadar bahwa ia mati.

(Mohammad Iqbal dalam HIKMAH FIRAUN)

Namun, begitulah Jakarta. Kota tua yang seakan tidak sadar akan ketuaannya. Kota yang terus menerus bersolek mengikuti perkembangan zaman, tanpa sadar akan dibawa ke mana. Kota yang dibesarkan, dimanjakan dan dirawat oleh peradaban Setan, yang digagas Iblis Laknatullah. Jakarta yang nafasnya sudah tersengal-sengal namun tetap saja melangkah, bankan mencoba berlari.

Bisa jadi, jakarta ini adalah gambaran besar dari para penghuninya, walaupun tentu tidak semua. Manusia-mausia yang lebih suka memperindah tubuh daripada jiwa dan hati. Manusia-manusia pengikut peradanba Barat, peradaban yang membesarkan Jakarta dan Indonesia. Membesarkan secara fisik namun menghancurkan secara moral dan spiritual.

Bumi Siria memberi kepada Barat
Seorang Nabi Saleh, tulus dan suci
Sebagai gantinya Siria mendapat dari Barat
Senjata, minuman keras da
n para pelacur.


(Mohammad Iqbal)

Tulisan sederhana untuk Jakarta tercinta, sungguh malang nasibmu, hiks

Iklan

Posted on Juni 22, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. massol507 said: Ironi yah pak….

    benar sekali pak, ironis

  2. indev said: menyedihkan…

    sangat menyedihkan

  3. Sebenarnya permasalahan Jakarta dari tahun ke tahun itu lagi dan itu lagi: kemacetan, banjir, dan kesemrawutan tata ruang kota. Yang menjadi tugas pemerintah DKI dan pemerintah pusat sebenarnya adalah menyediakan transportasi massal modern yang aman dan nyaman untuk mengurangi kemacetan, membuat sistem anti-banjir seperti SMART Tunnel di Kuala Lumpur (Malaysia), dan menerbitkan UU tentang pembangunan kota serta penertiban pemukiman-pemukiman ilegal. Sayangnya ada satu ganjalan untuk melakukan itu: K-O-R-U-P-S-I …

  4. @idnrasr: itulah dia mas, banyak yang tidak bisa diwujudkan karna terganjal KORUPSI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Yeuh!

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: