[Daily Life] Empati di petang hari

Bukan kebetulan saya merasa mendapat banyak pelajaran tentang empati sore kemarin. Pada mulanya sih karena hendak mengambil HT di Radio D FM, dari mbak Ari. Untuk sampai ke daerah Warung Buncit, yang paling praktis walaupun tidak terlalu nyaman krn jam super sibuk, adalah dengan menggunakan Trans Jakarta alias Busway.

Namun, walau sudah dikasih “privilege” untuk melwati jalur sendiri, terpisah ari kendaran lain, namun tetap saja jalur itu penuh. Bukan karena armada buswaynya banyak, namunbanyak kendaraan pribadi yang ikutan nimbrung di jalur itu. Banyak motor dan mobil yang masuk sehingga si busway pun ikut-ikutan tersendat. Orang yang berdiri dekat saya pun berkata pada temannya “nah, berasa kan, sudah naik busway masih lambat. Makanya, kalau naik mobil jangan masuk jalur busway… “. Yup, sebuah pelajaran yang luar biasa tentang empati. Rela bermacet ria karena bertenggang rasa dengan para pengguna trans Jakarta mungkin bukan pilihan yang menyenangkan, namun dengan mengikuti peraturan seperti itu, semoga ketertiban dan kelancaran yang kita dambakan bersama bisa terwujud. Kebaikan sekecil apapun tentu tidak akan disia-siakan oleh Dia Yang Maha Pemurah.

Setelah bertemu mbak Ari dan meminjam HT, saya sempatkan untuk berkunjung ke Jakarta Book Fair di Senayan. Dalam perjalanan, bis Kopaja yang saya tumpangi berjalan pelan, seperti biasa hendak menambah penumpang. Namun, bis besar yang ada di belakangnya membunyikan klakson berulang kali, tidak sabar hendak mendahului. Mungkin karena penumpang sudah penuh atau ada keperluan lain. Kopaja pun enggan beranjak lebih cepat, sang supir malah berteriak memaki bus yang di belakangnya. “Kita kan sama-sama cari duit ……… bla bla bla”. Makian tersebut tidka bisa diterima supir bis besar dan kondekturnya. Makian yang tidak kalah sengit pun terlontar, hingga tidak hanya isi kebon binatang yang keluar namun, maaf, apa yang biasa dibuang ke belakang juga ikutan muncul.

Suasana yang “chaotic” itu membuat saya bergegas keluar dan berjalan kaki ke Istora, walau masih agak jauh.

Di bookfair saya melihat buku yang ditulis oleh teman-teman Kajian Zionisme. Buku yang juga memuat tulisan saya tersebut ada di stand Penerbit Cakrawala, harganya sudah didiskon … sekalian promosi ..

Buku yang berkisah tentang penjarah organ tubuh orang-orang Palestina oleh kaum Zionis itu juga dilengkapi tulisan-tulisan tentang Zionisme. Banyak diantara tulisan tersebut yang merupakan hal-hal mendasar yang perlu diketahui siapapun yang berminat mengkaji zionisme. Insya Allah tidak rugi apabila ada diantara sahabat sekalian yang membeli, membaca dan mempelajari isi buku tersebut. Bicara tentang empati, Insya Allah semua tulisan dalam buku itu dapat menggugah empati.

Pulangnya, saat hari sudah malam, saya naik kopaja lagi. Pada saat hendak turun, saya tidak tahu apakah sudah di tempat yang tepat atau belum. Namun, lagi-lagi ketiadaan empati dari supir membuat hati jadi tidak nyaman. “Turun di mana pak” kata supir dengan suara keras. Ya sudah .. Langsugn lompat saja deh, untung selamat …

Malam, karena belum bisa tidur, saya melihat TV. dari saluran TV luar negeri, ada film berjudul City of Life and Death. Sebuah film yang dibuat berdasarkan “Pembantaian Nanking” yang terjadi tahun-tahun awal pada perang Dunia II. Film tersebut memang cukup sadis, dengan penggambaran pembantaian kekerasan yang vulgar. Namun, di luar segala kontroversi, film tadi bisa membantu kita mengasah empati dan mensyukuri betapa nyaman kehidupan kita ini. Paling tidak, negeri ini belum dilanda perang lagi seperti yang pernah dialami para pendahulu kita dulu.

Empati mungkin bukan segala-galanya, namun tanpa empati, tidak ada hubungan yang bisa dijalin dengan baik, dan kerusakan hubungan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan segala-galanya.

Semoga bermanfaat

Iklan

Posted on Juli 7, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. eh di buku ini ada tulisanmu juga?

  2. siantiek said: eh di buku ini ada tulisanmu juga?

    iya mbak, yang tentang Protokol of Zion. tidak banyak sih, dan belum terlalu bagus, maklum masih belajar. kalau di book fair ada di Stand Penerbit Cakrawala

  3. kopiradix said: Empati mungkin bukan segala-galanya, namun tanpa empati, tidak ada hubungan yang bisa dijalin dengan baik, dan kerusakan hubungan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan segala-galanya.

    yups…. setuju

  4. itsmearni said: yups…. setuju

    sama dong .. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: