Hikmah di balik bencana dan aksi kerelawanan

Bencana demi bencana datang silih berganti melanda negeri ini. Disamping menghasilkan penderitaan dan duka cita mendalam, juga membuka ladang amal yang luar biasa besarnya bagi segenap rakyat negeri ini. Bencana menyadarkan kita bahwa di luar sana masih banyak mereka yang menderita. Walau mungkin ada yang merupakan peringatan atau bahkan Adzab dariNya, namun hal itu tidak boleh menyurutkan kita dari membantu mereka. Bencana juga mendidik kita untuk tidak terlalu mudah marah terhadap hal-hal kecil yang menjengkelkan dalam hidup, baik dalam keluarga, di kantor atau tempat kerja, perjalanan dan sebagainya. Terkadang, masalah-masalah sepele seperti channel TV, ballpoint atau bahkan sendal jepit sudah cukup membuat kita marah-marah tidak karuan. Di mana rasa syukur kita terhadap apa yang masih ada pada diri kita, paling tidak kita masih hidup dan masih sehat. Masih bisa berbuat banyak bagi sesama, terutama yang terkena bencana. Bang Gaw, seorang relawan senior, pernah bilang “kita memang sudah berbuat baik, tetapi masih banyak hal baik yang belum kita perbuat”.

Aksi Kerelawanan

Di sisi lain, bencana memberi kesempatan pada manusia untuk menabung pahala dan energi kebaikan sebanyak mungkin. Penanganan bencana bukanlah proses sekali jadi namun perlu banyak tahapan seperti emergency, recovery dan sebagainya. Banyak diantara para relawan adalah orang-orang yang berasal dari kalangan menengah ke bawah. Mereka tentu tidak bisa bersedekah sebanyak orang-orang kantoran atau pengusaha kaya berpenghasilan besar. Mereka pun tidak punya ilmu agama yang cukup untuk berdakwah di mimbar-mimbar. Ibadah harian mereka pun mungkin sangat terbatas, sekedar bisa menggugurkan ritual-ritual yang wajib saja sudah bagus. Mereka mungkin hanya punya kekuatan fisik untuk mengevakusi korban ataupun membantu mengangkat barang-barang di posko atau pengungsian. Bisa jadi, kesempatan mereka untuk mengumpulkan sebanyak mungkin kebaikan ada di dalam lokasi-lokasi bencana. Setiap kali manusia berbuat kebaikan, maka kebaikan itu akan terseimpan dalam bentuk energi positif. Apabila perbuatan yang dilakukan sebaliknya, maka dia pun akan tersimpan dalam bentuk energi negatif. Kedua macam energi itu bisa mencair dan kembali pada pemiliknya. Energi positif dalam bentuk 4TA (harta, tahta, kata dan cinta) dan energi negatif dalam bentuk bencana dan kemalangan.

Terkadang ada yang membanding-bandingkan antara mereka yang terjun langsung ke lokasi bencana dengan yang hanya menyumbang dana, bahan pangan atau barang-barang. Mereka beranggapan bahwa yang terjun ke lokasi bencana amal sholehnya lebih besar daripada yang sekedar menyumbang donasi. Sesungguhnya, kita tidaklah mampu mengukur pahala orang lain. Yang terbaik adalah mengetahui apa yang kita dapat lakukan dan melakukannya, walau dalam pandangan manusia tidaklah besar. Bantuan sekecil apapun sangat berarti dalam kondisi seperti sekarang ini. Namun penghargaan atas sekecil apapun kebaikan bukan alasan untuk hanya menyumbang lebih sedikit daripada yang kita mampu.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An Nahl:97)

Sesungguhnya, apapun yang kita lakukan dan sumbangkan kepada para korban bencana alam tersebut adalah tindakan kerelawanan. Kerelawanan seharusnya menjadi bagian penting dari gaya hidup kita. Dari depan komputer kita yang tersambung ke jaringan internet saja sudah tak terhitung banyaknya aksi kerelawanan yang bisa kita lakukan. Sekedar memberi tahu teman-teman kita mana komunitas, lembaga dan yayasan terpercaya yang bisa menyalurkan bantuan kita pun merupakan aksi kerelawanan. Di kota-kota besar, banyak sekali orang yang sudah tergerak hatinya untuk peduli pada sesama, namun belum tahu kemana harus menyalurkan bantuan. Mari kita bantu mereka dan sesungguhnya perbandingan yang paling akurat hanya ada pada pada Allah SWT yang Maha Mengetahui . “A laisallahu bi ahkamil haakimiin” Bukankah Allah seadil-adilnya hakim? (Qs. At Thiin 8)

“Relawan yang baik adalah yang tahu persis apa yang akan dan bisa dikerjakannya. Ketika berada di lokasi bencana ia tidak bingung dan tidak banyak bertanya apa yang mesti dikerjakan, ia bisa melihat kemampuannya sendiri dan menempatkan dirinya secara tepat sesuai kemampuannya itu. Dalam hal ini termasuk para dermawan yang secara ikhlas dan sadar diri tidak terjun langsung ke lokasi bencana lantaran khawatir justru merepotkan tim yang tengah bekerja.” Kutipan dari tulisan Bayu Gawtama itu menyadarkan kita bahwa tidaklah terlalu penting di posisi mana kita berada. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana tanggung jawab dan peranan kita dalam posisi tersebut. Biarpun kita berada jauh dari lokasi bencana namun apabila kita terus bekerja dan menyumbangkan segala yang kita mampu dan punya, maka sesungguhnya kita pun bagian dari para relawan itu. Semoga Allah SWT yang Maha mengetahui lagi Maha Menilai diri kita membalas dengan balasan yang terbaik dunia dan akhirat. Amiin

——————————–

Kehidupan sering berlaku

dengan cara yang sulit kita mengerti

maksudnya.

Tetapi, jika hati kita ikhlas,…

kita akan melihatnya sebagai

CARA TUHAN MENUNTUN KITA

MENUJU JALAN YANG LURUS,

jalan yang diberkati nikmatnya kedamaian

dan kesejahteraan,

dan nikmatnya kewenangan

memimpin kehidupan yang bernilai.

Karena ini semua

adalah atas kehendak Tuhan,

marilah kita berlaku lebih patuh.

Mario Teguh

untuk teman-teman yang ingin belajar menjadi seorang Relawan, silahkan menuju album yang satu ini

Iklan

Posted on November 11, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 18 Komentar.

  1. Waduh… Berat sekali tulisan ini. Berapa jam nih nulisnya.Karena gw paham kemampuan diri, maka gw bergerak dalam bidang antikorupsi, katakanlah relawan antikorupsi. Rasanya nggak sanggup jadi relawan bencana, yg fisiknya perlu kuat

  2. Semoga bencana tidak lagi terus menerus menimpa negri kita.

  3. mudah2an, musibah segera berlalu, yang menjadi korban diberikan kesabaran, dan kepada para relawan, bila ikhlas, mudah2an Allah memberikan ganjaran yang berlipat ganda…

  4. apapun yang kita lakukan besar atau kecil… intinya adalah kerelaan dan keikhlasan ….

  5. nice post mas nahar… semoga tidak ada lagi bencana di negri ini………….

  6. Semoga bisa menjadikan pelajaran bagi kita semua.dan Allah memberikan kemudahan bagi para relawan semua..amin.

  7. agamfat said: Waduh… Berat sekali tulisan ini. Berapa jam nih nulisnya.Karena gw paham kemampuan diri, maka gw bergerak dalam bidang antikorupsi, katakanlah relawan antikorupsi. Rasanya nggak sanggup jadi relawan bencana, yg fisiknya perlu kuat

    nulisnya dari awal bencana-bencana yang melanda Indonesia mas, tapi disimpan dulu dan diedit sebelm upload. Itu pun merupakan aksi kerelawanan mas, Insya Allah berpahala juga. Intinya sesuai kemampuan kita

  8. mmamir38 said: Semoga bencana tidak lagi terus menerus menimpa negri kita.

    Amiin, semoga pak

  9. thetrueideas said: mudah2an, musibah segera berlalu, yang menjadi korban diberikan kesabaran, dan kepada para relawan, bila ikhlas, mudah2an Allah memberikan ganjaran yang berlipat ganda…

    Amiin, semoga Allah SWT memberi ganjaran yang berlipat ganda atas upaya mereka membantu korban bencana

  10. lenakei said: apapun yang kita lakukan besar atau kecil… intinya adalah kerelaan dan keikhlasan ….

    betul mbak, Insya Allah tidak ada yang sia-sia

  11. intan0812 said: nice post mas nahar… semoga tidak ada lagi bencana di negri ini………….

    Amiin, Insya Allah mbak

  12. indahmasruroh said: Semoga bisa menjadikan pelajaran bagi kita semua.dan Allah memberikan kemudahan bagi para relawan semua..amin.

    Amiin, terima kasih doanya mbak. Insya Allah banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari semua ini

  13. Kita membantu sesuai kemampuan kita saja, insya ALLAH diterima. Ga perlu nekat /sok2an ikutan k wilayah bencana sedangkan kemampuan (fisik/pengetahuan) kita kurang.

  14. siantiek said: Kita membantu sesuai kemampuan kita saja, insya ALLAH diterima. Ga perlu nekat /sok2an ikutan k wilayah bencana sedangkan kemampuan (fisik/pengetahuan) kita kurang.

    iya mbak, memang seharusnya seperti itu, tidak perlu ada perbandingan2 antara yang datang ke sana dengan yang membantu dari sini. kalau nekat malah menyusahkan yang di sana.

  15. nice sharing mas… betul ya, daripada terjun kelapangan tp akhirnya bengong ga ngerti yang mau dilakukan, mending bercermin diri, mencari apa yg bisa kita lakukan dengan lebih baik.

  16. evanda2 said: nice sharing mas… betul ya, daripada terjun kelapangan tp akhirnya bengong ga ngerti yang mau dilakukan, mending bercermin diri, mencari apa yg bisa kita lakukan dengan lebih baik.

    iya mbak, seperti kata-kata Mas Bayu di atas. Yang penting tahu apa yang bisa kita lakukan dan melakukannya dengan sepenuh hati

  17. Tulisan yg bagus Mas Nahar, semoga menggugah teman-teman dan sahabat untuk saling membantu apa pun yg mereka bisa untuk mengurangi beban saudara-saudara kita yg sdg dilanda musibah.

  18. cerahhatidanu said: Tulisan yg bagus Mas Nahar, semoga menggugah teman-teman dan sahabat untuk saling membantu apa pun yg mereka bisa untuk mengurangi beban saudara-saudara kita yg sdg dilanda musibah.

    Amiin, terima kasih kang. Insya Allah semoga bisa jadi upaya untuk menggugah sesama agar peduli dan pada akhirnya bermanfaat untuk mereka yg tertimpa musibah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: