[Sosial] Joki 3 in 1 di pelataran Masjid

Saat itu di beranda masjid, saya sedang menunggu waktu maghrib tiba. Awan mendung mentutupi langit Jakarta, membuat suasana menjadi gelap. Segelap hati sebagian penduduknya, bahkan mungkin sebagian besar.

Tiba-tiba seoerang ibu menghampiri saya dan mengajak saya berbincang. Si ibu bilang bahwa dia lupa saat itu hari sabtu. Si ibu biasa menjadi joki 3 in one di daerah dekat masjid Al Azhar. Karena hari itu hari Sabtu, yang merupakan hari libur, maka dia tidak dapat job tumpangan.

Lalu, dia menceritakan kehidupannya yang penuh kesusahan. Anak si ibu yang di SMP seringkali bolos karena tidak punya ongkos untuk datang ke sekolah. Saat dipanggil guru BP, si ibu pun terpaksa menahan malu dan mengatakan yang sebenarnya. Tidak ada ongkos. Sekolah pun menyarankan agar si ibu memindahkan anaknya di sekolah yang lebih dekat.

Si ibu juga mengutarakan keinginanya untuk jualan makanan sederhana sperti pisang ijo, lemper dan sebagainya. Kalau bisa sih agar suaminya juga bisa buka bensin eceran. Uang yang dibutuhkan berjumlah beberapa ratus ribu rupiah, mungkin tidak sampai gaji sebulan seorang eksekutif muda di kota metropolitan ini.

Ibu itu juga mengeluh karena dia sudah mendatangi berbagai lembaga sosial, namun katanya prosederunya rumit. Ada yang bilang ibu sudah harus jualan dulu baru bisa dipinjami tambahan modal. Ada juga yang mengatakan bahwa si ibu harus membentuk kelompok yang terdiri dari bebeapa orang dan ada ketuanya. Mirip dengan kelompok nasabah yang diterapkan pada para peminjam Grameen Bank. Entah si ibu yang belum tahu cara mengurus pinjaman untuk dijadikan modal atau mental miskin masih membuatnya enggan untuk membangun kepercayaan dan relasi yang baik dengan pemberi modal?

Sambil mendengarkan dan coba berempati pada si ibu, saya memikirkan apa yang bisa saya dan teman-teman lakukan. Berapapun banyak aksi sosial kami, masih jauh lebih banyak orang yang membutuhkan. Apakah perlu ada lembaga baru, ataukah cukup memaksimalkan lembaga-lembaga yang sudah ada? Apakah perlu menambah tenaga relawan untuk membantu orang2 seperti ibu itu atau lebih baik meningkatkan kemampuan para relawan yang memang sudah bersedia?

Bercermin dari pengalaman Muhammad Yunus dan Grameen Bank, saya percaya masih banyak orang yang bisa diangkat dari kubangan lumpur kemiskinan dengan cara dan metode yang tepat. Ibu itu mungkin salah satunya.

Sayang, karena saat itu saya sedang tidak punya uang, saya pun tidak bisa memenuhi permintaan si ibu. Si ibu pun pamit hendak mengambil air wudhu. Dia pun meninggalkan saya dengan hati yagn mendung, segelap mendung yang menaungi langit Jakarta sore itu.

Sabtu, 14 Mei 2011 di pelataran Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan

Iklan

Posted on Mei 15, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. Muhammad Yunus itu yang di Bangladesh itu yo mas ?

  2. anotherorion said: Muhammad Yunus itu yang di Bangladesh itu yo mas ?

    iya mas, pernah baca buku beliau soalnya

  3. saya pernah baca di majalah saudi aramco, salut ada orang seperti dia, yakin kok mas di indonesia sebenernya banyak tokoh inspiratif yang berjuang di bawah sayang jarang dapet perhatian media n pemerintah, padahal bagus klo bisa menginspirasi kita semua

  4. anotherorion said: saya pernah baca di majalah saudi aramco, salut ada orang seperti dia, yakin kok mas di indonesia sebenernya banyak tokoh inspiratif yang berjuang di bawah sayang jarang dapet perhatian media n pemerintah, padahal bagus klo bisa menginspirasi kita semua

    iya mas, media kita kapitalis semua sih jadi yang dicari yang sensasional dan kira2 bisa menghasilkan untung material yang besar. Sehingg akhirnya mereka yang idealis lebih suka cari jalan sendiri daripada ikut media

  5. hehe bad news is good news huft

  6. anotherorion said: hehe bad news is good news huft

    bad news is good news because of the profit and sensastion .. 😀

  7. Berapapun banyaknya lembaga sosial tdk akan cukup utk mengentaskan kemiskinan di negara ini, kalo wakil rakyat dan pemerintahnya sendiri sengaja memelihara kemiskinan itu.

  8. delingya said: Berapapun banyaknya lembaga sosial tdk akan cukup utk mengentaskan kemiskinan di negara ini, kalo wakil rakyat dan pemerintahnya sendiri sengaja memelihara kemiskinan itu.

    iya sepertinya begitu mbak, supaya pas ada pemilihan umum mereka bisa terpilih lagi dgn jalan Money Politic. byk juga masyarakat yang lebih suka dapat ikan gratis daripada memancing dan mengail sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: