[Renungan] Ikhlas = BAB?

Entah siapa yang memulai, namun kita sering mendengar bahwa perumpamaan ikhlas adalah seperti, maaf, BAB. Sesudah dikeluarkan, tidak perlu lagi dilihat atau dipikirkan. Mungkin itulah sebabnya banyak diantara kita yang amalnya sperti orang kebelet untuk ke belakang. Seperti sholat, saat salam terakhir diucapkan dan kepala ditengokkan ke kiri, saat itu timbul perasaan lega yang luar biasa. Alhamdulillah, sudah selesai. Itu pun terkadang dikerjakan di menit-menit terakhir, sekitar 30 menit sebelum waktu sholat yang bersangkutan berakhir dan masuk waktu sholat yang baru. Puasa pun demikian, yang penting tidak makan, minum atau berhubungan intim di siang hari. Sesudah adzan Maghrib berkumandang, rasa lega pun datang, kewajiban sudah tertunaikan. Sambil menghela nafas panjang, kita pun seperti terlepas dari beban yang sangat berat.

Paradigma ikhlas yang seperti itu membuat kita beramal dan beribadah secara asal-asalan. Ibadah ritual tidak kita perhatikan aspek rukun dan sunnahnya. Sementara amal sholeh kita kerjakan seenak hati kita. Mirip dengan Qabil, anak nabi Adam yang durhaka. Dia mempersembahkan qurbannya dengan tanam-tanaman yang sudah membusuk dan tidak layak dimakan. Pada akhirnya, bukan hanya kepada Allah kita durhaka namun juga kepada sesama manusia dan alam sekitar kita. Betapa banyak orang yagn seharusnya mendapat manfaat dari amal-amal yang kita lakukan dengan baik, namun kita lakukan dengan asal-asalan. Kita pun kehilangan kesempatan meraih kebaikan dari orang lain, baik dalam bentuk balasan pertolongan atau doa-doa yang tulus.

Kalau kita merujuk kepada penjelasan Ibnul Qayyim tentang syarat diterimanya amal, maka sudah semestinya kita memikirkan ulang paradigma ikhlas tadi. Ibnul Qayyim, mengatakan bahwa amalan itu dikerjakan karena:

1. Ada kecintaan kepada Allah ta’ala.
2. Ada rasa takut karena azabNya yang Maha Pedih
3. Ada rasa harap, agar amal itu diterima Allah (lebih kita kenal, dengan konsep khauf dan roja).

Maka, ikhlas sesungguhnya adalah seperti kita mempersembahkan sesuatu yang berharga kepada orang yang kita cintai, raja yang kita hormati atau kepada majikan yg mempekerjakan kita. Allah SWT adalah Raja, Kekasih sekaligus Majikan kita dalam kehidupan di dunia ini. Apakah kita rela dan tega mempersembahkan sesuatu yang seharusnya kita buang ke belakang kepada kekasih kita? Apakah kita berani memberikan sesuatu yang serupa dengan yang kitapun jijik melihatnya kepada Raja atau Penguasa yang kita hormati dan takuti? Apakah layak kita menjual sesuatu yang merupakan limbah dari tubuh kita sendiri kepada pembeli barang dagangan yang kita jual?

Al Quran sendiri mengumpamakan Ikhlas seperti susu yang mengalir di antara kotoran dan darah dalam tubuh sapi. Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. (QS 16 : 66)”. Mungkin kita bisa membayangkan kita berada di sebuah restoran untuk memesan segelas susu murni. Betapa gusarnya kita apabila saat disuguhi susu murni yang kita pesan, ternyata ada kotoran dan darah di dalamnya. Bisa jadi kita marah dan komplain kepada pelayan restoran tersebut, atau bahkan kita tidak pernah lagi memesan susu di sana. Bisa jadi, susu sebelanga yang ada dalam hati kita telah ternodai kotoran dan darah sehingga tidak layak lagi untuk dijual dan dikonsumsi. Padahal pahala hasil amal sholeh kita, yang dianalogikan sebagai susu itulah bekal kita di akhirat nanti. Betapa meruginya kita apabila ternyata bekal kita sudah tidak berharga lagi saat perhitungan akhir dilaksanakan di sana. “… Jika kamu mempersekutukan (Rabb), niscaya akan hapuslah amalmu….” (QS. Az Zumar: 65).

Seorang sufi mencari penghidupannya dengan menenun kain. Suatu saat, di pasar, seorang pembeli yang sangat ahli tentang kain mendatanginya. Sang pembeli menunjukkan kekurangan-kekurangan yang ada pada kain tersebut. Sang sufi terkejut dan menangis. “Mengapa anda menangis” tanya si pembeli “Aku akan tetap membeli kain ini”. Sang sufi menjawab “Ketahuilah saudaraku, bukan kain ini yang kutangisi. Namun, aku takut akan ibadah dan amalanku selama ini. Jika engkau saja bisa mengetahui kekurangan hasil kerja dan amalku, apalagi Dia yang Maha Mengetahui”. Hari Moekti, seorang mantan rocker yang sekarang menjadi dai pernah berkata: “Orang yang ikhlas itu tidak takut kaya dan tidak takut miskin. Tidak takut terkenal dan tidak takut tidak terkenal. Saya sering dihina dengan pilihan saya, tetapi saya berbahagia, karena dengan dihina dosa saya terhapus”. Pernyataan Kang Hari itu dikutip dari buku Menjadi Pemenang Kehidupan terbitan Leutika Publisher.

Ikhlas adalah rahasia terdalam antara hamba pelaku dengan Allah SWT. Malaikat pencatat dan setan penggoda pun tidak mengetahui tingkat keikhlasan kita. Bahkan, Allah SWT lebih mengetahui keikhlasan kita dibandingkan diri kita sendiri. Ikhlas adalah proses belajar yang panjang, bahkan mungkin merupakan pelajaran tersulit dan terberat dari segala pelajaran yang harus kita lalui dalam kehidupan. Belajar untuk ikhlas adalah dengan beramal itu sendiri, beramal dengan sebaik-baiknya tanpa mengharap apapun dari manusia. Kita memohon kepada Allah agar bisa beribadah dengan ikhlas untuk-Nya semata, sebagaimana doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam: “… Sesungguhnya jika Rabb-ku tidak memberi hidayah kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.” (QS. al An’aam: 77).

Related links

Ringkasan buku Ikhlas Syarat diterimanya Ibadah

Inginkah anda menjadi orang yang ikhlas

ikhlas itu, ibarat buang air besar (maaf)?

Iklan

Posted on Mei 16, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Jazakallahu khair ya Mas Nahar :)nasehat untuk saya 🙂

  2. dhaimasrani said: Jazakallahu khair ya Mas Nahar :)nasehat untuk saya 🙂

    sebenarnya sih nasihat untuk diri sendiri .. semoga bermanfaat ya

  3. thetrueideas said: sip mas!

    sama sama mas, semoga bermanfaat

  4. save dulu… baca belakangan.. karena saya ga mampu membaca cepat dan pintar 😀

  5. wib711 said: save dulu… baca belakangan.. karena saya ga mampu membaca cepat dan pintar 😀

    silakan mas, semoga bermanfaat ya .. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Aku berpikir dan berpikir dan mengada-ada!

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: