[Renungan] Indonesia vs Bani Israil

Survey Indobarometer mengindikasikan bahwa sebagian, mungkin sebagian besar masyarakat, menginginkan kembalinya orde baru. Mereka mengingkan kehidupan yang relatif mudah untuk mendapatkan sandang pangan, yang penting dapur ngebul. Keinginan tersebut dapat dipahami dengan baik, masyarakat memang sudah muak dengan kehidupan pasca reformasi yang tak kunjung memberi mereka kesejahteraan material yang baik. Harga-harga terus merambat naik sehingga masyarakat, terutama yang miskin, seakan tak bisa berhenti mengencangkan ikat pinggang.

Namun, banyak yang lupa atau pura-pura lupa bahwa kesuksesan pembangunan ekonomi di era orde baru sesungguhnya adalah sesuatu yang semu. Ekonomi berbasis utang luar negeri yang sebanarnya merupakan bom waktu yang bisa meledak setiap saat. Tumpukan mesiu itu pun meledak saat Indonesia dihantam krisis ekonomi tahun 1997. Nilai tukar dollar pun melonjak gila-gilaan sampai belasan ribu rupiah per dollar. Akhirnya, proyek-proyek pembangunan pun mandeg serta banyak orang kehilangan pekerjaan. Kerusuhan Mei 1998, walaupun oleh banyak pihak dituding sebagai rekayasa Orde Baru untuk bertahan, hakikatnya adalah ledakan dari akumulasi kekecewaan masyarakat atas kemiskinan mereka selama berada di lapisan bawah. Jadi, klaim bahwa Orde Baru menyejahterakan masyarakat adalah kebohongan belaka. Kerusakan moral dan akhlaq serta kemiskinan saat ini adalah stadium lanjutan dari kebobrokan dan kebohongan di era Orde Baru.

Keinginan sebagian masyarakat untuk kembali ke era Orde Baru mengingatkan kita akan tingkah bani Israil yang justru ingin kembali kepada Firaun di Mesir Kuno. Walaupun mereka sudah lepas dari perbudakan oleh Firaun, namun ternyata jiwa mereka belum lepas dari perbudakan oleh diri mereka sendiri. Kehidupan di gurun pasir yang berat itu malah melemahkan jiwa mereka, bukan memperkuat. Padahal, kemerdekaan dan kebabasan mereka dari perbudakan Firaun adalah anugerah besar yang tidak terhingga dari Allah SWT kepada Bani Israil.

Allah SWT pun telah menganugerahi mereka dengan makanan berupa Manna dan Salwa, sebagaimana tersebut dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat (57) Dan telah Kami teduhi atas kamu dengan awan dan telah Kami turunkan kepada kamu manna dan salwa. Makanlah dari yang baik-baik yang telah Kami anugerahkan kepada kamu. Dan tidaklah mereka yang menganiaya Kami, akan tetapi adalah mereka menganiaya diri mereka sendiri. Namun, nikmat Allah SWT berupa makanan Manna dan Salwa tidak juga memuaskan hawa nafsu rendah mereka yang cenderung pada kesenangan dunia. Mereka merindukan kehidupan di Mesir Kuno, yang walaupun diperbudak, namun cukup terjamin sandang pagannya. “Dan (ingatlah) seketika kamu berkata : Wahai Musa, tidakiah kami akan tahan atas makanan hanya semacam. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhan engkau, supaya dikeluarkan untuk kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, dari sayur-sayurannya, dan mentimunnya, dan bawang putihnya, dan kacangnya dan bawang-merahnya. Berkata dia : Adakah hendak kamu tukar yang amat hina dengan yang amat baik ? Pergilah ke satu kota besar, maka sesungguh­nYa di sana akan dapatlah apa yang kamu minta itu ! Dan dipukulkanlah atas mereka kehinaaan dan kerendahan, dan sudah layaklah mereka ­ditimpa kemurkaan dari Allah. Yang demikian itu ialah karena mereka kufur kepada perintah- perintah Allah dan mereka bunuh Nabi-nabi dengan tidak patut. Yang demikian itu ialah karena mereka telah durhaka dan mereka telah melewati batas.” Surat Al Baqarah ayat 60. Tafsir ayat-ayat tersebut dapat dilihat di situs Tafsir Al Azhar

Kini, sejarah kelam Bani Israil terulang lagi pada bangsa dengan umat Islam terbanyak di dunia, Indonesia. Orang-orang yang lebih rela diperbudak asal perutnya kenyang dan hidupnya nyaman daripada menderita dalam perjuangan menegakkan kebenaran. George Santayana, seorang filsuf pernah mengatakan “Those who forget the past are condemned to repeat it“. Bung Karno pun mencanangkan semboyan Jas Merah yang artinya “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Sejarah bukanlah untuk dilupakan tapi juga bukan untuk menghantui kehidupan kita saat ini. Sejarah adalah pelajaran yang harus dipetik hikmahnya, bukan sekedar dihafalkan atau dijadikan monumen bisu tidak bisa berbicara.

Hadits yang diucapkan beberapa abad yang lalu oleh Rasulullah SAW pun terbukti kebenarannya. Umat Islam, termasuk di Indonesia, kini bagaikan hidangan di atas meja makan. Musuh-musuh mereka siap menyerbu dari berbagai arah. Penyakit Bani Israil berabad-abad yang lalu kini menjangkiti umat Islam Indonesia, cinta dunia takut pada kematian. Dan penyakit itu pun melemahkan umat yang seharusnya mengemban amanah untuk menjadi khalifah di muka bumi. Padahal Allah sWT telah mengingatkan kepada kaum Bani Israil dan juga kita semua agar senantiasa bersyukur. “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7).

Lawan dari syukur adalah kufur, meskipun tidak selalu berarti sudah keluar dari agama Islam. Bisa jadi, kita pun meruapakan bagian dari orang-orang yang tidak bersyukur, yang merupakan kezaliman. Sebagaimana nabi Yunus berdoa saat berada dalam perut ikan besar yang menelannya, begitu pulalah kita harus kembali kepada Allah SWT mengakui keslaahan dan kezaliman kita selama ini dan kembali ke jalan yang diridhoiNya. “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiya’: 87-88),

Astaghifirullahal Adzim.

Referensi

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8434738

http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3224-mustajabnya-doa-dzun-nuun-nabi-yunus.html

http://tafsiralazhar.net46.net/myfile/S-Al-Baqoroh/al-baqoroh_ayat_57-61.htm

Iklan

Posted on Mei 23, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. Emang tega tuh anak bangsa yang mau2nya jadi simpatisan israel.

  2. kopiradix said: Keinginan sebagian masyarakat untuk kembali ke era Orde Baru mengingatkan kita akan tingkah bani Israil yang justru ingin kembali kepada Firaun di Mesir Kuno. Walaupun mereka sudah lepas dari perbudakan oleh Firaun, namun ternyata jiwa mereka belum lepas dari perbudakan oleh diri mereka sendiri.

    betul har. seolah mendambakan kembali ke “sangkar emas”. 😀

  3. kopiradix said: cinta dunia takut pada kematian.

    iya bang…. ini yang saya renungkan.,. apakah saya termasuk didalamnya.

  4. tranparamole said: Emang tega tuh anak bangsa yang mau2nya jadi simpatisan israel.

    masalahnya bukan hanya pada mereka mas, Sudah sunatullah akan selalu ada orang2 sejahat itu. Masalah sesungguhnya adalah kelemahan kaum muslimin sendiri, baik di Indonesia ataupun di tempat lain yang sering berpecah belah tanpa mau saling memahami dan bersinergi. Padahal musuh bersama di depan mata.

  5. tianarief said: betul har. seolah mendambakan kembali ke “sangkar emas”. 😀

    iya kang, belum bersedia menerima konsekwensi kemerdekaan. Bagai burung dalam sangkar yg selalu diberi makan.

  6. wib711 said: iya bang…. ini yang saya renungkan.,. apakah saya termasuk didalamnya.

    sama mas, saya pun demikian.

  7. Subhanallah, terimakasih encouragement nya 🙂

  8. trangtravel said: Subhanallah, terimakasih encouragement nya 🙂

    sama sama mbak, semoga bermanfaat

  9. keren! Takut mati ama blm siap mati,sama g mas?

  10. yudimuslim said: keren! Takut mati ama blm siap mati,sama g mas?

    kayaknay sih beda mas, kalau tidak salah Ali Zainal Abidin, cicitnya Nabi SAW pernah ditanya seperti itu. Beliau bilang, orang yang durhaka takut mati karena kehilangan dunia, sementara orang yang sholeh merasa belum siap mati karena merasa belum cukup punya bekal untuk kehidupan di akhirat nanti, begitu kira2. Trm kasih apresiasinya ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: