Monthly Archives: Juni 2011

Mungkinkah meng-EMBARGO DIRI SENDIRI?

Give control over nation economy and I don’t care who write its law

Rotschild

Tulisan EMBARGO DIRI SENDIRI yang beredar luas di berbagai blog, situs dan forum internet seakan kembali menyentakkan kesdaran kita akan amanah dan anugerah yang diberiakn Allah SWT keapda bangsa Indonesia. Sebuah gugugsan kepualauan yang menghiasi katulistiwa bagaikan untaian jamrud yang sangat indah dan berharga. Belum lagi hasil bumi yagn terkadung di dlaamnya. Sudah sepantasnya, seluruh rakyat Indonesia hidupa laksana surga di dunia ini. Kaum muslimin Indonesia memiliki kemampuan besar untuk membantu saudaranya sesama muslim di Palestina dan tempat-tempat lainnya di dunia ini. Dengan memandirikan dirinya sendiri, Indonesia akan memiliki kekuatan untuk menekan negara-negara lain baik secara politis ataupun ekonomi. Sehingga, negara-negara lain pun tidak ada yang berani kurang ajar terhadap kaum muslimin di negara-negara tersebut.

Namun demikian, masih begitu banyak rakyat negeri ini yang hidupnya sengsara, jauh dari sejahtera apalagi bahagia. Penduduk Indonesia, terutama kaum musliminnya, terlena oleh berbagai macam hiburan sensasional mulai dari sinetron lebay sampai film-film impor, baik di bioskop atau DVD bajakan. Mereka yang mampu lebih mengutamakan keinginannya daripada membantu sesama yang membutuhkan. Sehingga, perbedaan dan kesenjangan antara yang miskin dan kaya seakan sejauh bumi dan langit. Ada orang miskin yang sampai mati kelaparan dan ada pula yang bisa menghambur-hamburkan urang untuk pesta mewah, rumah megah, kendaraan mengkilap dan lain sebagainya. Belum lagi para TKI yang terpaksa mengadu nasib di negara-negara orang dengna resiko penghinaan, penyiksaan bahkan pemancungan seperti yang terjadi baru-baru ini. Sebagian lain ditunjukkan oleh Film dokumenter karya John Pilger, The New Rulers. Film tersebut memperlihatkan betaapa jauh kesenjangan antara yang kaya dan miskin. Buruh yang hanya dibayar sedikit untuk setiap produk seperti celana pendek atau sepatu olah raga yang dihasilkan, sementara seorang pegolf profesional dibayar lebih mahal daripada akumulasi gaji para buruh tadi. Buruh-buruh tersebut tinggal di rumah-rumah petak dengan sanitasi seadanya, di dekat got mampet dan genangan air yang bisa jadi sarang nyamuk. Bahkan, Pilger sendiri sampai sakit malaria gara gara shooting film di sana.

Sebuah negara kecil di ujung semenanjung Malaya adalah salah satu pihak yang secara zalim turut menikmati kekayaan aalam Indonesia. Negara bersimbol singa itu seakan akan jadi surga di dunia untuk para koruptor dan penjahat ekonomi Indonesia. belum lagi mereka yang membelajankan banyak uang di sana. Hingga terdenagar seloroh bahwa income terbesar Singapore adalah uang yang dibelanjakan oleh para koruptor Indonesia, baik dari hasil shopping, rumah sakit, penginapan dan sebagainya. Singapore bisa terus bertumbuh karena makan uang haram para koruptor, terutama dari Indonesia. Dalam acara Postcard from Meulborne di radio Lite FM, Nuim Khaiyyat pernah menceritakan bahwa ada orang Singapore yang cerita bahwa mereka bisa menggaji PM dan para menterinya ratusan juta dollar per tahun karena uang hasil korupsi di Indonesia. Tidak mengherankan pula jika negara Zionis yang sekarang masih menjajah dan menindas kaum muslimin di Palestina seakan-akan kebelet dan ngotot membuka hubungan dengan Indonesia, baik hubungan diplomatik ataupun bisnis. Manusia-manusia terkutuk yang sudah dilaknat oleh Allah SWT sejak zaman Bani Israil itu tentu saja tergiur untuk mendapatkan kekayaan bumi nusantara ini untuk memperkuat kekuatan mereka agar lebih mampu lagi menguasai dunia.

Indonesia memang punya peluang besar untuk menjadi negara yang mampu menentukan nasib dunia dengan melimpahnya kekayaan alam yang ada di dalam buminya. Masalahnya adalah, apakah kekayaan itu benar-benar dikelola sesuai keinginan yang memberi ataukah mau dikantongi tanpa peduli sesama anak negeri. Sehingga ada yang memelesetkan sebuah lagu nasional menjadi suatu lagu penuh ironi yang menyedihkan

Kulihat ibu pertiwi
saat aku korupsi
air matanya berlinang
aku tidak peduli

Hutan, gunung, sawah lautan
masuk kantong sendiri
biarlah ibu berduka
yang penting aku kaya

EMBARGO DIRI SENDIRI hanya akan menjadi mimpi jika masyarakat negeri ini, baik yang miskin maupun yang kaya, belum mau beranjak kelaur dari zona nyaman mereka. Yang kaya masih menikmati belanja dan berobat ke luar negeri, sementara yang miskin masih juga belum mandiri. Yang kaya masih suka menghamburkan harta untuk kesenangan pribadi sementara yang miskin masih saja meminta ke sana dan ke sini. Padahal Rasul SAW sudah pernah mengingatkan dalam salah satu hadits beliau yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dalam kitab Jami`ul Awshat, Abu Nu`aim di dalam kitab Al-Hilyah dan juga Al-Hakim di dalam Kitab Mustadroknya meriwayatkan, Dari Ali RA, ia berkata : telah bersabda Rosululloh SAW : “Jibril mendatangiku dan berkata : Ya Muhammad hiduplah sesukamu karena engkau akan mati,cintailah siapa yang kamu mau karena engkau akan meninggalkannya, beramallah sesukamu karena engkau akan dibalas dan ketahuilah bahwa kemulyaan seorang mu`min pada qiyamul-lail dan Izzahnya pada kemandiriannya“.

Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan

[Transkrip] Memulai Bisnis Sampingan

Beratnya tuntutan kehidupan seringkali membuat orang membuka bisnis sampingan selain bekerja sebagai karyawan.

Berikut tips dari Pak Supardi Lee tentang bisnis sampingan

1. mempersiapkan modal yang dibutuhkan. Sebaiknya jumlah modal memadai tapi tidak terlalu menyakitkan jika habis

2. menentukan jenis bisnis yang diminati, termasuk belajar mengenai bisnis tersebut.

3. perhitungan, opportunity and risk

4. merekrut karyawan. merekrut karyawan memang merupakan titik kritis dari bisnis karena sangat berhubungan dengan kepercayaan dan kompetensi. Para karyawan inilah yang akan melaksanakan operasional bisnis harian, namun keputusan-keputusan penting tetap saja pada pemilik bisnis.

5. mulai berbisnis sambil terus belajar tentang bisnis tersebut.

Setiap bisnis memang memiliki resiko kegagalan, namun hal itu bisa diminimalisir dengan belajar. Apalagi kita bisa belajar dari mentor bisnis yang sudah terlebih dahulu merasakan apa dan bagaimana bisnis tersebut. Kegagalan itu sendiri merupakan proses belajar untuk meningkatkan kualitas diri kita sendiri

bisnis sampingan bisa menjadi ajang pembelajaran bisnis tanpa meninggalkan pekerjaan utama. Banyak orang yang terlalu terburu buru untuk berbisnis sehingga langsung meninggalkan pekerjaan utama. Walaupun ada yang berhasil namun banyak juga yang gagal.

Orang yang ingin berbisnis harus bersikap proporsional, berani tapi tidak nekat, penuh perhitungan tapi tetap memulai. Jebakan bisnis juga harus diwaspadai. Jebakan tersebut terdiri dari dua macam emosi yaitu rasa takut dan keserakahan. Takut untuk memulai dan apabila sudah mulai seringkali seseorang terjebak dalam keserakahan meraup segala peluang yang ada.

Semoga bermanfaat

Narasumber: Pak Supardi Lee

Sumber: Power of Life 30 Juni 2011

[Copas] EMBARGO DIRI SENDIRI

Jarang-jarang mau copy paste tulisan orang, tapi yang ini menarik sih jadi apa boleh buat

Tulisan berikut ini sudah menyebar entah ke berapa situs, forum dan blog di internet. Konom sumbernya BBM alias Blackberry Messenger, tapi saya sendiri tidak tahu siapa penyebarnya pertama kali. Jika kita mengetikkan kata-kata EMBARGO DIRI SENDIRI di Google, maka tulisan inilah yang akan muncul

Entah benar atau tidak, banyak sekali pelajaran yang terkandung dalam tulisan berikut ini, sayangnya kebanyakan blog hanay meng-copy paste tulisan ini tanpa dibahas lebih lanjut.

selamat membaca semoga bermanfaat,

yang ini saya ambil dari

http://supriatno.blogdetik.com/index.php/2011/06/22/embargo-diri-sendiri/

———————————–
Diambil dari Kisah Nyata :

Suatu pagi,kami menjemput seseorg klien di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 thn. Si Bapak adalah pengusaha asal Singapura, dengan logat bicara gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda.

Beliau berkata,”Ur country is so rich!”

Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu. “Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia, “lanjutnya. “Everything can be found here in Indonesia, U don’t need the world.”

“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia.Tebang saja hutan di kalimantan,dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing,we can’t be rich without Indonesia 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.

Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen2 terbaru kami yang beli orang2 Indonesia,ga peduli harga selangit, laku keras.Lihatlah RS kami,orang Indonesia semua yg berobat.Trus,kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk?

Ya,bener2 panik. Sangat terasa, we are nothing. Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras.Termasuk di Singapura dan Malaysia?Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras. Liatlah negara kalian, air bersih di mana2,liatlah negara kami,air bersih pun kami beli dari Malaysia.

Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis,krn pasirnya mengandung permata.Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china,si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg.Saya liat ini sbg peluang.Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia!

Ya,karena negara kalian memiliki segalanya.Mereka takut kalau kalian mnjadi mandiri,makanya tidak di embargo.

Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dr petani2 kita sendiri,belilah tekstil garmen dr pabrik2 sendiri.Tak perlu impor klo bs produk sendiri.

Jika kalian bs mandiri,bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!

Sumber : BBM

[Transkrip] 3 Filter Pikiran

Era digital yang seakan tanpa batas menyebabkan kita dibanjiri informasi yang melebihi kemampuan ktia mencernanya. Kemajuan teknologi tidak diimbangi dengan kualitas berita dan informasi yang disampaikan. Kekerasan, pornografi dan konsumerisme memenuhi hari-hari kita tanpa pernah berhenti. Terkadang, pikiran sadar kita tidak mampu menyaring limpahan informasi tersebut sehingga banyak yang masuk ke bawah sadar kita. Informasi yang tersimpan di bawah sadar itu sangat mempengaruhi keputusan dan tindakan-tindakan kita dalam hidup. Tidak mengherankan, banyak orang di Indonesia ini yang egois, mudah tersinggugn, boros dan cepat marah.

Walaupun demikian, kita tetap bertanggungjawab atas pikiran, perasaan dan tindakan-tindakan kita. Kita memerlukan filter untuk menyaring informasi apa saja yang masuk ke dalam pikiran, terutama pkiran bawah sadar kita.

3 filter pikiran

1. apakah informasi ini benar atau tidak, apakah ini me rupakan fakta, opini atau bahkan gosip

2. apakah informasi ini baik untuk saya atau tidak. Filter ini berhubungan dengan karakter, emosi dan spiritualitas kita.

3. apakah informasi ini berguna bagi saya atau tidak. Filter ini berhubungan dengan komptensi dan profesionalitas kita.

Apabila informasi tersebut tidak lolos dari filter-filter tersebut, kita jangan terlalu mudah menyerapnya.

Mungkin ada yang berpikiri bahwa filter pikiran ini membuat orang tidak peduli pada keadaan masyarakat. Jawabannya, kepedulian bukan ditunjukkan oleh pengetahuan kita tapi oleh tindakan kita. Pengetahuan kita mungkin terbatas, namun hal itu tetap tidak mengurangi dan menghalangi kepedulian kita bagi sesama. Agar tetap bisa peduli, kita perlu menjaga pikiran agar tetap waras dan tubuh agar tetap sehat.

Sumber: Mutiara Pagi – The Power of Life

Narasumber: Bang Zainal “Teroris” Abidin

Semoga bermanfaat

[Mosquelife Social Campaign] Menjaga amanah lingkungan


(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan diatasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit. “Kemudiab Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan itu.”
(Q.S. T?h? : 53).

Repost dari situs mosquelife dot com

Suatu ketika, saya sedang menunggu sholat Subuh berjamaah di sebuah musholla. Karena musholla itu terletak di tingkat dua sebuah bangunan, saya bisa melihat ke sekeliling dengan lebih baik. Tiba-tiba saya melihat seorang perempuan di sebuah jembatan di atas sungai dekat musholla. Perempuan itu membawa sebuah kantong plastik kresek berisi sampah dan melemparkannya ke sungai. Memang, sungai tersebut terlihat kotor dan penuh sampah walaupun airnya masih mengalir deras. Kejadian di atas merupakan sebuah kejadian yang menjadi contoh kecil betapa abainya manusia terhadap kelestarian alam dari bumi yang diamanahkan kepadanya. Hal-hal kecil yang buruk tersebut bisa menyebabkan kerusakan dan bencana walaupun tidak terjadi secara langsung.

Manusia seringkali menyalahkan fenomena alam. Bahkan mreka yang mengaku ahli pun seringkali mengesampingkan ulah tangan manusia yang sesungguhnya merupakan faktor utama kerusakan alam. Hujan menjadi kambing hitam dari banjir yang melanda berbagai daerah di negeri ini. Padahal, hujan adalah anugerah dari Allah SWT kepada semua hambaNya dan makhlukNya di dunia ini. Apalah artinya bumi ini jika tidak ada siklus hujan yang menyuburkan tanam-tanaman di atasnya. Tentu dia hanya akan menjadi planet yang mati dan tak akan mampu menunjang kehidupan di atasnya.

Kita masih beruntung masih ada orang-orang yang bersedia mengolah sampah, baik organik atau anorganik menjadi barang-barang bermanfaat. Ada juga yang bersedia menyingsingkan lengan baju untuk memunguti sampah dari sungai, pantai dan tempat-tempat lainnya. Namun, jumlah mereka sangat sedikit dibandingkan jumlah sampah yang menggunung, yang dihasilkan masyarakat setiap hari.

Ya Allah Ya Rabb, jadikanlah kami hamba-hamba yg selalu bersyukur terhadap semua nikmat yang Engkau berikan, dan menjaga bumi ini dari segala kerusakan.

Aamiin

Semoga bermanfaat

Yang mau mendukung Social Campaign ini silakan ke situs ini

[Catatan Ringan] Tebet


Karena kemarin saya pergi untuk ke sekian kalinya ke daerah Tebet, maka ada sedikit catatan tentang daerah tersebut. Bagi orang yang belum pernah datang ke Tebet, mungkin bakal kebingungan saat mencari rumah seseorang di sana. Tebet adalah salah satu daerah yang ribet. Tebet Timur Dalam dengan Tebet Dalam Timur itu adalah tempat yang berbeda. Belum lagi nomor-nomor yang menandai masing-masing jalan. Daaan, terkadang nomor-nomor rumah di sana tidak berurutan.

Misalnya, Tebet Timur Dalam ada Tebet Timur Dalam I, Tebet Timur Dalam II dan sebagainya. Tebet Timur Dalam I pun masih ada nomornya seperti Tebet Timur Dalam I A, I B, I C dan lain lain. Jadi, bagi mereka yang belum terbiasa, mungkin bakal menjumpai kesulitan yang lumayan di sana. Seperti mencari jarum yang hilang di tengah gurun pasir.

Seperti yang terjadi pada saya saat itu, dari Hutan Kota sudah melewati Warung Ojolali-nya Bunda Fiera, namun kelewatan karena tidak melihat dan hanya berpatokan pada nomor rumah yang ternyata tidak berurutan tadi. Sesama peserta juga ada yang bilang tentang nomor-nomor tersebut. Walaupun sudah pernah ke sana, tetap saja pakai acara nyasar.

Tips menemukan rumah orang di Tebet

1. Jangan sungkan bertanya, baik pada satpam, penjaga warung atau orang yang ada di jalan. Kalau gak mau nanya dijamin bakal kena pepatah “Malu bertanya sesat di Jalan”. Apalagi kalau sekalian beli minuman di warung, itung-itung ngasih rejeki ke orang lain.

2. Kalau bisa berbekal peta Jakarta, edisi lama juga enggak apa-apa. Di sana cukup jelas jalan-jalan di Tebet, termasuk jalan2 kecilnya.

3. Kepada yang mengundang / tuan rumah, gak ada salahnya memberi ancer-ancer tempat yang cukup populer di kalangan warga Tebet, seperti Pasar PSPT, Stasiun Tebet, Stasiun Cawang, Hutan Kota, Wartegnya Warmo dll. Restoran, masjid dan rumah makan juga bisa untuk ancer-ancer. Beritahu yang diundang ke mana setelah ancer-ancer tersbut. Jangan sungkan-sungkan nanya sama yang punya rumah di mana lokasi persisnya.

4. Siapkan pulsa secukupnya, siapa tahu perlu menelepon yang mengundang atau yang rumahnya lagi dicari.

Semoga bermanfaat

[Opini] Hormat Bendera setengah hati

Penghormatan terhadap bendera sudah berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan sudah terlaksana selama beberapa dekade. Upacara tersebut diadakan dalam rangka menanamkan kecintaan pada negera dan bangsa pada pesertanya, mulai dari anak -anak sekolah sampai pegawai negeri. Diharapkan, kecintaan pada negera dan bangsa akan terefleksikan pada kehidupan sehari hari, baik di level personal, interpersonal, sosial maupun profesional.

Namun, entah kenapa sepertinya upacara-upacara yang seringkali diselenggarakan itu hanya sedikit berdampak pada kehidupan masyarakat, kalau tidak mau dikatakan tak bermanfaat. Prestasi murid sekolah banyak yang buruk, sementara rasa tanggung jawab banyak pelajar seakan tidak terbentuk. Silakan berkunjung ke warnet terdekat yang ada game online-nya, perhatikanlah tingkah laku dan bahasa yang digunakan anak-anak di sana. Nama-nama penghuni kebun binatang mungkin tidak ada yang luput untuk diabsen, dengan intonasi yang keras dan kasar. Mulut memang seperit moncong teko, apa yang ada di dalam hatinya, itula yang akan keluar dari mulutnya. Para pegawai banyak yang kinerjanya tidak memuaskan bahkan tidak sedikit yang terlibat kasus korupsi. Baik korupsi uang atau korupsi waktu. Empati dan kepedulian seakan barang langka yang sulit dicari, dilibas nafsu ingin membangun geudng baru atua beli pesawat pribadi. Sementara itu, kekayaan negeri ini bagaikan hidangan di atas meja makan yang diperebutkan korporasi-korporasi serakah yang berusaha mengeruk keuntungan dengan bahan baku melimpah dan tenaga kerja murah. Sebagian fakta itu ditunjukkan oleh John Pilgers dalam film dokumenternya, The New Rulers.

Walaupun demikian, pengkultusan terhadap simbol-simbol tetap saja terus dilakukan walaupun seakan “gak ngefek” pada kinerja dan prestasi baik akademis maupun profesional. Upacara-upacara penghormatan bendara, yang terkadang diikuti setengah hati oleh para pesertanya, tetap saja diselenggarakan. Dahulu, saat masih duduk di bangku SMP, saya termasuk yang seringkali berharap agar Sabtu sore hujan turun, agar tidak ada upacara bendera di lapangan yang diselenggarakan setiap Sabtu sore.

Maka, ketika ada sekolah yang enggan menyelenggarakan penghormatan terhadap bendera, para birokrat pun seperti kebakaran jenggot. Bahkan ada yang bilang bahwa penghormatan terhadap bendera adalah kewajiban bagi siapapun yang tinggal di tanah ini, meminum airnya, menghirup udaranya dan makan dari hasil buminya. namun, sepertinya Pak Pajabat yang satu ini lupa bahwa di negeri yang salah urus ini, banyak rakyat yang kelaparan dan terjerat kemiskinan. Bahkan, di situs kompas, diberitakan seorang pemulung ditemukan meninggal dunia karena kelaparan. Beberapa waktu sebelumnya, seorang tukang becak ditemukan meninggal di becaknya juga karena kelaparan. Mereka yang melihat tadinya mengira si tukang becak tidur karena kelelahan, padahal memang sudah tak bernyawa. Apakah mereka meninggal karena tidak menghormati bendera hingga tidak berhak makanan makanan hasil bumi negeri ini atau memang tidak kebagian, kita tahu jawabannya.

Apalah artinya penghormatan pada simbol-simbol negera kalau negaranya bak Neraka bagi rakyatnya yang sudah apatis dan tak bisa berbuat apa-apa. Apalah artinya penghormatan pada bendera apabila hak-hak rakyat untuk memperoleh kehidupan yang layak tidak dihormati. Apalah artinya mencintai bangsa dan negara, apabila negera itu sendiri bagaikan ayah yang zalim atau ibu tiri yang kejam untuk anak-anak bangsanya sendiri. Jangan salahkan rakyat apabila hanya mencintai bangsa dan negara secara setengah hati karena memang pengurus negaranya banyak yang memperlakukan rakyat setengah hati pula.

Simbol tinggallah simbol, sesuatu yagn indah terlihat dari luar, agung dan gagah terlihat oleh orang lain. Namun, apabila esensinya hanya dihayati setengah hati, maka simbol akan menjadi sesuatu yang mati. Monumen kematian sebuah bangsa yang tidak menghargai rakyatnya sendiri. Negeri yang bahkan membiarkan sbagian dari mereka mati perlahan-lahan di tengah kekayaan alam yang luar biasa melimpah. Bagai ayam mati di lumbung padi.

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau pergi berburu, burung harus terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn