[Opini] Hormat Bendera setengah hati

Penghormatan terhadap bendera sudah berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan sudah terlaksana selama beberapa dekade. Upacara tersebut diadakan dalam rangka menanamkan kecintaan pada negera dan bangsa pada pesertanya, mulai dari anak -anak sekolah sampai pegawai negeri. Diharapkan, kecintaan pada negera dan bangsa akan terefleksikan pada kehidupan sehari hari, baik di level personal, interpersonal, sosial maupun profesional.

Namun, entah kenapa sepertinya upacara-upacara yang seringkali diselenggarakan itu hanya sedikit berdampak pada kehidupan masyarakat, kalau tidak mau dikatakan tak bermanfaat. Prestasi murid sekolah banyak yang buruk, sementara rasa tanggung jawab banyak pelajar seakan tidak terbentuk. Silakan berkunjung ke warnet terdekat yang ada game online-nya, perhatikanlah tingkah laku dan bahasa yang digunakan anak-anak di sana. Nama-nama penghuni kebun binatang mungkin tidak ada yang luput untuk diabsen, dengan intonasi yang keras dan kasar. Mulut memang seperit moncong teko, apa yang ada di dalam hatinya, itula yang akan keluar dari mulutnya. Para pegawai banyak yang kinerjanya tidak memuaskan bahkan tidak sedikit yang terlibat kasus korupsi. Baik korupsi uang atau korupsi waktu. Empati dan kepedulian seakan barang langka yang sulit dicari, dilibas nafsu ingin membangun geudng baru atua beli pesawat pribadi. Sementara itu, kekayaan negeri ini bagaikan hidangan di atas meja makan yang diperebutkan korporasi-korporasi serakah yang berusaha mengeruk keuntungan dengan bahan baku melimpah dan tenaga kerja murah. Sebagian fakta itu ditunjukkan oleh John Pilgers dalam film dokumenternya, The New Rulers.

Walaupun demikian, pengkultusan terhadap simbol-simbol tetap saja terus dilakukan walaupun seakan “gak ngefek” pada kinerja dan prestasi baik akademis maupun profesional. Upacara-upacara penghormatan bendara, yang terkadang diikuti setengah hati oleh para pesertanya, tetap saja diselenggarakan. Dahulu, saat masih duduk di bangku SMP, saya termasuk yang seringkali berharap agar Sabtu sore hujan turun, agar tidak ada upacara bendera di lapangan yang diselenggarakan setiap Sabtu sore.

Maka, ketika ada sekolah yang enggan menyelenggarakan penghormatan terhadap bendera, para birokrat pun seperti kebakaran jenggot. Bahkan ada yang bilang bahwa penghormatan terhadap bendera adalah kewajiban bagi siapapun yang tinggal di tanah ini, meminum airnya, menghirup udaranya dan makan dari hasil buminya. namun, sepertinya Pak Pajabat yang satu ini lupa bahwa di negeri yang salah urus ini, banyak rakyat yang kelaparan dan terjerat kemiskinan. Bahkan, di situs kompas, diberitakan seorang pemulung ditemukan meninggal dunia karena kelaparan. Beberapa waktu sebelumnya, seorang tukang becak ditemukan meninggal di becaknya juga karena kelaparan. Mereka yang melihat tadinya mengira si tukang becak tidur karena kelelahan, padahal memang sudah tak bernyawa. Apakah mereka meninggal karena tidak menghormati bendera hingga tidak berhak makanan makanan hasil bumi negeri ini atau memang tidak kebagian, kita tahu jawabannya.

Apalah artinya penghormatan pada simbol-simbol negera kalau negaranya bak Neraka bagi rakyatnya yang sudah apatis dan tak bisa berbuat apa-apa. Apalah artinya penghormatan pada bendera apabila hak-hak rakyat untuk memperoleh kehidupan yang layak tidak dihormati. Apalah artinya mencintai bangsa dan negara, apabila negera itu sendiri bagaikan ayah yang zalim atau ibu tiri yang kejam untuk anak-anak bangsanya sendiri. Jangan salahkan rakyat apabila hanya mencintai bangsa dan negara secara setengah hati karena memang pengurus negaranya banyak yang memperlakukan rakyat setengah hati pula.

Simbol tinggallah simbol, sesuatu yagn indah terlihat dari luar, agung dan gagah terlihat oleh orang lain. Namun, apabila esensinya hanya dihayati setengah hati, maka simbol akan menjadi sesuatu yang mati. Monumen kematian sebuah bangsa yang tidak menghargai rakyatnya sendiri. Negeri yang bahkan membiarkan sbagian dari mereka mati perlahan-lahan di tengah kekayaan alam yang luar biasa melimpah. Bagai ayam mati di lumbung padi.

Iklan

Posted on Juni 10, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. kopiradix said: Silakan berkunjung ke warnet terdekat yang ada game online-nya, perhatikanlah tingkah laku dan bahasa yang digunakan anak-anak di sana.

    iya har, memprihatinkan anak-anak sekarang. udah maenannya game komputer/internet, bahasanya jelek pula. selain itu, game menyita banyak waktu anak-anak itu (selain duit, tentunya). mereka mungkin sudah tidak mengenal lagi mainan anak-anak jadul, yang biasa dimainkan secara berkelompok, dan membutuhkan kreativitas saat membuat alatnya. ambil contoh, permainan egrang (jangkungan dari bambu).

  2. kopiradix said: Simbol tinggallah simbol, sesuatu yagn indah terlihat dari luar, agung dan gagah terlihat oleh orang lain.  Namun, apabila esensinya hanya dihayati setengah hati, maka simbol akan menjadi sesuatu yang mati.  Monumen kematian sebuah bangsa yang tidak menghargai rakyatnya sendiri.  Negeri yang bahkan membiarkan sbagian dari mereka mati perlahan-lahan di tengah kekayaan alam yang luar biasa melimpah. Bagai ayam mati di lumbung padi.  

    bener banget…

  3. tianarief said: iya har, memprihatinkan anak-anak sekarang. udah maenannya game komputer/internet, bahasanya jelek pula. selain itu, game menyita banyak waktu anak-anak itu (selain duit, tentunya). mereka mungkin sudah tidak mengenal lagi mainan anak-anak jadul, yang biasa dimainkan secara berkelompok, dan membutuhkan kreativitas saat membuat alatnya. ambil contoh, permainan egrang (jangkungan dari bambu).

    iya kang, memang permainan elektronik sekarang lebih menjanjikan sensasi daripada permainan tradisional yang sebenarnya lebih manusiawi. justru lebih byk hikmah yang terkandung dlam permainan tradisional daripada yg modern

  4. intan0812 said: bener banget…

    iya mbak, menyedihkan sekali

  5. thetrueideas said: satu bahasan lagi tentang Merah Putih

    terima kasih mas, semoga bermanfaat pula untuk pembaca yg lain

  6. kopiradix said: justru lebih byk hikmah yang terkandung dlam permainan tradisional daripada yg modern

    bener. aku sering curi denger mereka kalo lagi maen di warnet. permainannya itu semacam perang-perangan yang “berdarah-darah”. bagaimana membunuh musuh secara efektif (dengan audio-visual, yang seperti nyata, tentunya). > mendidik jadi seorang pembunuh? ah, zaman memang sudah berubah. mudah2an ada pergeseran, dari permainan yang sifatnya kekerasan, menjadi permainan yang edukatif. seharusnya, warnet menyediakan itu.

  7. tianarief said: bener. aku sering curi denger mereka kalo lagi maen di warnet. permainannya itu semacam perang-perangan yang “berdarah-darah”. bagaimana membunuh musuh secara efektif (dengan audio-visual, yang seperti nyata, tentunya). > mendidik jadi seorang pembunuh? ah, zaman memang sudah berubah. mudah2an ada pergeseran, dari permainan yang sifatnya kekerasan, menjadi permainan yang edukatif. seharusnya, warnet menyediakan itu.

    Saya juga dulu juga suka mainan sperti itu kang, namun sesudah belajar lebih lanjut ketemu pepatah Latin yg menyindir”Dulce Bellum Inexpertis” perang itu menyenangkan bagi mereka yang tidak mengalaminya .. ledekan keras bagi me reka yang merasa jadi tentara tanpa pernah terjun ke kancah pertempuran yang sesungguhnya

  8. Dan sang ibu pertiwipun hanya bisa menangis melihat anak bangsanya saling menyakiti dan saling menyalahkan.

  9. lugusekali said: Dan sang ibu pertiwipun hanya bisa menangis melihat anak bangsanya saling menyakiti dan saling menyalahkan.

    ditambah lagi sedikitnya orang yang mau berempati pada ibu pertiwi itu, yang kekayaannya terus menerus dikeruk hanya demi segelintir orang yang haus kekuasaan dan serakah

  10. Sebenarnya adanya ICW, Amrozy, tidak mau menghormati bendera, dsb itu sedikit banyak penyebabnya sama: negara yg tidak hadir dalam mensejahterakan rakyat. Hanya muaranya lain-lain. Ada yg menuntut pemerintahan bersih ala ICW dan LSM beneran lainnya. Ada yg menyimpulkan itu terjadi karena pemerintahan yg dajjal. Jadi kalau saja negeri ini diurus dg baik. Tak perlu pemaksaan menghormati bendera. Wong ulama dan umat Islam turut tumpah darahnya demi kemerdekaan negeri ini

  11. agamfat said: Sebenarnya adanya ICW, Amrozy, tidak mau menghormati bendera, dsb itu sedikit banyak penyebabnya sama: negara yg tidak hadir dalam mensejahterakan rakyat. Hanya muaranya lain-lain. Ada yg menuntut pemerintahan bersih ala ICW dan LSM beneran lainnya. Ada yg menyimpulkan itu terjadi karena pemerintahan yg dajjal. Jadi kalau saja negeri ini diurus dg baik. Tak perlu pemaksaan menghormati bendera. Wong ulama dan umat Islam turut tumpah darahnya demi kemerdekaan negeri ini

    itulah yang seharusnya menjad introspeksi bagi penyelenggara negera ini. mungkin kalau negeri ini diurus dgn lebih baik, org akan suka rela hormat pada bendera tanpa harus dipaksa krn merasa dipahami. Semoga pengorbanan para ulama dan umat Islam yang tumpah darahnya tak sia-sia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: