Monthly Archives: Juli 2011

[Renungan Cinta] Labyrinth sang Minotaur

Derajat cinta sejajar dengan nyawa dan iman. Saling mengisi saling membentuk memberi arti bagi hidup dan kehidupan dunia. Ketika ketiganya bersinergi maka hasilnya adalah sebuah cahaya. Cahaya ilahiah.

Kata-kata di atas terdapat dalam cover belakang buku Dear Love, sebuah buku antologi tentang kisah-kisah cinta yang nyata terjadi dalam kehidupan. Namun, terkadang cinta tak seindah apa yang digambarkan kata-kata tersebut. Bukannya menjadi cahaya yang menerangi, malah menjadi kegelapan yang pekat atau labirin gelap yang mengerikan.

Betapa banyaknya kita temui berita -berita tentang mudahnya orang membunuh dengan alasan cinta. Baik membunuh dirinya sendiri, seperti di tulisan ini, atau orang lain,bahkan terkadang orang yang katanya dia cintai. Mengapa cinta yang begitu indah dan agung malah berubah menjadi awan gelap yang membutakan mata hati sehingga tangan seakan mudah bergerak mencabut nyawa yang bukan haknya?

Cinta yang buta adalah cinta yang tidak bersinergi dengan keimanan dan penghargaan terhadap nyawa dan kehidupan. Cinta seperti itu tidak akan membawa pencintanya ke jalan cahaya yang lurus. Cinta itu malah akan membawanya ke Labyrinth yang gelap dan tak berujung, yang dihuni monster Minotaur seperti dalam kisah mitologi Theseus . Orang yang masuk, atau lebih tepatnya dimasukkan dengan paksa, ke dalam Labyrinth itu tidak akan bisa keluar karena kerumitan jalan-jalan yang ada di dlaamnya. Saat dia sedang kebingungan dan ketakutan serta tak berdaya, saat itulah si monster datang menyerang dan memakannya hidup-hidup tanpa ampun.

Monster bertubuh besar berkepala banteng itu menuntut pengorbanan para pemuda dan pemudi dari Athena setiap tahun. Mynotaur itu sendiri adalah simbol dari kecerdasan EGO kita sendiri. Dalam konsep Se7en Energy Intelligence , kecerdasan EGO adalah kecerdasan paling rendah, yang lebih rendah dari tingkat kecerdasan binatang ternak sekalipun.

Cinta adalah denyut nadi kehidupan, denting irama nada surgawi dan bukanlah monster pembunuh yang mengintai dalam labirin gelap. Cinta adalah cahaya yang menerangi jalan kehidupan dan bukan kegelapan yang menyesatkan. Cinta yang benar akan menghargai nyawa dan kehidupan serta tidak akan menghilangkannya dengan sia-sia. Keimanan akan membawa cinta menuju Jalan Cahaya yang lurus dan penghargaan akan kehidupan membuat cinta menjadi pemelihara yang amanah.

Semoga bermanfaat

Akan datang hari
Mulut di kunci kata tak ada lagi
Akan tiba masa
Tak ada suara dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab tiba

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Matahati kami

Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di Jalan Cahaya sempurna

Mohon karunia kepada kami
Hamba-Mu yang hina

Ketika Tangan dan Kaki Bicara

Chrisye, Lyric by Taufik Ismail

Iklan

[Renungan] Vibrasi Berbahaya di balik Musik dan Kata

Berita mengejutkan kembali menyentak kesadaran umat manusia. Betapa tidak, di salah satu negara paling damai di dunia tiba-tiba terjadi aksi terorisme yang dilakukan oleh orang bule yang jelas bukan Muslim. Si bule itu mengidentifikasikan dirinya sebagai seorang Knight Templar seperti di zaman perang Salib dahulu.

Si Knight Templar era masa kini ternyata mendengarkan musik dari film LORD OF THE RING saat melakukan pembantaian tersebut. Sebelum melakukan pembantaian kejam itu, dia memainkan game WAR OF WARCRAFT dan mendengarkan music-music trance yang menggelar bagai degub jantung orang yang dikejar-kejar pembunuh atau anjing gila. Semua itu dia lakukan untuk mem-boost moral dan semangatnya sebelum melakukan misi sucinya.

Musik Mars dengan dentuman yang menggetarkan jiwa memang sringkali digunakan untuk membangkitkan semangat. Musik-musik seperti itu seringkali dipakai untuk ilustrasi saat terjadi adegan peperangan dalam film-film epik seperti Lord of The Ring atau sejenisnya. Saat kaum fasis berkuasa di Jerman dan Italia saat menjelang dan selama perang Dunia II, musik-musik itu dipergunakan untuk menghipnotis dan mempengaruhi rakyat agar selalu siap untuk berperang. Selain musik, kata-kata magis seperti Sieg Heil, Hail Hitler, dan sebagainya terus menerus dikumandangkan untuk mengendalikan pikiran dan hati rakyat.

Musik tersebut, dalam bukunya Pak Jamil Azzaini dkk yg berjudul Kubik Ledership, bisa membangkitkan gelombang otak sampai ke tingkat Gamma. Bahkan bukan tidak mungkin orang itu menjadi invulnerable to any pain or feeling untuk sementara waktu. Seperti keadaan BERSERKER dalam permainan video game DOOM. Musik seperti itu memang bisa membangkitkan semangat secara instant, namun kalau tidak hati-hati bisa menjadi tak terkontrol. Musik seperti itu sangat berpotensi menguatkan kecerdasan EGO, yang merupakan kecerdasan terendah manusia menurut konsep Se7en Energy Intelligence.

Saat saya berkunjung ke kantor seorang teman, rekan kerjanya ada yang memutar musik dari kelompok Les Misrables yang berjudul Do You hear the people Sing yang berkisah tentang revolusi Prancis. Musik yang bernuansa opera tersebut dikemas dengan dentuman yang menggetarkan. Para pendengarnya seakan akan dibawa ke abad ke 18 saat keluarga kerajaan Prancis dan para bangsawan menemui ajal mereka di pisau Guillotine. Para penyanyi lagu tersebut pun berpakaian seperti kaum revolusioner saat itu.

Do you hear the people sing?
Singing a song of angry men?
It is the music of a people
Who will not be slaves again!
When the beating of your heart
Echoes the beating of the drums
There is a life about to start
When tomorrow comes!

Gempuran vibrasi musik – musik keras itu adalah salah satu bentuk “trance” dalam keadaan sadar, terikat begitu kuat pada makhluk dan lupa pada Rabb dari para makhluk tersebut. Sehingga, tidak mengherankan apabila ada yang sampai bisa bertindak brutal dan melampaui batas prikemanusiaan dan perikeadilan. Vibrasi energi yang kuat merasuk ke dalam alam bawah sadar sehingga membuat pelakunya merasa menjadi bagian dari personifikasi tertentu, seperti para Ksatria Templar abad pertengahan atau yang lainnya. Belum lagi beragam kisah-kisah yang berasal mitologi Nordic yang bertentangan dengan keyakinan seorang muslim seperti pada lagu-lagu Manowar. Salah satu contoh lirik tersebut bisa disimak di bawah ini:

Blood and death lived on his sword
The god of war his only lord
Into the depths of hell
Go all he fell

Take thy shield take thy sword
All thy weapons to the sky
Ye shall need them when Odin bid thee rise

For none but the brave
Shall rise up from the grave
To see the Valkyries fly

And so it was by the hand of Odin
Did the immortal warrior pass through
The gates of Valhalla and into legend.

Rise brother rise pass Valhalla’s gates
Here great warriors await

Reborn from thy steel
All thy wounds be healed

From the earth to the sky
Now the son of Odin rise!

Take thy place among the kings
For thy soul shall never die!

Hymn oF Immortal Warrior, Manowar

Musik memang bukan satu-satunya faktor pemicu keganasan manusia. Masih banyak faktor lain seperti Konsep RAS Unggul, beragam ideologi yang menyimpang, nostalgia masa lalu atau bahkan fantasy, media massa dan lain sebagainya. Namun kemampuan vibrasi dan pengaruh destruktif dari musik-musik dan kata-kata tertentu tidak bisa diremehkan.

Semoga bermanfaat, mohon maaf buat yang kurang berkenan

Referensi

Fasisme, ideologi berdarah Darwinisme, Harun Yahya

Kubik Leadership, Gramedia

Ilmu Kebal ditinjau perspektif Energi Kehidupan

Sungguh merupakan suatu keperihatinan yang mendalam saat mengetahui suatu ormas Islam mempersiapkan dan mengorganisir anggotanya dalam suatu laskar yang dibekali ilmu-ilmu kekebalan. Menurut mereka, laskar dipersiapkan untuk menjaga keutuhan negera Indonesia serta melawan apa yang selama ini dikenal dengan istilah Terorisme. Sungguh terasa adanya aroma adu domba di dalam keadaan ini berhubung mereka yang dituduh sebagai teroris pun sebenarnya orang Islam juga.

Manusia, sebagaimana disebutkan dalam surat At Tiin, telah diciptakan dalam bentuk yang terbaik. Artinya, manusia memiliki aliran dan keseimbangan energi yang telah dirancang sedemikian rupa oleh penciptanya. Ilmu kedokteran Cina kuno telah memetakan jalur-jalur energi tersebut dalam ilmu akupuntur, yang disebut Meridian. Bila dalam saluran energi tersebut ada penyumbatan, maka akan timbul berbagai gangguan baik fisik maupun emosi. Gary Craig, sang founder Emotional Freedom Technique pernah menyatakan bahwa semua gangguan emosi dan fisik disebabkan oleh terganggunya sistem energi tubuh.

Ilmu kebal tak ubahnya memadatkan molekul-molekul yang ada di dalam tubuh, serta menghambat sirkulasi energi kehidupan di dalamnya. Semakin padat suatu benda berarti semakin kecil sirkulasi energi yang berlangsung pada benda itu. Semakin padat suatu benda, berarti semakin terpenjara gerakan energi yang ada di benda itu. Bila pemadatan ini terjadi pada
tubuh manusia, maka sirkulasi energi yang ada di dalamnya akan terganggu. Timbulnya berbagai macam gangguan fisik dan emosi tinggal menunggu waktu. Belum lagi gangguan yang terjadi antar manusia karena, walaupun terpisah secara fisik, sesungguhnya semua manusia terhubung satu sama lain dalam bentuk energi. Seperti sinyal wifi atau handphone atau gelombang radio yang tak terlihat tapi sesungguhnya ada.

Ilmu kebal tidak pernah dipraktekkan oleh Nabi SAW dan para sahabat. Dalam berbagai pertempuran, mereka pun banyak yang terluka, bahkan terbunuh sebagai syuhada. Mereka adalah manusia-manusia pilihan yang memang telah dipersiapkan untuk menjadi uswatun hasanah atau teladan yang baik bagi manusia. Sungguh tidak dapat diterima apabila para manusia tauladan itu ternyata mengalami berbagai gangguan fisik dan emosi yang diakibatkan ketidakseimbangan dan penyumbatan pada sistem energi mereka. Pilihan ada di tangan kita, teladan manakah yang akan kita ikuti.

Semoga bermanfaat

[LEBAY-nya MULTIPLY/ERS] Edit HTML

Saya mulai ber-MP ria pada tahun 2007, benar2 newbie gak tahu apa-apa, tulisan pun ala kadarnya. Niat awalnya sih untuk promosi situs replika HPA saya, krn itulah pakai id kopiradix, nama produk HPA paling laris.

Dulu pernah mau pasang foto di postingan blog, entah error apa gak berhasil, maklum nge-MP-nya di warnet. Mau memasang hyperlink saat laporan kegiatan kopdar pun masih bingung gimana caranya. Gak lucu dong kalau nge-blog isinya tulisan doang, kan kesannya jadinya garing .. walaupun tentu saja .. content is king.

Suatu ketika, saat jalan-jalan ke toko buku, saya nemu buku tentang pembuatan blog, yagn di dalamnya termasuk bagaimana meng-edit dokumen HTML. Waaaah, ini dia solusi dari masalah saya .. he he he.

Mula mula buku itu saya baca dulu .. ya iyalaah masak dijadiin bantal .. oh ya, pas di toko buku saya beli dan bayar dulu di kasir, kalau tidak bisa digelandang satpam dong

lalu, saya buka notepad dan saya ketik beberapa kalimat untuk percobaan. kalimat-kalimat itu saya bubuhi tag-tag HTML yang ada di buku lalu saya save dengan extention .html, biar beda sama yang extention-nya .txt . Sesudah itu saya buka pakai internet browser Firefox daaaan Eng Ing Eeeng .. ternyata bisa sodara-sodara

Sehingga, mulailah saya tenggelam ke dalam kerepotan yang cukup menguras energi.

Kalau mau posting yang ada fotonya, harus di-upload dulu ke situs image hosting seperti Photobucket lalu script HTML-nya dikerek ke postingan MP. Ngereknya pakai tag <img src=””> dan link image hosting ditempatkan diantara dua tanda kutip.
Contohnya di postingan yang ini dan yang ini. Tanda kutip itu juga sering jadi masalah, pernah suatu ketika mau posting di warnet flashdisk ketinggalan di rumah. Jadi terpaksa ngetik di sana dan pas di-upload koq gak sesuai keinginan, ternyata ada tanda kutip yang ketinggalan.

Bahkan ada yang posting ditempeli video Harun Yahya segala, contohnya yang ini dan yang ini. Maklum, waktu itu karya-karya penulis berkebangsaan Turki itu lagi ngetop abiez di toko2 dan pameran2 buku.

Kalau setiap kali saya nulis harus kerepotan dengan beragam tag HTML yang harus dimasukkan. Misalnya, kalau mau ganti paragraf harus ketik <br> dulu. Berhubung namanya dokumen HTML kan gak kenal spasi, ngertinya tag <br> atau <p> kalau mau pindah paragraf. Kalau mau huruf tebal pakai tag <b> dan kalau mau italic harus pakai tag <i> dan sebagainya.

Bahkan, sesudah punya akses internet sendiri di rumah, bela-belain install progaram HTML Kit, padahal sih ngedit HTML-nya sama aja kaya di nulis di notepad, gitu-gitu aja

Tetapi, sesudah berjalannya waktu dan lebih mengenal blog engine kesayangan kita ini, apa yang terjadi saudara-saudara …

ternyata semua sesungguhnya itu tidak perlu dilakukan … sebab, di tempat untuk posting blog, hampir semua fasilitas tersdia, kecuali kalau mau ditempeli video tentunya. Lagipula, kalau di bawah 10 menit kan masih bisa di-post di bagian video dari MP kita.

Kemana aja nge-MP selama itu koq icon-icon yang ada di atas tempat postingan dicuekin abiezz

kalau mau pasang link, ya udah highlite aja text yang mau dijadikan hyperlink lalu klik icon link yang ada di online form pembuatan blog entry yang dimaksud. Kalau mau ditambahi gambar, ya udah upload aja via MP itu sendiri, gak usah dikerek dari sana dan dari sini.

Namun, tidak ada yang tidak mengandung hikmah tentu saja. yang jelas, saya jadi tahu beberapa tag HTML yang cukup membantu kalau harus buat postingan di notes FB atau bagian lain dari MP seperti kotak komentar, Review, Photo dan lain sebagainya.

Lebay atau tidaknya postingan kali ini saya serahkan pada dewan juri dan rekan2 MPers yang lain, yang jelas postingan ini mengingatkan saya pada tagline sebuah iklan

Senengane koq repot ..

ditulis secara asal-asalan dan selebay mungkin untuk memeriahkan lombanya lebaynya Om Wib711

[Flash Fiction] Apartement

Di sebuah ruang tamu sebuah suite suatu apartemen mewah, beberapa anak muda berusia belasan tahun tampak sedang berkumpul. “Begini nih hidup di apartemen. Security-nya terjaga selama 24 jam penuh, aman. Gak kaya di kawasan kumuh di belakang sekolah kita tuh, yang banyak kejahatan kaya pengedar narkoba, tukang palak dan lain – lain” kata Roy, anak seorang direktur utama yang menyewa sebuah suite di apartemen mewah tersebut pada teman-temannya. Dia pun mengambil remote untuk menyalakan televisi multimedia canggih berlayar lebar yang ada di ujung ruangan.

Seorang pembaca berita pun muncul di layar TV dan membacakan berita:

Polisi telah berhasil menangkap beberapa buronan yang selama dicari-cari di sebuah apartemen mewah yang banyak disewa warga negara asing. Mereka ditengarai sebagai bagian dari sindikat narkoba international yang sering menggunakan apartemen-apartemen mewah di ibukota ini sebagai basis operasi mereka.

Meneladani Penduduk Gaza dalam memegang Amanah Al Quran

Tahun 1967, kekuatan militer terbesar di Timur Tengah yaitu Mesir kalah dan hancur luluh lantak oleh Israel yang belum memiliki kekuatan militer yang besar. Sinai pun jatuh ke dalam penjajahan Israel kala itu. Para penguasa dan raja-raja Arab pun gemetar ketakutan ketika itu. Namun kini, sebagai salah satu negara dengan militer terkuat di dunia, Israel tidak berdaya untuk menembus Gaza, sebuah daerah kecil yang hanya dihuni penduduk lemah dan miskin. Karena Gaza setiap tahun menghasilkan 40 ribu penghafal Al Quran. Demikian yang disampaikan oleh Ustadz Bahtiar Nasir, pendiri dan pimpinan Ar Rahman Quranic Learning Center dalam acara MABIT bertema Pemuda sebagai Pengemban Amanah Al Quran di Masjdi BI. Beliau lalu menjelaskan bahwa hafalan Al Quran yang ada di dalam dada para penduduk Gaza itulah sumber kekuatan mereka yang hakiki. Mereka telah membuktikan diri sebagai pemuda-pemuda pemegang amanah Al Quran yang sejati.

Logikanya, jika Al Quran saja bisa dihafal secara keseluruhan, maka yang namanya sholat tentu lebih terjaga lagi, baik yang sunnah terlebih lagi yang wajib. Infaq pun mereka tidak kalah dengan saudara-saudaranya yang hidup merdeka. Pada waktu bencana melanda Indonesia beberapa waktu yang lalu, orang-orang Palestina yang hidupnya serba susah itu malah membantu menggalang dana demi saudara mereka yang tertimpa musibah. Walau mungkin dari sudut kuantitas masih di bawah penyumbang yang lain, namun kesediaan mereka membantu walaupun mereka sendiri susah patut diteladani.

Bercermin dari keteladanan para penduduk Gaza, sungguh kaum muslimin Indonesia seharusnya merasa malu. Betapa sedikitnya kaum muslimin Indonesia yang hafal seluruh atau sebagian isi Al Quran dibandingkan jumlah penduduk muslimnya yang terbanyak di dunia. Wacana manfaat sedekah baru beberapa tahun ini bergema di Indonesia, itupun seringkali harus dilengkapi dengan iming-iming rezeki duniawi yang tak terduga datangnya. Masjid-masjid di negeri ini masih sepi saat waktu sholat tiba. Pada 1/3 malam yang akhir, entah apakah lebih banyak yang tidur atau yang beribadah pada Allah SWT. Jika Makkah dan Madinah adalah indikator kesalehan pribadi seorang muslim, maka kesalehan sosialnya tercermin dari keadaan Palestina. Jika Palestina masih membara, maka sesungguhnya ada yang salah dengan ukhuwah kita selama ini. Jika dengan sesama muslim yang dekat saja kita sudah tidak mau saling memaafkan, saling memahami dan saling bekerja sama dalam kebaikan dan perbaikan, maka apa yang bisa diharapkan oleh saudara-saudara kita di Palestina?

Padahal, salah satu Palestinian brother kita, Mr. Jomah Al Najjar, pernah mengatakan bahwa kaum muslimin Indonesia bisa berbuat banyak bagi mereka. Chairman of The Palestinian Welfare House tersebut pernah berpesan agar kaum muslimin memperbanyak doa untuk para saudaranya di Palestina. Beliau juga berpesan agar jika mungkin kita berjamaah di Masjid Al Aqsa agar Israel takut. Banyaknya kaum muslimin yang mengunjungi Al Aqsa akan menggetarkan jiwa pengecut mereka, walaupun hanya untuk sholat berjamaah dan tidak melakukan hal-hal lain. Orang-orang Palestina tidak diperbolehkan sholat berjamaah di masjid Al Aqsa oleh tentara-tentara penjajah laknat tersebut. Bisa jadi, beliau menganggap orang-orang Indonesia adalah orang-orang yang sangat menjaga apa yang masuk ke dalam mulutnya, baik dari zat makanannya atau cara memperolehnya. Mungkin juga beliau mengira bahwa kaum muslimin Indonesia memiliki keberanian yang sangat tinggi dan kemampuan finansial yang cukup untuk bisa ke Masjid Al Aqsa. Walau pada kenyataanya, banyak kaum muslimin di negeri ini yang masih berada di bawah garis kemiskinan. Mereka yang kaya pun tidak ada keinginan untuk pergi ke sana karena resiko yang harus ditanggung sangat besar. Meski pada kenyataannya, banyak hal-hal yang syubhat masih mengelilingi kita. Banyak pula penduduk negeri ini yang masih perlu dipertanyakan apakah hartanya benar-benar halal atau masih ada unsur haram dan unsur kezaliman di dalamnya.

Maka, terbayang oleh kita betapa kecewa saudara-saudara kita di sana apabila mengetahui kualitas keimanan dan ketaqwaan kaum muslimin di negeri ini. Betapa besar kekecewaan mereka jika mengetahui jumlah uang yang dikorupsi oleh para koruptor Indonesia yang mungkin sebagian besarnya ada di bank-bank Singapore dan Swiss. Padahal, jika sebagian dari uang sejumlah itu bisa disumbangkan ke sana, tentu beban hidup mereka akan berkurang beratnya. Sementara, penduduk Indoneisa yang terpuruk dan terjerat kemiskinan sudah tak terhitung lagi banyaknya. Sumber daya alam dan hasil bumi yang melimpah ruah malah dieksploitasi oleh perusahaan-perusahaan dari negara-negara asing yang cenderung pro pada Zionis dan penjajahannya. Sehingga, jangankan Gaza dan Palestina, rakyat negeri sendiri pun tidak bisa menikmati limpahan anugerah yang sangat indah itu.

Pertanyaan yang timbul adalah, apakah kita tega mengecewakan mereka yang mungkin mengira kita memiliki tingkat keimanan yang sama atau bahkan lebih dari mereka? Padahal dari gambaran di awal tulisan ini sudah jelas iman dan ketaqwaan siapa yang lebih baik, lebih bersinar dan lebih tinggi di hadapan Allah SWT. Apapun jawaban yang kita berikan atas pertanyaan tersebut, biarlah nurani kita yang menjawabnya. Bagaimanapun juga, para penduduk Gaza telah memberi kita semua keteladanan yang sangat inggi dalam memegang teguh amanah Al Quran. Suatu amanah yang sangat berat hingga gunung pun tak mampu membawanya. Hanya para pemuda dan pemudi muslim yang dikuatkan dan dikukuhkan bahunya oleh Allah SWT yang mampu mengangkat amaanh seberat itu. Bukan para pemuda dan pemudi egois yang lebih suka menghabiskan waktu dan hartanya demi kepentingan dan kepuasan dirinya sendiri.

Semoga bermanfaat

[Curhat] Khutbah Jumat dan Peristiwa WTC

Berikut sedikit curhat dan uneg-uneg sesudah mengikuti ceramah saat sholat jumat, sengaja nama khatib dan lokasi masjid tidak diberitahu demi menjaga nama baik ybs. Berhubung uneg-uneg, maka mohon dimaafkan apabil tulisannya kurang mengalir dan isinya tidak fokus.

Mula-mula, khatib mengutip isi kitab Durratun Nasihin tentang bulan Rajab, Syaban dan Ramadhan. Menurut kitab itu, Rajab sebagai bulan pembersihan dosa tubuh, Syaban bulan pembersihan hati dan Ramadhan pembersihan jiwa. Belum jelas bagi saya bagaimana memahami memaknai apa yang disbut pembersihan itu. Memang, kitab Durratun Nasihin ini sudah banyak mendapat kritikan karena adanya kisah-kisah Israilyat dan hadits-haditsnya dhoif bahkan ada yang palsu. Namun, banyak juga yang membela dan masih menggunakan kitab tersebut.

Khatib lalu mengutip isi kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al Ghazali. Khatib menyebutkan adanya tiga penyakit hati yang perlu dihindari yaitu iri dengki, sombong dan kikir. Ketiga penyakit hati tersebut memang sudah banyak diketahui orang walaupun bukan jaminan terhindar darinya. Saat menjelaskan tentang sombong, khatib mengutip kisah Firaun yang tenggelam di laut merah dan Raja Namrudz yang pasukannya dikalahkan nyamuk.

Yang jadi masalah adalah saat khatib menceritakan peristiwa runtuhnya gedung WTC di New York. Betapa gedung kembar berbahan baja dan beton yang kukuh hancur saat ditabrak pesawat. Kata khatib, saat bahan bakar pesawat itu tumpah, gedung kembar itu pun hancur luluh lantak. Oleh karena itu, jangan menyombongkan diri dengan membangun gedung tinggi, begitu kira-kira kesimpulannya. Memang, saya percaya khatib berniat baik hendak menyampaikan contoh yang relevan dengan khotbahnya. Namun, kesimpulan itu menyesatkan, setidaknya menurut saya dan mereka yang suka mengkaji teori konsirasi.

Peristiwa WTC bulan September 2001 yang lalu itu memang masih menyimpan misteri tak terpecahkan hingga saat ini dan mungkin sampai Hari Kiamat nanti. Banyak orang, apalagi yang awam akan konstruksi bangunan menganggap bahwa tumbukan pesawat penumpang komersial itu cukup untuk menghancurkan kedua menara kembar tersebut. Namun, bagi mereka yang setidaknya punya pengetahuan memadai tentang konstruksi bangunan, peristiwa itu sangat mengherankan. Tanpa harus berteori konspirasi ria, sudah cukup kiranya diperkirakan adanya campur tangan orang dalam pada peristiwa tersebut. Osama Bin Ladin tidak akan mampu mengorganisir serangan seperti itu dari persembunyiannya di daerah Afghanistan atau Pakistan. Kedua pesawat yang menabrak menara kembar tidak akan cukup kuat untuk menghancurkan kedua gedung hingga luluh lantak tanpa bantuan peledakan terkendali atau controlled demolition.

Kebohongan maha besar itulah yang dijadikan alasan bagi pemerintahan Bu(l)sh{it) laknatullah untuk menghancurleburkan Afghanistan dan Iraq. Banyak pihak yang menduga selain untuk mengeruk cadangan minyak di Afghanistan, cekungan Caspia dan Iraq, juga untuk menghidupkan kembali kartel narkoba di daerah Golden Cresent atau Bulan Sabit Emas. Konon banyak pihak termasuk pejabat CIA yang kebagian uang haram dari bisnis laknat barang najis tersebut.

Mungkin telah tiba saatnya para khatib harus menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Membuka diri dari berbagai kemungkinan dan hal-hal baru sehingga bisa menyajikan materi khutbah yang lebih segar dan berkualitas, sehingga jamaah jumat tidak lagi menjadikan khutbah jumat sebagai kesempatan untuk tidur siang berjamaah.

Semoga bermanfaat, mohon maaf bagi yang kurang berkenan

Related Post

Osama bin Ladin and Me

[Kiat Menulis] Menulis Feature di Blog

Secara kasar karya jurnalistik bisa dibagi menjadi tiga, pertama stright/spot News berisi materi penting yang harus segera dilaporkan kepada publik (sering pula disebut breaking news). Kedua, news feature, memanfaatkan materi penting pada spot news, umumnya dengan memberikan unsur human/manusiawi di balik peristiwa yang hangat terjadi atau dengan memberikan latarbelakang (konteks dan perspektif) melalui interpretasi.Dan ketiga, feature bertu-juan untuk menghibur melalui penggunaan materi yang menarik tapi tidak selalu penting. Penjelasan tersebut dikutip dari blog yang ini.

Saya mulai mampu memasukkan unsur-unsur feature ke dalam blog sesudah mengikuti workshop perdana Pena Lectura di gedung perfileman Usmar Ismail, di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam workshop yang diisi oleh mbak Ollie dan mbak Imazahra itu, diajarkan bahwa pengalaman pribadi atau kejadian sehari-hari bisa digambarkan dengan sangat indah dan menggugah perasaan bagaikan cerita fiksi. Kreatifitas merangkai kata pun tidak hanya bisa diaplikasikan pada tulisan-tulisan sastra. Sebuah kejadian sederhana bisa digambarkan dalam banyak sekali sudut padang hingga menghasilkan tulisan yang menggugah dan mencerahkan. Tulisan-tulisan tersebut antara lain, Tangan Kecil dan Sekerat Daging, Pak Tua Pemungut Sampah dan lain sebagainya.

Saya melihat cukup banyak persamaan dalam tulisan creative non fiction itu dengan tayangan-tayangan dokumenter yang ada di Elshinta TV. Sebagian dari tayangan tersebut adalah film dokumenter lama yang pernah ditayangkan oleh Indosiar, sebagian lainnya relatif baru. Script dari film-film dokumenter lama itu pun masih bisa kita temukan di rubrik Ragam di situs Indosiar. Walaupun sudah lama, namun tetap bisa dinikmati dan tetap relevan dengan keadaan sekarang ini. Hanya saja, saat itu saya belum menemukan perbedaan signifikan antara penulisan blog dengan teknik creative non fiction dengan penulisan feature.

Baru sesudah melihat dua bocah bermain bola dengan botol air mineral, yang saya tuangkan di tulisan yang ini, saya menyadari ada perbedaan penting diantara dua jenis tulisan tersebut. Dalam tulisan tentang dua bocah itu, saya menempatkan diri sebagai sosok pengamat yang netral. Saya tidak memasukkan diri saya ke dalam tulisan tersebut. Jadi, dalam tulisan tersebut, hasrat untuk narsis dan menonjolkan perlu diredam terlebih dahulu.
Hal yang membedakan antara blog yang ditulis dengan teknik creative non fiction dengan tulisan feature adalah sudut pandangnya. Biasanya, seorang blogger mengisi blog-nya dengan tulisan-tulisan yang bersifat pribadi. Me, myself and I jika masih single atau tentang keluarga apabila sudah berkeluarga. Yang jelas, si blogger inilah yang jadi pemeran utama, yang lain hanya sebagai pemeran pendukung atau pembantu. Sehingga, tulisan – tulisan di blog cenderung dilihat dari sudut pandang orang pertama.

Untuk melatih diri menulis feature di blog, pertama-tama si blogger harus rela menuliskan tulisannya dari sudut pandang orang lain. Tiba saatnya si blogger bermain di belakang layar. Jika diumpamakan film, si blogger yang tadinya jadi bintang dalam blognya, kini berperan menjadi sutradara atau produser. Tulisan-tulisan yang dibuat lebih menonjolkan apa yang dirasakan orang yang menjadi subyek dalam tulisannya. Kebanyakan wartawan kawakan memakai pedoman ini: ‘’Kalau Anda bukan tokoh utama, jangan sebut-sebut Anda dalam tulisan Anda.’’

Menulis feature memang bukan sekedar mendeskripsikan keadaan. Namun lebih dari itu, sang penulis perlu menampilkan sisi sisi yang menggugah emosi dari yang dia tuliskan. Sehingga, sekedar mengamati tidaklah cukup. Perlu ada interaksi antar manusia di sana, antar si penulis dengan orang yang menjadi subjek tulisannya. Sehingga, muatan emosi dari orang-orang yang menjadi subyek dalam tulisan tersebut akan mempengaruhi pembacanya.

Contoh tulisan feature yang cukup menggugah ada di rubrik Ragam dalam situs Indosiar. Sebenarnya, tulisan-tulisan itu merupakan script dari acara dokumenter yang sudah tidak lagi ditayangkan oleh Indosiar. Sebagian dari acara-acara tersebut sekarang ditayangkan oleh stasiun tv favorit saya, yaitu Elshinta TV. Kisah yang ditayangkan antara lain tentang para penyelam tradisional di Pulau Tidung yang seringkali terserang kram karena mereka belum memahami pentingnya dekompresi. Mereka menganggap kram yang mereka rasakan hanya gejala masuk angin belaka. Atau kisah para petani garam di Cirebon yang pendapatannya sangat tidak menentu karena sangat tergantung cuaca. Masih banyak lagi script tayangan feature yang bisa kita baca di sana.

Semoga bermanfaat

[Feature] Sepak Botol Air Mineral

Malam telah mengurung Jakarta dengan sayap sayap hitamnya. Para jamaah sholat Isya di masjid Al Bina yang terletak di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, telah selesai melaksanakan ibadah yang diwajibkan bagi mereka itu dan beranjak pulang ke kediaman masing-masing. Tinggal sedikit manusia yang tersisa di masjid yang terletak di kawasan prestisius yang super sibuk di pusat kota Jakarta itu. Para pedagang pun mengemasi dagangan mereka dan para marbot pun membereskan kembali kotak amal untuk disimpan di tempat yang aman. Beberapa orang pun menyempatkan diri untuk beristirahat, mengumpulkan tenaga dan menarik nafas sejenak.

Diantara kesibukan tersebut, dua orang anak tampak bersemangat menendang botol bekas minuman air mineral yang sudah kosong. Mereka bermain di pelataran masjid yang ditutupi ubin keramik. Botol itu diisi pasir sedikit agar cukup berat untuk bisa ditendang. Bak pemain bola profesional, kedua anak itu saling beradu untuk memasukkan bola ke gawang lawan. Gerak lincah kaki – kaki kecil saat menendang dan mengejar bola beriringan dengan tawa riang kedua bocah itu saat mereka beraksi. Tak jarang, salah satu atau keduanya terjatuh karena semangat olah raga dan kegembiraan yang tak terbendung lagi. Bola yang terbuat dari botol air mineral itu pun meluncur bergesekan dengan lantai ubin hingga menghasilkan bunyi yang khas. Walaupun mungkin mengganggu bagi sebagian orang, namun bunyi-bunyian itu seakan tak peduli. Dia terus melepaskan energi kegembiraan ke sekelilingnya.

Beberapa pemuda pun turut menyemangati kedua bocah. Mereka berteriak dan tertawa-tawa seraya menyebut nama seorang pemain bola profesional yang diidolakan banyak penggemar sepak bola. Kedua bocah pun bertambah senang bermain, seakan semangat sang idola menyatu dalam diri mereka. Lampu sorot yang menerangi pelataran masjid pun terlihat seperti lampu-lampu stadion sepak bola, mengiringi mimpi mereka saat itu untuk menjadi pemain bola profesional. Seakan mereka diangkat sejenak dari kehidupan mereka yang miskin dan jauh dari segala fasilitas yang penuh kenyamanan.

Salah satu pemuda yang lebih tua pun ikut bermain. Terkadang si pemuda berperan sebagai wasit bagi kedua bocah, terkadang dia mengajari mereka. Tentunya sebatas pengetahuan yang dia ketahui tentang sepak bola. Namun, semua itu tidaklah penting. Betapapun terbatasnya pengetahuan si pemuda, namun sama sekali tidak mengurangi kegembiraan mereka. Mereka sangat menikmati permainan sederhana tersebut. Tidak sedikitpun terlihat ketidakpuasan mereka atas permainan itu. Walaupun permainan itu bukan permainan-permainan elektronik yang harus dimainkan dengan komputer canggih berkoneksi internet. Meskipun bukan permainan canggih ada di berbagai pusat perbelanjaan yang tak jauh dari tempat para bocah bermain.
Manusia yang ada di sana pun semakin berkurang. Kedua bocah dan para pemuda itu pun menyadari bahwa kesenangan yang mereka sedang nikmati itupun harus berakhir. Larutnya malam membuat mereka harus kembali. Bola mereka yang terbuat dari botol air mineral itu pun dilemparkan ke tempat sampah, tempat di mana seharusnya benda itu berada. Lalu sambil tak henti tertawa mereka pun meninggalkan pelataran Masjid Al Bina. Kembali ke kehidupan nyata yang penuh pahit getir kemiskinan yang selama ini membelenggu mereka. Entah sampai kapan.

Note: ditulis untuk belajar menulis Feature, semoga bermanfaat

[Kisah Relawan] Bertemu seorang brother dari Palestina

Sabtu kemarin, saat mengikut Volunteer Sharing Session di kantor ACT di Ciputat, saya mendapat kesempatan bertemu dengan seorang brother bernama Jomah M. Al Najjar, Chairman of The Palestinian Welfare House. Beliau datang hendak berpamitan pada kami untuk melanjutkan perjalanannya, namun pak Imam Akbari meminta beliau untuk menyampaikan sepatah dua patah kata pada peserta volunteer sharing. Beliau, dengan penuh keharuan, menyampaikan apresiasinya pada kami atas kepedulian dan bantuan kaum muslimin Indonesia. “Other countries help Palestinian because of humanity, but you help us because of dien, so the intention is different” demikian kata brother Jomah. Makna pernyataan brother Jomah di atas adalah mereka merasakan bahwa kaum muslimin di Indonesia membantu mereka karena kesamaan akidah dan persaudaraan sesama Muslim atau ukhuwah Islamiyah

Jujur terus terang, tidak pernah terbersit sedikitpun bakal ada kesempatan bertemu seorang brother dari Palestina dan mendengar langsung apresiasi tulus dari beliau. Apresiasi yang sebenarnya terlalu tinggi bagi seorang seperti saya yang masih belum apa-apa dibandingkan mereka. Terbersit rasa malu yang adalam karena masih jauh dari apresiasi yang beliau sebutkan, baik secara pribadi maupun mewakili rakyat dan komunitas2 yang ada di Palestina, tanah penuh berkah yang kini bersimbah darah orang-orang tak berdosa.

Mungkinkah mereka mengetahui bahwa sesungguhnya mereka lebih beruntung daripada kaum muslimin yang ada di negeri zamrud khatulistiwa ini. Jika mereka harus berhadapan engna tentara zionsi bersenjata lengkap, kaum muslimin di sini harus berhadapan dengan musuh-musuh yang sulit dideteksi seperti kemiskinan, kemaksiatan, kapitalisme dan sebagainya.

Jika anak-anak di sana benar-benar menjadi pahlawan dengan menghadang tank-tank pasukan zionis dengan batu, di sini anak-anak baru bermimpi jadi pahlawan dengan memainkan adegan tembak menembak di berbagai macam game online. Jika penduduk Gaza dan berbagai wilayah lain di Palestina terhimpit kemiskinan karean penjajahan Zionis, maka penduduk di negeri ini banyak yang terhimpit kemiskinan karena dijajah diri mereka sendiri. Jika di sana banyak pemuda dan pemudi bermental pejuang, maka di negeri ini banyak pemuda dan pemudi bermental pecundang. Jangankan melawan musuh bersenjata lengkap, melawan keinginan untuk merokok, pacaran, atau menghabiskan waktu sia-sia saja seringkali tidak sanggup.

Sungguh tidak terbayangkan bagi saya apabila mereka mengetahui kekurangan dan kelemahan jiwa dari para saudara mereka. Saudara-saudara sesama muslim yang pernah mereka banggakan dan apresiasi dengan tulus itu. Tentu akan menjadi suatu kekecewaan yang mendalam dan sulit disembuhkan apabila Allah SWT membuka aib dan kekurangan kaum muslimin Indonesia yang seringkali egois dan mementingkan diri sendiri. Bukan tidak mungkin kekecawaan itu akan lebih menyakitkan dibandingkan penderitaan hidup di bawah kekejaman Zionisme. DR. Nawaf Takruri, seorang cendekiawan HAMAS dan penulis buku Dahsyatnya Jihad Harta, pernah mengatakan bahwa Palestina memerlukan biaya hidup satu milyar per bulan, namun yang dikeluarkan oleh orang Indonesia untuk merokok sekitar 8 milyar per bulan. Alangkah indahnya persaudaraan yang tercipta jika orang Indonesia bisa berhenti merokok demi saudara-saudaranya di sana.

Ya Allah, betapa malunya kami saat kau hadirkan hamba-hambaMu yang berjuang tanpa keraguan sedikitpun, penuh keberanian hanya demi mengharap ridhoMu. Yaa Allah, janganlah Engkau biarkan kami menjadi orang-orang yang tak berdaya saat yang lain berjuang membebaskan saudara-saudaranya yang terjajah di sana. Berilah kami kekuatan agar kami bisa berhenti menzalimi diri kami sendiri, yang membuat kami selama ini terlalu lemah untuk membantu dan mendukung perjuangan mereka di sana

Aamiin

semoga bermanfaat

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn