[Healing] Menyembuhkan Sakit Gigi dengan Quantum Touch dan EFT


Selain bertugas sebagai pendamping salah satu kelompok, saat acara Edufasting kedua dari komunitas Lebah kemarin saya pun memainkan peran favorit saya. Sebagai seorang penyembuh atau healing facilitator. Semenjak mengikuti training SEFT bersama pak Ahmad Faiz Zainuddin dan bertugas sebagai relawan trauma healing di Padang, saya seringkali membantu orang menyembuhkan diri mereka.

Kali ini saya harus menangani kasus yang selama ini jarang saya temui yaitu sakit gigi. Maklum, saya kan hanya sekedar praktisi penyembuhan amatir dan bukan dokter gigi. Enggak tanggung-tanggung, tiga kasus sakit gigi sekaligus. Untungnya tidak bersamaan. Memang, manusia sebenarnya bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Namun, karena sebagian besar menusia tingkat energinya relatif rendah maka tubuh perlu waktu lama untuk memulihkan diri. Untuk mempercepat kesembuhan, banyak orang memerlukan tambahan energi untuk memancing vibrasi energinya agar meningkat hingga menghasilkan efek kesembuhan. Lengkapnya bisa dibaca di tulisan yang ini

Yang pertama adalah seorang anak yang kelihatannya masih awal belasan tahun. Dia bilang minta obat sakit gigi dan pada saat saya ke bagian kesehatan, tidak tersedia obat untuk sakit gigi. Yang ada obat sakit maag, sakit kepala dan beberapa yang lain. Akhirnya saya coba membantu dengan “cara saya sendiri” yaitu Quantum Touch. Saya pernah mendengar seorang trainer pernah mengatakan bahwa EFT sebaiknya tidak diterapkan pada anak-anak berusia di bawah 14 tahun. Dikhawatirkan ada kerusakan pada syaraf-syaraf otak mereka saat dewasa nanti. Sehingga, saya pun menggunakan Quantum Touch untuk membantu anak yang sakit gigi itu. Alhamdulilah, karena sakitnya tidak terlalu parah, maka sedikit penyaluran energi ala Quantum Touch sudah cukup memadai.

Kasus kedua terjadi pada rekan sesama panitia Sanlat Edufasting tersebut. Dia bilang minta Ponstan, sejenis obat sakit gigi. Namun, karena tidak tersedia, maka saya pun menawarkan diri untuk membantu. Setelah beberapa putaran EFT dan sedikit penyaluran energi Quantum Touch, rekan tersebut sudah sangat membaik. Dia bilang seperti ada energi yang merambat dan membuat bagian gigi yang sakit terasa nyaman. Berarti, jalur energi yang terhambat sudah terbuka dan energinya kembali lancar.

Kasus ketiga rupanya cukup rumit. Seorang kakak pembimbing meminta saya membantu salah satu peserta yang sakit gigi. Namun, ternyata kali ini sakit giginya membandel. Si peserta bilang bahwa dia sudah sakit gigi sejak semalam. Setelah beberapa kali putaran EFT dan penyaluran energi Quantum Touch, dia belum juga membaik. Memang , ujian bagi seorang praktisi penyembuhan energi adalah apabila “one minute wonder” atau “miraclous healing” itu tidak langsung terjadi. Kadang, para healing facilitator, apalagi yang masih pemula, merasa discouraged atau takut untuk meneruskan penyembuhan. Rasa takut itu bisa diakibatkan oleh rasa takut mengecewakan yang dibantu atau takut dianggap tidak mahir. Namun, walaupun saya tidak mengannggap diri sudah mahir dan berpengalaman dalam penyembuhan ini, saya tetap mencoba membantu semampu saya.

After all, bukankah menurut Richard Gordon, sang founder dari Quantum Touch itu sendiri, setiap penyembuhan adalah penyembuhan oleh diri sendiri. Mulai dari masuk angin, sakit gigi bahkan sampai yang berat seperti kanker. Orang lain hanya bisa membantu menyembuhkan. Kesembuhan itu sendiri tentu saja dengan izin dari Allah SWT sebagai Sang Maha Penyembuh. Saya pun meneruskan penyembuhan kepada si peserta tadi. Kali ini saya langsung menempatkan jari-jari di tepat titik yang sakit dalam posisi tripod agar lebih fokus. Saya pun melakukan penyaluaran Quantum Touch lebih lama, mungkin sekitar 15 sampai 20 menit. Alhamdulillah, saat saya tanya lagi dia sudah mendingan.

Selain sakit gigi, ada juga seorang peserta yang merasa tidak berani untuk tampil saat ada pentas kreatifitas. Saya pun mencoba membantu memotivasi dan menyalurkan Quantum Touch ke dadanya. Alhamdulillah, emosi cemasnya mereda dan dia pun bisa tampil dengan cukup baik.

Sedikit pelajaran, yang juga tercantum di buku Quantum Touch: The Power To Heal terbitan Ufuk Press, terkadang penyaluran energi perlu waktu yang lama. Sel-sel tubuh yang lemah vibrasinya perlu diberi energi dalam waktu lama agar bisa pulih kembali. Penyaluran energi dengan teknik Quantum touch ke bagian tubuh yang sakit tidak memerlukan pernafasan yang terlalu berat. Walau kadang ada perlu teknik pernafasan yang berat untuk dilakukan seperti teknik Fire Breath atau Nafas Naga Api, namun tidak harus dipakai terlalu sering. Yang lebih diperlukan adalah kesabaran mengikuti proses penyembuhan yang terjadi pada diri subjek.


Pelajaran kedua adalah perlunya komunikasi yang baik dengan subjek yang hendak dibantu. Richard Gordon menyebut teknik ini dengan “chasing the pain” atau mengejar rasa sakit. Subjek perlu memberitahu praktisi apakah bagian tubuh yang sakit itu sudah membaik atau belum. Apabila si praktisi Quantum Touch harus mengira-ngira apakah dia sudah membaik atau belum, maka hal itu akan menganggu konsentrasi penyaluran energi. Sehingga, sebelum proses penyembuhan berlangsung, praktisi perlu mengarahkan subjek untuk memberitahu apabila rasa sakit sudah berkurang atau hilang. Jika timbul rasa sakit di tempat lain, subjek pun perlu memberitahu praktisi. Saya sendiri masih suka melupakan pelajaran yagn satu ini, kadang main tempel tangan saja ke bagian yang sakit.

Perjalanan mempelajari dan mempraktekkan energy healing mungkin bukan hal yang mudah. Saya pun masih terus belajar. Namun, saya percaya bahwa hadiah yang paling membahagiakan bagi seorang healing facilitator adalah kebahagiaan yang terpancar orang yang dia bantu untuk sembuh. Sungguh sebuah pengalaman yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata seindah apapun.

Semoga bermanfaat

foto dipinjam dari facebook mbak Dian dan situs Ufuk Press

Iklan

Posted on Agustus 22, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. belajar quantum touch darimana pak? saya sendiri baru pesen bukunya dari ufukpres lewat online. thanks atas infonya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: