Monthly Archives: November 2011

[Peduli] Istiqomah, tetaplah istiqomah

Yah, Istiqomah bukanlah anak yang beruntung dilahirkan lengkap dan normal. Bayi mungil ini adalah putri pertama Mas Wahid Widodo (34 tahun) seorang buruh tani warga Candigilo, Ngadipuro, Dukun, Magelang. Istiqomah lahir Lahir dengan wajah dan mulut tanpa langit-langit, mata yang buta dengan bola mata yang keluar.. sungguh ini cobaan yang sangaaaat berat untuk mereka. Luar Biasa berat.

Memang, Istiqomah telah mendapat operasi pengobatan jantung bocor dan bibir sumbing karean mereka tinggal di daerah rawan bencana di kaki gunung Merapi. Namun, bantuan itu akan berakhir beberapa bulan ke depan. Agar bisa mengunyah pada umur 1.5 tahun nanti, Istiqomah harus dioperasi lagi, namun orang tuanya tentu tidak mampu membiayai operasi itu sendiri.

Untunglah para donatur dan relawan Sedekah Rombongan telah kembali bergerak untuk mengumpulkan dana demi Istiqomah. Semoga Allah SWT meridhoi dan memudahkan langkah mereka untuk membantu hambaNya yang diamanahkan kepada mereka dan kita semua. Semoga Dia yang Maha Membolak Balik Hati melembutkan hati kita semua untuk membantu dan mengeluarkan kelebihan rezeki kita demi kesembuhan Istiqomah.

Semoga engkau tetap istiqomah sebagaimana namamu yang indah itu nak, kami semua sayang padamu, doa kami bersamamu, aamin

More info please visit Rombongan 37 di Sedekah Rombongan.

Semoga bermanfaat

Foto minjam dari situs Sedekah Rombongan.


Iklan

[Motivasi] Kisah penjual Es Podeng

Cuaca panas siang tadi membuat saya mampir ke seorang penjual es podeng dekat warnet. Kebetulan, saat menikmati segarnya es tersebut, ada orang yang mengajak si penjual ngobrol. Si penanya rupanya ingin tahu bagaimana suka duka dan pengalaman si bapak menjual es podeng.

“Saya belajar sama boss es, dia punya counter es di berbagai mall. Saya dapat ilmu dari bapak saja sudah hutang budi besar pak. Mau minta modal sama istri gak enak, sama mertua juga gak enak. Jadi adanya motor ya saya jual.” katanya. “Saya sampai tahu es mana yang benar-benar pakai gula, mana yang cuma mau untung gede. Kalau cuma mau untung doang bisa, tapi kan kita punya pelanggan” tambah si penjual es itu.

Dahulu, sebelum punya langganan bapak penjual es podeng itu seringkali hanya mendapt sedikit keuntungan. Pernah seharian jualan, bahakan sampai jam 8 malam, hanya dapat 25 ribu. Namun, karena sudah punya langganan, sehari gak jualan saja bisa dihubungi terus menerus via telepon dan sms. Dahulu pernah jualan di blok M, namun keutnungan berkurang karena kontrak naik, di Pluit dan tanah kusir malah diusir tukang es kelapa. Mungkin mereka tidak suka da saingan.

“Sempat nganggur 8 bulan saya” kata si bapak. Saya pun ikut mengangguk2 saja saat mendengar penjelasan si penjual es tersebut. Ternyata, di balik kesederhanaan dan kebersahajaan si bapak, ada semangat juang yang luar biasa. Layak diteladani oleh semua orang yang masih produktif. Semoga saya dan siapapun yang membaca tulisan bisa meneladaninya, aamiin

[Peduli] Rp 12 ribu yang bikin merinding

apa sih artinya uang 12 ribu. masih untugn kalau dapat buku tipis di toko buku atau semangkok mie ayam. Namun, uang yang dalam ukuran masyarakat moderen itu tidak seberapa ternyata bisa bikin merinding. Apa sebab? karena uang sejumlah itu disedekahkan seseorang yang duitnya pas-pasan. Namun, keinginan kuat untuk bersedekah mengalahkan rasa takut akan kemiskinan.

Begitulah yang dirasakan oleh Pak Saptuari, sang pengggas Sedekah Rombongan. Beliau mengungkapkan perasaan gembira bercampur haru itu dalam akun twitter-nya. Perasaan tersebut pun menjalar mempengaruhi para follower-nya hingga semakin besar keinginan mereka untuk bersedekah, termasuk lewat Sedekah Rombongan.

Secara kuantitas, jumlah 12 ribu memang tidak seberapa. Namun, energi ketulusan dari yang bersedekah sejumlah itu bisa membuat orang merinding. Memang tidak semua, ada juga yang bebal karena sudah terlalu banyak mengkonsumsi uang haram dan hiburan sensasional hampa makna. Hanya mereka yang lembut hatinya dan halus perasaannya sajalah yang akan merasakan getaran energi ketulusan itu.

Mungkin, sebagaimana saya sampaikan dalam tulisan terdahulu, ladang amal membantu dhuafa memang diperuntukkan bagi mereka yang tulus, sungguh-sungguh dan bersemangat dalam membantu. Meski jumlahnya hanya 12 ribu.

Selamat beraktifitas di akhir pekan yang berkah dan indah ini temans, jangan lupa berikan sedekah kita yang terbaik hari ini karena ladang amal ini telah diberikan pada kita. Bukan mereka yang keras dan tertutup hatinya sehingga enggan melihat dan tidak mau peduli pada penderitaan sesama.

Semoga bermanfaat

[Peduli] Media dan Kepedulian

Sepengetahuan saya, yang sudah jarang nonton TV ini, masih ada acara-acara televisi yang memiliki konten kepedulian. Contohnya adalah Peduli Kasih yang ditayangkan Indosiar dan Jika aku menjadi di Trans TV. Dulu pernah ada acara talkshow tengah malam yang ditayangkan Metro TV dengan nama Midnight Live. Dalam salah satu episode acara tersebut ditayangkan seorang tukang ojek yang anaknya sakit dan perlu biaya mahal untuk perawatannay. Telepon masuk pun silih berganti sehingga terkumpullah biaya lebih dari cukup untuk perawatan si anak tukang ojek hanya dalam waktu 1 malam. Namun acara-acara seperti itu tidaklah tinggi rating-nya. Masyarakat lebih suka acara gosip kaum selebritis atau banyolan yang mengocok perut mengundang tawa. Bahkan acara-acara ceramah keagamaan terkadang lebih banyak lucunya daripada ilmunya, namun itulah yang disukai masyarakat kita. Sangat disayangkan memang.

Sehingga, internet seakan menjadi media terakhir untuk menyalurkan kepedulian dan memberi informasi keberadaan mereka yang membutuhkan. Sebagian blogger dan para penggunan situs-situs jejaring sosial ada yang mendedikasikan sebagian tulisan dan posting mereka untuk menginformasikan keberadaan mereka yang membutuhkan. Walau mungkin masih jauh dari ideal, mengingat terus bertambahnya penduduk miskin di negeri yang malang ini, namun tidaklah akan sia-sia dalam pandangan Allah SWT.

Salah satu dari mereka adalah Rara. Rara bukanlah artis atau selebritis apalagi tokoh politik terkenal. Rara hanyalah anak seorang buruh pabrik tahu di daerah Jogjakarta. Suatu ketika, bocah itu bermain dengan teman-temannya saat ada acara sunatan massal. Saat berlari mundur, Rara tidak menyadari ada panci berisi kuah mendidih di belakangnya. Tak ayal lagi, bagian belakang tubuh Rara pun masuk ke panci tersebut. Mula-mula bokongnya lalu seluruh tubuhnya ikut terkena cairan panas. Kisah selengkapnya dapat sahabat-sahabat sekalian simak di blog Sedekah Rombongan yang digagas Pak Saptuari, pemilik Kedai Digital di Jogjakarta. Karena saya sungguh tidak sanggup menuliskan kisah itu.

Masih banyak anak-anak tidak mampu seperti Rara yang memerlukan perawatan dan lebih banyak lagi yang perlu pendidikan dan sebagainya. Mari kita dedikasikan sebagian kemampuan kita menyebarkan informasi di internet, baik melalui blog atau jejaring sosial seperti FB atau twitter, untuk kepedulian. Akan lebih baik lagi jika kita mau dan mampu mengeluarkan kelebihan harta kita demi mereka.

Sekedar menyalakan kembali semangat peduli dan berbagi yang sempat meredup dan nasihat untuk diri sendiri. Semoga bermanfaat bagi siapapun yang membaca.

[Peduli] Ladang Amal itu memang untuk kita

Saat sekarang ini, perhatian masyarakat tertuju pada pesta pernikahan dua anak pejabat negara. Yang paling disoroti adalah besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pesta tersebut. Media-media seakan berlomba menayangkan acara itu sehingga tersiar di seluruh Nusantara. Situs-situs berita yang menayangkan pernikahan megah itu terbanjiri oleh banyak komentar. Komentar-komentar yang datang sebagian besar pedas, sinis, mengecam dan melecehkan. Seakan rasa hormat kepada para pemimpin bangsa ini sudah dicampakkan begitu saja bagaikan sampah yang dibuang tanpa dipedulikan lagi.

Para komentator itu memang tidak sepenuhnya bisa disalahkan memang. Mereka adalah puncak-puncak gunung es kekecewaan dan kemarahan rakyat pada pemimpinnya. Pernikahan sepasang anak pejabat-pejabat negara itu seakan menafikan krisis multi dimensi yang masih belum juga teratasi di negeri ini. Adakah hal yang lebih menyakitkan dan menyedihkan melihat sebagian orang berpesta dengan anggaran yang besar sementara orang lain kelaparan dan tidak bisa berobat ke rumah sakit?

Salah satu dari mereka yang kurang beruntung itu adalah Rara. Rara bukanlah artis atau selebritis apalagi tokoh politik terkenal. Rara hanyalah anak seorang buruh pabrik tahu di daerah Jogjakarta. Suatu ketika, bocah itu bermain dengan teman-temannya saat ada acara hajatan sunatan massal. Saat berlari mundur, Rara tidak menyadari ada panci berisi kuah mendidih di belakangnya. Tak ayal lagi, bagian belakang tubuh Rara pun masuk ke panci tersebut. Mula-mula bokongnya lalu seluruh tubuhnya ikut terkena kuah gulai yang panas mendidih itu. Kisah selengkapnya dapat sahabat-sahabat sekalian simak di blog Sedekah Rombongan yang digagas Pak Saptuari, pemilik Kedai Digital di Jogjakarta. Karena saya sungguh tidak sanggup menuliskan kisah itu. Terlalu menyedihkan dan mengharukan sehingga menyayat hati dan menggetarkan jiwa. Yang jelas, kisah para relawan membantu Rara lebih layak disimak ketimbang pernikahan dua anak pejabat tadi. Walaupun saya yakin bukan itu yang diingikan para relawan. Tersampaikannya amanah para donatur, termasuk untuk kesembuhan Rara, jauh lebih lebih penting dari semua itu.

Kini biaya untuk perawatan Rara selama di rumah sakit ditanggung para donatur. Tim Sedekah Rombongan kini sedang giat menggalang dana untuk penyembuhan dan pemulihan Rara. Rara kini telah dipindahkan ke Poli khusus rawat luka bakar. Namun, agar benar-benar sembuh, Rara masih perlu lebih banyak biaya. Tim Sedekah Rombongan berharap akan datang lebih banyak donatur lagi untuk membantu Rara agar pulih dan ceria seperti sedia kala. Mereka terus menggalang dukungan lewat akun twitter mereka dengan memakai hastag #SedekahRombongan. Untuk teman-teman yang aktif di Twitter, mohon kiranya berkenan me-retweet dan me-mention info ini agar tersebar lebih luas. Sungguh sangat berarti buat Rara dan para penerima bantuan Sedekah Rombongan lainnya.

Terasa ironis memang. Di saat para pejabat kaya berpesta pora, malah rakyat yang bergotong royong membantu sesama yang membutuhkan. Para donatur mungkin tidak semuanya orang kaya dan banyak harta. Banyak juga yang penghasilannya tidak seberapa dibanding yang sedang pesta saat ini. Biaya perawatan Rara yang berkisar beberapa puluh juta rupiah tentu merupakan harga yang murah bagi para pejabat yang sedang berpesta itu. Entah apa yang menghalangi mereka berbagi lebih banyak sehingga rakyat pun akhirnya yang berbondong-bondong bersedekah bagi Rara dan para dhuafa lainnya.

Mungkin ladang amal membantu Rara dan para dhuafa lainnya memang diberikan kepada rakyat dan bukan para pejabat kaya tersebut. Allah SWT telah menggerakkan hati sebagian rakyat negeri ini untuk berbagi meski mereka tidak semuanya kaya. Dan bagi yang sedang berpesta pora, yang mereka dapatkan sesungguhnya mungkin istidraj. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al Quran “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya (QS al-Isra’ [17]: 16)”. Nauzubillah min dzalik

Selamat beraktifitas di hari Jumat yang berkah dan indah ini temans, jangan lupa berikan sedekah kita yang terbaik hari ini karena ladang amal ini telah diberikan pada kita. Bukan mereka yang keras dan tertutup hatinya sehingga enggan melihat dan peduli pada penderitaan sesama.

Semoga bermanfaat, mohon maaf untuk yang kurang berkenan. Untuk Rara cepat sembuh ya nak, kami semua sayang padamu dan doa kami bersamamu

Informasi tentang Sedekah Rombongan dapat diperoleh di Blog Sedekah Rombongan

[Kultwit] Motivasi Bisnis by Komunitas TDA

20 kiat memotivasi diri,malam ini jam 19.00 cc: @tangandiatas

“Komunitas @tangandiatas : Berbagi, Memberi, dan Meraup Rezeki” menurut @silih

Memberikan rahasia bisnis, berbagi informasi dan memberi jalan kompetitor untuk maju, Itulah value yang dianut oleh komunitas TDA, #TDA

Sebuah komunitas yang mendukung anggotanya satu sama lain untuk menjadi wirausaha

Berbeda dengan prinsip kewirausahaan umumnya yang menekankan pada pentingnya menjaga resep produk/jasa #TDA

komunitas @tangandiatas ini justru menekankan pentingnya konsep berbagi di antara sesama.

Di kalangan @tangandiatas bahkan ada keyakinan bahwa semakin banyak berbagi, maka akan semakin banyak benefit yang didapat #TDA

Suatu paham yang berangkat dari rasa bersyukur atas keberlimpahan rezeki yang pasti diberikan oleh Tuhan #TDA

Komunitas @tangandiatas adalah sebuah komunitas yang dibangun dengan basis dunia maya, terutama mailing list #TDA

kemudian berkembang menjadi kelompok-kelompok kecil bisnis yang disebut dengan Master Mind. #TDA

Komunitas ini eksis dengan pendekatan 360o dalam sistem komunitas mereka.

master mind ini,dlm kurun waktu tertentu, sebuah kelompok melakukan pertemuan untuk melakukan sharing 1 sama lain tentang bisnis msg2 #TDA

menjadi kaya dan dermawan adalah nilai-nilai komunitas yang berkembang dikalangan kami #TDA

Mau tahu bagaimana komunitas ini bergerak dengan sistem sel? #TDA

Tayangkan pertanyaan di milis TDA bahwa Anda akan memulai usaha, maka bukan hanya jawaban yang Anda akan dapat, tapi juga bimbingan. #TDA

Bahkan, tidak jarang beberapa orang akan mengajak bertemu untuk memberikan penjelasan detail mengenai lika-liku bisnis anda. #TDA

Cari komunitas yang nilai-nilainya begitu kental masuk menjadi sikap dan perilaku anggotanya #TDA

Demikian dulu sharing malam ini.. selamat malam…

[Kultwit] Belajar bersama Sedekah Rombongan

berikut tweets dari pak Sapituari tentang Sedekah Rombongan, selamat menyimak

Belajar bersyukur disini… ► http://www.sedekahrombongan.com

Belajar menyadari rejeki cuma titipan… Disini http://www.sedekahrombongan.com

Belajar menampar diri sendiri, sebelum ditampar Gusti Allah… Disini http://www.sedekahrombongan.com

Belajar meyakini Gusti Allah Maha Kaya!!..Buktinya 266 juta bisa disalurkan walopun hanya lewat sedekah jalanan.. ► http://www.sedekahrombongan.com

Belajar tentang sedekah jalanan! Ketika kamu berani MEMBERI, rejeki bakalan DATANG SENDIRI.. http://www.sedekahrombongan.com

Belajar membuang Malu! Ketika ketamakan menguasai hatimu… Disini http://www.sedekahrombongan.com

Belajar mencintai YANG ADA DIBUMI.. Agar engkau dicintai YANG ADA DI LANGIT… Disini http://www.sedekahrombongan.com

Belajar tentang kehidupan, buat bekal ketemu kematian.. Disini http://www.sedekahrombongan.com

Belajar tentang boros sedekah! Sebelum kita yang disedekahi… Disini http://www.sedekahrombongan.com

Belajar berani Mencintai orang yang tidak dikenal.. Agar kita juga dicintai orang yang tidak kita kenal.. Disini http://www.sedekahrombongan.com

Belajar menemukan Kedamaian, ketika hingar bingar semakin menyesakkan… Disini http://sedekahrombongan.com/

Belajar memahami hidup… Sebelum semangatmu redup… Disini http://www.sedekahrombongan.com

Belajar menangis untuk orang lain… Agar kita tidak perlu ditangisi orang lain.. Disini http://www.sedekahrombongan.com

Belajar tentang niat baik… Agar selalu menang dengan yang licik… Disini http://www.sedekahrombongan.com

Belajar membuang kebencian… Agar kita tidak dikejar kesialan… Disini http://www.sedekahrombongan.com

Belajar tentang SEMANGAT…. Agar hati kita semakin mengkilat.. Disini http://www.sedekahrombongan.com

Belajar tentang Memberi Dengan Hati… Disini http://www.sedekahrombongan.com

Silakan langsung ke situs SEDEKAH ROMBONGAN

Terima kasih, semoga bermanfaat

[Opini] SEA Games vs Point Blank

Selama SEA Games di Palembang berlangsung, beberapa sekolah meliburkan murid-muridnya. Namun, tujuan diliburkannya para siswa itu sepertinya kurang maksimal tercapai, jika tidak ingin dikatakan gagal atau sia-sia belaka. Anak-anak itu lebih memanfaatkan kesempatan libur itu untuk kepentingan dan kesenangan mereka sendiri. Salah satunya adalah dengan bermain games online di warnet-warnet yang menyediakan.

Memang, mereka tidak sepenuhnya libur. Ada juga yang mendapat tugas yagn berkaitan dengan SEA Games. Ada yang mengerjakan dengan baik namun ada juga yang sekedar copy paste dari internet. Selesai copas, edit sedikit lalu tinggal print. Bahkan terkadang perlu dibantu orang lain yang lebih paham komputer. Nilai pun sudah di tangan sehingga waktu libur bisa dinikmati dengan kesenangan, termasuk main games online seperti Point Blank. Lebih seru dan menghibur, demikian mungkin menurut mereka. Point Blank memang salah satu games online paling top saat ini. Permainan tembak-tembakan dengan sudut pandang orang pertama itu menyajikan grafis yang kinclong, beragam senjata dan lingkungan 3D yang dinamis. Tidak hanya melawan manusia, ada juga yang sampai lawan dinosaurus. Daripada nonton pertandingan yang bahkan mereka tidak pahami aturan mainnya, enakan main Point Blank yang sesuai dengan selera mereka. Entah apakah nanti di sekolah otak mereka ikutan blank atau tidak.

Tidak bisa sepenuhnya disalahkan ke mereka memang. Seperti yang pernah dikatakan salah seorang pengurus Komunitas Anak Langit di Tangerang, “Kita usahakan agar mereka tidak merasa terjajah, baik secara pemikiran maupun tingkah laku. Sehingga, satu saaat mereka akan sadar uang dan sadar waktu”. Seringkali, tugas-tugas sekolah dirasakan lebih sebagai beban dan pemaksaan dibandingkan proses pendidikan dan pembelajaran. Anak pun merasa terjajah dan terbebani. Sehingga, boro-boro mendukung atlet SEA Games, mendingan main Point Blank atau permainan-permainan lainnya. Sepintas terkesan egois, namun kalau ditelaah lebih dalam bisa jadi karena sejak awalnya SEA Games ini sudah bermasalah. Terlebih adanya tayangan sinetorn korupsi yang melibatkan para petinggi partai penguasa. Sehingga, tidak mengherankan apabila masyarakat, termasuk anak-anak, banyak menganggap bahwa SEA Games ini tak lebih dari ajang korupsi ramai-ramai. Tidak lebih dari itu.

Harga diri sebuah bangsa terletak pada kemampuan para pemimpinnya menyejahterakan rakyatnya. Pada gelandangan yang mati karena sakit dan kelaparan dekat Pejaten Village, pada tukang becak yang meninggal karena lelah dan lapar, pada sosok alm. Ibu Marhumah di Jagabita, terkuaklah aib dan kelalaian penguasa. Para penguasa yang bermewah-mewah di saat rakyatnya melarat, yang kaya raya sementara rakyatnya miskin dan kenyang saat rakyatnya lapar. Teringat kembali akan kata-kata sang Maestro Manajemen, Peter F. Drucker, “Tidak ada negara yang miskin, yang ada adalah negara salah urus”.


Seorang anak kecil bertubuh dekil

Tertidur berbantal sebelah lengan
Berselimut debu jalanan

Rindang pohon jalan menunggu rela
Kawan setia sehabis bekerja
Siang di seberang sebuah istana
Siang di seberang istana sang raja


Reff I:
Kotak semir mungil dan sama dekil
Benteng rapuh dari lapar memanggil
Gardu dan mata para penjaga
Saksi nyata……. Yang sudah terbiasa

Tamu negara tampak terpesona
Mengelus dada gelengkan kepala
Saksikan perbedaaan yang ada

Reff II:
Sombong melangkah istana yang megah
Seakan meludah di atas tubuh yang resah
Ribuan jerit di depan hidungmu
Namun yang ku tau…. Tak terasa terganggu


Kembali ke: reff I & reff II

Gema azan ashar sentuh telinga
Buyarkan mimpi si kecil siang tadi
Dia berjalan malas melangkahkan kaki
Di raihnya mimpi di genggam tak di letakkan…
Lagi…

Siang Seberang Istana, Iwan Fals

[Kultwit] Sedekah Sawah by Yusuf Mansur

Ikutan sdkh sawah? Mulai 100rb. Hslnya u/ makan santri2 yg lg ngafal qur’an, dll. Mandiri 1280021121121, BCA 6860223773, a/n yusuf mansur.

#sedekahsawah 1. Kan kita selama ini suka ngasih makan orang. Paling kagak suka nraktir. Suka ngasih beras. Nah, knp ga sekalian beli sawah?

#sedekahsawah 2. Gagasan ini sama saja dengan kenapa ga sekalian buka rumah makan? He he he. Di mana hasilnya adalah buat sedekah.

#sedekahsawah 3. Spy semangat, tidak semua disedekahkan. 40% hasilnya buat pemilik modal. 50% buat sedekah. 10% buat pengelola professional.

#sedekahsawah 4. Atas izin Allah, saya ngedorong @saptuari, @masmono08, @ipphoright, @andre_raditya, u/ ngegawangin ini.

#sedekahsawah 5. Ini konsep namanya SEDEKAHPRODUKTIF. Liat komposisinya. Pengelola tetep dikasih hak profesionalnya. Spy bener jalannya.

#sedekahsawah 6. Dan pemilik modal, pemilik sedekah, pun dibagi 40%. Spy apa? Spy dia mndapatkan ksempatan jg sedekah kemana tempat dia mau.

#sedekahsawah 7. Adil, dan menentramkan. Pemilik dana, boleh juga tidak menyedekahkan lagi bagiannya. Toh, dia sdh sedekah 50%.

#sedekahsawah 8. Kenapa dipilih sawah? Sederhana saja. Nanti ya kalo udah kuat, beli pesawat, he he. Hotel, Sekolah, Universitas, Bengkel,

#sedekahsawah 9. Showroom, Rumah Makan/Restoran, Rumah Sakit, Pabrik, Toko2. Apa saja. Kita awali dg sawah ini dulu. Trmasuk yg riil.

#sedekahsawah 10. Kalo bangsa ini, bnyk yg mikir produktif+sedekah, insyaAllah tmbh maju dah. Dana ga diem, bergulir, manfaat dunia-akhirat.

#sedekahsawah 11. Kalo situ adlh keluarga besar, blh jg lsg eksekusi sendiri. Kalo situ adlh kumpulan dari komunitas besar, bikin aja sndr.

#sedekahsawah 12. Misalnya dg men-take-over 1 swalayan dg dana sedekah, lalu hasilnya yg disalurkan abadan abadaa, selama2nya.

#sedekahsawah 13. Adapun langkah kita ini, sekalian saya masukkan visi misi besar. Yakni membantu negara u/ mencetak tambahan lahan sawah.

#sedekahsawah 14. Tnp prlu mlalui rapat anggota dewan, he7x, &tak perlu mnunggu instruksi presiden. Kan saya blm jd presiden juga, uhuiii…

#sedekahsawah 15. Sekaligus mengamankan petani dari fluktuatif harga. Sebab dikonsumsi sendiri berasnya dan hasil pertaniannya.

#sedekahsawah 16. Yakni dipake buat makan santri2 penghafal Qur’an yg lagi ngafal Qur’an. Plus guru2nya. InsyaAllah bila lahannya luas,

#sedekahsawah 17. Maka sebaran distribusinya pun bisa diperluas. Merambah ke dhuafa.

#sedekahsawah 18. Yg mau ikutan sedekah sawah, sederhana sekali. Ya tinggal transfer saja, dan konfirmasi via imel. Timnya sdg dibentuk.

#sedekahsawah 19. Maka sementara imelnya pake imel saya, dan rekeningnya pake rekening saya. Nanti direkap, didata, dan difollow-up.

#sedekahsawah 20. Tahap I, kita ambil sawah di sukabumi. Daerah agro. Bagus. Lagi dibangun akses tol. Memudahkan donatur u/ visit.

#sedekahsawah 21. Di sana, tanahnya udah di atas 300rb, sbb daerah wisata dan akan ada tol. Namun alhamdulillaah ada jamaah pake harga lama.

#sedekahsawah 22. Sudah disurvey. InsyaAllah tidak ada mark-up harga dan maen2. Sbb urusannya sedekah. Lsg sama Allag tngg jwbnya.

#sedekahsawah 23. Per meternya 70rb. Dg modal kerja ya kira2 100rb per meternya dah. Bisa ambil semeter, bisa sehektar.

#sedekahsawah 24. Bisa a/n sendiri. Bisa a/n keluarga. Bisa a/n komunitas (majelis ta’lim, ktr, pabrik, sekolah).

#sedekahsawah 25. Dan insyaAllah seperti sdh dikatakan, ada bg hasilnya. Sbb ini sedekah produktif. 50% sedekah, 40% donatur, 10% pengelola.

#sedekahsawah 26. Diharapkan, bagian donatur bisa diberikan lg ke siapa & kemana dia mau bagi, dari hasil panen. InsyaAllah. Fair. Adil.

[Renungan] Yang muda yang kembali padaNya

Kepergian mbak Yusnita Febri yang mengejutkan membuat seisi Mutitply berurai air mata. Bagaimana tidak, seorang muda yang bahkan belum berusia 30 tahun dan beberapa waktu sebelumnya tampak sehat wal afiat tiba-tiba pergi begitu saja. Seorang yang baik dan bersahaja namun mampu mengatasi kekurangannya di bidang pendengaran hingga menginspirasi banyak orang terutama mereka yang tergabung dalam komunitas Multiply Indonesia. Baik melalui pertemua langsung atau melalui berbagai tulisan di blog pribadinya. Baik saat masih ada di dunia maupun ketika telah pergi untuk selamanya.

Sekedar menengok ke masa lalu, saya pun pernah kehilangan teman saat masih di sekolah. Yang satu saat masih di SMP yang lain saat di SMA. Saat masih di SMP, ketika upacara bendera, seorang teman ada yang pingsan. Setelah dirawat, dia pun dipulangkan ke rumahnya. Seingat saya, beberapa hari kemudian, teman itu pun meninggal dunia. Kami semua, yang saat itu masuk sekolah siang hari, menyempatkan diri melayat ke rumahnya yang tidak jauh dari sekolah.

Peristiwa kematian yang kedua terjadi saat saya masih di SMA. Yang meninggalkan kami semua adalah seorang teman yang saat itu menjadi ketua Sie Rohani Islam. Teman saya pergi meninggalkan kami semua saat pergi bersama beberapa teman ke sebuah air terjun yang berarus deras. Dia tenggelam di sungai tersebut, di bagian yang tidak diperbolehkan orang berenang di dalamnya. Dia pergi dalam usia yang sangat muda, bahkan seingat saya, belum sampai 17 tahun.

Seringkali kita menganggap bahwa kematian hanyalah milik mereka yang sudah tua renta atau yang sakit keras hingga terbaring lemah tanpa daya di rumah sakit. Namun, kenyataan membuktikan pada kita bahwa kematian tidak pernah pandang bulu dalam memilih sasarannya. Bila Allah SWT berkehendak seseorang untuk mengakhiri kontrak hidupnya di dunia ini, maka tidak ada satupun kekuatan yang bisa mencegah.

Usia muda memang usia penuh dinamika bagai rusa yang hidup di padang rumput. Rusa-rusa itu berlarian riang gembira, menyantap rerumputan yagn terbentang luas di hadapan mereka. Namun, secara diam-diam, seorang pemburu bersembunyi di balik semak-semak. Tanpa peringatan, si pemburu pun melepaskan tembakan senjatanya dan jatuhlah salah satu rusa yang ada di sana. Kematian memang bagaikan pemburu yang mengintai rusa-rusa di padang rumput. Terkadang datang mendadak, sehingga yang dijemput tak dapat mempersiapkan diri sebelumnya.

Dari Ibnu Umar ra berkata : Pada suatu hari beliau menjumpai Rasulullah SAW dan berada di tengah-tengah sahabat-sahabat Nabi, tiba-tiba sahabat dari Anshar berdiri dan bertanya kepada Rasullah SAW : Ya Nabiyullah, siapakah manusia yang paling pintar dan cerdas otaknya? (Manil akyasu ya Rasulullah?)

Rasulullah lalu menjawab : Yang paling cerdas dan pintar adalah orang yang paling banyak mengingat kematian, dan paling banyak sedia bekal untuk kematian (al akyasu aktsarukum zikram lil maut). Orang yang paling banyak mengingat kematian itu dianggap Rasulullah SAW sebagai orang yang cerdas dan pintar karena orang yang paling banyak mengingat mati itulah yang paling lengkap persediaan (sangu/bekal) untuk mati, sehingga dialah orang yang mendapat kemuliaan di dunia dan kehormatan di akhirat nanti.

Rasulullah SAW pun juga bersabda ”Bila hati seorang dimasuki oleh Nur (Cahaya Iman), maka itu akan menjadi lapang dan terbuka”. Dari ucapan Rasulullah itu banyak orang yang bertanya, apakah tandanya hati yang lapang dan terbuka itu? Rasulullah pun menjawab,”Ada perhatiannya terhadap kehidupan yang kekal di akhirat nanti, dan timbul kesadaran dan pengertiannya terhadap tipu daya kehidupann dunia sekarang ini, lalu dia bersedia menghadapi mati sebelum datangnya mati itu.” (Hibnuurai).

Akhirnya Rasulullah SAW memiliki sabda yang singkat namun tegas untuk kita semua umatnya yang beriman:”CUKUPLAH MATI ITU SEBAGAI GURU ATAU PELAJARAN”. Jika seseorang sudah tidak bisa mengambil nasihat dan pelajaran, dari mana lagi dia akan menarik pelajaran?

Semoga bermanfaat

referensi:

CUKUPLAH KEMATIAN SEBAGAI NASEHAT

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi

Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya

Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab, tiba

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami

Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya
Sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
Hambamu
Yang hina

Ketika tangan dan kaki berkata
Chrisye
Lyric by: Taufik Ismail

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Yeuh!

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn