[Opini] SEA Games vs Point Blank

Selama SEA Games di Palembang berlangsung, beberapa sekolah meliburkan murid-muridnya. Namun, tujuan diliburkannya para siswa itu sepertinya kurang maksimal tercapai, jika tidak ingin dikatakan gagal atau sia-sia belaka. Anak-anak itu lebih memanfaatkan kesempatan libur itu untuk kepentingan dan kesenangan mereka sendiri. Salah satunya adalah dengan bermain games online di warnet-warnet yang menyediakan.

Memang, mereka tidak sepenuhnya libur. Ada juga yang mendapat tugas yagn berkaitan dengan SEA Games. Ada yang mengerjakan dengan baik namun ada juga yang sekedar copy paste dari internet. Selesai copas, edit sedikit lalu tinggal print. Bahkan terkadang perlu dibantu orang lain yang lebih paham komputer. Nilai pun sudah di tangan sehingga waktu libur bisa dinikmati dengan kesenangan, termasuk main games online seperti Point Blank. Lebih seru dan menghibur, demikian mungkin menurut mereka. Point Blank memang salah satu games online paling top saat ini. Permainan tembak-tembakan dengan sudut pandang orang pertama itu menyajikan grafis yang kinclong, beragam senjata dan lingkungan 3D yang dinamis. Tidak hanya melawan manusia, ada juga yang sampai lawan dinosaurus. Daripada nonton pertandingan yang bahkan mereka tidak pahami aturan mainnya, enakan main Point Blank yang sesuai dengan selera mereka. Entah apakah nanti di sekolah otak mereka ikutan blank atau tidak.

Tidak bisa sepenuhnya disalahkan ke mereka memang. Seperti yang pernah dikatakan salah seorang pengurus Komunitas Anak Langit di Tangerang, “Kita usahakan agar mereka tidak merasa terjajah, baik secara pemikiran maupun tingkah laku. Sehingga, satu saaat mereka akan sadar uang dan sadar waktu”. Seringkali, tugas-tugas sekolah dirasakan lebih sebagai beban dan pemaksaan dibandingkan proses pendidikan dan pembelajaran. Anak pun merasa terjajah dan terbebani. Sehingga, boro-boro mendukung atlet SEA Games, mendingan main Point Blank atau permainan-permainan lainnya. Sepintas terkesan egois, namun kalau ditelaah lebih dalam bisa jadi karena sejak awalnya SEA Games ini sudah bermasalah. Terlebih adanya tayangan sinetorn korupsi yang melibatkan para petinggi partai penguasa. Sehingga, tidak mengherankan apabila masyarakat, termasuk anak-anak, banyak menganggap bahwa SEA Games ini tak lebih dari ajang korupsi ramai-ramai. Tidak lebih dari itu.

Harga diri sebuah bangsa terletak pada kemampuan para pemimpinnya menyejahterakan rakyatnya. Pada gelandangan yang mati karena sakit dan kelaparan dekat Pejaten Village, pada tukang becak yang meninggal karena lelah dan lapar, pada sosok alm. Ibu Marhumah di Jagabita, terkuaklah aib dan kelalaian penguasa. Para penguasa yang bermewah-mewah di saat rakyatnya melarat, yang kaya raya sementara rakyatnya miskin dan kenyang saat rakyatnya lapar. Teringat kembali akan kata-kata sang Maestro Manajemen, Peter F. Drucker, “Tidak ada negara yang miskin, yang ada adalah negara salah urus”.


Seorang anak kecil bertubuh dekil

Tertidur berbantal sebelah lengan
Berselimut debu jalanan

Rindang pohon jalan menunggu rela
Kawan setia sehabis bekerja
Siang di seberang sebuah istana
Siang di seberang istana sang raja


Reff I:
Kotak semir mungil dan sama dekil
Benteng rapuh dari lapar memanggil
Gardu dan mata para penjaga
Saksi nyata……. Yang sudah terbiasa

Tamu negara tampak terpesona
Mengelus dada gelengkan kepala
Saksikan perbedaaan yang ada

Reff II:
Sombong melangkah istana yang megah
Seakan meludah di atas tubuh yang resah
Ribuan jerit di depan hidungmu
Namun yang ku tau…. Tak terasa terganggu


Kembali ke: reff I & reff II

Gema azan ashar sentuh telinga
Buyarkan mimpi si kecil siang tadi
Dia berjalan malas melangkahkan kaki
Di raihnya mimpi di genggam tak di letakkan…
Lagi…

Siang Seberang Istana, Iwan Fals

Iklan

Posted on November 19, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. tampaknya peran orang tua benar-benar penting untuk mengarahkan anak-anak itu, ya …

  2. hwwibntato said: tampaknya peran orang tua benar-benar penting untuk mengarahkan anak-anak itu, ya …

    iya mas, makin berat saja tanggung jawab orang tua di zaman ini 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: