[Sosial] Bakar Diri Sebagai Sebentuk Kritik Sosial

Beberapa hari terakhir ini, perhatian masyarakat tertuju pada seorang pemuda yang membakar dirinya di depan Istana. Beragam tanggapan orang menyikapi fenomena yang tidak biasa itu. Ada yang bilang si pelaku protes atas kinerja pemerintah yang tidak memuaskan sampai yang mengatakan bahwa semua ini hanya untuk cari sensasi. Apapun motivasinya, hal itu mungkin selamanya akan jadi misteri berhubung si pelaku kini telah meninggalkan dunia untuk selama-lamanya. Menjatuhkan diri dalam kebinasaan, apalagi dengan cara membakar diri, jelas tidak diperbolehkan dalam ajaran Islam. Islam memerintahkan para pengikutnya agar selalu mencari cara-cara konstruktif dalam mengatasi persoalan dan ujian kehidupan.

Namun, fenomena bakar diri seharusnya menjadi kritik pedas dan masukan berharga bagi pihak penguasa untuk mulai memperhatikan setidaknya mendengarkan keluhan rakyatnya. Betapa selama ini mereka sudah terlena dengan kenyamanan dan kemewahan sehingga tidak lagi mampu memahami derita rakyat yang miskin dan sengsara. Mereka yang biasa kenyang dengan hidangan lezat tentu susah merasakan perihnya rasa lapar yang melilit perut sebagian rakyat Indonesia. Mereka yang selalu berpergian dengan mobil-mobil mewah tentu sulit untuk berempati pada para pekerja yang harus selalu bolak balik menggunakan angkutan umum yang padat, semerawut dan rawan kejahatan. Mereka yang selama ini kantongnya terus menerus bertambah tebal tentu tidak mampu membayangkan ada orang yang keuangannya sangat terbatas hingga makanan pun hampir tak terbeli. Kekayaan alam negeri ini yang begitu melimpah ternyata hanya bisa dinikmati segelintir penduduknya. Yang lain hanya mendapat sisa, itu pun kalau masih ada. Orang-orang miskin telah menjadi fenomena yang biasa, sehingga terlupakan bahwa mereka juga manusia dan warga negera yang berhak mendapat hak-haknya di negeri ini. Semua itu seakan mengingatkan kita kembali pada kata-kata sang maestor manajeman Pieter F. Drucker “Tidak ada negara yang miskin, yang ada adalah negara salah urus”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun pernah bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya; ‘bagaimana maksud amanat disia-siakan? ‘ Nabi menjawab; “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (HR Bukhari – 6015). Sehingga, bisa dipahami apabila ada orang yang sudah putus asa lalu protes dengan cara membakar diri. Apalagi lokasi yang dipilih untuk melakukan tindakan nekat itu adalah di depan istana Negara, simbol dari pemerintahan Indonesia.

Fenomena bakar diri di depan Istana adalah puncak gunung es dari pesoalan sosial yang sudah lama terpendam di negeri ini. Kritik sosial pada para penguasa sudah lama dilakukan baik oleh para mahasiswa, sniman maupun rakyat jelata. Beragam karya mulai dari puisi, karikatur, lagu sampai teater banyak yang menyoroti kinerja pemerintah yang dianggap zalim dan tidak memuaskan. Beragam talkshow dan parodi politik yang tumbuh subur bagai cendawan di musim hujan semenjak era reformasi seakan tak berpengaruh pada keadaan masyarakat. Kini, daripada ikut-ikutan bakar diri, mungkin sudah waktunya kita bertanya pada rumput yang bergoyang.

Mungkin Tuhan mulai bosan

Melihat tingkah kita

Yang selalu salah dan bangga

dengan dosa-dosa

Atau alam mulai enggan

Bersahabat dengan kita

Coba kita bertanya pada

Rumput yang bergoyang



Ebiet G. Ade, Berita kepada kawan

Iklan

Posted on Desember 11, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 14 Komentar.

  1. ada yang aneh, temen2nya aksi solidaritas korban bakar diri. Padahal hakikatnya ya bunuh diri. Gak ada korban.

  2. Yah..bagaimanapun bunuh diri bukan tindakan yg dibenarkanMending sembelih kebo gitu

  3. tranparamole said: ada yang aneh, temen2nya aksi solidaritas korban bakar diri. Padahal hakikatnya ya bunuh diri. Gak ada korban.

    iya mas, solidaritas yang gak kenal prinsip. mentang2 teman apa aja boleh termasuk bakar diri.

  4. bambangpriantono said: Yah..bagaimanapun bunuh diri bukan tindakan yg dibenarkanMending sembelih kebo gitu

    iya cak, kan kalau sembeli kebo dagingnya bisa dimakan rame2 kalau bunuh diri dia yang rugi, dan tujuannya bleum tentu tercapai

  5. bambangpriantono said: Klimakz aah

    silakan diambil .. 😀

  6. Aku pernah baca berita ttg seorang bhiksu yg bakar diri di Saigon, Vietnam taun 60an dulu. Dia juga memprotes pemerintah Vietnam Selatan.

  7. ada perspektif lain: http://www.gatra.com/nasional-cp/1-nasional/5875-pelaku-bakar-diri-bukan-motif-politikkata psikolog itu, motif dia bakar diri bukan politik, melainkan stres. kenapa depan istana? katanya, tempat itu dipilihnya secara acak.

  8. bambangpriantono said: Aku pernah baca berita ttg seorang bhiksu yg bakar diri di Saigon, Vietnam taun 60an dulu. Dia juga memprotes pemerintah Vietnam Selatan.

    iya mas, sy juga pernah tapi tetap saja gak dibenarkan baik secara agama atau kemanusiaan

  9. tianarief said: ada perspektif lain: http://www.gatra.com/nasional-cp/1-nasional/5875-pelaku-bakar-diri-bukan-motif-politikkata psikolog itu, motif dia bakar diri bukan politik, melainkan stres. kenapa depan istana? katanya, tempat itu dipilihnya secara acak.

    jaman skarang memang banyak orang stress krn hidup tak lagi berkah. Apapun motifnya, bakar diri tentu tidak bisa dibenarkan

  10. ada banyak sebab orang bunuh diri, semuanya berhulu dari keputusasaan …dan putus asa itu suatu kezaliman, perbuatan melampaui batas …na’udzu billahi min dzalik …

  11. hwwibntato said: ada banyak sebab orang bunuh diri, semuanya berhulu dari keputusasaan …dan putus asa itu suatu kezaliman, perbuatan melampaui batas …na’udzu billahi min dzalik …

    ya mas, suatu dosa besar tak terampuni/ Walaupun mungkin dia sendiri terzalimi atau sedang memprotes pemerintahan yagn zalim ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Yeuh!

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: