[Opini] Xenia maut, cukupkah dengan tugu?

Ketika seorang pengamat tata kota mengajukan usul pembangunan tugu peringatan peristiwa Xenia maut di halte depan Tugu Tani, pro dan kontra pun bermunculan. Ada yang setuju dengan alasan agar orang tidak mudah melupakan peristiwa tragis tersebut. Ada pula yang mengatakan bahwa tugu itu akan menjadi peringatan agar orang lebih waspada terhadap bahaya miras dan narkoba. Namun tidak sedikit pula yang menolak. Pihak yang menolak beralasan bahwa tugu adalah cikal bakal penyembahan berhala. Ada juga yang mengatakan bahwa jika setiap tempat terjadi kecelakaan dibangun tugu, maka entah akan ada berapa banyak tugu di ibu kota ini.

Alasan agar orang tidak mudah melupakan peristiwa penabrakan tragis itu pun diragukan banyak pihak. Terbukti nama-nama para pahlawan yang dijadikan nama jalan pun tidak banyak membawa kebaikan dan perbaikan di negeri ini. Tidak sedikit orang di negeri ini yang tidak mengerti, memahami apalagi menghayati sejarah perjuangan para pahlawan tersebut. Ditambah lagi sejarah yang kita ketahui sekarang ini seringkali merupakan produk yang sudah dimanipulasi pihak penguasa demi kepentingan kekuasaan. Sehingga, banyak orang yang tidak banyak tahu sejarah bangsa ini yang sesungguhnya.

Bangsa yang besar, kata Bung Karno, adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Menghargai jasa para pahlawan tentu bukan dengan mendirikan tugu atau patung mereka, tetapi dengan mengisi kemerdekaan ini dengan usaha dan karya-karya terbaik yang kita mampu. Insya Allah, perjuangan para pahlawan tersebut benar-benar ikhlas dan tulus demi kemerdekaan bangsa ini. Mereka telah berjuang dan telah mengorbankan segala yang mereka miliki. Mereka tidak ingin dibuatkan tugu, patung atau diabadikan dalam nama jalan-jalan di kota-kota. Yang mereka harapkan hanya agar hasil perjuangan mereka tidak disia-siakan. Mereka pasti berharap generasi yang hidup di alam kemerdekaan ini akan memanfaatkan anugerah maha besar ini dengan sebaik-baiknya.

Namun, kenyataan yang kita saksikan saat ini sungguh bertolak belakang dengan idealisme tersebut. Kemerdekaan yang dianugerahkan Allah SWT berkat perjuangan para pahlawan yang berurai air mata, berpeluh keringat dan bersimbah darah seakan tidak ada artinya lagi. Hampir di seluruh tempat di negeri ini kita saksikan fenomena generasi instant yang hanya memuja kesenangan sesaat belaka. Baik mereka yang masih bergantung pada kedua orang tuanya atau yang sudah bisa mandiri dalam mencari nafkah. Hampir setiap hari mereka menghabiskan waktu dan harta demi kepuasan pribadi tanpa berempati pada orang lain. Mulai dari yang sekedar makan-makan di berbagai restoran cepat saji, keluyuran di mall-mall atau bermain games online di rumah atau warnet sampai dengan mereka yang berfoya-foya dengan miras dan narkoba di tempat-tempat hiburan. Kecelakaan tragis di depan Tugu Tani beberapa waktu yang lalu hanya puncak dari gunung es kesemrawutan dan kerusakan peradaban. Suatu kerusakan yang merajalela bagai kanker ganas yang menggerogoti bangsa ini.

Bercermin dari paparan di atas, adalah suatu kenaifan apabila kita hanya membangun tugu untuk mengenang para korban kecelakaan itu. Tugu raksasa sebesar Monas saja tidak mampu menggugah bangsa ini untuk lebih baik dalam mengisi kemerdekaan yang dianugerahkan kepadanya. Tugu itu, jika pun jadi dibangun, hanya akan menjadi monumen mati hampa makna yang hanya bisa diam seribu bahasa. Tugu tersebut lebih tepat dimaknai sebagai sebuah batu nisan di atas kuburan kematian hati nurani sebuah bangsa bernama INDONESIA.

Semoga bermanfaat, mohon maaf bagi yang kurang berkenan

M. Nahar

http://wasathon.com

Related article: Xenia maut dan pencabutan perda miras

Iklan

Posted on Januari 30, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 16 Komentar.

  1. tragedi xenia maut, seharusnya menjadi titik tolak makin gencarnya operasi pemberantasan peredaran narkoba (terutama bandarnya), merazia pengemudi mabuk (miras dan obat-obatan), dan juga lebih digencarkannya lagi kampanye tertib lalu lintas.

  2. anotherorion said: kalimat terakhirnya nancep

    Semoga bermanfaat, mohon maaf bagi yang kurang berkenanyang itu kah mas? πŸ˜€

  3. tugu yang tak berarti … he he he …

  4. tianarief said: tragedi xenia maut, seharusnya menjadi titik tolak makin gencarnya operasi pemberantasan peredaran narkoba (terutama bandarnya), merazia pengemudi mabuk (miras dan obat-obatan), dan juga lebih digencarkannya lagi kampanye tertib lalu lintas.

    seharusnya memang bergitu mas, agar tidak terjadi lagi kecelakan dan korban sia-sia di masa yg akan datang. tapi berhubung bangsa ini senangnya yang serba seremonial ya yg muncul ide bikin tugu itu

  5. anotherorion said: kalimat terakhirnya nancep

    iya mas, terpikir pas nulis, jadi ya ditambah aja

  6. wib711 said: Semoga bermanfaat, mohon maaf bagi yang kurang berkenanyang itu kah mas? πŸ˜€

    kalau yg itu sih sekedar upaya mencairkan suasana yang mungkin tegang mas .. πŸ˜€

  7. hwwibntato said: tugu yang tak berarti … he he he …

    he he he, kira kira begitu mas. cuma ngabisin bahan bangunan aja

  8. kalau tugu kematian nurani divangunnya di kompleka DPR… bakalan pada ngeh nggak yah?

  9. jampang said: kalau tugu kematian nurani divangunnya di kompleka DPR… bakalan pada ngeh nggak yah?

    gak yakin juga bang, soalnya Indonesia udah kebanyakan tugu, simbol dsb jadi kayaknya udah gak ngefek lagi

  10. kopiradix said: Tugu tersebut lebih tepat dimaknai sebagai sebuah batu nisan di atas kuburan kematian hati nurani sebuah bangsa bernama INDONESIA.

    paling nusuk nih kata2..great words

  11. raflyarsyah said: paling nusuk nih kata2..great words

    semoga bisa membawa perubahan yang positif mas walau tentu saja kurang enak dibaca, saya sendiri juga merasa terpukul

  12. kopiradix said: emoga bisa membawa perubahan yang positif mas walau tentu saja kurang enak dibaca, saya sendiri juga merasa terpukul

    ya, mudah2an bisa diambil hikmahx, karena yakin setiap kejadian akan ada hikmah positifx….

  13. raflyarsyah said: ya, mudah2an bisa diambil hikmahx, karena yakin setiap kejadian akan ada hikmah positifx….

    betul mas, walaupun kejadiannya berat dan sampai makan korban jiwa. jgn sampai kematian mereka sia sia

  14. stujuuuu…dari awal sampe akhir -_-

  15. owleyelfiana said: stujuuuu…dari awal sampe akhir -_-

    iya mbak, saya juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ νŒŒλž€ 크리산 곡원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau pergi berburu, burung harus terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: