Monthly Archives: Mei 2012

[Donor Darah Apheresis] First Time Donor


Sambungan dari posting yang ini

Sesudah mendapatkan nikmat karunia Allah SWT yang luar biasa yaitu lulus dari screening apharesis, saya mendapat pesan singkat dari mbak Deffi untuk donor pada keesokan harinya. Pesan itu masuk sekitar pukul 20:30 malam dan saya pun langsung menyanggupi untuk melakukan donor darah apheresis untuk pertama kalinya. Kegiatan donor darah itu akan dilaksanakan di PMI Lenteng Agung jam 08:30 pagi, tempat yang sama dengan saat dilakukan screening apheresis.

Saat saya tiba, ada orang lain yang sudah datang juga namun belum ikut screening sehingga sayalah yang harus melakukan donor darah saat itu. Saya pun diukur tekanan darahnya dan saat itu alhamdulillah normal. Namun, karena waktu itu saya belum sarapan, petugas yang berwenang pun menganjurkan saya sarapan dulu sambil menunggu dokter. Para petugas pun harus mempersiapkan mesin Hemodialisis dan memasang kit atau peralatan penampung darah yang terdiri dari sebuah tabung, beberapa kantong dan banyak selang-selang. Saya lihat pemasangan itu cukup rumit dan pastinya harus dilakukan seseorang yang sudah terlatih untuk melakukannya. Saya pun sarapan di kantin dekat tempat donor darah aphresis itu berlangsung dan saya juga menyempatkan diri ke belakang agar tidak repot saat donor berlangsung. Donor darah apheresis ini memang berlangsung cukup lama, sekitar satu setengah sampai dua jam. Satu kali donor terdiri dari beberapa siklus yang terdiri dari pengeluaran darah, ekstrasi trombosit dan pengembalian darah ke tubuh pendonor. Tiga tahap tersebut dihitung satu siklus dan sesudah satu siklus selesai maka mesin akan bekerja kembali untuk melanjutkan siklus kedua dan seterusnya.

Pengambilan darah dilakukan dengan penusukan pembuluh darah vena dengan jarum berongga yang cukup besar. Oleh karena itu, saat screening, salah satu yang diperiksa adalah pembuluh vena. Seorang donor darah apheresis harus memiliki pembuluh vena yang cukup besar dan tidak bengkok agar proses donor darah tidak terganggu. Tangan kanan pendonor direntangkan, dililit alat kompresi yang seperti pada alat pengukur tekanan darah dan dia menganggam sebuah bola karet agar terjaga posisi tangannya. Saat proses pengambilan darah berlangsung, alat kompresi menekan pembuluh darah agar darah bisa keluar. Sesudah darah keluar, terjadi pemerosesan dalam mesin dan trombosit yang dibutuhkan anak-anak penderita kanker pun diekstraksi dan ditampung di sebuah kantong. Saat proses pengembalian darah berlangsung, alat kompresi dikendurkan dan darah pun kembali masuk ke tubuh pendonor. Terasa cukup nyaman memang saat darah itu kembali ke dalam tubuh. Aliran darah itu memang sempat sedikit terganggu karena posisi tangan saya yang berubah tanpa sengaja, maklum kan masih pemula. Namun Alhamdulillah keseluruhan proses dapat berlangsung dangan baik dan lancar tanpa banyak gangguan. Sesudah selesai, saya pun diberi makanan untuk memulihkan tubuh dan trombosit hasil donor darah tersebut dibawa ke RS Dharmais untuk diberikan kepada anak yang membutuhkan, yang sedang menderita Leukumia.

Berikut beberapa pelajaran yang saya dapatkan dari donor darah apheresis yang pertama tersebut:

1. Mempersiapkan fisik dan mental dengan baik. Donor darah apheresis berlangsung cukup lama tergantung kuantitas dan kualitas trombosit pendonor. Biasanya berlangsung antara satu sampai dua jam.

2. Sarapan atau makan yang kenyang sebelum donor darah agar tidak terlalu lemas.

3. Malam sebelum donor darah jangan bergadang karena jika saat mendonorkan darah pendonor tertidur tanpa sadar posisi tangan bisa berubah. Donor darah apheresis pun bisa gagal karena aliran darah di pembuluh vena terganggu.

4. Saat donor darah berlangsung, jaga agar tubuh dan pikiran tetap relaks. Untuk para pendonor yang muslim bisa membaca dzikir-dzikir yang bisa menenangkan jiwa seperti istighfar, tasbih, tahmid, tahlil dan sebagainya. Faktor psikologis sangat menentukan keberhasilan donor darah apheresis

5. Rasa sakit akibat pengeluaran jarum saat donor darah selesai bisa dikurangi dengan menarik napas panjang saat jarum ditarik keluar. Sakit sedikit tidak ada artinya dibandingkan amal shaleh yang baru saja dilakukan pendonor.

6. Seseorang yang sudah berkomitmen menjadi pendonor darah apheresis harus menjaga kesehatan tubuhnya. Jumlah ideal trombosit bisa dijaga dengan mengonsumsi buah, sayur dan banyak minum air putih. Dianjurkan pula melakukan olah raga cardiovascular, seperti lari, jalan cepat atau berenang, agar aliran darah di tubuh pendonor selalu lancar.

Perlu kita ketahui bahwa donor darah apheresis ini tidaklah murah. Harga kit yang terdiri dari tabung, kantung dan selang bisa mencapai sekitar dua juta rupiah per paket dan semua itu hanya bisa dipakai sekali. Sesudah dipakai kit tersebut harus dibuang semuanya. Padahal banyak sekali anak-anak penderita kanker yang sangat membutuhkan trombosit hasil ekstraksi mesin Hemodialisis itu. Mereka membutuhkan “emas cair” atau trombosit itu untuk mempertahankan kehidupan mereka. Memang sebuah ironi yang menyedihkan, di sebuah negara yang penuh hasil bumi dan sumber daya alam melimpah ruah seperti Indonesia ini. Entah sudah berapa banyak ahli dan pakar yang menyampaikan pendapatnya sehingga mungkin kita perlu bertanya pada rumput yang bergoyang.

Saya sendiri baru mampu mengingatkan diri sendiri dan para pembaca sekalian untuk menyadari bahwa PEDULI, BERBAGI dan MEMBERI adalah salah satu KEBUTUHAN kita yang utama sebagai manusia. Sebelum memperturutkan keinginan, hobby dan membeli barang-barang mewah yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan, ada baiknya melihat ke sekitar kita adakah yang masih lebih memerlukan lembaran-lembaran rupiah yang ada di tangan kita sekarang? Jangan sampai langkah kita menuju surgaNya harus terhalang kesaksian-kesaksian orang yang secara tidak langsung kita zalimi. Yaitu mereka yang sebenarnya bisa kita pedulikan kita beri dan kita bantu namun kita enggan melakukannya hanya karena ada barang-barang mahal yang lebih menarik bagi ego kita.

Semoga bermanfaat dan semakin banyak orang terinspirasi untuk berkomitmen menjadi pendonor darah apheresis.

[Donor Darah Siaga Apheresis] Alhamdulillah Lolos Screening

Sebenarnya tulisan ini sambungan dari postingan yang ini

Pagi-pagi ditelepon dan diminta datang ke PMI Lenteng Agung untuk screening dan donor darah apheresis. Saya pun langsung ke Lenteng Agung naik kereta dan dari stasiun naik ojek ke sana. Di PMI, saya pun menemui petugas yang berwenang dan diminta menunggu. Setelah tidak terlalu lama saya pun di-screening, yaitu diperiksa pembuluh vena-nya dan diambil darahnya untuk diperiksa. Sambil menunggu hasil screening, saya pun menikmati teh manis yang sudah disediakan. Alhamdulillah saya lulus screening dan mulai hari ini siap jadi donor darah siaga apheresis.

Namun, karena sudah ada donor lain yang juga sudah siap dan anak penderita kanker yang membutuhkan baru perlu 1 kantong, saya pun tidak donor saat itu. Mbak Deffi, salah satu pegiat donor darah aphreresis dan relawan, menelepon saya dan bilang “Mas, mungkin minggu ini kalau diperlukan siap ya. Kondisi anak yang memerlukan tidak begitu baik sehingga mungkin masih perlu satu kantong lagi”. Saya jawab “Insya Allah saya siap sedia jika diperlukan”.

Donor Darah Apheresis memang tidak sama denagn donor darah biasa yang disebut PRC (Packed Red Cells) atau WH (Whole Blood). Donor Darah PRC / WH diperuntukkan untuk transfusi darah dan penanganan kecelakaan sedangkan Apheresis untuk penanganan penderita kanker, terutama anak-anak. Jika anak yang terkenan kanker, sel kankernya ada yang mengganas, maka trombosit si anak akan turun drastis dengan cepat. Sehingga, untuk menaikkan kadar trombosit dalam darah anak itu, perlu donor darah apheresis. Dalam prosedur Donor Darah Apheresis, darah pendonor hanya diambil bagian yang diperlukan saja dan sisanya dikembalikan ke tubuh pendonor sehingga donor darah seperti ini dapat dilakukan dua minggu sekali. Lengkapnya, klik aja situs yang ini.

Memang harus pilih salah satu, kalau sudah jadi pendonor darah siaga Apheresis tidak bisa lagi jadi pendonor darah PRC. Sementara, pendonor darah PRC kalau mau donor darah Apheresis ya harus menunggu 3 bulan dari donor darah PRC yang terakhir. Namun, Insya Allah keduanya tetap bisa jadi amal shaleh dan bermanfaat bagi sesama manusia dan kemanusiaan. Jika seseorang tidak lolos screening donor darah Apheresis, masih bisa menjadi pendonor darah PRC / WH. Kedua pilihan itu sama sama penting dalam memelihara kehidupan manusia. Memelihara kehidupan manusia adalah amal shaleh berpahala luar biasa besar sebagaimana tersebut dalam Al Quran “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.” (Al-Ma`idah: 32)

Mohon doa teman-teman sekalian agar saya tabah dan istiqomah dalam menjalani peran sebagai seorang pendonor darah Apheresis ini. Dan semoga tulisan sederhana ini bisa menginspirasi dan memotivasi pembacanya untuk mendaftarkan diri menjadi pendonor darah siaga apheresis.

Referensi:

Antara Kerja dan Kegiatan Sosial

Apakah Apheresis itu?

Islam Menunjung Tinggi Hak Azasi Manusia

Semoga bermanfaat

Meluruskan Pemahaman Tentang Sedekah

Kurangnya kemampuan berbahasa Arab menyebabkan banyak istilah dalam agama Islam yang disalahpahami bahkan oleh ummatnya sendiri. Salah satu dari istilah-istilah tersebut adalah Sedekah. Orang seringkali mengartikan sedekah hanya sebagai pemberian atau charity dalam bahasa Inggris. Sehingga, terkadang ada perasaan bangga yang tidak proporsional dalam hati orang yang bersedekah dan sebaliknya seringkali ada perasaan rendah diri atau minder pada penerimanya.

Padahal makna dari kata sedekah adalah satu akar kata dengan siddiq atau kebenaran. Sehingga, sedekah dapat diartikan sebagai pembuktian dari kebenaran janji Allah sWT yang menjamin rezeki setiap makhlukNya. Orang yang benar-benar memahami makna sedekah akan meyakini pemberian terbaik dari Allah SWT berusaha semaksimal mungkin menafkahkan hartanya di jalan yang diridhoi olehNya. Pemahaman yang benar tentang sedekah itu telah membuat para shahabat Rasul SAW berlomba-lomba menginfakkan hartanya di jalan Allah SWT. Abu Bakar As Shidiq pernah memberikan seluruh hartanya dalam suatu kesempatan dan saat ditanya apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu, beliau menjawab Allah dan RasulNya. Maksudnya adalah Abu Bakar menyakini sepenuh hati bahwa Allah dan RasulNya tidak akan menzalimi diri beliau dan keluarganya. Jika beliau berkorban secara maximal, maka balasannya pasti juga akan maximal. Beliau pun meyakini bahwa rezeki seseorang sudah dibagi dengan adil tanpa dikurangi sedikitpun. Sungguh merupakan keteladanan yang sangat langka di zaman yang kata orang moderen ini.

Pemahaman seperti itu juga membuat orang yang menerima sedekah tidak merasa minder atau rendah diri. Mereka meyakini bahwa sedekah yang diberikan orang lain padanya hakikatnya adalah karunia Allah SWT melalui para pemberi tersebut. Para penerima sedekah memang tidak seharusnya menggantungkan diri dari pemberian orang lain. Sedekah bukanlah pemberian yang membuat orang yang menerima malas untuk bekerja dan berusaha mencari karunia rezekiNya. Pemberian yang membuat orang menjadi malas bekerja dan enggan berusaha secara mandiri tidak layak disebut sedekah. Sedekah yang benar akan menggembirakan, membahagiakan, mementramkan dan melegakan baik bagi yang menerima ataupun yang memberi. Sedekah seperti itu tidak akan membuat penerimanya menjadi rendah diri dan pemberinya menjadi tinggi hati.

Kehidupan moderen yang serba individualistik, materialistik dan hedonistik membuat banyak orang sulit memenuhi kebutuhan hidup mereka. Keadaan seperti itu seringkali diperparah dengan adanya kejadian yang di luar perhitungan seperti ada anggota keluarga yang sakit, bencana dan lain sebagainya. Biaya perawatan kesehatan dewasa ini memang sangat tidak murah. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila ada orang yang berseloroh “orang miskin dilarang sakit”. Pada saat itulah seseorang yang membutuhkan perlu membuka diri untuk menerima karunia Allah SWT melalui jalur sedekah. Sedekah, selain merupakan pemberian dan karunia, juga merupakan amanah. Sedekah tersebut harus dipergunakan untuk keperluan yang sesuai, misalnya untuk biaya perawatan di rumah sakit, menebus obat, memperbaiki bagian rumah yang rusak dan sebagainya, bukan digunakan untuk membeli yang tidak terlalu penting seperti televisi, HP baru dan sebagainya. Penerima sedekah adalah pemegang amanah dan hendaklah dia bertaqwa kepada Allah SWT dan memanfaatkan sedekah sesuai akad yang disepakati oleh pemberinya.

Tulisan sederhana ini didedikasikan untuk teman-teman yang sudah berpartisipasi dalam proses kesembuhan ibunda tercinta yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit. Baik dalam bentuk dana dari sebagian rezekinya, doa ataupun yang lainnya. Hanya tulisan inilah yang bisa saya berikan kepada teman-teman sekalian semoga dapat dipetik manfaatnya dan dijadikan tambahan bekal mengarungi lautan kehidupan yang tidak selalu mudah ini.

Untuk para sahabat yang masih ingin berbagi untuk kesembuhan beliau, dapat memberikan sumbangannya ke

No Rekening: 124 – 00 – 0608740 – 8
Bank Mandiri KCP Pasar Rumput 12711
atas nama: Muhamad Nahar

(note: M-nya satu, gara2 ada kesalahan salah di KTP)

Insya Allah sepenuhnya akan dimanfaatkan untuk kesembuhan beliau, bukan untuk keperluan yang lain.

Semoga Allah SWT yang Maha Mengetahui membalas dengan balasan yang jauh lebih baik daripada yang telah diberikan. Aamiin

[Sosial] Bon Kosong dan Kerentanan Sosial

Sebut saja namanya Udin. Seorang pemuda yang hanya lulusan SMP ini beruntung mendapat pekerjaan sebagai seorang office boy di sebuah kantor. Salah satu tugas Udin adalah memfotokopi berkas-berkas dari kantor. Memang, selain gaji bulanan, Udin juga dapat uang makan dan tunjangan lainnya walau tidak terlalu besar. Namun, karena banyaknya dokumen yang harus difotocopy, Udin kadang terpaksa menggunakan uangnya sendiri terlebih dahulu untuk membayar biaya fotokopi untuk kemudian ditagihkan ke bagian keuangan di kantornya. Untuk bisa mendapat penggantian itu, Udin harus memberikan bukti berupa bon dari kios fotokopi langganan kantor. Namun, karena pengaruh lingkungan yang kurang baik dan kecanduannya akan rokok, Udin mulai berbuat curang. Saat melaksanakan tugasnya untuk memfotocopi dokumen-dokumen kantor, dia meminta pada operator dibuatkan bon kosong. Bon itu dia isi sendiri agar ada uang lebih yang bisa dia kantongi. Udin memang seorang sudah lama menjadi seorang perokok sehingga dengan uang mark-up itu dia bisa membeli rokok tanpa harus mengurangi gaji dan uang makan. Manipulasi tersebut berlangsung lancar dalam waktu cukup lama. Namun, seperti kata pepatah sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, terjadilah sesuatu yang ada di luar perhitungan Udin. Ibu Ani, kepala bagian keuangan di kantor tersebut, menemukan sebuah bon kosong yang benar-benar kosong. Tidak ada sedikitpun angka yang tertera di sana. Karena curiga, Ibu Ani pun memanggil Udin dan menanyakan perihal bon kosong itu. Udin tidak bisa mengelak dan terpaksa mengakui perbuatannya. Udin pun dipecat dari pekerjaannya dan sampai sekarang dia masih menganggur. Ijazahnya yang hanya sampai SMP dan kredibiltasnya yang sudah tercoreng gara-gara markup bon kosong yang dilakukannya membuat Udin kesulitan mendapatkan pekerjaan baru.

Lain lagi dengan Raihan. Pemuda yang sudah lama menganggur itu suatu saat melihat pengumuman penerimaan pegawai di salah satu warnet yang menjadi langganannya. Raihan pun menemui pemilik warnet dan mengatakan ingin bekerja di sana. Setelah diwawancarai dan diuji kemampuannya mengoperasikan komputer, Raihan pun diterima di sana. Memang, mula-mula Raihan merasa enjoy bekerja di sana walaupun pekerjaannya tidak terlalu bergengsi. Yang penting kantongnya terisi uang lagi walau tidak terllau tebal. Namun sayang seribu sayang, setelah beberapa lama bekerja, Raihan mulai merasakan adanya sesuatu yagn tidak beres. BAnyak para pelanggan yang meminta dibuatkan bon kosong. Termasuk orang-orang yang bekarja di sebuah proyek Superblok yang sedang berlangsung di dekat warnet tempat Raihan bekerja. Raihan memang dapat memahami bahwa para pekerja tersebut mengganggap meminta dibuatkan bon kosong bukanlah kejahatan serius. Toh para pemilik modal di Mega Proyek Superblok itu masih punya banyak uang, begitu pikir mereka. Namun, yang paling menyiksa batin Raihan adalah rasa berdosa yang timbul setiap kali dia terpaksa melakukan hal buruk tersebut.

Sebagai seorang pemuda yang cukup memahami ajaran agamanya yaitu Islam, Raihan tahu bahwa memberikan kesaksian palsu, termasuk dalam bentuk bon kosong, adalah dosa besar. Tidak peduli apakah selisih antara jumlah uang yang tertera dalam bon tersebut dan jumlah sebenarnya sedikit atau banyak. Apakah selisihnya hanya 5000 rupiah atau 5 juta rupiah, keduanya sama-sama dosa besar. Memang, kadang Raihan berhasil menolak membuatkan bon kosong itu walaupun dengan perjuangan yang alot, namun terkadang dia gagal. Dengan berat hati, dia pun terpaksa menandatangani sebagian bon kosong tersebut, apalagi saat si klien sudah mengancam. Akhirnya, dengan berat hati Raihan pun menemui pemilik warnet dan mengundurkan diri dari pekerjaannya. Raihan pun kini terpaksa kembali mengisi hari harinya dengan perjuangan mencari pekerjaan yang sesuai.

Kedua ilustrasi di atas menunjukkan bahwa bangsa Indonesia ini masih budaya meremehkan hal-hal buruk yang dianggap kecil. Kita seringkali lupa bahwa bencana dan kerusakan besar selalu dimulai dari hal-hal yang kecil. Pak Ahyudin, presiden Aksi Cepat Tanggap, sebuah lembaga sosial yang biasa menangani bencana-bencana yang terjadi di Indonesia, mengatakan bahwa bencana sebesar apapun berawal dari kerentanan, baik kerentanan alam ataupun kerentanan sosial. Jika kerentanan-kerentanan itu dianggap remeh dan tidak segera diatasi, bencana dan kerusakan yang lebih besar akan menanti. Korupsi kecil-kecilan dengan modus bon kosong seperti pada beberapa ilustrasi di atas adalah contoh kerentanan sosial yang seringkali diremehkan. Kejahatan seperti itu pada akhirnya membawa bencana kepada si pelaku dan orang-orang yang dekat dengannya. Ada pula yang akhirnya dipecat dan ada pula yang mengundurkan diri karena tidak tahan menahan rasa sakit hati dan perasaan berdosa yang dalam. Banyak pula yang sampai terjerumus ke dalam dunia hitam kejahatan karena sudah terlalu sakit hati, frustasi dan putus asa.

Budaya korupsi memang sudah menjangkiti negeri ini sampai ke tingkat strata sosial terendah. Jika seorang office boy saja bisa melakukan korupsi dan manipulasi dengan modus bon kosong seperti pada kisah-kisah di atas, apalagi yang tingkatnya lebih tinggi. JIka seorang office boy bisa memanipulasi tagihan dengan segala cara, termasuk dengan bon kosong, maka seoerang pejabat tinggi bisa lebih leluasa lagi melakukan kejahatan seperti itu. Hanya dengan coretan tanda tangannya, proyek yang sebenarnya bermasalah atau diragukan urgensinya untuk kepentingan masyarakat bisa lolos dan dilaksanakan. Akibatnya, beban keuangan yang ditanggung negara makin berat, rakyat makin banyak yang miskin dan kerentanan sosial yang berpotensi menimbulkan bencana makin meluas. Sudah saatnya masyarakat bangkit dan melawan budaya korup, markup dan bon kosong seperti yang terjadi selama ini agar tidak menimbulkan bencana-bencana yang besar dan menimbulkan kerugian berat di kemudian hari.

Semoga bermanfaat

Referensi:

Tarbiyah Finansial, Dwi Swiknyo, Diva Press
Pemimpin Negeri Bencana

Isu Penggusuran dan Backup Konten MP

Jika di dunia nyata isu paling hangat saat ini adalah tentang pro kontra Lady Gaga dan Irshad Manji, maka di Multiply yang paling panas isunya adalah isu “penggusuran” para blogger yang selama ini menempatkan karya-karya mereka (foto, tulisan blog, curhat dan sebagainya) di situs Multiply masing-masing. “Wacana penggusuran” para bloggers itu cukup meresahkan karena mereka sudah sangat akrab satu sama lain walaupun yang namanya konflik wacana tetap saja ada. Semoga saja isu ini hanya salah paham, meskipun tetap meresahkan.

Entah apakah memang ada konflik antar para bloggers dengan para online sellers atau ada hal lain, tapi jika kompleks Multiply ini benar-bener berubah 100 persen jadi Multiply Trade Center sungguh disayangkan. Betapa tidak, setahu pada awalnya di Multiply ini orang malah gak boleh jualan (CMIIW ya). Bolehnya ya itu, nge-blog atau upload foto2, upload lagu (dan donlot juga dulunya bisa) dsb, gak jauh dari itu. Apakah ruangan server MP sudah gak cukup lagi buat menampung tulisan dan curhat serta foto2 para penggunanya? atau ada faktor lain? Jangan-jangan karena para bloggers-nya jarang atau gak pernah mampir ke Mall yang sekarang ada di depan kompleks Multiply itu? Coba kita tanya pada rumput yang bergoyang. Yang jelas, para bloggerlah, termasuk yang gratisan, yang telah membesarkan Multiply hingga saat ini.

Idealnya sih para blogger dan online sellers bisa berdampingan dengan harmonis di kompleks yang bernama Multiply ini. OS silakan aja promosi dengan etis tanpa harus mengganggu para bloggers. Jika si blogger ada perlu atau ada barang yang dicari, biar saja dia datang sendiri ke Mall di depan kompleks itu. Toh di inbox setiap MPer juga ada iklannya kan? paling tidak itulah yang saya lihat setiap kali nge-MP berhubung bukan pakai akun premium.

Namun semua itu tergantung pada manajemen Multiply itu sendiri, apakah bakal mau mengharmoniskan para bloggers dengan online sellers atau malah akan menggusur para bloggers dan memberikan seluruh ruang server untuk para online sellers? Pilihan ada pada mereka. If worst come to worst dan para bloggers musti boyongan ke kompleks virtual yang lain, maka apakah ada jaminan bahwa Mall di depan kompleks itu bakal ramai dan bertambah besar? Atau malah bangkrut karena gak ada yang beli dan ruangan server terpaksa disewakan untuk situs-situs orang lain? Tentu saja ini bukan ngedoain supaya bangkrut, tapi hanya sekedar mengingatkan bahwa tidak ada jaminan sukses dalam ikhtar mencari rezeki. Allah SWT sudah mengatur semua rezeki makhluknya mulai dari yang melata sampai manusia dan jin, baik yang shaleh maupun yang salah, baik yang taat maupun yang ingkar. Gak percaya? simak aja kisah-kisah inspiratif para pengamal sedekah. Banyak diantara mereka yang berhasil mendapatkan rezeki tak terduga yang luar biasa banyaknya. Jadi, kenapa gak menganggap ngasih tempat pada para blogger gratisan itu sebagai sedekah? Insya Allah gak ada ruginya

Bagaimanapun juga semua ada hikmahnya. Digusur gak digusur, saya akan tetap mem-backup konten2 yang penting dari situs Multiply saya. Saya sarankan teman2 yang lain juga melakukan hal yang sama. Siapa lagi yang akan menghargai karya-karya kita di internet kalau bukan kita sendiri?

Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

[Kisah Inspirasi] Memilih Yang Terbaik

Kisah inspiratif para pengamal sedekah memang seakan tidak pernah habis untuk diceritakan. Kisah ini dialami oleh salah seorang motivator yang sudah tidak asing lagi bagi para penggemar buku-buku motivasi yaitu Ustadz Reza Syarief. Kisah ini dikutip dari buku terbaru beliau yang berjudul 13 Top Secret Pembuka Pintu Rezeki.

Sesudah mengadakan presentasi dan pendekatan-pendekatan intensif, Ustadz Reza dan tim beliau berhasil mendapatkan order pelatihan motivasi dari sebuah perusahaan pertambangan nasional dengan fee yang sangat besar, yaitu sekitar 5000 US$. Jadwal pelaksanaan training pun disepakati, hari dan jam pun diatur bersama dengan klien penting tersebut.

Namun sayang, setelah jadwal pelatihan-pelatihan serta kegiatan-kegiatan yang akan diadakan diinventarisir, ternyata ada dua kegiatan yang bentrok. Yang bentrok tidak lain adalah kegiatan training perusahaan pertambangan tersebut dengan acara pengajian ibu-ibu majelis taklim yang biasa diisi oleh ustadz Reza. “Coba kita negosiasikan lagi jadwal training ini, saya tidak mau apabila saya tidak bisa mengisi kajian majelis taklim. Semoga kita masih bisa mengadakan kedua kegiatan tersebut” demikian kata ustadz Reza. “Baik pak” kata salah satu staff beliau. Sayang sekali, perusahaan pertambangan itu tidak mau menegosiasikan jadwal training yang sudah disepakati. “Mereka bilang, kalau tidak sesuai jadwal ya terpaksa dibatalkan pak” kata staff yang menghubungi. “Kalau begitu baiklah, kita batalkan saja” kata Ustadz Reza. “Enggak sayang pak, fee-nya kan besar sekali. Perusahaan kita bisa untung besar dengan adanya training ini” kata staff yang bertugas penuh keraguan. “Tidak apa-apa, kita batalkan saja” kata ustadz Reza. Training mahal itu pun dibatalkan dan pengajian majelis taklim berlangsung seperti biasa.

Sekitar seminggu sesudah kejadian itu, seorang santri dari ustadz Reza datang ke kantor untuk menemui beliau. Santri tersebut membawa sebuah gulungan kertas yang besar. “Ada yang bisa saya bantu?” tanya ustadz Reza. “Begini ustadz, ustadz kan dahulu pernah mengatakan bahwa ustadz membutuhkan tanah untuk pesantren?” kata si santri. “Betul” jawab ustadz Reza. “Nah, saya ingin memperlihatkan ini ustadz. Ayah saya hendak mewakafkan tanah beliau dan beliau percaya ustadz Reza-lah yang pantas mengelola tanah tersebut” kata si santri sambil membuka gulungan kertas yang dia bawa. Ustadz Reza gemetar dan seakan tidak percaya pada apa yang beliau lihat. Gulungan kertas itu adalah sebuah peta tanah berukuran 10 hektar dengan harga tanah per meter persegi 50 ribu rupiah sehingga tanah itu bernilai 5 milyar rupiah. Sungguh suatu balasan yang luar biasa karena mengutamakan kepentinganNya di atas kepentingan duniawi.

Malik bin Nabi, seorang intelektual asal Al Jazair menulis dalam bukunya yang berjudul Syuruut Al-Nahdhah, bahwa bangun dan runtuhnya sebuah peradaban tergantung siapa yang menjadi “panglimanya”. Dia mengatakan, bahwa sebuah peradaban akan terus menanjak naik tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah ruh. Dengan ruh sebuah peradaban akan menjadi peradaban yang bersih dan tak terkotori. Pada masa inilah peradaban akan dianggap mencapai puncak sebenarnya.Pada tahapan kedua, peradaban akan mengalami pelebaran dan pemekaran bukan pengembangan, tatkala yang menjadi pemain dalam peradaban itu adalah akal. Peradaban yang dikendalikan akal akan mengalami tarik menarik yang demikian kencang antara ruh dan hawa nafsu. Terjadinya tarik menarik ini akan mengakibatkan peradaban terus merentang dan bukan mengalami kenaikan nilai.Pada fase selanjutnya, sebuah peradaban akan mengalami kehancuran dan kebangkrutan tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah hawa nafsu. Pada titik inilah peradaban akan dengan deras meluncur ke titik yang paling bawah. Ungkapan Malik Bin Nabi tersebut memberikan suatu pelajaran kepada kita, bahwa peradaban manusia akan selalu mengalami pasang surut. Tatkala ruh spiritualisme dan moralitas menjadi panglima maka suatu peradaban akan mampu menggapai puncak peradaban. Namun tatkala akal dan hawa nafsu telah mengalahkan moralitas, maka peradaban tersebut akan jatuh meluncur ke titik nol.

Kisah inspiratif di atas serta teori yang dikemukakan oleh Malik Bin Nabi tersebut mengingatkan kita akan pilihan-pilihan yang ada dalam kehidpan kita sehari-hari. Pilihan-pilihan kita dan keputusan-keputusan yang kita buat menunjukkan pada kita apakah yang menjadi “Panglima Jiwa” dalam kehidupan kita. Apakah panglima jiwa adalah ruh yang akan mengantar pada kemuliaan, akal yang membuat kita terombang-ambing antara ruh dan hawa nafsu ataukah hawa nafsu yang akan menggelincirkan dan menghancurkan kita?

Yang terbaik hanyalah
segeralah bersujud
mumpung kita masih diberi waktu

Ebiet G. Ade
“Untuk kita renungkan”

Semoga bermanfaat

Referensi:

13 TOP SECRET Pembuka Pintu Rezeki, Reza M. Syarief PSK (Pelatih, Seniman, Konsultan), QultumMedia
Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, Ali Muhammad As Salabi, Pustaka Al Kautsar

[Dunia Ghoib] Sihir dan Interaksi Energi bagian 2

Pada bagian pertama tulisan ini sudah dijelaskan bahwa sihir adalah sejenis interaksi energi. Richard Gordon, pendiri Quantum Touch, pernah mengatakan bahwa ada 3 jenis interaksi antar energi dengan vibrasi berbeda. Pertama, energi bervibrasi tinggi menurun mengikuti energi yang vibrasinya lebih rendah. Kedua, energi bervibrasi lebih rendah meningkat mengikuti energi yang vibrasinya lebih tinggi. Dan ketiga, energi bervibrasi tinggi dan yang bervibrasi rendah sama sama bertemu di vibrasi tertentu di tengah-tengah. Manusia adalah makhluk multi dimensi. Jiwa dan energi kehidupan pada diri manusia berada pada energi bervibrasi tinggi sementara jasadnya adalah energi bervibrasi rendah. Karena itu, jasad manusia bisa dilihat mata dan disentuh, sedangkan energi kehidupan dan jiwa tidak. Jin sebagai makhluk energi tidak dapat terlihat oleh mata manusia karena vibrasi energinya lebih tinggi daripada jasad manusia. Sedangkan malaikat sebagai makhluk cahaya vibrasi energinya lebih tinggi lagi.

Saya pernah mendapat informasi tentang sepak terjang makhluk-makhluk halus dari seseorang yang memiliki “kelebihan” dalam kepekaan merasakan energi. Dia bilang kalau sebenarnya makhluk-mereka itu tidak bisa berdekatan dengan manusia karena vibrasi energi manusia yang sehat lahir batin membuat mereka tidak nyaman, kalau gak mau dibilang kegerahan. Mereka baru bisa mendekati manusia kalau manusia itu dalam keadaan vibrasi energi yang tidak kondusif seperti takut, marah, terlalu gembira atau sedang maksiat. Turunnya vibrasi energi tubuh itu menyebabkan suhu tubuh manusia menurun sehingga mereka tidak kepanasan walaupun mendekat. Saat itulah mereka bisa mendekati manusia, baik untuk menggoda atau menampakkan diri. Ketika menampakkan diri, mereka mengambil bentuk yang dari makhluk2 yang sudah ada referensinya, spt pocong, kuntilanak dll. Jadi bukan wujud aslinya. Bisa dibilang, film2 horror itulah yang bikin orang takut sama mereka sehingga mereka merasa berkuasa atas manusia. Karena pertahanan energi manusia sudah melemah gara-gara persepsi dan image yang dibangun film2 horror itu. Hal itu pulalah yang menyebabkan kenapa jika ada dua orang anak manusia berlainan jenis yang bukan mahram berduan di tempat sepi maka yang ketiga adalah setan. Bahkan, seorang ustadz yang ahli ruqyah pernah mendapatkan kesaksian dari seseorang yang pernah “mampu melihat” jin. Orang tersebut bilang bahwa jika ada dua orang berduaan bukan mahram, maka yang ketiga adalalah jin bertubuh besar seperti gorilla dengan tubuh berwarna hitam dan berbau busuk.

Energi manusia sangat dipengaruhi kondisi mental, emosional dan spiritualnya. Mental yang tangguh, emosi yang stabil dan spiritualitas yang mendalam akan membuat vibrasi energi tubuh seseorang tinggi. Sehingga, orang ini akan terjaga kesehatannya lahir batin. Sebaliknya, mental yang rapuh, emosi yang tidak terkendali dan spiritualitas yang dangkal akan merusak dan merendahkan vibrasi energi manusia sehingga dia rentan digoda makhluk halus dan terkena serangan sihir. Kehidupan orang-orang dengan vibrasi energi rendah akan jauh dari keberkahan, rahmat Allah SWT serta keridhoanNya. Penyebab utama terganggunya vibrasi sistem energi manusia adalah perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat, baik maksiat lahir akibat mengikuti hawa nafsu maupun maksiat batin akibat memperturutkan ego. Memang, sesuatu yang menyenangkan seringkali merupakan sesuatu yang bisa menurunkan vibrasi energi kita hingga mempengaruhi kesehatan fisik, emosi dan jiwa kita secara keseluruhan. Sehingga, apapun yang menurunkan vibrasi energi kita dapat dikategorikan sebagai bagian dari khutuwatissyaithon atau langkah-langkah setan. Sehingga, jika ingin terhindar dari langkah-langkah syaitan itu, mau tidak mau kita harus berusaha untuk masuk ke dalam Islam secara kaafah atau keseluruhan. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( al- Baqarah : 208-209 ).

Semoga bermanfaat

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn