Monthly Archives: Juni 2012

Membiarkan Papua merdeka?

Berita mengejutkan tayang di situs Indonesia Today. Ulil Abshar Abdalla bilang “Biarkan Saja Papua Merdeka”. Tokoh yang pernah menjadi orang nomor satu dan icon Jaringan Islam Liberal ini dengan enteng mengatakan “biar saja Papua meredeka”. Seakan pengorbanan para pahlawan yang berjuang merebut Irian Barat (sebagaimana disebut saat itu) tidak ada arti dan harganya sama sekali dalam pandangan orang tersebut.

Siapapun yang pernah mempelajari sejarah kemerdekaan Indonesia pasti tahu, minimal secara umum, perjuangan merebut Irian Barat. Betapa banyak pahlawan yang gugur dalam beberapa operasi militer seperti operasi Trikora dan Pertempuran Laut Aru yang mengakibatkan hancurnya KRI Matjan Tutul. Apakah layak seorang liberal dengan enteng melontarkan pendapat “biarkan saja Papua lepas dari Indonesia” tanpa memperhitungkan pengorbanan para pahlawan tersebut?

Permasalahan Papua memang rumit, namun akarnya sudah jelas, ketidakadilan di berbagai bidang terutama ekonomi. Perusahaan-perusahaan penambangan asing dengan enaknya mengeruk kekayaan alam Papua sementara rakyat di sana masih berbaku hantam dalam bentuk Perang Antar Suku. Rakyat Papua hingga hari ini masih banyak yang terbelakang, miskin dan primitif. Mungkin tradisi perang antar suku itu memang sengaja dipelihara agar kekayaan alam Papua bisa dikeruk dengan mudah. Ketidakadilan itu sendiri berawal dari lemahnya ketegasan pemerintah dalam menghadapi intervensi asing, terutama dari Barat khususnya Amerika Serikat. Ditambah lagi dengan merajalelanya korupsi di berbagai bidang, termasuk di tubuh partai si Ulil sendiri. Semua itu semakin membenarkan kebenaran pepatah lama di Indonesia, “Kuman di seberang lautan kelihatan, gajah di pelupuk mata tidak tampak”. Orang-orang liberal yang mulutnya berbusa-busa menyerukan kebebasan ternyata malah menjerumuskan Indonesia ke dalam penjajahan moderen yang jauh lebih mengerikan daripada penjajahan era kolonial. Jika benar Papua merdeka dan lepas dari NKRI, apakah rakyatnya bakal sejahtera? Belum tentu. Bahkan mungkin malah semakin menderita karena kapitalis pengeruk sumber daya alam di sana jelas bukan kaum filantropis yang peduli pada sesama. Mereka hanya peduli pada kepentingan ekonominya sendiri, masa bodo pada kesejahteraan dan kepentingan orang lain.

Entah kenapa sepertinya salah satu ciri khas orang liberal adalah menggampangkan masalah dan meremehkan orang lain. Betapa pedihnya perasaan para pahlawan yang sudah berjuang berdarah-darah dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari bangsa-bangsa penjajah jika mereka tahu betapa entengnya lisan orang liberal melecehkan dan menghinakan perjuangan mereka. Lontaran-lontaran pendapat khas orang-orang liberal itu memang sangat pas dengan definisi Rasulullah tentang kesombongan. “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah dari kesombongan.” Salah seorang shahabat lantas bertanya: “Sesungguhnya seseorang senang jika bajunya bagus dan sandalnya baik?” Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Indah dan senang dengan keindahan, Al-Kibru (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”(HR Muslim dalam Shahih-nya, Kitabul Iman, Bab: Tahrimul Kibri wa Bayanuhu)

Semoga bermanfaat

[Sosial] Mas, uang rokoknya mana?

“Mas, uang rokoknya mana?” kata si pengirim kepada Syamsudin, si penerima paket. “Emangnya harus pakai uang rokok ya?” tanya Syamsudin dengan nada tinggi dan pandangan tajam ke arah si pengirim. “Ya, enggak sih, kalau ada boleh” kata si petugas pengirim salah tingkah. Syamsudin sendiri terlihat bimbang, di satu sisi dia tidak ingin melewatkan setiap kesempatan sedekah namun di sisi lain dia juga tidak ingin orang jadi pengemis yang suka meminta-minta, rokok lagi. Pemahaman agama Syamsudin memang cukup baik sehingga dia menganggap pemberian seperti itu tidak mendidik. Syamsudin pun hanya diam sambil terus memandangi si petugas pengirim. Petugas itu pun pergi dengan menahan kejengkelan dalam hatinya. Sambil memandangi si petugas yang hilang di belokan jalan, Syamsudin merasakan kesedihan dan kekecewaan yang dalam. Dia sedih dan kecewa terhadap mentalitas bangsanya yang seakan tidak pernah bisa berhenti dari segala macam kerusakan dan kemunafikan.

Selain bon kosong, uang rokok juga salah satu modus mencari tambahan uang yang sering dilakukan orang, terutama kalangan menengah ke bawah. Memang, ada perusahaan-perusahaan tertentu yang memperbolehkan para pegawainya menerima tips, uang rokok atau apapun namanya. Intinya, jika konsumen merasa puas dengan pelayanan yang diterima, mereka boleh saja memberi uang tips. Namun, tentu saja hal ini tidak untuk dipaksakan. Meminta tips, apalagi dengan memaksa, adalah sebuah perbuatan yang sangat buruk dinilai dari sisi etika dan profesionalisme. Dari sudut pandang agama Islam, hal itu bisa dianggap sebagai kezaliman. Konsumen yang tidak memberi uang tips memang bukan lantas berarti tidak puas atas pelayanan yang diberikan. Mungkin mereka tidak terbiasa melakukan hal tersebut atau ada sebab lain yang belum kita ketahui. Yang penting adalah mereka sudah membayar lunas kewajiban pembayaran mereka atas pelayanan yang diterima. Uang yang dibayar konsumen tersebut pada gilirannya akan menjadi gaji yang diterima para pegawai. Kebiasaan buruk tersebut juga sesungguhnya membahayakan mentalitas si pegawai sendiri. Dia akan terbiasa menganggap dirinya miskin dan serba kekurangan. Dia merasa bahwa dirinya harus senantiasa dikasihani, termasuk selalu diberi uang tambahan untuk membeli rokok. Uang tambahan itu sendiri sudah menjadi semacam candu yang tidak kalah berbahayanya dengan rokok bahkan narkotika. Kalau mentalitasnya sudah seperti ini, bagaimana mungkin manusia sepert itu akan bisa meraih kemajuan berarti di masa depan?

Meskipun tidak selalu, uang rokok memang seringkali digunakan untuk membeli rokok. Rokok memang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebagaiman dikutip dari detikHealth.com, Indonesia menempati urutan ketiga dengan konsumsi rokok terbanyak di dunia setelah China dan India karena pertumbuhan jumlah perokok generasi baru di Indonesia meningkat dengan cepat. YLKI, dalam beberapa situs pemberitaan online, menyatakan bahwa 70 persen perokok berasal dari kalangan keluarga miskin. Banyak diantara mereka yang lebih memilih menggunakan uangnya untuk membeli rokok daripada untuk memperbaiki gizi dan pendidikan keluarganya. Ada juga yang anaknya sampai tidak sekolah lagi. Ketika mereka ditanya kenapa tidak gunakan uang rokoknya untuk biaya sekolah si anak? banyak yang menjawab, “Lebih baik anak saya tidak sekolah dari pada saya berhenti merokok,”. Tidak mengherankan apabila uang rokok seakan menjadi semacam keharusan dalam berbagai urusan di negeri ini.

Uang rokok, uang tips, uang lelah atau apapun namanya adalah gambaran buram dari mentalitas hedonis dan materialistik dari bangsa Indonesia ini. Bangsa yang penduduknya lebih suka mengeluarkan uang untuk berfoya-foya menikmati hiburan semu hampa makna. Bangsa yang sebagian penduduknya rela mengorbankan etika bisnis dan profesionalisme demi memperoleh sedikit uang tambahan untuk memuaskan kecanduan rokoknya. Melepaskan diri dari mentalitas uang rokok ini memang tidak mudah. Perlu upaya keras, cerdas, ikhlas, sinergis, terstruktur dan sistematis dari semua pihak yang berkepentingan seperti masyarakat, para da’i dan ulama serta aparat pemerintah. Namun, kita bisa memulainya dari diri sendiri dan lingkungan terdekat kita. Sekecil apapun, Insya Allah harapan ke arah yang lebih baik akan selalu ada dengan izinNya yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Aamiin.

Semoga bermanfaat

dipersembahkan oleh distromuslim dot net

Banyak cara untuk menginspirasi banyak orang baik secara langsung atau tidak langsung. Salah satu cara mudah untuk menginspirasi orang lain berbagi adalah dengan mengenakan kaos yang berisi tulisan atau citra insiparatif seperi Kaos Sedekah. Kaos ini berisi kata-kata motivasi untuk bersedekah dan berbagi pada sesama dengan cara yang halus dan tidak menggurui. Baik juga untuk hadiah atau souvenir bagi yang dicintai dan dikasihi. Kaos ini dapat diperoleh di situs distromuslim dot net.

[Renungan] Semua Orang Penting

Sesudah Narcissus terjatuh ke danau dan meninggal dunia, danau itu pun menangis dan airnya menjadi asin. Tumbuh-tumbuhan layu dan meranggas dan seluruh penghuni danau itu pun mati satu demi satu. Para peri hutan pun mendatangi sang danau dan bertanya “Wahai Danau, apakah kau menangisi kematian Narcissus?”. “Tidak” jawab Danau. “Lalu apa yang membuatmu menangis?” tanya para peri hutan lebih lanjut. “Aku menangis karena aku tidak lagi bisa melihat keindahan diriku terpantulkan pada kedua bola matanya” jawab Danau.

Legenda Narcissus dan Danau yang merupakan bagian dari mitologi Yunani itu seakan menggambarkan betapa besarnya hasrat manusia untuk dianggap penting. Bahkan, Abraham Maslow menempatkan self actualization atau aktualisasi diri sebagai hierarki tertinggi dalam teorinya tentang motivasi. Sudah menjadi fitrah bagi manusia untuk membuat dirinya merasa penting, disukai dan dibutuhkan. Sebagaimana Narcissus yang jatuh cinta pada bayangannya sendiri dan Danau yang menikmati keindahan dirinya di bola mata pemuda tersebut, begitu pulalah kiranya manusia menikmati sensasi puja dan puji dari sesamanya. Di saat semua sirna, manusia pun terpuruk dalam jurang kehancuran yang tidak terhingga dalamnya. Kecewa, depresi dan putus asa pun menjadi teman sehari-hari dan bahkan ada yang sampai mengantar ke gerbang maut dengan cara bunuh diri. Nauzubillah min dzalik.

Legenda Narcissus dan Danau di atas memang sering dijadikan penggambaran tentang ego manusia. Ego manusia bagaikan tanah liat yang dibakar hingga menjadi tembikar atau gerabah. Barang-barang dari tembikar memang terlihat kuat dan keras namun sesungguhnya rapuh. Tidak mengherankan jika kita mengunjungi toko yang menjual barang-barang seperti itu, kita seringkali melihat peringatan yang berbunyi “Pecah berarti Membeli”. Demikian pula ego manusia, yang terlihat angkuh, keras dan arogan namun sesungguhnya rapuh dan mudah pecah berkeping-keping. Materialisme dan hedonisme adalah api membakar ego tersebut hingga menjadi keras seperti tembikar dibakar dalam tungku. Maka, tidak mengherankan apabila ada manusia yang sangat sulit untuk memaafkan dan memperbaiki hubungan-hubungan yang telah rusak. Mereka sangat enggan menyambung kembali silaturahim yang terputus. Maya Angelou, seorang penulis dan penyair dari Amerika, pernah mengatakan “People will forget what you say, people will forget what you do but people will NEVER forget how you made them FEEL”.

Jarang sekali ada manusia yang menyadari bahwa semua manusia itu penting. Tidak ada satupun manusia yang tercipta sia-sia sebagaimana dinyatakan oleh Sang Penciptanya “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (Q.S. Ali Imran [3]: 191)”. Bahkan orang-orang paling kejam, jahat dan menjengkelkan pun sesungguhnya punya sesuatu untuk dipelajari. Di balik setiap ego yang mengeras dan membatu tersebut terdapat perasaan yang lembut dan halus. Perasaan itu menanti kedatangan dan sentuhan orang-orang yang tepat untuk membuatnya menyadari keindahan yang terdapat di dalamnya. Dengan meminjam motto dari sebuah komunitas Life Sharing (berbagi kisah kehidupan) bernama School of Life, kita bisa mengatakan bahwa “Jika setiap tempat adalah sekolah, maka semua orang adalah guru”.

Semoga bermanfaat 🙂

Referensi:
Kecerdasan Ruhaniah, Toto Tasmara, Gema Insani Press
Situs Wikipedia

Sumber gambar: artikel Wikipedia tentang Laut Mati

Banyak cara untuk menginspirasi banyak orang baik secara langsung atau tidak langsung. Salah satu cara mudah untuk menginspirasi orang lain berbagi adalah dengan mengenakan kaos yang berisi tulisan atau citra insiparatif seperi Kaos Sedekah. Kaos ini berisi kata-kata motivasi untuk bersedekah dan berbagi pada sesama dengan cara yang halus dan tidak menggurui. Baik juga untuk hadiah atau souvenir bagi yang dicintai dan dikasihi. Kaos ini dapat diperoleh di situs distromuslim dot net.

Tips Mengelola Ego

Indahnya hidup bukan dinilai dari berapa banyak orang mengenal kita. Tapi berapa banyak orang bahagia karena telah mengenal kita. Semoga Allah SWT menjadikan kita cahaya dimanapun kita berada.

Bayu Gawtama

Mengelola ego memang tidak mudah, karena itulah ego yang terkendali akan memberikan pada kita banyak kemudahan. Ego adalah suatu mekanisme psikologis manusia. Ego berfungsi melindungi manusia dari segala hal yang mengancamnya secara psikologis seperti pelecehan, hinaan dan caci maki. Namun terkadang ego menjadi sedemikian liar sehingga sulit untuk dikendalikan. Orang yang egonya terlalu besar akan mudah menjadi orang yang sombong dan takabur, apalagi jika wawasannya sempit dan terbatas. Kebaikan-kebaikan seperti memaafkan, memberi dan berkorban untuk sesama sangat sulit diharapkan dari orang seperti ini.

Tips mengelola ego

1. Sungguh sungguh bertaubat, atau dalam terminologi akidah Islam, taubatan nasuha serta menyucikan diri, banyak berzikir dan istighfar. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al Baqarah: 222). Tentang tuntunan taubat dapat dibaca di tulisan yang ini.

2. Secara jujur berkontemplasi dan merenungkan perjalanan hidup kita selama ini. Kita perlu berusaha menemukan pola-pola mental yang membuat kita sulit mengendalikan egoisme pribadi kita. Jika tidak mampu menemukannya sendiri, kita bisa berkonsultasi pada mereka yang ahli di bidang penanganan kejiwaan.

3. Membaca kisah-kisah para nabi, sahabat-sahabat mereka dan orang-orang besar yang pernah mempengaruhi banyak orang dan bahkan mengubah dunia. Kebesaran mereka akan mengecilkan ego kita hingga lebih mudah dikendalikan. Kita juga bisa membaca sejarah kebangkitan dan keruntuhan berbagai bangsa dan peradaban. Akan terlihat bahwa banyak bangsa-bangsa yang jatuh ke dalam jurang kehancuran sesudah mereka memperturutkan egonya melebihi batas kewajaran. Ego berlebihan membuat mereka terjebak dalam pola hidup hedonis materialistik penuh kesombongan.

4. Mempraktekkan pola hidup zuhud. Ibnu Abi Ad-Dunia, seorang tabiin, pernah mengatakan “Umat terdahulu selamat (jaya) karena teguhnya keyakinan dan zuhud. Dan umat terakhir kelak akan binasa karena kekikiran (harta dan jiwa) dan cita-cita kosong.” Zuhud bukanlah sepenuhnya menolak dunia, namun menjadikan dunia hanya dalam genggaman tangan dan bukan di dalam hati.

5. Mempelajari ilmu syariah dengan sungguh-sungguh, minimal untuk kebutuhan ibadah sehari-hari. “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.(QS. Al-Baqarah : 208). Mustahil kita bisa masuk Islam secara kaafah jika kita enggan belajar ilmu-ilmu syariah.

6. Melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial untuk mengasah kepedulian dan mendidik diri berkorban untuk orang lain. Salah satu sebab ego jadi tidak terkendali adalah karena kurang merasakan penderitaan orang lain. Di luar sana, masih banyak yang lebih susah hidupnya daripada kita. Mereka harus tidur di emperan toko atau di pinggiran jalan, makan dari apa yang mereka temukan dan hidup tidak menentu arahnya.

7. Mengingat kematian dan segala kejadian sesudahnya. Kematian mengungkapkan betapa lemahnya seorang manusia. Kesadaran akan lemahnya diri kita membuat ego kita lebih bisa dikendalikan.

Semoga bermanfaat

Banyak cara untuk menginspirasi banyak orang baik secara langsung atau tidak langsung. Salah satu cara mudah untuk menginspirasi orang lain berbagi adalah dengan mengenakan kaos yang berisi tulisan atau citra insiparatif seperi Kaos Sedekah. Kaos ini berisi kata-kata motivasi untuk bersedekah dan berbagi pada sesama dengan cara yang halus dan tidak menggurui. Baik juga untuk hadiah atau souvenir bagi yang dicintai dan dikasihi. Kaos ini dapat diperoleh di situs distromuslim dot net.

[Copas] Sharing dari Ustadz Felix Siauw

Note: ini bukan tulisan saya, tapi sharing aja dari ustadz Felix Siauw yang ada di FB dan akun Google+ beliau

1. ini kisah yang saya ingin anda ambil pelajaran, cukup disimak, dan tak perlu ajukan pertanyaan setelahnya, ok 🙂
2. satu waktu, di mail sy terdaftar puluhan tanya yg menanti dijawab, satu persatu saya buka dan jawab semampu ilmu yg terbatas
3. ada tanya singkat dari seorg akhwat “afwaan jiddan, felixsiauw manhajnya apa ya?” | jwb saya “ahlu sunnah wal jama’ah”
4. karena begitulah seharusnya manhaj setiap Muslim, mengikuti sunnah nabi dan bersatu dalam al-jama’ah Islam, syarat surga, ujar Rasul
5. tanya kedua dr akhwat yg sama “afwaan ada yg bilang ke ana bahwa ustad aktivis HTI ?” | mulai aneh, sy jawab “betul, sy aktivis HTI”
6. lalu dijawab “afwan ustad bukan ahlussunnah wal jama’ah dan bermanhaj salafusshalih ustad dari HTI tdk semanhaj dgn ana :)”
7. DEG! terdiam semenit sy di monitor, coba resapi kalimat barusan dgn teliti, khawatir setan telah merasuk menjadi prasangka buruk
8. sy coba baca lagi, khawatir ada ambiguitas kalimat, coba pahami dengan kacamata khusnu dzann, namun tak dapat pembenaran itu
9. masyaAllah, masyaAllah, istighfar berkali-kali sy coba lafalkan, harapkan itu bermanfaat agar airmata tak berlinang keluar
10. terus terang, kami mualaf | sudah biasa bagi kami dicaci-maki kaafirin saat kami coba jelaskan Islam pada mereka
11. terus terang, ayah kami belumlah Muslim, dan itu meniscayakan kami berbangga dengan Islam saat lingkungan justru mengolok-olok kami
12. dan tak sekalipun kami keluarkan airmata saat beradu dengan kaafirin | sungguh, lebih menyedihkan saat harus berargumen dengan Muslim
13. menurut kami, cobaan itu bukan berat bila datang dari kaafirin, itu biasa | tapi menyakitkan saat harus datang dari kawan kami
14. belum sampaikah ayat Al-Qur’an “Muhammad Rasulullah dan orang2 yg bersamanya, keras thd kaum kafir, tetapi kasih-sayang sesama mereka”
15. seharusnya lebih hati-hati bagi kita untuk berucap, apalagi pada umat yang syahadatnya satu | kasih-sayang adalah panduan
16. dari hadits2 disimpulkan, manhaj hanya ada 2; 1) ahlusunnah wal jama’ah atau 2) selain ahlusunnah wal jama’ah
17. dari hadits2 juga dsimpulkan, hanya manhaj ahlusunnah wal jama’ah yg diizinkan mendapat surga Allah, dan yang lainnya tidak
18. oh.. mungkin itu yang dimaksud, kami bukan termasuk ahlusunnah wal jama’ah dan ikuti salafusshalih | tak ada tempat bagi kami di surga
19. takabbur, menolak kebenaran dan meremehkan manusia | sayalah yg berhak atas surga Allah, sedang engkau hina dan tak berhak akan surga
20. masyaAllah, masyaAllah, sementara masih banyak musuh yang mesti dihadapi, ada pula yang rusak barisan | ironis
21. bila memang kami tersalah, sudi kiranya kami dinasihati, itu hak kami | begitulah akhlak seorang Muslim pada yang lainnya
22. bila memang kami tersesat, mengapa tiada tabayun (konfirmasi) kepada kami? | anggapan dan informasi sepihak bukanlah dalil
23. apalah arti HTI, PKS, Tarbiyah, Ikhwanul Muslimin? Ia hanya kendaraan dakwah | Allah akan menghisab hambanya satu persatu
24. ada masa saat lisan diri tak terbantu jamaah dakwah, ada saat dimana amal pribadi tak tersangkut dengan nama partai dan klaim
25. Allah bolehkan beragam kelompok dakwah, walau bisa Allah satukan hati kita semua? | tapi Allah inginkan kita berlomba dalam kebaikan
26. salah satu kebijakan dlm berdakwah adl berdiam lisan dalam beda, dan berbaik sangka sesama saudara | indahnya Islam
27. bilapun mengkritik, maka pemikirannya yang dikritik dengan dalil, bukan jama’ah atau bahkan individunya | indahnya Islam
28. saat kami jadi Muslim, sy diajarkan bahwa ikatan aqidah melebihi segalanya | bahkan melebihi ikatan keluarga kami yg blm Muslim
29. karena itulah, sedih sekali, saat saksikan saudara yg engkau bela malah berkata yang tak pantas pada saudaranya yg lain
30. siapapun kita, HTI, PKS, Tarbiyah, Ikhwanul Muslimin, kita adalah saudara | yg darah dan kehormatannya pasti akan kami bela
31. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk mencoba menjadi yg terbaik | bukan menganggap diri paling baik
32. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk menjaga lisan dan tangan kami dari saudara kami sendiri
33. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk berlomba dalam kebaikan, bukan sibuk mencari aib saudara dan diam melihat kemunkaran penguasa
34. zzz.. zaman sekarang, masih ada juga yg melihat orang berdasarkan harakahnya 🙂
35. sekali lagi, saya hanya ingin anda mengambil pelajaran, cukup disimak dan renungkan, dan tak perlu ajukan pertanyaan, ok 🙂

Semoga bermanfaat, mohon maaf bagi yang kurang berkenan

Vibrasi Energi Kebahagiaan

Half a century ago, the Austrian psychiatrist Viktor Frankl wrote that happiness cannot be attained by wanting to be happy – it must come as the unintended consequence of working for a goal greater than oneself.

Mihaly Csikszentmihalyi

Teori Quantum Touch mengatakan bahwa jika ada energy berbeda vibrasi didekatkan satu sama lain, maka keduanya akan saling menyelaraskan. Bisa energy yang tinggi vibrasinya menjadi rendah atau sebaliknya atau keduanya bertemu di tengah-tengah. Meminjam teori tersebut, orang yang ingin menggapai bahagia harus menyelaraskan seluruh kehidupannya dengan vibrasi energi kebahagiaan tersebut. Kebahagiaan atau keadaan bahagia memiliki vibrasi energi yang sangat tinggi. Sehingga, jika seseorang ingin menggapainya, dialah yang harus menyelaraskan diri. Agar dapat melakukan penyelarasan energi tersebut, seseorang harus lebih banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan bervibrasi energi tinggi. Kegiatan-kegiatan tersebut banyak macamnya namun biasanya memiliki ciri-ciri tertentu. Martin Seligman, penggagas Psikologi Positif, dan rekannya, Mihaly Csikszentmihalyi, mengatakan bahwa orang akan bahagia jika dia berada dalam keadaan Flow. Yaitu suatu keadaan saat tantangan yang dihadapi dan kemampuan yang dimiliki seseorang seimbang tingkatannya. Orang itu tidak merasa khawatir atau cemas namun juga tidak merasa bosan. Seakan kedua ahli psikologi itu membenarkan secara tidak langsung pendapat Imam Syafii yang mengatakan bahwa air jika diam akan rusak. Demikian pula manusia, yang tidak bergerak akan lemah dan turun tingkat vibrasi energinya. Kegiatan-kegiatan positif seperti olah raga, berbagi pada sesama, beribadah adalah diantara kegiatan-kegiatan yang meningkatkan vibrasi energi tubuh manusia. Sehingga, dengan memperbanyak kegiatan seperti itu, maka kondisi Flow akan tercapai dan kebahagiaan pun akan datang menghampiri.

Dengan kata lain, kegiatan-kegiatan bervibrasi energi rendah banyak yang termasuk perbuatan maksiat dan dosa baik kecil apalagi besar. Minimal kegiatan itu termasuk perbuatan yang sia-sia dan tidak banyak atau bahkan tidak ada manfaatnya baik di dunia maupun di akhirat. Kegiatan bervibrasi energi rendah juga termasuk kegiatan yang berlebihan seperti makan berlebihan, main berlebihan, tidur berlebihan, jalan-jalan berlebihan dan sebagainya. Kegiatan yang kurang dari semestinya juga termasuk seperti kurang tidur, kurang makan dan sebagainya, termasuk kurang ajar. Keempat ciri kegiatan bervibrasi rendah itu memang bisa dibedakan namun biasanya saling melekat satu sama lain. Orang yang melakukan dosa biasanya juga suka melakukan hal sia-sia dan berlebihan. Kegiatan – kegiatan itu hanya akan menguras dan merusak vibrasi energi hingga seseorang terhalang untuk menggapai kebahagiaan. Seperti pesawat yang seharusnya tinggal landas tapi ternyata sudah kehabisan bahan bakar. Baru saja pesawat itu terbang beberapa meter di atas tanah, dia sudah jatuh kembali ke landasan hingga gagal terbang dan rusak serta terpaksa menjalani perbaikan. Begitulah manusia yang sebenarnya punya keinginan memperbaiki diri dan meraih bahagia, namun masih suka berdosa, maksiat dan sia-sia. Karena dia enggan mengendalikan egonya dan mengekang hawa nafsunya, orang itu terus menerus jatuh ke dalam dosa dan kemaksiatan. Banyak yang bilang orang yang taubatnya seperti ini adalah seperti orang yang makan pakai sambal. Sudah merasa kepedasan pas makan lagi malah mencari sambal.

Tujuan utama orang-orang yang bahagia dengan sebenarnya adalah sumber segala kebahagiaan di dunia dan akhirat yaitu Allah SWT. Kebahagiaan orang seperti itu adalah membagikan kebahagiaan sebanyak mungkin kepada sesama makhluk. Orang yang telah menggapai tingkat energi kebahagiaan akan mudah menarik beragam kebaikan, keberuntungan dan rezeki. Namun demikian, bagi orang yang benar-benar bahagia, menjadi “Money Magnet” atau “Magnit Rezeki” bukanlah tujuan utamanya. Dia justru jauh lebih bahagia menjadi seorang “Makelar Rezeki” daripada menjadi “Magnit Rezeki”. Dia lebih bahagia menjadi seorang praktisi “Law of Distribution” daripada menjadi seorang praktisi “Law of Attraction”. Baginya, “The Secret” sesungguhnya adalah “Memberikan” dan “Melepaskan” bukan “Membayangkan” atau “Memvisualisasikan”. Dia akan sangat hati-hati dengan segala permintaan dan impiannya, karena dia tahu dibalik setiap “Lampu Aladin” yang memiliki instruksi “Your Wishes are My Commands” ada small prints yang berbunyi “Be Careful What You Wish For”. Hingga pada akhirnya, Allah SWT berkenan memasukkan kebahagiaan ke dalam hatinya.

Semoga bermanfaat

Related posts: 12 Rahasia Kebahagiaan

dipersembahkan oleh Distromuslim dot net

Banyak cara untuk menginspirasi banyak orang baik secara langsung atau tidak langsung. Salah satu cara mudah untuk menginspirasi orang lain berbagi adalah dengan mengenakan kaos yang berisi tulisan atau citra insiparatif seperi Kaos Sedekah. Kaos ini berisi kata-kata motivasi untuk bersedekah dan berbagi pada sesama dengan cara yang halus dan tidak menggurui. Baik juga untuk hadiah atau souvenir bagi yang dicintai dan dikasihi. Kaos ini dapat diperoleh di situs distromuslim dot net.

[Copas] 12 Rahasia Kebahagiaan

1. Rahasia kebahagiaan adalah MEMUSATKAN PERHATIAN PADA KEBAIKAN DALAM DIRI ORANG LAIN. Sebab hidup bagaikan lukisan, untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, perhatikan di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.

2. Rahasia kebahagiaan adalah TIDAK MENGHINDARI KESULITAN.

Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.

3. Rahasia kebahagiaan adalah MELAKUKAN SEGALA SESUATU BAGI ORANG LAIN.
Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.

4. Rahasia kebahagiaan adalah belajar DARI ORANG LAIN, DAN BUKAN MENCOBA MENGAJARI MEREKA.
Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda. Mengapa bebek disebut “bodoh”? Karena terlalu banyak bercuap-cuap.

5. Rahasia kebahagiaan adalah KEBAIKAN HATI

memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap ciptaan adalah milik Anda. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu.

6.Rahasia kebahagiaan adalah TERTAWA BERSAMA ORANG LAIN, SEBAGAI SAHABAT, DAN BUKAN MENERTAWAKAN MEREKA, SEBAGAI HAKIM.

7.Rahasia kebahagiaan adalah TIDAK SOMBONG.Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.

8.Kebahagiaan datang kepada MEREKA YANG MEMBERIKAN CINTANYA SECARA BEBAS, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.
Sebab kebahagiaan berarti MENERIMA APAPUN YANG DATANG, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri “Aku bebas dalam diriku”.

9.Kebahagiaan berarti MEMBUAT ORANG LAIN BAHAGIA.
Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku. Kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.

10.Kebahagiaan berasal dari MENERIMA ORANG LAIN SEBAGAIMANA ADANYA
Nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?

11.Rahasia kebahagiaan adalah MENJAGA AGAR HATI ANDA TERBUKA BAGI ORANG LAIN, DAN BAGI PENGALAMAN-PENGALAMAN HIDUP.
Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.

12. Rahasia kebahagiaan adalah MEMAHAMI BAHWA PERSAHABATAN JAUH LEBIH BERHARGA DARIPADA BARANG. Lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga daripada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara yang tidak prinsipiil. Mari kita merenungkan setiap rahasia-rahasia di atas, membacanya lagi dan lagi dengan hati terbuka, mencoba merasakan bahwa kita juga bisa melakukannya.
~sumber milist dengan editing tanpa mengubah makna.

sumber: FB Pak Irfan Hidayat

Semoga bermanfaat

Terapi Perokok dengan teknik Emotional Freedom Technique

Jika kita hendak menterapi klien perokok dengan metode EFT atau Emotional Freedom Technique, maka tahapanya adalah sebagai berikut:

1. Menghilangkan rasa nikmat merokok.

Tapping atau pengetukan akan memeperlancar saluran energi yang terhambat sehingga terjadi perubahan fisiologis pada diri si perokok. Rasa nikmat rokok akan berkurang bahkan bukan tidak mungkin hilang sama sekali. Rasa yang ada akan berganti dengan rasa tidak enak, mirip saat si perokok mulai mengenal rokok dan belajar merokok. Terkadang, satu putaran tapping saja bisa klien akan merasa pusing atau tidak nyaman lagi saat merokok. Namun, terkadang perlu juga diterapi beberapa kali untuk menetralisir perasaan enak saat merokok, terutama bisa klien sudah merokok dalam waktu yang cukup lama.

2. Menghilangkan faktor psikologis yang menyebabkan seseorang merokok.

Kecanduan rokok biasanya merupakan puncak gunung es psikologis. Di bawah puncak tersebut terdapat banyak masalah yang rumit, yang seringkali dihindari dan diredam dengan sensasi rokok. Pada tahap ini, diperlukan kerja sama yang baik antara si perokok dengan terapisnya. Faktor-faktor pemicu kebiasaan merokok harus dituntaskan satu demi satu. Pada tahap ini, si perokok juga bisa diajari untuk melakukan terapi pada dirinya sendiri untuk lebih memantapkan hasilnya. Namun, dalam tahap ini, seorang terapis juga harus berhati-hati jangan sampai terjebak menangani kasus yang ada di luar kemampuannya. Motto “Try it on everything” tidak berlaku dalam kasus-kasus trauma yang berat yang seharusnya ditangani tenaga profesional.

3. Menghilangkan efek teman sejati (Rokok yang telah menyertai hidup pecandunya selama ini)

Banyak orang yang sudah merokok selama belasan bahkan puluhan tahun menganggap rokok sebagai teman sejatinya. Selama seseorang masih hidup, akan selalu ada harapan untuk menjadi lebih baik daripada dia di masa lalunya. Allah SWT terkadang menyempitkan atau bahkan menutup pintu rezeki dalam rangka mendidik hamba2Nya, namun Dia tidak pernah menutup pintu taubat. Pintu taubat akan terus terbuka siang dan malam untuk hamba2Nya yang pernah berdosa dan melampaui batas namun tetap tidak berputus asa dari Rahmat dan Ampunan-Nya. Maha Suci Allah SWT dari perbuatan zalim sekecil apapun.

teknisnya sebagai berikut:

1. Set Up: Kalimat set-up ini adalah kalimat yang digunakan untuk “memprogram” bawah sadar klien agar siap menjalani terapi. Bisa berupa sugesti atau afirmasi dan bisa juga diganti dengan doa sesuai keyakinan klien. Misalnya “Yaa Allah walaupun saya kecanduan merokok tapi saya ikhlas dengan kondisi ini dan saya pasrahkan hilangnya kecanduan merokok saya hanya padaMu”. Kalimat setup ini bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan.

2. Tune In: Merasakan sakit atau perasaan yang ingin dihilangkan. Jika sakit fisik, rasakan seperti apa sakitnya, di mana letaknya dan berapa intensitasnya (skala 1 – 10 atau dari sakit sekali sampai tidak sakit). Jika yang dirasakan masalah emosi, bisa dibayangkan semampu klien peristiwa atau kejadian yagn membuatnya merasa tidak nyaman secara emosional.

3. Tapping: Pengetukan titik-titik tertentu pada tubuh klien.

Berikut adalah titik-titik tersebut:

Cr = Crown,Pada titik dibagian atas kepala

EB = Eye Brow,Pada titik permulaan alis mata

SE = Side of the Eye Di atas tulang disamping mata

UE = Under the Eye 2 cm dibawah kelopak mata

UN = Under the Nose,Tepat dibawah hidung

Ch = Chin,Di antara dagu dan bagian bawah bibir

CB = Collar Bone,Di ujung tempat bertemunya tulang dada, collar bone dan tulang rusuk pertama

UA = Under the Arm,Di bawah ketiak sejajar dengan putting susu (pria) atau tepat di bagian tengah tali bra (wanita)

BN = Bellow Nipple2,5 cm di bawah putting susu (pria) atau di perbatasan antara tulang dada dan bagian bahwa payudara

IH = Inside of Hand,Di bagian dalam tangan yang berbatasan dengan telapak tangan

OH = Outside of Hand,Di bagian luar tangan yang berbatasan dengan telapak tangan

Th = Thumb, Ibu jari disamping luar bagian bawah kuku

IF = Index Finger,Jari telunjuk di samping luar bagian bawah kuku (dibagian yang menghadap ibu jari)

MF = Middle Finger, Jari tengah samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)

RF = Ring Finger,Jari manis di samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)

BF = Baby Finger, Di jari kelingking di samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)

KC = Karate Chop,Di samping telapak tangan, bagian yang kita gunakan untuk mematahkan balok saat karate

GS = Gamut Spot,Di bagian antara perpanjangan tulang jari manis dan tulang jari kelingking

Beberapa TIPS yang dapat kita perhatikan sebagai berikut:

1. Lakukan EFT dengan penuh keyakinan bahwa ini merupakan doa kita kepada Allah SWT yang mudah-mudahan akan dikabulkan-Nya.

2. Lakukan setiap langkah dengan penuh kosesntrasi atau betul-betul dinikmati setiap langkah, karena hasil akhir merupakan kesusksesan dari setiap langkah yang kita lakukan dengan sukses.

3. Tetap sabar apabila kita merasa hasilnya belum sesuai dengan harapan kita, toh kalau kita benar-benar sudah mengikhlaskan dan memasrahkan persoalan kita, kita tidak akan ngotot bila hal tersebut belum berhasil.

Note: sebagai tambahan untuk artikel berkaitan dengan Hari Tanpa Tembakau yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2012 bagian pertama dan bagian kedua

Semoga bermanfaat

dipersembahkan oleh Distro Muslim dot net

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Aku berpikir dan berpikir dan mengada-ada!

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn