Membiarkan Papua merdeka?

Berita mengejutkan tayang di situs Indonesia Today. Ulil Abshar Abdalla bilang “Biarkan Saja Papua Merdeka”. Tokoh yang pernah menjadi orang nomor satu dan icon Jaringan Islam Liberal ini dengan enteng mengatakan “biar saja Papua meredeka”. Seakan pengorbanan para pahlawan yang berjuang merebut Irian Barat (sebagaimana disebut saat itu) tidak ada arti dan harganya sama sekali dalam pandangan orang tersebut.

Siapapun yang pernah mempelajari sejarah kemerdekaan Indonesia pasti tahu, minimal secara umum, perjuangan merebut Irian Barat. Betapa banyak pahlawan yang gugur dalam beberapa operasi militer seperti operasi Trikora dan Pertempuran Laut Aru yang mengakibatkan hancurnya KRI Matjan Tutul. Apakah layak seorang liberal dengan enteng melontarkan pendapat “biarkan saja Papua lepas dari Indonesia” tanpa memperhitungkan pengorbanan para pahlawan tersebut?

Permasalahan Papua memang rumit, namun akarnya sudah jelas, ketidakadilan di berbagai bidang terutama ekonomi. Perusahaan-perusahaan penambangan asing dengan enaknya mengeruk kekayaan alam Papua sementara rakyat di sana masih berbaku hantam dalam bentuk Perang Antar Suku. Rakyat Papua hingga hari ini masih banyak yang terbelakang, miskin dan primitif. Mungkin tradisi perang antar suku itu memang sengaja dipelihara agar kekayaan alam Papua bisa dikeruk dengan mudah. Ketidakadilan itu sendiri berawal dari lemahnya ketegasan pemerintah dalam menghadapi intervensi asing, terutama dari Barat khususnya Amerika Serikat. Ditambah lagi dengan merajalelanya korupsi di berbagai bidang, termasuk di tubuh partai si Ulil sendiri. Semua itu semakin membenarkan kebenaran pepatah lama di Indonesia, “Kuman di seberang lautan kelihatan, gajah di pelupuk mata tidak tampak”. Orang-orang liberal yang mulutnya berbusa-busa menyerukan kebebasan ternyata malah menjerumuskan Indonesia ke dalam penjajahan moderen yang jauh lebih mengerikan daripada penjajahan era kolonial. Jika benar Papua merdeka dan lepas dari NKRI, apakah rakyatnya bakal sejahtera? Belum tentu. Bahkan mungkin malah semakin menderita karena kapitalis pengeruk sumber daya alam di sana jelas bukan kaum filantropis yang peduli pada sesama. Mereka hanya peduli pada kepentingan ekonominya sendiri, masa bodo pada kesejahteraan dan kepentingan orang lain.

Entah kenapa sepertinya salah satu ciri khas orang liberal adalah menggampangkan masalah dan meremehkan orang lain. Betapa pedihnya perasaan para pahlawan yang sudah berjuang berdarah-darah dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari bangsa-bangsa penjajah jika mereka tahu betapa entengnya lisan orang liberal melecehkan dan menghinakan perjuangan mereka. Lontaran-lontaran pendapat khas orang-orang liberal itu memang sangat pas dengan definisi Rasulullah tentang kesombongan. “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah dari kesombongan.” Salah seorang shahabat lantas bertanya: “Sesungguhnya seseorang senang jika bajunya bagus dan sandalnya baik?” Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Indah dan senang dengan keindahan, Al-Kibru (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”(HR Muslim dalam Shahih-nya, Kitabul Iman, Bab: Tahrimul Kibri wa Bayanuhu)

Semoga bermanfaat

Iklan

Posted on Juni 18, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 36 Komentar.

  1. bambangpriantono said: Ulil Absar Mengong!

    kui rojone mengong cak .. (salah gak ya jawanya :D)

  2. Bener..Cocote Ulil iku njaluk disuwek kok…Gampang men Dasar mengong..terkutuk!

  3. kopiradix said: Seakan pengorbanan para pahlawan yang berjuang merebut Irian Barat (sebagaimana disebut saat itu) tidak ada arti dan harganya sama sekali dalam pandangan orang tersebut.

    Semoga bukan niatan serakah ingin penguasaan wilayah yang ada di benak para pejuang itu. Kalau Papua Merdeka, lalu hidup bertetangga dengan damai dan santun dengan RI apa salahnya ?

  4. kopiradix said: Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah dari kesombongan.” Salah seorang shahabat lantas bertanya: “Sesungguhnya seseorang senang jika bajunya bagus dan sandalnya baik?” Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Indah dan senang dengan keindahan, Al-Kibru (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”(HR Muslim dalam Shahih-nya, Kitabul Iman, Bab: Tahrimul Kibri wa Bayanuhu)

    Relevansinya terlalu di paksakan bung, dan sangat subyektif.

  5. rasikiniin said: Semoga bukan niatan serakah ingin penguasaan wilayah yang ada di benak para pejuang itu. Kalau Papua Merdeka, lalu hidup bertetangga dengan damai dan santun dengan RI apa salahnya ?

    Ya, nanti akan merembet ke daerah lainnya juga…mau?

  6. Lha Ulil kok ditanya dan dimintain pendapat.

  7. fightforfreedom said: Lha Ulil kok ditanya dan dimintain pendapat.

    Ulil diminta pendapat..ya pasti jawabannya nyelenehKalau dibiarin merdeka..kok gampang men!!!!!

  8. kopiradix said: Entah kenapa sepertinya salah satu ciri khas orang liberal adalah menggampangkan masalah dan meremehkan orang lain.

    sepertinya begitu, masjadi inget beberapa capture twitter para petinggi JIL yg asal njeplak aja

  9. rasikiniin said: Kalau Papua Merdeka, lalu hidup bertetangga dengan damai dan santun dengan RI apa salahnya ?

    Setelah itu diciptakan konflik yg sangat serius di Kep Maluku. Dg dalih yg sama, bersedia bertetangga dan santun, satu-per-satu dilepas. Menyusul kemudian Aceh. Dari Sulawesi Tenggara juga bisa dibikin rawan. Goodbye NKRI.

  10. bambangpriantono said: Ya, nanti akan merembet ke daerah lainnya juga…mau?

    Masalahnya tak sesederhana itu bung. Realita kehidupan harus menjadi acuan awal.

  11. rasikiniin said: Masalahnya tak sesederhana itu bung. Realita kehidupan harus menjadi acuan awal.

    O..tidak bisa kalau soal itu. Bagaimanapun harus dipertahankan, NKRI tetap harga mati.

  12. fightforfreedom said: Goodbye NKRI.

    Tak sesederhana itu bung!

  13. fightforfreedom said: Setelah itu diciptakan konflik yg sangat serius di Kep Maluku. Dg dalih yg sama, bersedia bertetangga dan santun, satu-per-satu dilepas. Menyusul kemudian Aceh. Dari Sulawesi Tenggara juga bisa dibikin rawan. Goodbye NKRI.

    Itu namanya Devide et Impera!!!!Kenapa statemen seperti Ulil ini diblow up?? bikin marah

  14. rasikiniin said: Tak sesederhana itu bung!

    Tolong jelaskan lebih rinci

  15. bambangpriantono said: harga mati.

    Ya silakan kalau memang harga mati,….saya gak mau nawar ah, saya mau beli di grosiran ajah….wk..wk..

  16. bambangpriantono said: Tolong jelaskan lebih rinci

    Nanti kalau di jelaskan marah?…

  17. rasikiniin said: Ya silakan kalau memang harga mati,….saya gak mau nawar ah, saya mau beli di grosiran ajah….wk..wk..

    Silakan…saya punya pendapat, anda punya pendapat.

  18. Mari kita hargai dan dukung program pemerintah untuk Papua. Jangan mudah terprovokasi oleh mereka yg tidak mau bekerja keras membangun negeri ini.Pertama, menguatkan kedaulatan NKRI dengan tetap menghormati keragaman dan kekhususan rakyat dan wilayah Papua.Kedua, menata dan mengoptimalisasi pelaksanaan UU No. 21/2001 tentang Otonomi Khusus bagi Papua.Ketiga, melakukan affirmative policies sebagai sebuah diskriminasi positif dan rekognisi atas hak-hak dasar rakyat Papua, seperti akses ke perguruan tinggi bermutu, karier di birokrasi dan TNI/Polri, maupun pengusaha asli Papua.Keempat, mendesain strategi, kebijakan, dan program, termasuk pembiayaan guna percepatan pembangunan wilayah dan pemberdayaan rakyat Papua.Kelima, mengedepankan penghormatan atas HAM dan mengurangi tindak kekerasan, baik yang dilakukan kelompok-kelompok separatis Papua maupun yang dilakukan oleh oknum aparat negara diluar batas kepatutan.Sumber: http://www.itoday.co.id/politik/inilah-cara-pemerintah-selesaikan-papua

  19. bambangpriantono said: .saya punya pendapat, anda punya pendapat.

    Nah gitu dong. Itu namanya Liberal. He..he..

  20. fightforfreedom said: Mari kita hargai dan dukung program pemerintah untuk Papua. Jangan mudah terprovokasi oleh mereka yg tidak mau bekerja keras membangun negeri ini.Pertama, menguatkan kedaulatan NKRI dengan tetap menghormati keragaman dan kekhususan rakyat dan wilayah Papua.Kedua, menata dan mengoptimalisasi pelaksanaan UU No. 21/2001 tentang Otonomi Khusus bagi Papua.Ketiga, melakukan affirmative policies sebagai sebuah diskriminasi positif dan rekognisi atas hak-hak dasar rakyat Papua, seperti akses ke perguruan tinggi bermutu, karier di birokrasi dan TNI/Polri, maupun pengusaha asli Papua.Keempat, mendesain strategi, kebijakan, dan program, termasuk pembiayaan guna percepatan pembangunan wilayah dan pemberdayaan rakyat Papua.Kelima, mengedepankan penghormatan atas HAM dan mengurangi tindak kekerasan, baik yang dilakukan kelompok-kelompok separatis Papua maupun yang dilakukan oleh oknum aparat negara diluar batas kepatutan.Sumber: http://www.itoday.co.id/politik/inilah-cara-pemerintah-selesaikan-papua

    Yupe…Jangan sampai yang di Tim-Tim terulang lagi.

  21. fightforfreedom said: Mari kita hargai dan dukung program pemerintah untuk Papua. Jangan mudah terprovokasi oleh mereka yg tidak mau bekerja keras membangun negeri ini.

    Saya setuju itu dengan tidak me”nihil” kan hak Orang Papua untuk merdeka

  22. bambangpriantono said: Jangan sampai yang di Tim-Tim terulang lagi.

    Bung bilang NKRI harga mati. Apa yang bung perbuat terhadap lepasnya Tim-Tim ?

  23. Timor Timur sampai sekarang, tak bisa mandiri?

  24. thetrueideas said: Timor Timur sampai sekarang, tak bisa mandiri?

    Biarlah itu sekarang menjadi bagian dari perjalanan kemerdekaannya………

  25. jampang said: sepertinya begitu, masjadi inget beberapa capture twitter para petinggi JIL yg asal njeplak aja

    sampai dikumpulin di fan page #IndonesiaTanpaJil di Facebook

  26. rasikiniin said: Saya setuju itu dengan tidak me”nihil” kan hak Orang Papua untuk merdeka

    apa ada jaminan rakyat Papua bakal lebih sejahtera, atau sama saja denagn sekarang?

  27. rasikiniin said: Biarlah itu sekarang menjadi bagian dari perjalanan kemerdekaannya………

    dengan menafikan kemiskinan yang sekarang masih mencengkram mereka?

  28. thetrueideas said: Timor Timur sampai sekarang, tak bisa mandiri?

    sepertinya begitu mas, paling tidak itulah yang kita saksikan di TV

  29. wib711 said: *menyimak

    silakan, semoga bermanfaat

  30. otsus ya? boleh kah saya berkomentar masalah otsus atau masalah kebijakan2 khusus lainnya? yang mana saya sendiri sudah merasakannya semenjak tahun 2000 sampai sekarang. dijakarta, semua berbicara ya mudah saja.. untuk aceh akan ada ini..ini ..dan ini..untuk aceh akan dilakukan ini..dan ini..tapi sudah 12 tahun apa yang kami dapat dari otsus ini? aceh tak lebih seperti biawak yang di lepas tapi di tarik ekornya. inilah gambaran otsus dari jakarta. intinya memang NKRI harga mati. tapi ketika NKRI hanya dijakarta saja atau di jawa saja? apakah ada yang pernah merasa bagaimana perihnya daerah2 di ujung negeri ini? :)pemicu utama akan statement merdeka dari NKRI itu sendiri muncul karena kesalahan2 fatal pemimpin2 negara ini sendiri. jika tidak percaya, silahkan kita buka sejarah.

  31. Malik bin Nabi, seorang intelektual asal Al Jazair menulis dalam bukunya yang berjudul Syuruut Al-Nahdhah, bahwa bangun dan runtuhnya sebuah peradaban tergantung siapa yang menjadi “panglimanya”. Dia mengatakan, bahwa sebuah peradaban akan terus menanjak naik tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah ruh. Dengan ruh sebuah peradaban akan menjadi peradaban yang bersih dan tak terkotori. Pada masa inilah peradaban akan dianggap mencapai puncak sebenarnya.Pada tahapan kedua, peradaban akan mengalami pelebaran dan pemekaran bukan pengembangan, tatkala yang menjadi pemain dalam peradaban itu adalah akal. Peradaban yang dikendalikan akal akan mengalami tarik menarik yang demikian kencang antara ruh dan hawa nafsu. Terjadinya tarik menarik ini akan mengakibatkan peradaban terus merentang dan bukan mengalami kenaikan nilai.Pada fase selanjutnya, sebuah peradaban akan mengalami kehancuran dan kebangkrutan tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah hawa nafsu. Pada titik inilah peradaban akan dengan deras meluncur ke titik yang paling bawah. Ungkapan Malik Bin Nabi tersebut memberikan suatu pelajaran kepada kita, bahwa peradaban manusia akan selalu mengalami pasang surut. Tatkala ruh spiritualisme dan moralitas menjadi panglima maka suatu peradaban akan mampu menggapai puncak peradaban. Namun tatkala akal dan hawa nafsu telah mengalahkan moralitas, maka peradaban tersebut akan jatuh meluncur ke titik nol.

  32. yudimuslim said: otsus ya? boleh kah saya berkomentar masalah otsus atau masalah kebijakan2 khusus lainnya? yang mana saya sendiri sudah merasakannya semenjak tahun 2000 sampai sekarang. dijakarta, semua berbicara ya mudah saja.. untuk aceh akan ada ini..ini ..dan ini..untuk aceh akan dilakukan ini..dan ini..tapi sudah 12 tahun apa yang kami dapat dari otsus ini? aceh tak lebih seperti biawak yang di lepas tapi di tarik ekornya. inilah gambaran otsus dari jakarta. intinya memang NKRI harga mati. tapi ketika NKRI hanya dijakarta saja atau di jawa saja? apakah ada yang pernah merasa bagaimana perihnya daerah2 di ujung negeri ini? :)pemicu utama akan statement merdeka dari NKRI itu sendiri muncul karena kesalahan2 fatal pemimpin2 negara ini sendiri. jika tidak percaya, silahkan kita buka sejarah.

    iya mas Yudi, kalau hanya bicara semua orang pasti bisa. Setahu saya memang sudah sejak lama Aceh menderita karena perlakuan zalim pemerintah pusat. Dan akar permasalahannya adalah, sepengetahuan saya, ketundukan pemerintah pusat pada asing.

  33. Makanya saya sebenarnya senang jika aceh merdeka. walaupun belum tentu akan bernasib lebih baik dari timor timur tapi paling tidak rasa sakit puluhan tahun hilang dulu. ini bukan berarti saya mendukung jil. akan tetapi saya sendiri meragukan niat tulus pemerintah pusat dalam mengayomi seleruh provinsi di indonesia.

  34. yudimuslim said: akan tetapi saya sendiri meragukan niat tulus pemerintah pusat dalam mengayomi seleruh provinsi di indonesia.

    sama mas saya juga, dan bisa dibilang hampir 80 sampai 90 persen rakyat Indonesia meragukan ketulusan pemerintahnya. Ini point pentingnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Yeuh!

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: