[Fiksi] Ketika Sang Pangeran Berguru

Seorang Raja mengirim putranya yang kelak akan menggantikannya menjadi penguasa kerajaannya kepada seorang guru yang bijaksana. Guru yang juga pernah menjadi pendekar tangguh tak terkalahkan itu tinggal di sebuah gubuk sederhana di tepi hutan. Raja sudah lama mengenal sang guru dan sangat mempercayai beliau. Walaupun bukan penasihat resmi kerajaan, sang Raja sering meminta saran dan nasihat sang guru. Sang guru mengajukan syarat bahwa selama belajar bersamanya, putra mahkota tidak boleh didampingi pengawal atau pelayan dan harus mau membantunya melakukan pekerjaan kasar seperti mengangkut kayu bakar, memasak dan sebagainya. Sang Guru mengatakan bahwa itulah cara yang akan beliau gunakan untuk mendidik putra mahkota. Walaupun agak merasa berat, sang Raja pun akhirnya menyetujui usul tersebut.

Saat untuk mulai belajar pun tiba, Pangeran itu diantar para pengawal hingga ke tepi hutan. Sang Guru pun menyambut sang Pangeran dan meminta para pengawal agar pergi kembali ke istana Raja. Para pengawal terlihat ragu untuk meninggalkan Sang Pengeran bersama sang Guru. Sang Guru pun berkata dengan tegas “kalau kalian tidak mau mengikuti syarat yang kuajukan, silakan bawa kembali Pangeranmu itu”. Sang Pangeran pun segera meminta para pengawal untuk meninggalkannya “Ayahku sudah memerintahkan kalian meninggalkan aku di sini. Kembalilah ke Istana dan laporkan pada ayah aku siap untuk belajar bersama Tuan Guru”. Sang Pangeran pun hidup bersama sang Guru dalam kehidupan yang sangat bersahaja dan penuh kesederhanaan. Jangankan standar istana, kehidupan Guru yang bijaksana itu jauh di bawah standar kehidupan rakyat jelata pada umumnya. Awalnya, sang Pangeran seringkali mengeluh karena selama ini terbiasa dengan kehidupan istana yang serba mewah dan nyaman. Sang guru pun sama sekali tidak keberatan, “Kamu boleh kembali ke Istana kapan saja kamu mau, tapi ingat, kalau kau gagal maka kau akan dianggap pecundang dan rakyatmu dan kau akan kehilangan banyak pelajaran berharga”.

Hari pun berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan pun berganti tahun. Setelah beberapa tahun tinggal bersama sang Guru, sang Pangeran sudah dianggap cukup menguasai semua pelajaran yang diberikan. Sang Guru pun mengirim surat pada Sang Raja untuk memintanya para pengawal menjemput sang pangeran kembali ke Istana. Namun, pada malam menjelang kepulangan sang Pangeran, tiba-tiba sang Guru mengajaknya pergi ke dalam hutan. “Aku akan memberikan pelajaran terakhir padamu” kata sang Guru “pelajaran ini adalah pelajaran terpenting, yang hanya kuberikan pada murid pilihan sepertimu”. Hujan lebat yang turun malam itu membuat suasana hutan menjadi dingin dan mencekam. Namun, karena penasaran dan ingin menerima pelajaran penting tersebut, sang Pangeran tetap mengikuti langkah sang Guru. Pelajaran macam apa yang akan diberikan di dalam hutan yang dingin, gelap dan becek seperti ini, pikir sang Pangeran. Mereka pun sampai di tempat yang licin, penuh lumpur dan genangan air. “Berhenti” kata sang Guru “pejamkan matamu”. Sang Pangeran yang penasaran pun memejamkan matanya, menanti pelajaran apa yang akan diberikan. Tiba-tiba, PLAAAAKKKKK , sebuah tamparan keras mendarat di pipi sang Pangeran. Pangeran tersebut terkejut dan terhuyung-huyung, mencoba mempertahankan keseimbangan tubuhnya. Namun, karena tempatnya licin dan becek, dia tidak dapat melakukannya dan jatuh terjerembab di lumpur. “Kurang ajar” umpat sang Pangeran dalam hati “pelajaran apa ini, aku malah ditampar dan dibuat berlumuran lumpur yang kotor”. Dengan penuh rasa kesal dan marah, sang Pangeran pun berusaha kembali ke gubuk tempatnya tinggal bersama sang Guru. Setelah berjalan dengan susah payah menerobos hutan, sang Pangeran pun sampai ke Gubuk dalam keadaan lelah, lapar dan kedinginan. Namun, ternyata sang Guru tidak ada di gubuk tersebut dan yang lebih parah lagi, tidak ada makanan dan pakaian ganti di sana. Sang Pangeran pun terpaksa melewatkan malam itu dalam keadaan letih, lapar dan kedinginan dengan pakaian yang masih basah dan kotor. Untunglah, pagi-pagi sekali para pengawal kiriman ayahnya sudah sampai di sana dan langsung membawa sang Pangeran kembali ke istana.

Bersambung

Note: ini bukan cerita karangan saya,
saya hanya menceritakan ulang dari cerita yang sudah ada
Sumber asli dari buku berjudul Karung Mutiara Al Ghazali terbitan KPG Gramedia

Iklan

Posted on Juli 3, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. Wuuiihh…*nungguin lanjutannya

  2. jejak2mimpi said: Wuuiihh…*nungguin lanjutannya

    ntar, Insya Allah besok di-upload lanjutannya. Kalau di-upload semua kepanjangan mbak 😀

  3. Ikut menikmati (nyimak )

  4. rasikiniin said: Ikut menikmati (nyimak )

    silakan, semoga bermanfaat

  5. faridazp said: seru nih 🙂

    he he he, tunggu sambungannya besok mbak 🙂

  6. menunggu sambungan … he he he …

  7. hwwibntato said: menunggu sambungan … he he he …

    lanjutannya di posting yang ini mas 😀

  8. *baca kelanjutannya….

  9. jampang said: *baca kelanjutannya….

    lanjutannya udah diuplot bang, pas postingan sesudah yang ini 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: