Monthly Archives: Oktober 2012

Love doesn’t lead to the dark side. Passion can lead to rage and fear, and can be controlled, but passion is not the same thing as love. Controlling your passions while being in love, that’s what they should teach you to beware, but love itself will save you, not condemn you.

Jolee Bindo, Knights of the Old Republic

Kata – kata di atas diucapkan salah satu tokoh Game Knights of the Old Republic (kalau disingkat jadi KOTOR, gak banget yah singkatannya :D) saya sendiri belum pernah main game-nya, maklum komputer di rumah cuma 256 MB, kayaknya kalau main game-game virtual dengan grafis kinclong kaya gitu bakalan nge-hang deh. Namun yang jelas, game itu sendiri bagian dari expanding universe-nya Star Wars yang ngetop itu.

Dalam hal ini, saya salut pak Dahlan

Catatan Dahlan Iskan

Senin, 29 Oktober 2012
Manufacturing Hope 49

Benarkah BPK menemukan inefisiensi di PLN sebesar Rp 37 triliun saat saya jadi Dirut-nya? Sangat benar. Bahkan, angka itu rasanya masih terlalu kecil. BPK seharusnya menemukan jauh lebih besar daripada itu.

Contohnya ini: Rabu subuh kemarin saya mencuri waktu sebelum mengikuti acara peresmian pelabuhan kontainer Kariangau, Balikpapan, oleh Bapak Presiden SBY. Masih ada sedikit waktu untuk saya menyelinap ke Senipah. Jaraknya memang 1,5 jam dari Balikpapan, tapi dengan sedikit ngebut masih akan oke.

Di Senipah sedang dibangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) 80 mw. Awalnya, sebelum saya menjabat Dirut PLN, proyek itu menghadapi persoalan birokrasi besar. Saya datang ke Senipah di dekat muara Sungai Mahakam itu. Persoalan selesai. Proyek bisa dibangun.

Ini penting bukan saja agar kekurangan listrik di Kaltim segera teratasi, tapi PLN pun bisa berhemat triliunan rupiah. Lebih efisien. Kasus Kaltim tersebut (juga Kalselteng) sangat memalukan bangsa. Daerah yang kaya energi…

Lihat pos aslinya 940 kata lagi

The process of writing has something infinite about it. Even though it is interrupted each night, it is one single notation.

Elias Canetti

Salah satu kutipan yang mencerahkan bagi mereka yang suka menulis 🙂

[Review] Yip Man 2

Gambar

Saat pulang dari Jakarta Book Fair, saya mampir ke Lotte Mart Ratu Plaza karena perlu membeli sesuatu. Saat itu, di bagian elektronik, ada TV yang menyajikan film Yip Man. Yip Man adalah guru dari Bruce Lee, salah satu pendekar Kung Fu dan bintang film beladiri paling terkenal di dunia. Namun kali ini bukan sang bintang yang jadi fokus perhatian namun gurunya, Yip Man. Yip Man menguasai ilmu beladiri Cina yang bernama Wing Chun. Jika banyak jurus kungfu klasik yang mengambil gerakan -gerakan hewan seperti harimau atau naga, Wing Chun mengambil gerakan manusia. Jadi, wing chun adalah teknik berkelahi manusia. Teknik-tekniknya sederhana namun bisa digunakan secara efektif untuk membela diri.

Berhubung numpang nonton, saya nontonnya tidak lengkap. Tapi cukup untuk mengambil kesimpulan dari film tersebut. Saya akui film itu cukup bagus dan sangat menghibur, namun terlalu banyak yang didramatisir. Karena diambil dari kisah nyata, seharusnya film itu lebih mendekati kehidupan asli sang master. Namun, namanya juga film, gak seru kalau tidak didramatisir dan kurang menghibur kalau tidak ditambahi atau dibumbui. Contohnya adalah saat Yip Man hendak menolong salah satu muridnya yang ditahan para anggota perguruan lain di pasar ikan. Mula-mula Yip Man dan muridnya hanya menghadapi sedikit lawan, sehingga cukup masuk akal bila mereka menang. Namun, makin lama lawan makin banyak sehingga malah jadi seperti film-film kung fu jaman dahulu. Akhirnya, Yip Man dan muridnya malah dikeroyok ratusan orang dan tetap menang. Setidaknya mereka tetap survive karena ada seorang teman yang membantu dan berakhir kompromi. Penonton pun, setidaknya yang cerdas dan kritis, mulai bertanya tanya benar tidak sih kejadiannya seperti itu. Seperti juga saat film mendekati klimaks, ketika Yip Man berhadapan dengan Taylor “The Twister” Milos, sang petinju rasis yang benci dengan orang-orang Cina. Saat itu terjadi perkelahian super dramatis yang sepertinya tidak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata. Mungkin banyak yang meragukan Yip Man mampu bertahan dari gempuran pukulan Twister yang mendarat telak di kepalanya. Para petinju biasanya adalah seorang “professional fighter” yang hidupnya memang untuk bertarung dan tentunya sulit dikalahkan seorang ahli beladiri yang berlatih tidak sekeras dan seintensif mereka. Demikian menurut sebuah artikel dari majalah Beladiri Black Belt yang pernah saya baca. Walaupun tentu saja ada pengecualian, seperti saat Royce Gracie berhasil mengalahkan Art Jimmerson di pertandingan UFC pertama.

Namun, di luar faktor-faktor tersebut, banyak adegan perkelahian yang menarik untuk disaksikan. Teknik-teknik Wing Chun disajikan dengan apik dan mengalir sangat indah. Perkelahian-perkelahian dalam film itu sangat berbeda dengan yang biasa kita saksikan dalam film-film kungfu pada umumnya. Tidak banyak tendangan, apalagi tendangan tinggi dan tendangan sambil melompat yang dilakukan. Tendangan-tendangan yang ada sebagian besar tendangan rendah yang ditujukan untuk melumpuhkan kaki lawan, terutama di sendi lutut. Tidak seperti Taek Won Do dan banyak beladiri lainnya, Wing Chun lebih banyak menggunakan serangan tangan. Pertahanan juga sebagian besar menggunakan tangan. Wing Chun lebih mengutamakan keseimbangan dan mempertahankan “garis tengah” dari tubuh sang praktisi. Adegan latihan dengan Mok Yan Jong atau orang-orangan kayu juga ditampilkan dengan sangat apik dengan suara khas yang timbul dari benturan tangan dengan alat berlatih tersebut. Selain faktor perkelahian dan beladiri, juga ditampilkan seorang polisi korup yang suka terima sogokan dan seorang editor surat kabar yang memiliki keberanian memberitakan kebenaran. Si editor membuat berita-berita tentang kecurangan orang-orang Barat dalam pertandingan tinju yang menyebabkan kematian Hung, rival Yip Man. Konferensi pers penuh basa basi juga disajikan dengan baik, menyajikan kesombongan dan kemunafikan orang-orang Barat dan keberanian orang-orang Cina, terutama Yip Man.

Pesan-pesan kemanusiaan pun disajikan dengan baik, seperti saat Yip Man mengatakan bahwa dia tidak ingin membuktikan mana yang lebih tangguh, ilmu beladiri Cina atau tinju ala Barat. Memang, saat itu HOng Kong masih berada dalam kekuasaan kolonial Inggris. Bangsa Barat, terutama Inggris, menganggap bahwa bangsa Asia lebih rendah daripada mereka. Perbedaan warna kulit membuat bangsa Inggris merasa lebih mulia dari orang -orang Asia. Bisa jadi inilah misi film ini, untuk menggambarkan betapa berat penderitaan orang-orang Cina di bawah kekuasaan kolonial Inggris. Bagaimanapun juga film ini perlu juga disaksikan, baik oleh para pemerhati sejarah atau para praktisi beladiri, apapun alirannya. Namun, nalar kritis dan pikiran terbuka tetap perlu dipertahankan karena bisa dibilang hampir tidak ada film yang tidak mengandung propaganda di dalamnya.

Trailer-nya bisa dilihat di video yang ini

Semoga bermanfaat.

Beberapa Film Dokumenter yang perlu kita saksikan

Berikut beberapa film dokumenter yang perlu disaksikan untuk mengetahui apa sesungguhnya yang terjadi di dunia ini.

1. The New Rulers of The World

Film besutan sutradara John Pilgers ini mengisahkan tentang sebuah negara yang seharusnya tidak miskin. Negara itu memang kaya raya, penuh sumber daya alam, baik pertanian, peternakan maupun hasil tambang. Namun sayang kekayaan itu tidak terdistribusi dengan baik dan hanya bisa dinikmat segelintir orang saja. Orang-orang yang berkuasa di negeri itu lebih memilih untuk bermitra dengan pihak-pihak asing untuk mengeruk kekayaan alamnya daripada menggunakan kekayaan itu untuk menyejahterakan rakyatnya. Negara itu tidak lain dan tidak bukan negara kita sendiri, yaitu Indonesia. Dijelaskan bagaimana sebuah celana pendek dijual berkali lipat lebih mahal daripada upah buruh pembuatnya. Seorang pemain golf terkenal dibayar jauh lebih mahal untuk mempromosikan sebuah sepatu olah raga daripada seluruh upah buruh yang membuat sepatu itu.

Dalam film ini, Pilgers juga melakukan investigasi terhadap badan-badan keuangan dunia yang seringkali memberikan pinjaman-pinjaman pada negara berkembang. Dijelaskan pula bagaimana peran rezim Orde Baru dalam memuluskan jalan bagi organisasi-organisasi tersebut untuk memasuki Indonesia, yang oleh Presiden AS kala itu, Nixon, disebut sebagai “The Greatest Prize in Asia”. Menurut Pilgers, globalisasi yang terjadi saat ini sebenarnya hanyalah pengulangan kolonialisme bangsa-bangsa Eropa pada abad ke 15.

2. The American Dreams

Film animasi ini mengisahkan dua orang sahabat yang berpetualang menembus ruang dan waktu untuk menyingkap sebuah konspirasi besar untuk menguasai dunia dan memperbudak penghuninya. Para konspirator itu menggunakan senjata yang sangat ampuh untuk menguasai musuh-musuh mereka yaitu uang kertas. Ya, uang kertas yang selama ini kita pergunakan dalam transaksi sehari-hari ternyata merupakan salah satu instrumen perbudakan yang dipergunakan untuk menjerat leher kita agar tunduk patuh pada mereka. Semakin besar inflasi yang terjadi, semakin banyak pula uang kita yang secara tidak langsung dan tanpa sadar dirampas dari kita.

Kedua sahabat itu, Pile dan Bill, mengajak para pemirsanya untuk menelusuri sejarah uang kertas dan bagaimana kertas-kertas itu bisa sama nilainya dengan emas. Kesederhanaan animasi film ini sama sekali tidak mengurangi kedalaman maknanya. Film ini akan membuat kita mempertanyakan kembali makna kekayaan harta yang sesungguhnya. Apakah tumpukan-tumpukan uang kertas kita itu benar-benar bernilai atau hanya ilusi belaka.

3. The End of Poverty?

Aforisma “orang miskin selalu bersama kita” sudah ada sejak zaman dahulu, namun walau frase itu seakan masih berlaku hingga abad ke 21 ini, sedikit yang bisa menjelaksan mengapa kemiskinan begitu tersebar luas di dunia ini. Seorang aktivis dan pembuat film Philippe Diaz menyelidiki sejarah dan dampak kesenjangan ekonomi di dunia ketiga dalam film ini. Diaz pun membuat argumentasi yang meyakinkan bahwa kemiskinan bukanlah kecelakaan atau kesialan yang menyebabkan bertumbuhnya kelas sosial bawah di seluruh dunia. Diaz melacak pertumbuhan kemiskinan global sejak zaman kolonialisme abad ke 15.

Film ini juga menampilkan beberapa wawancara dengan sejumlah ahli ekonomi, ahli sosiologi dan ahli sejarah yang menjelaskan bagaimana kemiskinan adalah konsekwensi alamiah dari kebijakan ekonomi pasar bebas. Kebijakan itu menyebabkan negara-negara adidaya mengeksploitasi negara-negara yang lebih miskin untuk menggerakkan asset mereka dan membuat uang hanya beredar di tangan-tangan orang kaya dan tidak terdistribusi secara lebih merata ke tangan orang-orang yang sesungguhnya membantu mereka menjadi kaya. Diaz juga mengeksplorasi bagaimana negara-negara kaya (terutama Amerika Serikat) mendapatkan dengan paksa bagian yang tidak proporsional dari sumber daya alam dunia dan bagaimana ketidakseimbangan ini memiliki dampak yang mengerikan bagi lingkungan dan ekonomi.

4. Food Inc.  

Film dokumenter yang diproduksi tahun 2008 ini menyingkap “kejahatan kemanusiaan dan kebinatangan” yang dilakukan industri makanan berskala internasional. Disutradarai oleh pemenang Emmy Award Robert Kenner, film ini menimbulkan dampak yang luar biasa bagi industri makanan berskala besar. Mereka berusaha melakukan bantahan-bantahan melalui berbagai program public relations-nya dan menolak untuk diwawancarai, termasuk menolak untuk memberi akses pada pabrik-pabrik pengolahan milik mereka. Film ini menampilkan Michael Pollan dan Eric Schlosser sebagai narator, dua kritikus model pertanian ala pabrik.

Film ini mengungkap praktik pembuatan daging dan sayur mayur yang dilakukan banyak perusahaan-perusahaan makanan berskala besar. Restoran-restoran fast food, yang selama ini dituding sebagai salah satu perusak kesehatan terbesar, juga tidak lolos dari film ini. Monopoli kedelai oleh perusaahaan kontroversial, Monsanto, juga tidak lepas dari pembahasan filim berdurasi sekitar satu setengah jam ini. Singkat cerita, film ini membongkar habis kekejian perusahaan makanan dalam menguasai konsumen dan mengeruk keuntungan. Tidak ketinggalan, bagaimana perusaahaan-perusahaan itu  bersekongkol dengan penguasa negara adidaya yang ingin menguasai dunai serta menggunakan makanan sebagai senjatanya.

Keterangan lebih lengkap tentang film dokumenter ini dapat ditemukan di blog mas Iwan Yuliyanto yang ini

Semua film di atas sampai saat ini masih bisa kita temukan di internet, sehingga ada baiknya segera di-download agar bisa disaksikan sebanyak mungkin orang-orang yang kita cintai dan kita pedulikan.

Semoga bermanfaat

Kebiasaan-Kebiasaan Sehat

Mulai saya coba juga deh, semoga bisa, 🙂

drprita1

JANGAN TERLALU BANYAK DUDUK. Mengurangi waktu duduk 3 jam dapat memperpanjang  usia 2 tahun.  Kebiasaan duduk, apalagi kalau sambil nonton TV, akan meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan berbagai risiko penyakit lain. Demikian penelitian yang melibatkan 167 ribu responden dan dimual dalam jurnal BMJ (British Medical Jurnal, 9/7).
Singsingkan lengan dan langkahkan kaki untuk olahraga minimal 2,5 jam perpekan. (kompas 11/7)
Dan………jangan terlalu lama kalau ngempi yaaaa.
Bersyukurlah kita karena diwajibkan untuk olah fisik (sholat) setidaknya lima kali perhari.

LINGKAR PINGGANG BERISIKO! Ukur sekarang juga………[wanita] lingkar pinggang jangan lebih dari 88 cm. [pria] lingkar pinggang maksimal 102 cm. Di atas angka tersebut, berisiko untuk kesehatan jantung.
Hitungan yang lebih akurat adalah “Rasio pinggang – pinggul, sbb:

Lingkar pinggang tersempit dibagi dengan lingkar pinggul terbesar.
Berapa hasilnya ?
[wanita] rasio lebih dari 0,85
[pria] rasio lebih dari 0,90
menunjukkan obesitas sentral — tumpukan lemak di perut depan. Mengindikasikan gangguan metabolisme yang…

Lihat pos aslinya 635 kata lagi

[Weekly Photo Challenge] BIG

Well, this man-made-lake may not be very big, but for people who lives in a big city like Jakarta, this one is big enough for them so see, feel dan enjoy

It is located in front of Pluit Village, one of a lot of malls in Jakarta. The mall itself doesn’t have many distinguished feature compared to other malls in Jakarta, at least according to my humble personal opinion. After all, this city has already enough mall, some of it’s people including me got sick of them.

Forget about the mall, please enjoy the photos of the lake, it’s tranquilizing isn’t it?  I think it’s the right place to practice Tai Chi or similar exercise

 

[Transkrip] Zona Motivasi

Banyak orang yang bertanya bagaimana agar hidupnya selalu termotivasi. Banyak juga yang termotivasi hingga energi bergejolak sesudah ikut training, seminar dan sebagainya namun hanya setelah beberapa bulan, minggu atau hari sudah berkurang semangatnya. Sebagaimana mobil tidak bisa hanya tergantung pada aki, manusia juga tidk bisa menggantungkan pembangkitan motivasinya pada orang lain. Dinamo motivasi pada diri manusia harus berfungsi agar bisa mempertahanakn motivasi internalnya.

Manusia yang menggantungkan semangatnya pada orang lain akan mudah kehilangan semangat. Sehingga manusia memerlukan sumber energi dari dalam dirinya agar tidak mudah kehilangan semangat dalam menghadapi kehidupan. Tidak semua orang bisa setulus kita dalam mendukung apa yang kita lakukan setulus diri kita sendiri.

1. Passion / keinginan yang kuat

Banyak orang belum punya keinginan atau passion yg tepat untuk dijalani dalam hidup ini. Kita hidup bukan untuk mengerjakan segalanya tapi hanya untuk sesuatu yang bermakna bagi kita. Tanpa adanya passion, kita tidak akan bisa memotivasi diri sendiri dan menjaga agar energi kita tetap tinggi dan melimpah. Hanya orang-orang tertentu yang diberi kesempatan oleh Tuhan untuk melakukan perubahan dengan cara-cara radikal diluar perhitungan akal sehat deng keinginan besar melewati segala rintangan.

Seorang dokter bedah mengalami kecelakaan yang membuat jari-jari tangannya rusak. Namun, karena memiliki passion yang kuat untuk menjadi seorang dokter bedah, beliau menggunakan jari-jari kakinya yang dipasang di tangannya untuk melakukan pembedahan.

2. Belajar dari kegagalan dan pengalaman diri sendiri dan orang lain

Sukses yang sejati dibangun di atas tumpukan kegagalan. Banyak orang yang menyerah saat mengalami kegagalan dan berpindah profesi atau mempelajari ketrampilan lain. Akibatnya, mereka tidak memiliki ketrampilan dan pengetahuan yang bisa diandalkan untuk mencapai kesuksesan yang mereka impikan.  Semua manusia memilik keunikan, sehingga penting bagi kita untuk belajar jadi diri sendiri dan menemukan keunikan kita agar bisa dimaksimalkan demi kesuksesan.

3. Mewaspadai Zona nyaman

Kenyamanan menumpulkan tingkat kepekaan manusia sehingga orang yang sudah terlalu nyaman tanpa sadar akan menuntut kenyamanan lebih banyak lagi. Orang yang ingin bisa memotivasi diri harus terus menantang dirinya untuk keluar dari zona nyamannya. Tantangan di luar zona nyaman akan membangkitkan energi yang ada dalam diri kita sehingga kita tidak lagi tergantung motivasi dari orang lain.

Ada kisah beberapa katak yang dipanaskan pelan2 dalam panci. Katak-katak itu tidak menyadari bahwa air menjadi semakin panas sehingga mereka terlambat untuk menyelamatkan diri. Begitulah kira-kira perumpamaan orang yang terjebak zona nyaman.

Semoga bermanfaat

Narasumber  : Bang Zainal “Teroris” Abidin
Sumber      : Mutiara Pagi – The Power of Life, edisi Senin, 08 Oktober 2012, di Sindo Radio

[Transkrip] Kebiasaan Menunda

Menunda merupakan salah satu kebiasaan buruk yang sudah menjadi penyakit mental yang kronis bagi sebagian orang. Banyak kesempatan yang terlewatkan, sumber daya yang terbuang dan persahabatan serta kerjasama yang rusak akibat menunda. Namun, masih saja banyak orang yang suka menunda dan seakan  -akan tidak berdaya untuk mengubah kebiasaan buruknya itu.

Penyebab orang suka menunda antara lain

1. Terlau mengejar kesempurnaan atau perfeksionis yang berlebihan.
2. Adanya rasa takut: Takut salah, takut gagal, takut kehilangan reputasi, takut penolakan, takut bangkrut.
3. Terlalu banyak mengerjakan sesuatu, akhirnya bingung dan malah menunda.

Solusi

1. Kita akui bahwa prosalan ini ada, kita merasa punya kebiasaan menunda,
2. Evaluasi untuk mencari penyebabnya (1. alasan 2. ketakutan 3. prioritas)
3. Merumuskan solusi (komitmen utk mengerjakan, menghadapi ketakutan, mengatur prioritas atau delegasi)

Jika kita sudah bebas dari kebiasaan menunda, kita bisa memiliki extra wkatu, kemewahan dalam hal waktu dan meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek pikiran, fisik dll.

Sumber        : Mutiara Pagi The Power of Life edisi 09 Oktober 2012 di Sindo Radio
Narasumber    : Bapak Fauzi Rachmanto

[Hikmah] Fitrah dan Pengorbanan

Jangan samakan takbir yang dilantunkan oleh kaum muslimin dengan lagu-lagu yang biasa dinyanyikan oleh para penyanyi dalam rangka perayaan-perayaan duniawi. Takbir tersebut adalah ungkapan rasa syukur atas kembalinya mereka pada fitrah manusia merdeka yang hanya mengagungkan Rabbnya. Manusia banyak yang lupa pada fitrahnya sebagai sesosok makhluk yang dicipta oleh Allah SWT. Saat hendak hadir ke dunia ini, Allah SWT bertanya pada sang manusia “Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Rabbmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Rabb)”. (QS. al-A ‘raf:1 72)

Walaupun demikian, kembali ke fitrah saja tidak cukup, manusia juga harus berkorban. Manusia harus rela mengorbankan sifat-sifat kebinatangannya, baik yang bersifat bintang buas seperti marah yang berlebihan ataupun binatang ternak seperti serakah, malas dan segala yang berlebihan. Karena itulah ada ritual penyembelihan hewan dalam hari raya Idul Adha. Idul Adha adalah simbol penyembelihan sifat-sifat kebintangan yang ada dalam diri kita. Selain itu, untuk mempertahankan fitrah yang sudah diraih, kita harus sering memberi sedekah semampu kita.

Sumber: Khutbah KH Syaifudin Amsir di Masjdi Jami’ Tangkuban Perahu dan sumber-sumber lainnya.

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn