[Review] Yip Man 2

Gambar

Saat pulang dari Jakarta Book Fair, saya mampir ke Lotte Mart Ratu Plaza karena perlu membeli sesuatu. Saat itu, di bagian elektronik, ada TV yang menyajikan film Yip Man. Yip Man adalah guru dari Bruce Lee, salah satu pendekar Kung Fu dan bintang film beladiri paling terkenal di dunia. Namun kali ini bukan sang bintang yang jadi fokus perhatian namun gurunya, Yip Man. Yip Man menguasai ilmu beladiri Cina yang bernama Wing Chun. Jika banyak jurus kungfu klasik yang mengambil gerakan -gerakan hewan seperti harimau atau naga, Wing Chun mengambil gerakan manusia. Jadi, wing chun adalah teknik berkelahi manusia. Teknik-tekniknya sederhana namun bisa digunakan secara efektif untuk membela diri.

Berhubung numpang nonton, saya nontonnya tidak lengkap. Tapi cukup untuk mengambil kesimpulan dari film tersebut. Saya akui film itu cukup bagus dan sangat menghibur, namun terlalu banyak yang didramatisir. Karena diambil dari kisah nyata, seharusnya film itu lebih mendekati kehidupan asli sang master. Namun, namanya juga film, gak seru kalau tidak didramatisir dan kurang menghibur kalau tidak ditambahi atau dibumbui. Contohnya adalah saat Yip Man hendak menolong salah satu muridnya yang ditahan para anggota perguruan lain di pasar ikan. Mula-mula Yip Man dan muridnya hanya menghadapi sedikit lawan, sehingga cukup masuk akal bila mereka menang. Namun, makin lama lawan makin banyak sehingga malah jadi seperti film-film kung fu jaman dahulu. Akhirnya, Yip Man dan muridnya malah dikeroyok ratusan orang dan tetap menang. Setidaknya mereka tetap survive karena ada seorang teman yang membantu dan berakhir kompromi. Penonton pun, setidaknya yang cerdas dan kritis, mulai bertanya tanya benar tidak sih kejadiannya seperti itu. Seperti juga saat film mendekati klimaks, ketika Yip Man berhadapan dengan Taylor “The Twister” Milos, sang petinju rasis yang benci dengan orang-orang Cina. Saat itu terjadi perkelahian super dramatis yang sepertinya tidak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata. Mungkin banyak yang meragukan Yip Man mampu bertahan dari gempuran pukulan Twister yang mendarat telak di kepalanya. Para petinju biasanya adalah seorang “professional fighter” yang hidupnya memang untuk bertarung dan tentunya sulit dikalahkan seorang ahli beladiri yang berlatih tidak sekeras dan seintensif mereka. Demikian menurut sebuah artikel dari majalah Beladiri Black Belt yang pernah saya baca. Walaupun tentu saja ada pengecualian, seperti saat Royce Gracie berhasil mengalahkan Art Jimmerson di pertandingan UFC pertama.

Namun, di luar faktor-faktor tersebut, banyak adegan perkelahian yang menarik untuk disaksikan. Teknik-teknik Wing Chun disajikan dengan apik dan mengalir sangat indah. Perkelahian-perkelahian dalam film itu sangat berbeda dengan yang biasa kita saksikan dalam film-film kungfu pada umumnya. Tidak banyak tendangan, apalagi tendangan tinggi dan tendangan sambil melompat yang dilakukan. Tendangan-tendangan yang ada sebagian besar tendangan rendah yang ditujukan untuk melumpuhkan kaki lawan, terutama di sendi lutut. Tidak seperti Taek Won Do dan banyak beladiri lainnya, Wing Chun lebih banyak menggunakan serangan tangan. Pertahanan juga sebagian besar menggunakan tangan. Wing Chun lebih mengutamakan keseimbangan dan mempertahankan “garis tengah” dari tubuh sang praktisi. Adegan latihan dengan Mok Yan Jong atau orang-orangan kayu juga ditampilkan dengan sangat apik dengan suara khas yang timbul dari benturan tangan dengan alat berlatih tersebut. Selain faktor perkelahian dan beladiri, juga ditampilkan seorang polisi korup yang suka terima sogokan dan seorang editor surat kabar yang memiliki keberanian memberitakan kebenaran. Si editor membuat berita-berita tentang kecurangan orang-orang Barat dalam pertandingan tinju yang menyebabkan kematian Hung, rival Yip Man. Konferensi pers penuh basa basi juga disajikan dengan baik, menyajikan kesombongan dan kemunafikan orang-orang Barat dan keberanian orang-orang Cina, terutama Yip Man.

Pesan-pesan kemanusiaan pun disajikan dengan baik, seperti saat Yip Man mengatakan bahwa dia tidak ingin membuktikan mana yang lebih tangguh, ilmu beladiri Cina atau tinju ala Barat. Memang, saat itu HOng Kong masih berada dalam kekuasaan kolonial Inggris. Bangsa Barat, terutama Inggris, menganggap bahwa bangsa Asia lebih rendah daripada mereka. Perbedaan warna kulit membuat bangsa Inggris merasa lebih mulia dari orang -orang Asia. Bisa jadi inilah misi film ini, untuk menggambarkan betapa berat penderitaan orang-orang Cina di bawah kekuasaan kolonial Inggris. Bagaimanapun juga film ini perlu juga disaksikan, baik oleh para pemerhati sejarah atau para praktisi beladiri, apapun alirannya. Namun, nalar kritis dan pikiran terbuka tetap perlu dipertahankan karena bisa dibilang hampir tidak ada film yang tidak mengandung propaganda di dalamnya.

Trailer-nya bisa dilihat di video yang ini

Semoga bermanfaat.

Iklan

Posted on Oktober 28, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. Oh ya, gara-gara film ini jadi gak bisa lihat tiang, bawaannya mau mukulin aja, ingat saat Yip Man berlatih dengan Mok Yan Jong (orang-orangan kayu untuk melatih serangan) 😀

  2. film ini sudah beberapa kali ditayangkan di tv loh. tapi saya juga gak nonton secara utuh. adik saya yang rajin nonton biarpun berkali-kali ditonton terus. :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 큎ëĶŽė‚° ęģĩė›

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: