Monthly Archives: November 2012

Pampers Tentara Zionis

Note: hanya karena membahas Pampers ini bukan tulisan bercanda, 100 persen serius

Di tengah pemberitaan penyerangan dan pembantaian yagn terjadi di Gaza, mungkin agak aneh jika ada e-mail, situs atau blog yang isinya malah membicarakan benda yang satu ini: PAMPERS. Kita semua tentu sudah mengetahui benda apa yang dimaksud dan apa kegunaannya. Sehingga, mungkin bagi sebagian orang, pembahasan benda yang satu ini kayaknya kok kurang relevan dengan kondisi pemberitaan yang massif dan gencar saat ini tentang Gaza. Namun percayalah, ada hubungan erat antara PAMPERS dengan keadaan di Gaza saat ini.

PAMPERS adalah benda yang dipergunakan untuk menampung kotoran sisa metabolisme manusia. Baik yang keluar dari depan, urine dan yang padat dan keluar dari belakang (maaf) feses. Sehingga, pampers hanya bisa digunakan sekali dan sesudah itu harus dibuang. Belum pernah kita dengar adanya PAMPERS daur ulang yang bisa dibersihkan. Entah apakah suatu saat bakal ditemukan atau tidak, kita belum tahu. Mengingat fungsinya tersebut, tentu yang namanya PAMPERS tidak akan dipergunakan oleh semua orang. Hanya orang-orang tertentu yang, (sekali lagi maaf) memiliki masalah untuk ekresi atau buang air secara normal. Orang yang kondisinya normal tentu mudah untuk buang air besar dan air kecil, tinggal masuk ke WC terdekat dan melaksanakan hajatnya. Sehingga, dapat kita simpulkan bahwa PAMPERS hanya dikenakan beberapa jenis manusia yaitu anak kecil yang belum bisa buang air sendiri, manula yang sudah sangat lanjut usia dan orang-orang sakit yang hanya bisa berbaring di tempat tidur.   

Namun, diantara pemberitaan-pemberitaan miris tentang penyerangan dan pembantaian yang terjadi di Gaza, ada beberapa berita yang membuat kita heran dan tercengang. Jika saja tidak sedang berempati pada saudara-saudara kita sesama muslim di Gaza, mungkin kita akan tertawa terbahak-bahak membaca berita-berita itu. Diberitakan bahwa para tentara Zionis yang kejam dan sadis itu ternyata menggunakan PAMPERS saat berada di pesawat tempur atau tank tempur mereka. Para tentara Zionis itu jelas bukan anak-anak kecil lagi, mereka sudah memasuki usia dewasa. Mereka pun masih belum bisa dibilang manula karena mungkin usianya antara 20 sampai 30an tahun dan para perwiranya mungkin berusia sekitar 40an atau 50an tahun. Mau dibilang sakit sampai terbaring di tempat tidur pun tidak bisa karena mereka jelas-jelas menyerang Gaza. Sehingga, sebab apakah gerangan mereka sampai harus mengenakan PAMPERS yang memalukan itu saat bertugas di Gaza? Pasti ada yang tidak beres pada diri mereka.

Sesungguhya, penyebab utama mereka mengenakan PAMPERS itu adalah karena ketidakstabilan jiwa yang diakibatkan ketakutan. Kaum Zionis sebenarnya takut sekali pada para penduduk Gaza yang selama ini tidak pernah bisa mereka taklukkan. Mereka takut pada lemparan-lemparan batu dan roket-roket yang seringkali menghantam tempat-tempat tinggal mereka. Dalam keadaan takut yang menguasai dan merongrong jiwa pengecut mereka, mereka pun tak segan-segan mengerahkan segala yang mereka punya ke Gaza. Mereka ingin melenyapkan Gaza karena Gaza adalah mimpi buruk yang menghantui mereka setiap malam. Gaza adalah yang mampu mengingatkan mereka akan kematian dan dosa-dosa mereka serta busuknya ideologi warisan para penyembah berhala yang mereka pegang teguh selama ini. Gaza adalah penghinaan terhadap kebanggan rasial semu yang mereka pertahankan mati-matian selama berabad-abad. Mereka akan terus berusaha melenyapkan Gaza … meskipun mereka harus melakukannya … sambil memakai PAMPERS.

Allah SWT telah menimpakan kehinaan yang mengerikan di dunia ini bagi mereka dan akan menambahkannya lagi di akhirat nanti, adakah kita mengambil pelajaran barang sedikit?

Semoga bermanfaat

Isu SARA yang malah jadi Bumerang

Note: ini tulisan lama yang saya buat saat pasangan Jokowi – Ahok memenangkan pilkada DKI putaran II, jadi mohon maaf jika tidak up to date. Semoga bermanfaat untuk pembacanya.

 

Pilkada DKI putaran kedua pun sudah selesai digelar. Hasil perhitungan cepat atau quick count menunjukkan bahwa psangan nomor 3, Joko Widodo dan Basuki Purnama alias Ahok berhasil memenangkan pertarugnan kali ini. Memang, hasil itu bukanlah hasil yang sebenarnya, yang nantinya akan dikeluarkan secara resmi oleh KPUD. Namun, jika hasil perhitungan cepat atau quick count sesuai dengan versi resminya, maka tidak diragukan lagi Jokowi dan Ahok akan memimpin ibukota ini lima tahun ke depan.

Saat-saat menjelang Pilkada putaran II tersebut memang marupakan saat-saat menengangkan. Pasangan Jokowi – Ahok berulang kali diserang oleh isu SARA oleh para pendukung pesaingnya. Di situs-situs jejaring sosial bisa kita temukan banyak posting tulisan dan berita serta gambar yang memojokkan kedua sosok yang sedang berlaga di Pilkada DKI ini. Mulai dari gambar Jokowi “menjamas” alias memandikan mobil Asemka dengan air kembang sampai anjuran memilih pemimpin seiman dan seagama. Di khutbah-khutbah Jumat di sebagian masjid, terutama yang para pengurusnya berlatar belakang muslim tradisional, tidak lupa khatib mengutip ayat-ayat yang melarang kaum muslimin memilih pemimpin orang non Islam. Dalam doa-doa yang diucapkan para kyai, ustadz dan mubaligh banyak pula yang meminta kepada Allah SWT agar dianugerahi pemimpin yang muslim. Namun pada akhirnya, dukungan yang begitu massif dan bertubi-tubi akhirnya kandas saat putaran II Pilkada DKI digelar. Perhitungan cepat atau quick count, yang selama ini terkenal cukup akurat, menunjukkan indikasi kemenangan Jokowi dan Ahok.

Para pemilih Jokowi dan Ahok bisa jadi adalah orang-orang yang sudah lelah dengan kepemimpinan Foke dan para pendahulunya. Foke yang saat Pilkada DKI Jakarta tahun 2007 lalu mengklaim diri sebagai ahlinya Jakarta ternyata kurang bisa memuaskan warga Jakarta, terutama mereka yang relatif terdidik. Selama memimpin Jakarta, banyak warga Jakarta yang kurang merasakan adanya perubahan signifikan dalam perbaikan dan pengelolaan ibukota ini. Andalan Foke dalam menghadapi banjir hanya BKT alias Banjir Kanal Timur yang tersendat-sendat penyelesaian pembangunannya. Kanal tersebut pernah mendapat kritikan dari pakar tata kota, pak Marco Wijajakusuma, yang mengatakan bahwa BKT hanya bisa menyelesaikan beberapa belas persen dari masalah banjir di Jakarta. Masalah macet tentu tidak usah ditanya. Selama pabrik kendaraan masih memproduksi mobil dan motor serta selama masih ada pembelinya jangan harap masalah macet akan teratasi. Kurangnya rasa aman dan kenyamanan saat naik kendaraan umum juga merupakan kendala lainnya dalam mengatasi kemacetan. Warga tidak merasakan adanya perbedaan antara naik kedaraan umum dengan naik mobil pribadi, sama sama kena macet. Belum lagi isu motor pemadam kebakaran yang masing-masing unitnya hampir seharga mobil sedan mewah. Isu motor pemadam itu sempat menghebohkan dunia maya, terutama di jejaring sosial. Sehingga, ketika ada berita Foke mengusulkan Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir di Jakarta, banyak komentar sinis yang menganggap bahwa itu hanya akal-akalan untuk korupsi lebih banyak lagi. Ternyata himbauan dan ajakan dari para kyai, ustadz dan habaib tidak akan cukup mampu membuat umat memilih calon yang hanya karena seiman dan seagama namun minim kinerja.

Terpilihnya Jokowi dan Ahok bisa jadi merupakan semacam sanksi sosial dan moral yang dilakukan warga Jakrta terhadap Foke. Sudah bukan rahasia umum lagi, betapa muak dan marahnya warga Jakarta terhadap masalah-masalah yang setiap hari mereka hadapi dan tidak kunjung ada solusinya. Isu SARA yang sempat bergulir di masjid-masjid tertentu pun malah berbalik menghantam pasangan incumbent dan wakilnya. Mungkin para pemilih Jokowi – Ahok ada yang berpikir “Biarin aja gw pilih pemimpin yang lain, Tuhan juga tahu koq kualitas pemimpin yang agamanya Islam tapi selama ini gak becus”. Seakan-akan himbauan dan peringatan para kyai, ustadz dan habib yang meminta masyarakat memilih pemimpin muslim tidak digubris sama sekali oleh mereka. Semua itu merupakan bagian dari sunatullah yang tidak bisa dilawan oleh siapapun, betapapun besar kekuasaannya.

Semoga bermanfaat

[Renungan] Kita, Koruptor dan Rasa Malu

Masih ingat wacana yang mengatakan bahwa para koruptor itu kafir? Saat itu dua ormas Islam besar yang menggulirkan wacana itu melalui sebuah buku berjudul “Koruptor itu Kafir”. Wacana itu sempat menuai pro dan kontra di kalangan umat Islam, termasuk berbagai ormas dan organisasi-organisasinya. Bahkan MUI pun telah menyatakan ketidaksetujuannya pada isi buku tersebut. Betapa tidak, seseorang yang sudah kafir berarti batal semua ikatannya dengan Islam. Jika dia sudah menikah, maka istirnya tidak lagi boleh berhubungan intim dengannya. Jika dia seorang anak, maka dia akah kehilangan hak waris atas harta orang tuanya jika mereka sudah meninggal. Masih banyak lagi ketentuan syariat yang memiliki pengaruh besar atas hilangnya ikatan Islam seseorang. Sementara itu, pihak yang pro terhadap wacana pengkafiran koruptor berdalih dengan hadits yang Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, yang artinya, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidaklah seorang pezina itu berzina sedang ia dalam keadaan Mukmin. Tidaklah seorang peminum khamr itu meminum khamr sedang ia dalam keadaan Mukmin. Tidaklah seorang pencuri itu mencuri sedang ia dalam keadaan Mukmin. Dan tidaklah seorang perampok itu merampok dengan disaksikan oleh manusia sedang ia dalam keadaan Mukmin’.” (HR Bukhari [2475] dan Muslim [57]). (Hadits dikutip dari situs ini )

Di luar pro dan kontra tersebut, ada satu hal yang sepertinya hilang dalam diri seorang koruptor, yaitu rasa malu. Saat seseorang melakukan korupsi, yang pertama kali hilang dari dirinya adalah rasa malu. Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu hadits beliau “Jika engkau tidak merasa malu, maka berbuatlah sesukamu”. (HR: Bukhari) Salman Al-Farisi punya pemahaman lain lagi tentang hadits itu. “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla apabila hendak membinasakan seorang hamba, maka Ia mencabut darinya rasa malu. Bila rasa malu telah dicabut, maka engkau tidak akan menemuinya kecuali sebagai orang yang murka dan dimurkai. Bila engkau tidak menemuinya kecuali sebagai orang yang murka dan dimurkai, maka dicabutlah pula darinya sifat amanah. Bila sifat amanah itu dicabut darinya, maka engkau tidak akan menjumpainya selain sebagai pengkhianat dan dikhianati. Bila engkau tak menemuinya selain pengkhianat dan dikhianati, maka rahmat Allah akan dicabut darinya. Bila rahmat itu dicabut darinya, maka engkau tidak akan menemukannya selain sosok pengutuk dan dikutuk. Bila engkau tidak menemukannya selain sebagai pengkutuk dan dikutuk, maka dicabutlah darinya ikatan Islam,” begitu kata Salman. (HR. Ibnu Majah dalam Kitab Fitan, hadits nomor 4044, sanadnya lemah, tapi shahih).
 
Pendapat Salman Al Farisi di atas menyadarkan kita bahwa hilangnya rasa malu adalah awal dari segala kerusakan dan kebinasaan. Seseorang yang melakukan korupsi, jika agamanya Islam, memang tidak bisa langsung divonis kafir. Namun, perbuatan korupsi itu sendiri cepat atau lambat akan mendekatkan pelakunya pada kekafiran atau kejahiliyahan. Keinginan untuk hidup mewah dan menumpuk harta membuat orang mencampakkan rasa malunya dan melakukan tindak pidana korupsi. Namun, harta yang tadinya dianggap akan meningkatkan derajatnya pada pandangan manusia malah membuatnya dimurkai banyak orang. Kita bisa melihat sendiri betapa bencinya masyarakat pada para koruptor dan mereka yang diduga melakukan korupsi. Dalam situs-situs jejaring sosial, jika ada berita korupsi di-link ke sana, banyak sekali komentar sinis dan pedas bermunculan.

Salman Al Farisi juga memperingatkan bahwa selain bisa menjadikan seseorang dimurkai, hilangnya rasa malu juga membuat orang hilang sifaat amanahnya. Orang itu akan menjadi seorang pengkhianat yang dengan enteng merusak atau menyelewengkan amanah yang dibebankan kepadanya. Orang lain pun pada akhirnya akan enggan memberi kepercayaan lagi padanya. Orang yang telah hilang rasa malunya pun bisa dengan mudah mengutuk orang lain dan menuduh macam-macam kepada orang lain tanpa bukti yang jelas. Dan yang paling mengerikan dari tercabutnya rasa malu adalah lepasnya ikatan Islam dari orang tersebut. Sehingga, walaupun bukan berarti kita bisa dengan mudah menuduh orang itu kafir, namun bukan tidak mungkin dia sudah tidak lagi layak disebut seorang muslim.

Perlu kita ketahui bahwa bukan kebetulan apabila kata yang menjelaskan tentang rasa malu dalam bahasa Arab, al haya’ mmeliliki akar kata yang sama dengan kata hayat atau kehidupan. Kesamaan akar kata itu menunjukkan betapa pentingnya rasa malu dalam memelihara keberlangsungan kehidupan di dunia ini. Banyak sekali kesenangan dan perbuatan buruk yang hanya bisa dilaksanakan apabila rasa malu sudah dicampakkan sejauh-jauhnya dari kehidupan kita. Jika kita lebih suka memperuturutkan hawa nafsu dan ego pribadi kita daripada syariat yang sudah ditentukan oleh Allah SWT dan RasulNya, maka bukan tidak mungkin kita sudah termasuk dalam kategori koruptor. Jika masih ada janji-janji yang dengan mudah kita langgar, amanah yang tidak kita penuhi dan lain sebagainya, bukan tidak mungkin rasa malu sesungguhnya sudah tercabut dari diri kita. Sehingga, kesenangan apapun yang membuat kita harus mencampakkan rasa malu dapat dikategorikan korupsi. Dan, sebagaimana pendapat Salman Al Farisi di atas, semua itu dapat mencabut ikatan Islam atas diri kita.Naudzubillah min dzalik

Krisis Kepahlawanan di Hari Pahlawan

Tema Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2012 ini, menurut situs setkab.go.id, adalah ”Semangat Kepahlawanan Untuk Indonesia Sejahtera”. Mungkin maksudnya adalah yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah para pahlawan yang mampu dan mau berjuang untuk menyejahterakan rakyat Indonesia, bukan sekedar menyejahterakan diri atau kelompoknya sendiri. Tampaknya, tema itu memang pas dengan keadaan negara Indonesia yang sudah babak belur dalam segala aspeknya, baik dalam bidang spiritual, ekonomi, politik, sosial kemasyarakatan, pertahanan keamanan dan lain sebagianya. Namun, mengapa seakan bangsa ini kehilangan sosok-sosok pahlawannya? Mengapa sudah berulang kali hari Pahlawan kita peringati namun sosok-sosok pahlawan yang didambakan tak kunjung datang dalam kehidupan kita?

Dai kondang KH Abdullah Gymanstiar alias AA Gym pernah membagi manusia menjadi tiga kelompok besar. Kelompok pertama adalah para pahlawan, mereka yang rela mengorbankan waktu, tenaga dan apapun yang mereka miliki demi sebuah cita-cita yang lebih besar dari kepuasan pribadi mereka. Mereka bisa berjuang di medan perang, di lingkungan yang rusak dan penuh kebejatan moral atau di dalam keluarga atau komunitasnya sendiri. Kelompok inilah yang sangat dibutuhkan oleh sebuah keluarga, negara atau masyarakat. namun sungguh disayangkan, betapa sedikitnya orang yang mau menjadi pahlawan, bahkan dalam lingkup terkecil sekalipun. Kelompok kedua adalah para pekerja. Mereka yang tergolong pekerja adalah mereka yang memberikan pengorbanan sesuai imbalan yang mereka terima. Jika mereka diberikan 100 maka timbal balik pengorbanannya ya 100 juga. Banyak orang di negara zamrud katulistiwa ini termasuk ke dalam kelompok yang satu ini. Kelompok ketiga adalah para penjahat. Penjahat adalah mereka yang lebih suka mengorbankan kepentingan yang lebih besar demi kepuasan pribadi atau golongannya semata. Mereka bahkan tega mengurangi timbal balik pengorbanan atas imbalan yang mereka terima. Jika diberi 100 mereka bisa memberi pengorbanan senilai 75, 50, 25 atau bahkan tidak sama sekali. Sungguh sangat disayangkan banyak orang di Indonesia termasuk ke dalam kelompok seperti ini. Sehingga, tidak mengherankan apabila negeri makmur ini tidak juga bisa bangkit dari keterpurukannya di berbagai bidang selama ini.

Seakan senada dengan apa yang dikemukakan AA Gym, Malik Bin Nabi, seorang intelektual muslim asal Al Jazair menulis dalam bukunya yang berjudul Syuruut Al-Nahdhah, bahwa bangun dan runtuhnya sebuah peradaban tergantung siapa yang menjadi “panglimanya”. Dia mengatakan, bahwa sebuah peradaban akan terus menanjak naik tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah ruh. Dengan ruh sebuah peradaban akan menjadi peradaban yang bersih dan tak terkotori. Pada masa inilah peradaban akan dianggap mencapai puncak sebenarnya.Pada tahapan kedua, peradaban akan mengalami pelebaran dan pemekaran bukan pengembangan, tatkala yang menjadi pemain dalam peradaban itu adalah akal. Peradaban yang dikendalikan akal akan mengalami tarik menarik yang demikian kencang antara ruh dan hawa nafsu. Terjadinya tarik menarik ini akan mengakibatkan peradaban terus merentang dan bukan mengalami kenaikan nilai.Pada fase selanjutnya, sebuah peradaban akan mengalami kehancuran dan kebangkrutan tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah hawa nafsu. Pada titik inilah peradaban akan dengan deras meluncur ke titik yang paling bawah. Ungkapan Malik Bin Nabi tersebut memberikan suatu pelajaran kepada kita, bahwa peradaban manusia akan selalu mengalami pasang surut. Tatkala ruh spiritualisme dan moralitas menjadi panglima maka suatu peradaban akan mampu menggapai puncak peradaban. Namun tatkala akal dan hawa nafsu telah mengalahkan moralitas, maka peradaban tersebut akan jatuh meluncur ke titik nol.

Bercermin dari dua teori di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa krisis kepahlawanan di Indonesia disebabkan oleh sedikitnya pahlawan dan banyaknya penjahat dalam kehidupan masyarakat. Banyaknya para penjahat itu sendiri disebabkan oleh peradaban yang mengutamakan hawa nafsu, keserakahan, ego dan keengganan berjuang seperti yang dijelaskan oleh Malik bin Nabi. Peradaban materialistik itu sendiri pada gilirannya akan melahirkan generasi yang materialistik pula sehingga jumlah penjahat pun menjadi semakin banyak. Sebuah lingkaran setan pun terbentuk, peradaban materialistik menghasilkan para penjahat dan para penjahat itu membentuk peradaban materialistik. Masyarakat penjahat itu tentu lebih suka bermewah-mewah, menikmati kehidupan sementara di dunia dengan menumpuk harta dan banyak melakukan kezaliman. Mereka lebih suka mengorbankan kepentingan umum daripada berkorban demi cita-cita yang lebih tinggi daripada kepuasa pribadi mereka. Sehingga, jika tidak segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar, mereka akan hancur ditelan sejarah seperti para pendahulu mereka. “Those who failed to learn from history are condemned to repeat it” kata seorang filsuf bernama George Santayana.  Sehingga tidak mengherankan apabila sosok-sosok pahlawan yang didamba tak juga tiba dan krisis kepahlawanan di negeri ini seakan tidak pernah selesai, sama seperti krisis-krisis lainnya.

Semoga bermanfaat

Tulisan ini sudah dimuat di situs Majalah Islam Wasathon

Referensi:

Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, Ali Muhammad As Salabi, Pustaka Al Kautsar

Allahuma inni audzubika minal hammi wal hazan wa audzubika minal ajzi wal kasal wa audzubika minal jubn wal bukhlwa audzubika min ghalabati daini wa qohrirrijal

Ya Allah, hamba berlindung dari kebingungan dan kesedihan, dan hamba berlindung dari kelemahan dan kemalasan dan hamba berlindung dari sifat pengecut dan pelit/kebakhilan, Ya Allah, hamba berlindung dari lilitan hutang dan penindasan oleh orang lain

Alienation as we find it in modern society is almost total; it pervades the relationship of man to his work, to the things he consumes, to the state, to his fellow man, and to himself. Man has created a world of man-made things as it never existed before. He has constructed a complicated social machine to administer the technical machine he built. Yet this whole creation of his stands over and above him. He does not feel himself as a creator and center, but as the servant of a Golem. which his hands have built. The more powerful and gigantic the forces are which he unleashes, the more powerless he feels himself as a human being. He confronts himself with his own forces embodied in things he has created, aleniated from himself. He is owned by his own creation, and has lost ownership of himself.

— Eric Fromm

The Sane Society

Keterasingan, seperti yang kita temukan dalam masyarakat modern saat ini hampir meliputi semua aspek kehidupan. Keterasingan itu meliputi hubungan antara manusia dengan pekerjaannya, kepada apa saja yang dia konsumsi, kepada negaranya, kepada sesama manusia dan kepada dirinya sendiri. Manusia telah menciptakan dunia buatan manusia yang tidak pernah ada sebelumnya. Dia telah membangun sebuah mesin sosial yang rumit untuk mengatur mesin teknis yang sudah dibuatnya. Namun, semua ciptaan ini berdiri lebih tinggi dan lebih mulia dari penciptanya sendiri. Dia tidak merasakan dirinya sebagai seorang pencipta dan pengatur, namun sebagai seorang pelayan dari Golem (Patung tanah liat yang hidup dan bisa bergerak dalam mitologi Yahudi) yang diciptakan oleh tangannya sendiri. Semakin kuat dan besar kekuatan yagn dikerahkannya, dia malah semakin merasa tidak berdaya sebagai seorang manusia. Dia harus menghadapi kekuatan yang tertanam dalam hal-hal yang telah dia ciptakan sendiri, terasing dari dirinya. Dia dimiliki oleh ciptaannya sendiir dan kehilangangan kepemilikan akan dirinya sendiri. 

[Flash Fiction] Kejutan Satu Inchi

Dewi terkejut sekali saat tiba-tiba Andre sudah memepetnya di sempit gang sempit. “Andre, apa-apaan sih ini” kata Dewi dengan kesal bercampur marah. “Ayo dong sayang, aku kan kangen sama kamu” kata Andre si playboy kampus yang sudah lama penasaran dengan Dewi si primadona kampus itu. “Andre, minggir enggak, aku pukul kamu” ancam Dewi. “Oh ya, emang bisa? sedekat ini gitu loh” kata Andre sambil tertawa.

Namun tiba-tiba, terdengar suara BUUUGH, tawa Andre pun terhenti. Dia merasa ulu hatinya tertohok pukulan keras, nafasnya terasa sesak, pandangannya berkunang-kunang. Andre pun terhuyung kehilangan keseimbangan. Sementara itu Dewi masih mengepalkan tangan kanannya. Si primadona kampus pun berlalu saat Andre yang sedang bangun memungut sebuah brosur yang dijatuhkan oleh Dewi. Brosur itu bertulisan EKSUL BELADIRI WING CHUN.

Dokumenter tentang pukulan 1 inci

Benarkan pukulan 1 inci yang dipopulerkan Bruce Lee itu benar-benar ada dan memang ada orang yang mampu melakukannya atau hanya mitos belaka? sila disimak semoga bermanfaat

Wing Chun Chi Sao – Ip Ching and Sam Kwok

Para master sedang berlatih Chi Sao, sila disimak agar teknik2 kita semakin baik 🙂

Kalau saya ditanya, “Mas, menurut anda apa itu DNA?” saya dengan polos hanya akan mampu menjawab “I believe that DNA is The Signature of God in His every creation”. Saya percaya bahwa yang namanya DNA, apappun itu, adalah “Tanda Tangan Tuhan dalam setiap ciptaanNya”. Jika tanda tangan atasan atau boss kita, kita palsukan dan kita modifikasi seenak hati kita, minimal sangsinya pemecatan. Namun jika “Tanda Tangan Tuhan” diubah dan dimodifikasi, silahkan membayangkan sendiri bencana apa yang nanti bakal datang?

Namun ternyata, seorang anak berusia 11 tahun mampu memberikan jawaban lebih mampu memberi jawaban atas pertanyaan itu dan memberikan solusi atas bencana yang datang karena kelancangan manusia berperan sebagai Tuhan. Silakan simak di posting dan video berikut ini.

Iwan Yuliyanto

Bagi yang sudah membaca review dan menonton film “FOOD, INC”, saya juga merekomendasikan film “FAST FOOD NATION”, untuk melihat detail visualisasi segmen 1 – 3 dalam jurnal review saya tersebut. Film ini diangkat dari buku yang berjudul sama: Fast Food Nation: The Dark Side of the All-American Meal, penulisnya adalah Eric Schlosser yang merupakan jurnalis investigasi untuk berbagai media di Amerika Serikat.

Film ini terbagi beberapa plot yang berdiri sendiri yang menceritakan kondisi mereka yang terlibat dalam industri fast food, antara lain melibatkan para imigran ilegal dari Mexico yang bekerja di rumah potong hewan, yang digaji rendah, dan beresiko tinggi mengalami kecelakaan akibat tekanan untuk mempercepat pengepakan daging demi keuntungan yang besar bagi rumah potong tersebut.

Namun di sini saya tidak akan membahas atau mereview lebih jauh tentang film tersebut, Anda bisa menyimak link wikipedia di atas untuk memahaminya. Dalam jurnal ini saya ingin berbagi motivasi…

Lihat pos aslinya 2.254 kata lagi

Wing Chun dikombinasi sama MMA

Begini jadinya kalau Kung Fu Wing Chun digabung sama MMA (Mixed Martial Art).

Selamat menyaksikan tapi jangan dicoba tanpa pengawasan instruktur yang kompeten dan berpengalaman ya

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Aku berpikir dan berpikir dan mengada-ada!

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn