Krisis Kepahlawanan di Hari Pahlawan

Tema Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2012 ini, menurut situs setkab.go.id, adalah ”Semangat Kepahlawanan Untuk Indonesia Sejahtera”. Mungkin maksudnya adalah yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah para pahlawan yang mampu dan mau berjuang untuk menyejahterakan rakyat Indonesia, bukan sekedar menyejahterakan diri atau kelompoknya sendiri. Tampaknya, tema itu memang pas dengan keadaan negara Indonesia yang sudah babak belur dalam segala aspeknya, baik dalam bidang spiritual, ekonomi, politik, sosial kemasyarakatan, pertahanan keamanan dan lain sebagianya. Namun, mengapa seakan bangsa ini kehilangan sosok-sosok pahlawannya? Mengapa sudah berulang kali hari Pahlawan kita peringati namun sosok-sosok pahlawan yang didambakan tak kunjung datang dalam kehidupan kita?

Dai kondang KH Abdullah Gymanstiar alias AA Gym pernah membagi manusia menjadi tiga kelompok besar. Kelompok pertama adalah para pahlawan, mereka yang rela mengorbankan waktu, tenaga dan apapun yang mereka miliki demi sebuah cita-cita yang lebih besar dari kepuasan pribadi mereka. Mereka bisa berjuang di medan perang, di lingkungan yang rusak dan penuh kebejatan moral atau di dalam keluarga atau komunitasnya sendiri. Kelompok inilah yang sangat dibutuhkan oleh sebuah keluarga, negara atau masyarakat. namun sungguh disayangkan, betapa sedikitnya orang yang mau menjadi pahlawan, bahkan dalam lingkup terkecil sekalipun. Kelompok kedua adalah para pekerja. Mereka yang tergolong pekerja adalah mereka yang memberikan pengorbanan sesuai imbalan yang mereka terima. Jika mereka diberikan 100 maka timbal balik pengorbanannya ya 100 juga. Banyak orang di negara zamrud katulistiwa ini termasuk ke dalam kelompok yang satu ini. Kelompok ketiga adalah para penjahat. Penjahat adalah mereka yang lebih suka mengorbankan kepentingan yang lebih besar demi kepuasan pribadi atau golongannya semata. Mereka bahkan tega mengurangi timbal balik pengorbanan atas imbalan yang mereka terima. Jika diberi 100 mereka bisa memberi pengorbanan senilai 75, 50, 25 atau bahkan tidak sama sekali. Sungguh sangat disayangkan banyak orang di Indonesia termasuk ke dalam kelompok seperti ini. Sehingga, tidak mengherankan apabila negeri makmur ini tidak juga bisa bangkit dari keterpurukannya di berbagai bidang selama ini.

Seakan senada dengan apa yang dikemukakan AA Gym, Malik Bin Nabi, seorang intelektual muslim asal Al Jazair menulis dalam bukunya yang berjudul Syuruut Al-Nahdhah, bahwa bangun dan runtuhnya sebuah peradaban tergantung siapa yang menjadi “panglimanya”. Dia mengatakan, bahwa sebuah peradaban akan terus menanjak naik tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah ruh. Dengan ruh sebuah peradaban akan menjadi peradaban yang bersih dan tak terkotori. Pada masa inilah peradaban akan dianggap mencapai puncak sebenarnya.Pada tahapan kedua, peradaban akan mengalami pelebaran dan pemekaran bukan pengembangan, tatkala yang menjadi pemain dalam peradaban itu adalah akal. Peradaban yang dikendalikan akal akan mengalami tarik menarik yang demikian kencang antara ruh dan hawa nafsu. Terjadinya tarik menarik ini akan mengakibatkan peradaban terus merentang dan bukan mengalami kenaikan nilai.Pada fase selanjutnya, sebuah peradaban akan mengalami kehancuran dan kebangkrutan tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah hawa nafsu. Pada titik inilah peradaban akan dengan deras meluncur ke titik yang paling bawah. Ungkapan Malik Bin Nabi tersebut memberikan suatu pelajaran kepada kita, bahwa peradaban manusia akan selalu mengalami pasang surut. Tatkala ruh spiritualisme dan moralitas menjadi panglima maka suatu peradaban akan mampu menggapai puncak peradaban. Namun tatkala akal dan hawa nafsu telah mengalahkan moralitas, maka peradaban tersebut akan jatuh meluncur ke titik nol.

Bercermin dari dua teori di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa krisis kepahlawanan di Indonesia disebabkan oleh sedikitnya pahlawan dan banyaknya penjahat dalam kehidupan masyarakat. Banyaknya para penjahat itu sendiri disebabkan oleh peradaban yang mengutamakan hawa nafsu, keserakahan, ego dan keengganan berjuang seperti yang dijelaskan oleh Malik bin Nabi. Peradaban materialistik itu sendiri pada gilirannya akan melahirkan generasi yang materialistik pula sehingga jumlah penjahat pun menjadi semakin banyak. Sebuah lingkaran setan pun terbentuk, peradaban materialistik menghasilkan para penjahat dan para penjahat itu membentuk peradaban materialistik. Masyarakat penjahat itu tentu lebih suka bermewah-mewah, menikmati kehidupan sementara di dunia dengan menumpuk harta dan banyak melakukan kezaliman. Mereka lebih suka mengorbankan kepentingan umum daripada berkorban demi cita-cita yang lebih tinggi daripada kepuasa pribadi mereka. Sehingga, jika tidak segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar, mereka akan hancur ditelan sejarah seperti para pendahulu mereka. “Those who failed to learn from history are condemned to repeat it” kata seorang filsuf bernama George Santayana.  Sehingga tidak mengherankan apabila sosok-sosok pahlawan yang didamba tak juga tiba dan krisis kepahlawanan di negeri ini seakan tidak pernah selesai, sama seperti krisis-krisis lainnya.

Semoga bermanfaat

Tulisan ini sudah dimuat di situs Majalah Islam Wasathon

Referensi:

Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, Ali Muhammad As Salabi, Pustaka Al Kautsar

Allahuma inni audzubika minal hammi wal hazan wa audzubika minal ajzi wal kasal wa audzubika minal jubn wal bukhlwa audzubika min ghalabati daini wa qohrirrijal

Ya Allah, hamba berlindung dari kebingungan dan kesedihan, dan hamba berlindung dari kelemahan dan kemalasan dan hamba berlindung dari sifat pengecut dan pelit/kebakhilan, Ya Allah, hamba berlindung dari lilitan hutang dan penindasan oleh orang lain

Iklan

Posted on November 11, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. asal gak krisi moral ajah mas hehe oh iya mengAMinkan doa yg dibawah

    • Betul mbak, sayangnya krisis kepahlawanan itu sendiri merupakan indikasi yang jelas dari krisis moral yang dialami bangsa ini

      semoga dengan doa tersebut akan muncul pahlawan-pahlawan baru yang akan mewarnai perjalan sejarah bangsa ini, aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Yeuh!

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: