[Renungan] Kita, Koruptor dan Rasa Malu

Masih ingat wacana yang mengatakan bahwa para koruptor itu kafir? Saat itu dua ormas Islam besar yang menggulirkan wacana itu melalui sebuah buku berjudul “Koruptor itu Kafir”. Wacana itu sempat menuai pro dan kontra di kalangan umat Islam, termasuk berbagai ormas dan organisasi-organisasinya. Bahkan MUI pun telah menyatakan ketidaksetujuannya pada isi buku tersebut. Betapa tidak, seseorang yang sudah kafir berarti batal semua ikatannya dengan Islam. Jika dia sudah menikah, maka istirnya tidak lagi boleh berhubungan intim dengannya. Jika dia seorang anak, maka dia akah kehilangan hak waris atas harta orang tuanya jika mereka sudah meninggal. Masih banyak lagi ketentuan syariat yang memiliki pengaruh besar atas hilangnya ikatan Islam seseorang. Sementara itu, pihak yang pro terhadap wacana pengkafiran koruptor berdalih dengan hadits yang Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, yang artinya, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidaklah seorang pezina itu berzina sedang ia dalam keadaan Mukmin. Tidaklah seorang peminum khamr itu meminum khamr sedang ia dalam keadaan Mukmin. Tidaklah seorang pencuri itu mencuri sedang ia dalam keadaan Mukmin. Dan tidaklah seorang perampok itu merampok dengan disaksikan oleh manusia sedang ia dalam keadaan Mukmin’.” (HR Bukhari [2475] dan Muslim [57]). (Hadits dikutip dari situs ini )

Di luar pro dan kontra tersebut, ada satu hal yang sepertinya hilang dalam diri seorang koruptor, yaitu rasa malu. Saat seseorang melakukan korupsi, yang pertama kali hilang dari dirinya adalah rasa malu. Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu hadits beliau “Jika engkau tidak merasa malu, maka berbuatlah sesukamu”. (HR: Bukhari) Salman Al-Farisi punya pemahaman lain lagi tentang hadits itu. “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla apabila hendak membinasakan seorang hamba, maka Ia mencabut darinya rasa malu. Bila rasa malu telah dicabut, maka engkau tidak akan menemuinya kecuali sebagai orang yang murka dan dimurkai. Bila engkau tidak menemuinya kecuali sebagai orang yang murka dan dimurkai, maka dicabutlah pula darinya sifat amanah. Bila sifat amanah itu dicabut darinya, maka engkau tidak akan menjumpainya selain sebagai pengkhianat dan dikhianati. Bila engkau tak menemuinya selain pengkhianat dan dikhianati, maka rahmat Allah akan dicabut darinya. Bila rahmat itu dicabut darinya, maka engkau tidak akan menemukannya selain sosok pengutuk dan dikutuk. Bila engkau tidak menemukannya selain sebagai pengkutuk dan dikutuk, maka dicabutlah darinya ikatan Islam,” begitu kata Salman. (HR. Ibnu Majah dalam Kitab Fitan, hadits nomor 4044, sanadnya lemah, tapi shahih).
 
Pendapat Salman Al Farisi di atas menyadarkan kita bahwa hilangnya rasa malu adalah awal dari segala kerusakan dan kebinasaan. Seseorang yang melakukan korupsi, jika agamanya Islam, memang tidak bisa langsung divonis kafir. Namun, perbuatan korupsi itu sendiri cepat atau lambat akan mendekatkan pelakunya pada kekafiran atau kejahiliyahan. Keinginan untuk hidup mewah dan menumpuk harta membuat orang mencampakkan rasa malunya dan melakukan tindak pidana korupsi. Namun, harta yang tadinya dianggap akan meningkatkan derajatnya pada pandangan manusia malah membuatnya dimurkai banyak orang. Kita bisa melihat sendiri betapa bencinya masyarakat pada para koruptor dan mereka yang diduga melakukan korupsi. Dalam situs-situs jejaring sosial, jika ada berita korupsi di-link ke sana, banyak sekali komentar sinis dan pedas bermunculan.

Salman Al Farisi juga memperingatkan bahwa selain bisa menjadikan seseorang dimurkai, hilangnya rasa malu juga membuat orang hilang sifaat amanahnya. Orang itu akan menjadi seorang pengkhianat yang dengan enteng merusak atau menyelewengkan amanah yang dibebankan kepadanya. Orang lain pun pada akhirnya akan enggan memberi kepercayaan lagi padanya. Orang yang telah hilang rasa malunya pun bisa dengan mudah mengutuk orang lain dan menuduh macam-macam kepada orang lain tanpa bukti yang jelas. Dan yang paling mengerikan dari tercabutnya rasa malu adalah lepasnya ikatan Islam dari orang tersebut. Sehingga, walaupun bukan berarti kita bisa dengan mudah menuduh orang itu kafir, namun bukan tidak mungkin dia sudah tidak lagi layak disebut seorang muslim.

Perlu kita ketahui bahwa bukan kebetulan apabila kata yang menjelaskan tentang rasa malu dalam bahasa Arab, al haya’ mmeliliki akar kata yang sama dengan kata hayat atau kehidupan. Kesamaan akar kata itu menunjukkan betapa pentingnya rasa malu dalam memelihara keberlangsungan kehidupan di dunia ini. Banyak sekali kesenangan dan perbuatan buruk yang hanya bisa dilaksanakan apabila rasa malu sudah dicampakkan sejauh-jauhnya dari kehidupan kita. Jika kita lebih suka memperuturutkan hawa nafsu dan ego pribadi kita daripada syariat yang sudah ditentukan oleh Allah SWT dan RasulNya, maka bukan tidak mungkin kita sudah termasuk dalam kategori koruptor. Jika masih ada janji-janji yang dengan mudah kita langgar, amanah yang tidak kita penuhi dan lain sebagainya, bukan tidak mungkin rasa malu sesungguhnya sudah tercabut dari diri kita. Sehingga, kesenangan apapun yang membuat kita harus mencampakkan rasa malu dapat dikategorikan korupsi. Dan, sebagaimana pendapat Salman Al Farisi di atas, semua itu dapat mencabut ikatan Islam atas diri kita.Naudzubillah min dzalik

Iklan

Posted on November 13, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. lha partai islam saja punya definisi yg longgar mengenai korupsi

    • Berarti harus jadi bahan interospeksi bagi partai2 Islam ya mas

      • lha iya. membawa nama Islam kan konsekuensinya berat, dibandingkan yg bawa nama sekuler. nah sekarang kan kelakuan sama saja.
        kalau menurut Kevin ahli pemilu UNDP, antara partai Beringinis (pembangunanisme: GOlkar, Demokrat), Islamis (PAN< PKB, PPP, PKS), dan Bantengis (PDIP, Gerindra), sebenarnya ya tidak ada perbendaan nyata dalam ideologi partai yg diimplementasikan. kalau beda identitas, ya cuma itu saja bedanya

      • sungguh disayangkan, bawa nama Islam harus benar2 bertaqwa kepada Allah SWT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Yeuh!

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: