Monthly Archives: Januari 2013

Mengikis budaya lupa agar pengedar dan pengguna Narkoba tidak bisa seenaknya saja

Benar-benar speechless baca tulisan yang satu ini … :I

PKJ 4.0

“Wahai Rasulullah, biarkanlah aku memenggal leher orang munafik ini!”

Kita bisa menebak siapa yang mengatakan kalimat ini: Umar bin Al Khathab Al Faruq, sang pembeda antara yang haq dan yang bathil. Seorang yang memiliki keutamaan yang tinggi di antara manusia yang lain. Perkataannya itu bukanlah sebuah ungkapan katakata emosi tanpa pikir, tetapi merupakan sebuah kesadaran yang dalam tentang kondisi yang sedang terjadi.

Sementara itu, yang disebut Umar bin Khathab sebagai “orang munafik ini” tidak lain adalah salah seorang shahabat Rasulullah. Seorang muhajir dari Makkah yang bernama Hathib bin Abi Baltaah. Ia merupakan salah seorang shahabat yang memiliki keutamaan karena ikut dalam Perang Badr Kubra.

Perkataan Umar bin Al Khathab itu muncul karena ada peristiwa pesar yang terjadi di kalangan internal kaum Muslimin. Saat itu merupakan masa persiapan bagi kaum Muslimin untuk menyerang Makkah setelah Perjanjian Hudaibiyah dilanggar dari pihak musyrikin Quraisy. Abu Sufyan bin Harb selaku pemimpin tertinggi Makkah…

Lihat pos aslinya 2.285 kata lagi

Berkiprah di Tim Trauma Healing ACT

Ahad, tanggal 20 Januari 2013

Ahad pagi saya dihubungi mbak Suci dari Aksi Cepat Tanggap (ACT)  setelah sebelumnya pak Insan berusaha menghubungi saya. Namun, karena rumah saya terkena pemadaman listrik, saya tidak mendapat pesan dari pak Insan. Untunglah, pagi itu saat sedang mengecek FB saya mendapat pesan dari mbak Suci jika ingin ikut tim trauma healing, silakan datang ke ACT. Sesudah sampai di kantor ACT, saya dan beberapa teman relawan dan dokter berangkat ke lokasi. Kami dibagi dua tim, ada yang ke Ciledug dan ada yang ke Ancol.

Di lokasi posko di Ciledug, kami mengadakan pelayanan kesehatan gratis. Saya ditugasi menangani mereka yang mengalami gangguan kesehatan baik fisik maupun psikis. Alhamdulillah, meskipun masih banyak kekurangan di sana sini, saya bisa membantu mereka. Banyak diantara mereka yang sakit kepala, punggung atau kaki. Ada juga seorang bapak yang jari-jarinya kaku, mungkin karena reumatik atau sejenisnya. Saat menangani si bapak, saya menggunakan EFT dan Quantum Touch. Mula-mula saya menggunakan EFT untuk meringakan rasa sakit si bapak lalu menggunakan QT untuk membantu melemaskan jari jemarinya. Ada juga seorang ibu yang setelah diterapi malah curhat mengenai kehidupannya. Saya pun mencoba menempatkan diri menjadi pendengar yang baik saat si ibu bercerita. Dia pergi dari kampungnya karena ada konflik dengan suaminya dan hidup terlunta-lunta di Jakarta. Pak Arvan Pradiansyah, seorang motivator dan inspirator kebahagiaan pernah mengatakan bahwa kebutuhan emosional terbesar manusia adalah DIPAHAMI. Semoga bisa menjadi berkah tersendiri bagi semua yang hadir di sana.

Senin, tanggal 21 Januari 2013

Hari kedua ini kami bekerja sama dengan teman-teman mahasiswi fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah. Posko tujuan kami kali ini ada di daerah Kedoya, Jakarta Barat. Setelah mencari-cari lokasi, kami pun sampai di posko yang dimaksud. Ternyata posko itu ada di pool busway Kedoya dekat kali Mookervaart. Kami pun langsung mengadakan kegiatan di sana. Teman-teman mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah langsung mengadakan kegiatan bersama anak-anak di sana. Mas Ircham, seorang anggota trauma healing yang lain, memandu para ibu yang hadir di posko tersebut. Saya sendiri membantu seorang bapak tua yang juga ada di sana.

Saat teman-teman masih melakukan kegiatan, saya, pak Insan dan Ustadz Didi pergi ke sebuah rumah di belakang pool busway. Daerah perkampungan padat dan kumuh itu saat banjir terendam air hingga ke batas dada orang dewasa. Ada seseorang yang memerlukan pertolongan kami di rumahnya, sebuah rumah petak yang terletak di tingkat dua. Dia sering pusing dan saat itu diterapi ustadz Didi. Sementara itu, saya dan pak Insan menerapi salah satu tetangganya yang mengalami sakit di kaki sejak terkena banjir. Kami mengadakan kegiatan di sana sampai sore hari.

Selasa tanggal 22 Januari 2013

Hari ini adalah ketiga kalinya saya mengikuti tim Trauma Healing ACT. Kali ini tujuan kami adalah Kampung Muka, Ancol. Mendengar kata Ancol, mohon jangan bayangkan tempat rekreasi tepi pantai yang terkenal itu. Kampung yang kami datangi saat itu masih tergenang air sebagian wilayahnya.  Air masih menggenangi sebagian lantai di rumah-rumah warga. Gang-gang antar rumah yang sempit tampak bagaikan sungai atau saluran air.

Kami melakukan kegiatan di posko yang terletak di sebuah sekolah dasar. Saya dan ustadz Didi menangani para penduduk yang mengalami ketidaknyamanan pada diri mereka. Sementara itu, teman-teman mahasiswi dari UIN Syarif Hidayatullah menghibur anak-anak di lapangan sekolah tersebut.

Saya dan ustadz Didi mula-mula mengajari para penghuni pengungsian yang sudah berkumpul di salah satu ruang kelas tersebut. Kami mengajari mereka teknik EFT (Emotional Freedom Technique) yang sudah diberi sentuhan spiritualitas. Kami memperagakan teknik ketukan tersebut dan diikuti oleh para peserta. Setelah terapi massal dan pelatihan singkat itu berlangsung, kami pun menerapi mereka satu per satu. Ada seorang ibu yang kakinya terasa sakit jika melangkah. Setelah beberapa kali saya terapi, ibu itu pun merasa kakinya lebih ringan dan tidak sakit lagi bila digunakan untuk melangkah. Yang lain ada yang merasa kepalanya pusing atau kaki dan pinggangnya sakit. Gejala-gejala penyakit yang umum ditemui di daerah pengungsian yang padat dan kurang higienis. Alhamdulillah, hampir semua yang menjalani terapi mengalami kemajuan dalam kondisinya. Minimal gejala rasa sakit yang dialami semakin berkurang.

Yang cukup memperihatinkan adalah seorang ibu yang sedang kurang sehat jantungnya malah diajak temannya ke lantai 3 tempat terapi dan pelatihan dilakukan. Kami telah berusaha semaksimal mungkin melakukan terapi pada si ibu namun yang terutama adalah dia kelelahan karena harus naik tiga lantai. Setelah selesai terapi dan pelatihan, kami pun pamit untuk pulang kembali ke kantor ACT di Ciputat.

Insya Allah saya dan tim trauma healing ACT masih akan meneruskan tugas kami selama para korban banjir tahun ini masih membutuhkan. Semoga Allah SWT meridhoi upaya kami ini, aamiin

Related link: Trauma Healing, Apa itu?
Semoga bermanfaat

Telah terbit buku Kekuatan Memaafkan di karya Mas Yanuardi Syukur dan saya di Indie-Publishing

Tadi siang (14 Januari 2013) sempat dibahas di Masjid Al Latief, Pasaraya Blok M

Umay's Weblog

Umay M. Dja’far Shiddieq


A. Pengertian Ibadah
Secara etomologis diambil dari kata ‘ abada, ya’budu, ‘abdan, fahuwa ‘aabidun. ‘Abid, berarti hamba atau budak, yakni seseorang yang tidak memiliki apa-apa, hatta dirinya sendiri milik tuannya, sehingga karenanya seluruh aktifitas hidup hamba hanya untuk memperoleh keridhaan tuannya dan menghindarkan murkanya.

Lihat pos aslinya 902 kata lagi

Kung Fu Wing Chun dalam Film

Banyak orang mengetahui tentang kung fu Wing Chun dari film Yip Man dan Yip Man II yang dibintangi oleh Donny Yen serta Yip Man: The Legend is Born yang dibintangi Dennis To dan Sammo Hung. Namun demikian, sesungguhnya Kung Fu Wing Chun sudah ditampilkan dalam banyak film selain film-film tersebut di atas. Ada yang sudah cukup lama dibuat seperti Warrior Two dan The Prodigal Son yang dibuat sekitar dekade 70an dan 80an dan ada pula yang relatif baru.

Namun, berhubung fungsinya memang untuk hiburan, maka jangan terlalu berharap bisa mengerti sejarah Wing Chun atau Kung Fu pada umumnya hanya dengan menonton film-film ini. Banyak kisah dan jalan cerita dalam film-film ini yang tidak sesuai dengan sejarah. Dan tentu saja tidak untuk menggantikan latihan rutin dengan sifu yang baik dan kompeten bagi mereka yang ingin menguasai Wing Chun atau kung fu aliran apapun.

Berikut rangkuman dari beberap film Kung Fu yang menampilkan adegan dengan jurus-jurus Wing Chun:

Warrior Two, 1978

Film ini mengambil tempat di kota Foshan, kota kelahiran Yip Man. Namun, film ini tidak berkisah tentang Yip Man namun tentang masa muda gurunya, Cah Wah Sun (diperankan oleh Cassanova Wong) dan gurunya Leung Jan (diperankan oleh Bryan Leung). Cah Wah Sun adalah guru Wing Chun pertama dari Yip Man sebelum Yip Man berguru pada Leung Bik di Hong Kong. Leung Bik sendiri adalah anak dari Leung Jan, yang kisahnya diceritakan dalam film ini. Selain seorang ahli beladiri, Leung Jan adalah seorang tabib terkenal di Foshan.

Dalam film tersebut, Cah Wah Sun sedang dirawat dan bersembunyi di rumah Leung Jan sesudah telribat konflik dengan para penjahat. Sesudah sembuh, Cah Wah Sun meminta Leung Jan mengajarinya kung fu, namun Leung Jan menolak karena merasa Cah Wah Sun belum siap. Namun akhirnya, Leung Jan bersedia menerima Cah Wah Sun sebagai muridnya. Salah satu sebabnya adalah karena ulah murid Leung Jan yang kocak, Fatty (diperankan oleh Sammo Hung).

Salah satu adegan paling menarik adalah saat Leung Jan mengajari Cah Wah Sun tongkat panjang ala Wing Chun, Luk Dim Boon Kwun. Cah Wah Sun harus memukul biji-bijian yang ditebarkan Leung Jan sampai hancur. Jika tidak hancur, maka berarti teknik Luk Dim Boon Kwun belum benar. Orang yagn tidak sungguh-sungguh berlatih beladiri tidak akan mampu melakukan latihan seberat itu. Latihan yang tidak kalah beratnya dialkukan di dalam sebuah ruangan yang berisi beberapa buah Muk Yan Jong atau orang-orangan kayu. Dengan mekanisme tertentu, orang-orangan itu bisa bergerak dan berpindah tempat sehingga seakan-akan orang yang berlatih itu sedang berhadapan beberapa orang lawan.

The Prodigal Son, 1982

Film The Prodigal Son memberikan gambaran yang berbeda tentang Leung Jan (Yuen Biao). Jika film Warrior Two mengambil timing saat Leung Jan sudah tua dan telah menjadi master Wing Chun, dalam film ini beliau digambarkan saat masih muda. Saat itu, sebagaimana gambaran dalam film, Leung Jan adalah putera seorang kaya yang jago kung fu. Namun, di luar pengetahuannya, ayahnya menyogok lawan-lawan Leung Jan untuk mengalah dalam setiap pertarungan. Sehingga Leung Jan selalu menang. Namun, akhirnya dia kalah oleh Leung Yee-tai (Lam Ching-ying) yang akhirnya menjadi gurunya. Sebagaimana disebutkan dalam tradisi lisan aliran Yip Man, Leung Jan saat itu berguru pada Leung Yee-tai dan Wang Wah Bo (Sammo Hung).

Agak berbeda dengan tradisi yang diceritakan turun temurn dalam aliran Yip Man, di mana disebutkan bahwa Leung Yee-tai adalah seorang “poleman” atau pendorong perahu dengan tongkat panjang. Dia bertugas mendorong perahu dengan tongkat panjang di bagian sungai yang dangkal. Tongkat pendorong perahu itu sendiri konon merupakan cikal bakal dari Luk Dim Boon Kwun, tongkat panjang yang sering digunakan dalam latihan wing chun.

Kung Fu Wing Chun the Movie, 2010

Bisa dibilang, film ini adalah penggambaran paling baik dari dua orang perempuan yang berlatih teknik-teknik cikal bakal kung fu Wing Chun yang kita kenal sekarang. Mereka adalah sang biarawati / biksuni Ng Mui (diperankan Kara Hui) dan muridnya, Yim Wing Chun (diperankan Jing Bai). Yim Wing Chun adalah seorang gadis berbakat kung fu yang diintimidasi oleh seorang panglima perang yang ingin menikahinya. Yim Wing Chun pun berguru pada Ng Mui yang saat itu sedang dalam pengejaran tentara dinasti Qing. Saat dalam pelarian, Ng Mui menumpang di rumah orang tua Yim Wing Chun dan melatihnya ilmu beladiri. Saat berada di hutan, sebelum bertemu dengan Yim Wing Chun dan keluarganya, Ng Mui mendapatkan inspirasi dari pertarungan seekor ular melawan seekor burung bangau. Dari inspirasi itu, Ng Mui meramu teknik-teknik yang sekarang dikenal sebagai Wing Chun.

Wing Chun, 1994

Versi lain dari penggambaran Yim Wing Chun, kali ini diperankan oleh Michelle Yeoh. Dalam versi kali ini kita masih disuguhkan pertarungan antara Yim Wing Chun dengan panglima perang musuhnya. Namun, pertempurannya bukan hanya dengan tangan kosong melainkan juga dengan senjata. Si panglima perang menggunakna tombak panjang sementara Yim Wing Chun menggunakan pisau kembar Baat Jam Dao. Baat Jam Dao sendiri adalah salah satu dari dua senjata yang dipelajari dalam Wing Chun aliran Yip Man selain tongkat panjang Luk Dim Boon Kwun.

Note: sampai tulisan ini dibuat, film-film tersebut masih bisa disaksikan di Youtube.

Semoga bermanfaat

[Spiritualitas] Dzikir Penyembuh Batin

Penduduk primitif yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan, punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Kebisaan ini mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dan ditumbangkan dengan kapak. Beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Ketika sampai di atas pohon itu, bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Apa yang terjadi selanjutnya sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya mulai mengering dan rontok. Setelah beberapa hari kemudian, dahan-dahannya juga mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati keropos dan mudah ditumbangkan.

Kalau diperhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan “roh”nya. Akibatnya, dalam waktu singkat, makhluk hidup itu akan mati. Vibrasi energi dari teriakan-teriakan mereka akan mengacaukan sistem biolistrik yang ada dalam diri pohon tersebut.

Demikian pula halnya dengan yang kita temui dalam kehidupan sehari hari. Antar anggota keluarga terdengar saling berteriak dan saling ejek, sehingga masing-masing harus membangun pertahanan sistem psikologis untuk melindungi diri dari luka yang lebih dalam. Demikian pula yang terjadi dalam banyak tempat kerja dan lingkungan tempat tinggal. Akibatnya, semakin banyak orang yang terkuras energinya hanya untuk mempertahankan kondisi psikologis yang diperlukan agar tetap waras dan mampu bertahan hidup. Urat-urat syaraf mereka sudah terlalu tegang dan mereka sudah terlalu lelah secara emosional sehingga tidak akan mampu lagi mengolah potensi dan mengeluarkan kreatifitas yang ada dalam diri mereka. Orang-orang yang berada dalam keluarga atau tempat kerja seperti itu akan berusaha mencari pelarian dan pelampiasan. Mereka ingin meredakan rasa sakit yang mereka derita.

Untuk mencari pelarian sementara dan melampiaskan ketegangan mereka, banyak orang melarikan diri ke berbagai macam hiburan. Maka bermunculanlah klub-klub malam, warnet-warnet yang menyediakan games online, discotheque dan lain sebagainya. Bahkan ada juga yagn tidak tanggung-tanggung dalam menenggelamkan diri dalam kenikmatan yang haram. Terbukti dengan adanya bar-bar atau cafe-cafe yang menyediakan mniuman keras, lokalisasi pelacuran dan lain sebagainya. Mungkin kita masih ingat pada buku berjudul Jakarta Undercover yang ditulis seorang mantan santri. Buku itu berisi tempat-tempat wisata sex yang ada di Jakarta.  Hampir-hampir tidak bisa dipercaya bahwa di Ibu kota Republik Indonesia, negara dengan jumlah ummat Islam terbanyak di seluruh dunia, ada tempat-tempat pelesiran sex seperti itu. Namun, semua pelarian sementara itu tidak akan membawa kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian yang sejati. Begitu semua kenikmatan itu berlalu, kenyataan yang pahit kembali menghadang di depan mata. Sungguh, semua itu merupakan kesia-siaan yang sama sekali tidak ada manfaatnya.

Islam, sebagai sebuah tuntunan hidup yang lengkap dan sempurna, menyediakan sarana penyembuh bagi luka-luka batin seperti itu. Allah berfirman: “(yaitu) orang-orang yang beriman lagi hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du : 28). Dzikir yang diucapkan dengan benar dan dihayati maknanya akan menyucikan jiwa dan melembutkan hati. Dzikir juga akan meredakan ketegangan urat syaraf dan menyembuhkan luka batin dalam diri manusia. Vibrasi energi dzikir akan mampu menetralisir energi-energi yang tidak sesuai dengan fitrah manusia tersebut.

Sampah-sampah biolistrik itu akan dikeluarkan dari tubuh manusia sehingga aliran energinya akan lancar kembali. Jantung akan berdegub lebih normal dan ketegangan fisik dan psikis akan mereda. Maka, dzikir seharusnya tidak hanya di forum-forum tertentu atau di masjid atau mushala semata. Dzikir juga harus melekat saat berbisnis, bekerja, mengajar, rapat tertutup maupun terbuka, dan dalam semua kesempatan. Sehingga, kesehatan jiwa dan raga seorang muslim tetap terjaga selama dia hidup di dunia ini dalam rangka mengoptimalkan fungsinya sebagai seorang ahli ibadah, ahli ilmu, dan pejuang di jalan yang diridhoi Allah SWT. (Muhammad Nahar/Wasathon.com)

Tulisan ini sudah dimuat di situs wasathon.com

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn