Membunuh Penodong di Angkot

Peringatan: Ada adegan kekerasan yang sangat vulgar dalam tulisan ini

Dulu saya pernah mengajukan pertanyaan yang cukup provokatif di media social Facebook dan Twitter. Pertanyaan itu berbunyi “Bagaimana hukumnya apabila seseorang MEMBUNUH seorang penodong di angkot?”. Memang, saya mengajukan pertanyaan itu karena termotivasi oleh berita kematian empat orang penumpang angkot yang dibajak para penodong. Salah satu dari penumpang itu adalah sahabat dari seorang sahabat saya. Sahabat yagn menjadi korban itu baru berusia sekitar 40 tahunan dan sahabat sayalah yang mengimami para pelayat yang mensholatkan jenazahnya. Saking banyaknya orang yang ingin menyolati jenazah sang sahabat, jamaah sampai dibagi dua menjadi dua gelombang. Semoga beliau khusnul khatimah, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, diterima ibadah dan amal shaleh-nya dan mendapat tempat terindah di sisiNya, aamiin.

Kembali pada masalah pembunuhan terhadap penodong di angkot. Anggaplah telah terjadi penodongan di sebuah angkot dan salah seorang korban nekat membela diri dan melawan para penodong. Terjadilah perkelahian dan di dalam angkot dan salah satu penodong terhempas keluar dari angkot yagn masih melaju. Naas bagi si penodong, saat dia terhempas keluar kepalanya menghantam tembok dan tewas seketika. Apakah orang yang membela dirinya saat ditodong itu bisa dianggap pembunuh? Tentu saja tidak namun orang itu tetap harus menjalani proses hukum terhadap tindakannya tersebut.

Lain halnya apabila seseorang memang ingin “memburu” dan menghabisi para penodong. Orang itu memang sejak awal ingin menghabisi para penodong yang berkeliaran di angkot. Dia memang sudah mempersiapkan diri menjadi hakim sekaligus eksekutor terhadap para penodong yang beraksi di angkot. Dia bahkan sudah mempersenjatai dirinya dengan senjata tajam seperti pisau lipat atau pisau belati. Dia sengaja naik angkot yang melewati rute-rute yang dianggap rawan penodongan dan pada jam-jam rawan seperti menjelang tengah malam. Suatu ketika, saat dia menaiki angkot, para penodong yang memang dia tunggu berdatangan hendak membajak angkot dan menguras harta para penumpang. Saat seorang penodong masuk ke angkot dan mengancam para penumpang, tiba-tiba dia langsung MENUSUK penodong itu dengan pisau yang dibawanya. Bukan hanya sekali namun dia menusuk penodong itu berulang kali. Belum puas dengan tusukannya, orang itu langsung memutar kepala si penodong 180 derajat sehingga terdengar suara gemertak tulang yang mengerikan. Darah pun berceceran di angkot tersebut.

Para penodong lain langsung kehilangan nyali melihat kejadian mengerikan itu. Mereka langsung berusaha menyelamatkan diri. Namun orang itu berhasil menangkap satu penodong yang lain dan membenturkan kepala si penodong ke sebuah tembok. Bukan hanya dibenturkan sekali namun kepala itu dibenturkan berulang kali tanpa ampun. Si penodong pun terkulai tak berdaya tanpa bisa melawan lagi. Orang itu pun mengambil sebuah batu yang cukup besar yang ada di dekat tembok itu dan menghantamkannya sekuat mungkin ke belakang kepala si penodong. Akhirnya, seperti temannya yang tadi menemui ajalnya di angkot, si penodong kedua itu pun tewas dengan kepala tak berbentuk lagi. Darah si penodong yang malang itu pun berceceran membasahi jalan.

Untuk kasus kedua ini, tentu saja tidak sama pembahasan hukumnya dengan yang pertama. Pada kasus pertama, penodong yang menjadi korban memang tidak ingin dibunuh oleh orang yang melawannya. Kejadian itu bisa dianggap kecelakaan meski tetap saja ada konsekwensi hukumnya.
Namun, pada kasus kedua, orang itu memang sengaja menjadi semacam “Jack The Ripper” bagi para penodong di angkot. Dia memang ingin membasmi kejahatan dengan caranya sendiri. Orang ini mungkin terinspirasi dari tokoh komik The Punisher yang doyan membasmi kejahatan dengan cara para penjahat. Mungkin ada diantara pembaca yang pernah menyaksikan saat The Punisher, dalam versi film yang diperankan Dolph Lundgren, ditanya rekannya saat dia dipenjara. “125  pembunuhan dalam waktu 5 tahun itu apa?” tanya rekannya. The Punisher pun dengan enteng menjawab “Work in Progress (kemajuan)”. Sebuah satir yang secara tidak langsung melontarkan kritikan pedas pada kinerja aparat keamanan di manapun.

Islam mengajarkan bahwa kehidupan adalah amanah sebagaiman tercantum dalam Al Maidah ayat 32 �Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi bani Israel, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruhnya. Orang yang dengan sengaja menghilangkan nyawa seseorang tanpa alasan yang haq (dapat dibenarkan secara syariat) akan menanggung dosa yang luar biasa besarnya, sama dengan membunuh semua manusia yang pernah ada di bumi ini. Dosa membunuh satu orang saja sudah sangat besar apalagi harus dikalikan sebanyak jumlah manusia yang pernah hadir di dunia ini. Tokoh kita yang melakukan pembunuhan para penodong di angkot itu mungkin di akhirat nanti termasuk orang yang menanggung dosa besar yang sangat mengerikan itu. Apalagi, bukan tidak mungkin sebenarnya para penodong itu melakukan kejahatan tersebut karena terpaksa akibat desakan ekonomi. Hukum memang harus ditegakkan namun bukan berarti segala cara bisa dihalalkan. Apalagi apabila penegakan itu dilakukan dengan menghabisi tanpa ampun para penjahat yang mungkin suatu saat bisa bertaubat apabila mereka bisa dibina dengan sebaik-baiknya.

Namun demikian, jika orang seperti itu benar-benar ada, maka harus diteliti apa penyebab dia melakukan perbuatan segila itu. Apakah yang membuatnya memiliki dendam kesumat yang hanya bisa dilampiaskan dengan menumpahkan darah meskipun bukan darah baik. Apakah yang membuatnya menikmati petualangan menghabisi orang-orang jahat satu demi satu? Apakah dia kecewa dengan para penegak hukum yang sepertinya hanya tahu menilap uang orang-orang yang terpaksa atau dipaksa damai saat terjadinya tilang namun tidak sigap saat kejahatan terjadi? Atau dia kecewa pada pemerintahan yang hanya mengurusi diri mereka sendiri dan lebih berpihak pada asing daripada rakyat? Atau yang jauh lebih buruk lagi apakah dia kecewa pada Tuhan yang belum juga membersihkan dunia ini dari orang-orang jahat sehingga dia mengambil peran tersebut dariNya tanpa izin? Semua kemungkinan memang bisa saja terjadi. Dan jika itu terjadi .. tentu solusinya tidak sederhana, semua harus dibongkar hingga ke akar-akarnya .. itu pun kalau ada keberanian dan kemauan.

Semoga bermanfaat, mohon maaf buat yang kurang atau tidak berkenan

Iklan

Posted on Februari 4, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 14 Komentar.

  1. sepertinya ada film atau apa yah, si tokoh mencari penjahat untuk ditangkap, tapi tidak dibunuh. senjatanya berupa pistol bius…. jadi penjahatnya nggak mati tapi dipenjara 😀

  2. yup.. itu seperti kasus membela diri lawan pencuri/perampok juga..

  3. Kalo yang kedua kayak Psikopat tuh serem benerr

  4. Beneran kah Pak itu? Sedihnyaa 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: