Catatan Trauma Healing bagian 2

Sambungan dari posting yang ini

Rabu, 23 Januari 2013

Hari itu lokasi yang dikunjungi tim trauma healing ACT adalah posko pool busway Kedoya yang sudah pernah dikunjungi. Saat itu ada bintang tamu mbak Inneke Koesherawati dan teman-teman dari World Muslimah Beauty. Sesudah acara, kami melakukan terapi pada para korban banjir seperti biasa.

Kamis, 24 Januari 2013

Hari kamis kami mengunjungi Pondok Gede Permai, salah satu daerah yagn paling parah dilanda banjir. Posko yang kami kunjungi terletak dekat tanggul yang membatasi pemukiman dengan sungai yang sangat besar. Saat kami datang ke sana, belum banyak pasien yang minta diterapi karena pada umumnya mereka sedang membersihkan rumah masing-masing. Jadi kami antar sesama terapis bisa punya kesempatan banyak sharing, apalagi ada yang memahami NLP, Hypnotherapy dan sebagainya. Ibu Chairunnisa menceritakan saat bertugas di Aceh ketika tsunami terjadi. Ada orang yang masih hidup namun tertusuk batang bambu dan sedang menunggu kematiannya. Semua merasa ngeri dan sedih mendengar cerita tersebut. Ibu Arun, panggilan akrab ibu Chairunnisa, juga mengisahkan pengalaman beliau di luar negeri, di mana banyak pasien operasi yang trauma pasca operasinya ditangani para praktisi hipnoterapi. Jika perlu obat malah diberi parasetamol sedangkan obat penenang seperti valium dan sejenisnya hanya diberikan jika benar-benar perlu.

Pak Nyoman, praktisi NLP dan pendiri AlphaTheta, mengatakan bahwa dalam hal trauma yang paling berbahaya adalah apabila trauma itu terus menerus diingat oleh yang mengalaminya. Apalagi saat mengingat-ingat pengalaman traumatis itu ditambah lagi dengan bumbu-bumbu emosional untuk mendramatisirnya.  

Saat sesi terapi, ada kejadian menarik. Biasanya, saat diterapi dengan S-EFT afirmasi dan doa yang diucapkan klien adalah “ya Allah saya ikhlas, saya pasrah”. Namun, ternyata afirmasi itu malah mengingatkan si ibu pada anaknya yang meninggal akibat kanker getah bening. Ibu tersebut pernah mengatakan pada anaknya yang saat itu masih hidup namun dalam keadaan sakit “bilang nak, ya Allah saya ikhlas, saya pasrah”.  Ibu Arun, yang saat itu sedang melakukan terapi pada si ibu, lalu melakukan reframing dengan teknik NLP agar si ibu bisa lega kembali dan tidak lagi sedih atas memori kehilangan tersebut. Ada juga ibu yang diajari terapi S-EFT oleh pak Nyoman karena secara tidak sadar si ibu sudah membuat semacam “emotional anchor” terlebih dahulu. Si ibu bilang “kalau di sini sih enak, ntar sampai rumah kan berantakan lagi” dan pak Nyoman menyadari hal tersebut sehingga beliau lebih memilih mengajari si ibu agar pola “emotional anchor” yang sudah terlanjur terbentuk itu bisa berubah.

Jum’at, 25 Januari 2013

Hari Jumat kami melakukan terapi trauma healing di daerah Kedoya, Jakarta Barat. Terapi dilakukan di sebuah mushalla di dekat posko. Salah satu kasus menarik yang saya tangani adalah seorang mantan tukang bajaj yang sudah menjalani profesinya selama 30 tahun. Salah satu tangan bapak itu tidak dapat digerakkan dengan sempurna, hanya bisa menggantung. Saya mencoba membantu dengan terapi EFT dan Quantum Touch namun tidak dapat membantu banyak karena sakitnya sudah sangat lama, puluhan tahun. Namun, setelah diterapi beberapa kali si bapak bilang sudah mendingan, semoga saja bermanfaat untuk beliau.

Pengalaman menarik lainnya dialami sesama terapis yaitu mbak Liza. Saat melakukan terapi, ada ketukan yang tanpa sengaja menyebabkan terbongkarnya lapisan emosional orang yang diterapi. Orang itu, seorang ibu, langsung menangis tersedu-sedu. Mbak Liza lalu meminta si ibu mengeluarkan semua yang dirasakannya. Setelah selesai terapi, si ibu mengatakan bahwa dia merasa sangat lega setelah beban emosionalnya bisa terlepaskan dan berkurang banyak. Memang, saat terapi dengan EFT tidak selalu beban emosional bisa terpancing dan terlepaskan namun jika hal itu terjadi maka bisa dibilang itu suatu anugerah yang luar biasa, baik bagi yang diterapi ataupun terapisnya sendiri.  

Karena saat itu teman-teman mahasiswi UIN tidak ikutan, maka tim yang bertugas di trauma healing anak-anak dibantu para relawan dari Dreamdelion yang sehari-harinya bermarkas di daerah bantaran kali Manggarai.

Jum’at, 8 Februari 2013:

Saat mengecek twitter di BB, saya menemukan info dari mbak Ina Madjidan (@inagibol) dari Gerakanberbagi.com tentang seorang anak yang mebutuhkan golongan darah O di RSCM. Kebetulan saya tinggal tidak terlalu jauh dari RSCM dan golongan darah saya sama dengan anak itu, O. Segera saya menghubungi ayahnya dan langsung meluncur ke RSCM. Ternyata anak itu mengidap leukumia (kanker darah) dan telah menghabiskan beberapa puluh kantong sel darah putih dan beberapa kantong sel darah merah. Saat itu yang dibutuhkan adalah darah merah untuk tranfusi dan saya pun bersedia membantu. Setelah menerima surat pengantar dari dokter, saya pun langsung menuju ke PMI Pusat di Jalan Kramat Raya. Saat di PMI, ternyata yang dibutuhkan adalah darah merah sehingga prosedur yang dilakukan adalah donor darah WH, bukan apheresis. Untunglah saya cukup sehat untuk melakukannya namun tentu saja konsekwensinya baru bisa donor darah lagi 3 bulan kemudian.

Sabtu, 9 Februari 2013

Kembali info kegiatan sosial diperoleh dari Twitter. Saat itu MS Peduli akan mengadakan baksos di Jatiasih yang beberapa hari sebelumnya dilanda banjir besar. Saya pun langsung menuju Tebet, tepatnya di Rumah Ilmu-nya Makelar Sedekah, tempat pemberangkatan para relawan yang mau ikutan. Sesudah semua relawan berkumpul, kami pun langsung ke lokasi di perumahan Pondok Gede Permai. Poskonya terletak di tempat yang sama dengan yang pernah saya datangi saat bersama ACT. Jika beberapa minggu sebelumnya debit air yang menerjang Jatiasih sekitar 300an, maka saat banjir besar kembali melanda daerah itu debit airnya sekitar 650. Kami membagikan paket santunan dan mengadakan pengobatan gratis bagi warga korban banjir di sana. Saya pun sempat melakukan terapi EFT dan QT bagi para warga dan teman-teman yang membutuhkan, termasuk Mas Mono sendiri yang ikut dengan para relawan MS Peduli. Saat menerapi salah satu relawan, terjadi sesuatu yang menarik. Teman relawan yagn diterapi itu mengatakan ada semacam sensasi struman listrik yang mengalir di tubuhnya. Saya mengatakan bahwa itu adalah terbukanya jalur meridian energi yang tersumbat. Arah sensasi struman listrik itu, saat dia tunjukkan, kurang lebih sesuai dengan meridian-meridian tubuh yang dipelajari para praktisi akupuntur.

Acara di Jatiasih tersebut dimeriahkan pula dengan kedatangan teman-teman anggota komunitas Muldok (Musang Lovers Depok) yaitu para pecinta musang lengkap dengan musang-musang mereka. Banyak yang senang dengan kehadiran musang-musang itu termasuk saya namun ada juga yang ketakutan. Yang jelas kehadiran musang-musang itu membuat suasana jadi meriah dan ceria.

Semoga bermanfaat

Related Links: Trauma Healing, apa itu?

Semoga bermanfaat

Kamus NLP

Reframing: membingkai ulang kejadian masa lalu yang negatif dan tidak menyenangkan agar tidak lagi menganggu di masa depan, dalam istilah agama mungkin bisa disamakan dengan “mengambil hikmah”

Emotional Anchor: Suatu gambar, gerakan, bunyi atau sentuhan yang bisa mengingatkan orang pada memori emosional di masa lalu, baik positif ataupun negatif. Emotional anchor bisa terjadi tanpa sengaja atau memang sengaja diciptakan dan dilatih. Dalam bahasa Indonesia seringkali disebut “jangkar emosi”.

Iklan

Posted on Februari 11, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Subanallah, kegiatannya menarik semua. Terima kasih ya kang, semoga banyak barokah yang didapat dari menekuni kegiatan sosial ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: