[Renungan] Bencana Dunia dan Bencana Akhirat

Beberapa hari belakangan ini, kita seakan disuguhi tanpa henti berita tentang bencana. Mulai dari banjir yang melanda ibukota Jakarta dan sekitarnya, gempa bumi hingga hujan meteor yang melanda Rusia. Semua itu adalah bencana yang seringkali melanda di dunia ini.

Namun pernahkah kita menyadari bahwa ada bencana-bencana yang seringkali melanda tanpa kita sadari? Sebagai contoh, mungkin untuk sebagian orang, sholat tanpa berjamaah di awal waktu bukan hal yang harus dipermasalahkan. “Daripada enggak sholat kan mendingan sholat sendirian” demikian menurut pendapat mereka. Tidak sepenuhnya salah memang, minimal kewajiban sholat tergugurkan dan tidak lagi harus menanggung dosa besar meninggalkan ibadah tersebut. Namun bagi sebagian yang lain, tertinggal sholat berjamaah jauh lebih merupakan bencana daripada kehilangan segala yang dimiliknya.

Saya pernah membaca sebuah riwayat yang Insya Allah shahih, Umar Bin Khattab ketinggalan sholat Ashar berjamaah karena sedang melihat-lihat kebun kurma miliknya yang sangat rindang dan sejuk. Umar begitu menyesali hilangnya kesempatan emas untuk sholat Ashar berjamaah sehingga beliau tidak segan-segan menyedekahkan kebun itu di jalan Allah sebagai penebus atas kesalahan beliau tersebut. Riwayat itu dimuat dalam buku yang ditulis Syaikh Abdullah Nasih Ulwan yang berjudul Tarbiyah Ruhiyah. Sungguh suatu sikap yang sangat bertolak belakang dengan banyak kaum muslimin sekarang ini yang masih memandang enteng pentingnya sholat berjamaah.

Padahal, bukankah saat kita sholat berjamaah dengan menyempurnakan segala syarat dan rukunnya, kita seakan-akan sholat 27 kali karena balasan pahalanya dilipatgandakan 27 kali lipat. Itu baru sholat berjamaah, bagaimana lagi dengan banyak amalan-amalan sunnah yang seringkali terlalaikan? Semua itu, jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh, akan jadi tambahan amal yang akan memberatkan timbangan kebaikan kita di Yaumil Akhir nanti. Namun sayang, kita tidak menganggap meninggalkan semua itu sebagai bencana.

Tulisan ini sudah dimuat di situs Majalah Islam Wasathon

Semoga bermanfaat

Iklan

Posted on Februari 16, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. umar memang tauladan yo kang, btw yang benar 27 x lipat/ 27 derajat ta sik bener?

    • Betul mas, sayang masih saja ada orang-orang yang membenci beliau tanpa alasan yang jelas.

      Kurang tahu juga sih mana yang benar, tapi kalau dilihat lebih teliti kurang lebih maknanya sama, dibalas 27 x lebih besar daripada kalau sholat sendirian

  2. Sebuah kisah keikhlasan yang menyentuh dari Umar bin Khattab r.a.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: