[Sosial] Fenomena Kuburan Mewah

Apa yang terbersit dalam benak kita jika mendengar kata pemakaman atau kuburan? Sebagian besar dari kita mungkin akan membayangkan suatu tempat yang sunyi, sepi dan angker penuh dengan hawa mistis dan suasana yang membuat bulu roma merinding. Namun, kita tidak akan menjumpai pemandangan angker dan mengerikan seperti itu jika kita mengunjungi sebuah pemakaman mewah bernama San Diego Hills di daerah Karawang, Jawa Barat. Pemakaman mewah yang masih termasuk dalam Group Lippo itu jauh lebih menyerupai kompleks perumahan mewah daripada sebuah pemakaman. Ada fasilitas-fasilitas yang sebenarnya sudah tidak lagi bisa dinikmati orang yang sudah meninggal seperti kolam renang, restaurant berkelas, helipad, lapangan parkir dan lain sebagainya. Sulit sekali bagi kita untuk membedakan apakah orang-orang yang berkunjung ke sana apakah sedang berziarah atau sedang berwisata.

Sebagaimana perumahan elit dan apartemen mewah, orang yang ingin dikuburkan di pemakaman mewah seperti itu tentu harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Dalam sebuah tayangan video yang diunggah ke situs Youtube, biaya pemakaman di San Diego Hills berkisar antara 800 sampai 20 ribu US Dollar per meter persegi, tergantung lokasi yang dipilih. Semakin tinggi tempatnya semakin mahal biayanya. Yang paling mahal berada di puncak sebuah bukit di lokasi pemakaman mewah tersebut. Sedangkan Yayasan Al Azhar meluncurkan pemakaman mewah khusus muslim di Kawasan Karawang Timur yang bernama Al Azhar Memorial Garden. Harga yang ditawarkan untuk pemakaman ini dibandrol dari Rp 21 juta hingga Rp 199 juta. Informasi tersebut dikutip dari situs voa-islam.com.

“Kuburan itu tak perlu mewah. Dana yang banyak itu seharusnya dialokasikan buat yang masih hidup. Tidak ada boleh kesan riya, atau ingin menunjukkan status social seseorang yang meninggal, bahwa itu kuburan orang kaya. Orang yang sudah mati itu tidak lagi butuh status sosial. Seolah orang miskin tidak boleh dikubur di pemakaman yang elit,” kata Ketua Umum Khairu Ummah Ustadz Ahmad Yani sebagaimana dikutip dari situs Voa-Islam.com. Intinya, ustadz Ahmad Yani menyayangkan kecenderungan sebagian orang yang seakan enggan meninggalkan gaya hidup mewah mereka meskipun sudah tidak lagi berada di dunia fana ini. Kuburan mewah seringkali juga dimanfaatkan keluarga-keluarga tertentu untuk mengangkat prestise dan kebanggan semu mereka pada sesama keluarga kaya dengan memakamkan anggota keluarganya yang sudah meninggal di sana. Padahal, tidak ada hubungan sama sekali antara kemewahan makam dengan keselamatan di alam sesudah kematian. Mereka yang selamat di sana adalah mereka yang beriman, bertaqwa dan banyak beramal shaleh bukan yang makamnya berharga puluhan atau ratusan juta rupiah. “Demi masa,. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”[QS Al Ashr 1 -3]

Sungguh merupakan ironi saat banyak orang miskin yang harus tinggal di rumah-rumah petak yang tidak lebih luas daripada liang kubur, orang kaya yang sudah meninggal malah dikuburkan di pekuburan-pekuburan mewah dengan biaya yang luar biasa besar. Padahal orang-orang yang masih hidup itulah yang justru membutuhkan tempat tinggal yang layak meskipun tidak harus mewah. Rumah-rumah petak yang bisa kita temui di kawasan-kawasan kumuh sungguh tidak layak untuk dihuni manusia meskipun miskin. Mereka akan mengalami kesulitan luar biasa dalam membesarkan dan mendidik anak-anak mereka dan melindungi anak-anak itu dari gempuran budaya materialistik dari luar. Tentu akan lebih bermanfaat jika biaya pemakaman mewah itu dialokasikan untuk membangun perumahan sederhana layak huni bagi mereka yang miskin atau kurang mampu hingga mereka bisa membangun masa depannya dengan lebih baik lagi. Sedekah jariyah seperti itu akan menjadi tambahan bekal yang berharga bagi yang memberikan meskipun pelakunya sudah tidak ada lagi di dunia fana ini. Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi Muhammad s.a.w bersabda: “Apabila seorang anak Adam mati putuslah amalnya kecuali tiga perkara : sedekah jariah,atau ilmu yang memberi manfaat kepada orang lain atau anak yang soleh yang berdoa untuknya.”
(Hadith Sahih – Riwayat Muslim dan lain-lainnya)
 
Semoga bermanfaat

Tulisan ini sudah dimuat di situs Majalah Islam Wasathon

Iklan

Posted on Maret 9, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 23 Komentar.

  1. Heran yaa… Kalau non muslim mah wajarlaah, tapi ini yg muslim? Sampe geleng2 kepala Teteh mah, astaghfirulloh ….

    Eehh makin atas makin mahal ya? Kabayang eta kalau malam2 pd duduk2 menikmati pemandangan sambil ngobrol 😀

  2. Semoga kita kelak kalo kelebihan duit gak mengikuti jejak seperti mereka, mas. Buat biaya anak sekolah yang tinggi dan mengenal ilmu agama agar bermanfaat dengan ilmunya itu.

  3. wong kere mayite bandemke kalen wae

  4. Hehehehe banyak lho yah…

  5. Disini ada yang menawarkan pemakaman mewah, bahkan jasa menjadikan abu jenazah sebagai berlian untuk cincin.

  6. sampai terheran-heran membacanya …
    itu dua-duanya ada di Karawang, Mas?

  7. antara miris dan ingin tertawa, mentertawakan mereka yang kaya yang ternyata belum ngerti kalau sudah mati itu gak ada gunanya. terbukti dengan kuburan mewah itu yang mungkin dikira bisa dipake mewah2an juga.
    aduh, kasihan sekali mereka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Yeuh!

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn

%d blogger menyukai ini: