Arsip Blog

Bekerja Sebagai Bagian dari Ibadah

Ketika tidak lagi membedakan antara beribadah dan bekerja, sesungguhnya kita telah berubah dari seorang manusia sekuler menjadi manusia spiritual

– I Love Monday by Arvan Pradiansyah

Dalam dunia yang serba materialistik ini, yang namanya bekerja dan beribadah seringkali ditempatkan di dua ujung yang sangat berjauhan. Ibadah, terutama ritual, dianggap sebagai sesuatu yang suci, jauh dan tinggi sementara pekerjaan yang bersifat duniawi seakan menjadi sesuatu yang profan dan sekuler. Tuhan hanya hadir di tempat ibadah dan tidak hadir saat kita bekerja mencari nafkah.

Padahal esensi bekerja adalah melayani orang lain sebaik mungkin dan melayani adalah sesuatu yang bersifat spiritual. Tingkat spiritualitas dalam bekerja melayani orang-orang yang membutuhkan kemampuan kita dengan sepenuh hati sama tingginya dengan spiritualitas saat beribadah pada Tuhan. Apalagi, jika pekerjaan itu memang sesuai dengan “calling” yang ada dalam diri kita, yang sesungguhnya merupakan skenario Tuhan bagi kehadiran diri kita di dunia ini.

Keindahan dalam hidup dan pekerjaan akan kita rasakan ketika kita tidak lagi mampu membedakan antara beribadah dan bekerja. Saat itulah, pekerjaan kita sama bermaknanya dengan beribadah secara ritual untuk menyembah langsung pada Yang Maha Kuasa. Tempat kerja bagi kita akan sama sucinya dengan tempat kita beribadah sehingga pekerjaan kita memiliki nilai spiritual yang sama dengan ibadah ritual yang kita lakukan.

Semoga bermanfaat

Referensi: I Love Monday by Arvan Pradiansyah

Note: tulisan ini sudah pernah dimuat di situs baruseru.com

Iklan

Ultah Blog di tengah keprihatinan Mesir

Sudah berapa lama tidak login ke wordpress tiba-tiba ada pemberitahuan dari penyedia layanan blogging tersebut. Gak tanggung-tanggung, simbolnya Holy Grail atau piala emas, katanya sih hari ini (15 Agustus 2013) tepat setahun saya nge-blog di sana. Jadi, blog pindahanmultiply.wordpress.com ini sudah berusia setahun. Masih baru memang, apalagi niatnya dulu memang hanya untuk pindahan data-data digital blog terdahulu yang sudah berhenti tayang dari dunia maya, sesuai dengan namanya, pindahanmultiply.

Namun, tentu saja tidak etis dan terkesan tidak berempati, walaupun bukan berarti haram atau berdosa, untuk merayakan ultah blog wordpress tersebut di tengah keprihatinan dan duka cita yang mendalam saat ini. Saudara-saudara kita, para pendukung presiden Mesir terguling Muhammad Moursi, saat ini sedang mengalami musibah dan ujian yang luar biasa beratnya. Dan tidak tanggung-tanggung, yang melakukan kekerasan dan kekejaman itu adalah militer dari negara mereka sendiri, bukan agresor dari negara lain. Entah apa yang ada di dalam benak para tentara tersebut hingga tega menghabisi nyawa saudara-saudaranya. Apakah karena para tentara itu merupakan “alat negara” hingga bisa diperalat siapapun yang pegang kuasa? Ibarat lagu lawas om Iwan Fals yang judulnya Serdadu itu? “Serdadu seperti peluru, tekan picu melesat tak ragu” demikian sebagian liriknya yang relevan dengan keadaan di Mesir sekarang. Yang namanya peluru memang tidak punya mata apalagi hati, siapapun sasaran yang ada di depannya ya hantam saja tanpa ampun.  Yang jelas, tentara Mesir juga manusia, mereka juga punya mata, hati dan telinga, bukan peluru yang terbuat dari timah yang bisa dimasukkan ke dalam senjata. Entah karena takut kehilangan pekerjaan atau sudah diindoktrinasi sedemikian rupa hingga patu pada siapapun yang berkuasa hingga siap menerkam siapapun yang berseberagnan dengan pihak penguasa tersebut.

Buat mereka yang cukup familiar dengan berita-berita timur tengah, konflik memang hampir bisa dibilang tidak pernah mereda di sana. Mungkin masih tergambar dalam ingatan kita betapa FIS (Front Islamique de Salut) di Aljazair atau HAMAS di Palestina, yang secara sah memenangkan pemilu, dijegal dan dihabisi pihak militer. Kalau saya tidak salah, partainya Erdogan di Turki juga dulu pernah harus berurusan denga pihak militer dan sekuler yang “enggak mau kalah” saat berlaga di pesta demokrasi di negara tersebut. Belum lagi jika kita memperhitungkan “permainan” atau sebut saja konspirasi negara-negara Barat yang tidak sedikit kepentingannya di sana. Kan sudah bukan rahasia lagi kalau negara-negara adikuasa itu siap berdiri di belakang siapapun yang sesuai dengan kepentingan dan keinginan mereka, baik itu yang diktator atau yang terpilih secara demokratis. Kalau sudah tidak sesuai lagi ya gitu deh, habis manis sepah dibuang. Saddam Hussein atau Moammar Qadhafi mungkin bisa dijadikan contoh. Apalagi Moursi yang memang tidak sesuai dengan “selera” dan kepentingan negara-negara Barat tersebut.

Bagaimana dengan Indonesia? Kalau di kalangan rakyatnya sih, terutama yang melek politik Timur Tengah, sudah mengekspresikan kesedihan dan kemarahan mereka atas tragedi yang terjadi di Mesir tersebut. Jauh sebelum tragedi itu terjadi, mereka sudah mengekspresikan dengan segenap kemampuan mereka atas tragedi-tragedi yang menimpa saudara-saudara mereka di luar sana, baik itu di Suriah, Rohingya, Palestina dan lain sebagainya. Kalau pemerintahnya bagaimana? Ya dengan menjaga tetap khusnudzon, mungkin kita masih harus bersabar sambil memperbanyak dzikir dan doa serta permohonan ampun pada Allah SWT atas ketidakberdayaan, atau minimal kurangnya inisiatif para pemimpin kita untuk berbuat lebih banyak bagi saudara-saudara kita di sana.

Padahal, sebagaimana kita ketahui, terutama bagi mereka yang melek sejarah, Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. Dan tentu saja peran Ikhwanul Muslimin tidak bisa dibilang kecil di sana untuk menekan pemerintahan Mesir untuk mengakui kemerdekaan Indonesia. Kini, rakyat negara yang banyak berjasa pada negara kita tercinta ini sedang menderita … sudahkah kita berbuat sesuatu untuk mereka?

Setidaknya, sesudah membaca tulisan ini, sempatkan berdoa untuk mereka dan sempatkan pula memohon ampun atas kelemahan dan ketidakberdayaan kita untuk berbuat lebih dari sekedar mengucap untaian doa …

Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

Bagaimana Kabar Multiply Pasca Gusuran?

Yang namanya gratisan zaman sekarang sebenarnya sudah tidak ada di planet bumi tercinta ini. Semua serba bayar, mungkin tinggal bernafas aja yang masih gratis, itu pun dengan udara yang tercemar polusi dan gas-gas beracun yang sudah semakin mendekati ambang batas toleransi. Kalau ingin udara yang bersih ya beli aja oksigen dalam tabung atau kalau punya uang lebih banyak lagi buat sendiri hyperbaric chamber di rumah buat bernafas dengan oksigen murni.

Demikian pula kiranya dengan dunia online alias dunia maya yang disebut internet itu. Walaupun masih banyak gratisan bertebaran di mana-mana namun hakikatnya tidak gratis juga. Pengguna wordpress bisa melihat ada iklan di bawah setiap postingan blog mereka. Sebagian blog di blogger dot com (yang bentuknya username dot blogspot dot com) ada yang pakai google adsense, iklan bagi hasil sama korporasi Google. Facebook pun sekarang memperkenalkan status berbayar, status yg dibuat penggunanaya bisa dipromosikan asal ada bayarannya. Youtube pun demikian, nonton video gratisan ada juga iklannya sekarang. Ruang server gak gratis cuy, ada biaya maintenance-nya, biaya listrik dan lain sebagainya. Lah nitip barang di gudang aja bayar apalagi yang pakai energi kaya server.

Bagaimana dengan Multiply? Sedikit flashback, dulu sih multiply pakai cara yang sama, iklan. Biasanya saat itu pakainya google adsense di sidebar-nya. Jadi yang pakai akun gratisan gak bisa customize sidebar. Kalau mau utak-atik sidebar ya harus upgrade member dan itu gak gratis. Eh, setelah beberapa lama sidebar itu pun dibuka, siapapun boleh meng-customize sidebar tersebut. Memang sih, masih ada keterbatasannya seperti gak boleh pakai javascript atau script-script lainnya, bolehnya pakai text atau HTML doang. Tapi itu pun sudah lumayan, bisa tampilkan banner-banner yang ingin kita promosikan atau yang lainnya. Iklannya sendiri pindah ke mana? Ya ke paling atas, di atas situs MP kita.

Waktu berlalu, Multiply pun memperkenalkan yang namanya Marketplace alias sejenis Mall online di kompleks Multiply tersebut. Para online seller, yang taidnya jualan di rumah virtual masing-masing, akhirnya bergabung (atau digabungkan) ke sana. Siapapun yang mau login harus lewat marketplace dulu, minimal lihat-lihat etalase virtualnya walau hanya selintas. Tapi itu juga sudah lebih dari cukup untuk membuat sedikit “rekaman” dalam bawah sadar siapapun yang ingin login ke MP. Iklan-iklan dari marketplace pun mulai terlihat di inbox masing-masing pengguna MP. Saat logout, ada iklan juga yang sebenarnya cukup untuk memperkenalkan produk yang diiklankan.

Namun demikian, entah kenapa pihak pengelola tidak merasa puas. Apakah karena ingin mengejar keuntungan lebih besar lagi atau memang biaya operasional tidak memadai, diambillah keputusan yang sangat menyakitkan bagi para blogger yang numpang di kompleks virtual tersebut. Semua bloggers harus keluar karena ruang server mau dibuat jualan.  Istilahnya, kompleks MP kini diubah seratus persen jadi mall online, bukan lagi sekedar pertokoan di depan kompleks. Walaupun banyak yang protes, mau gak mau para bloggers pun kini harus “diaspora” alias tercerai-berai kemana-mana. Ada yang pindah ke WordPress, ada yang pindah ke blogspot, ada juga yang bikin situs sendiri. Namun sayang seribu sayang ada pula yang hasil-hasil karyanya selama menggunakan multiply tidak terselamatkan sama sekali.

KIni, apakah mall online bernama Multiply dot Co dot Id (bukan lagi dot com) akan sukses merajai dunia e-commerce di Indonesia? Mungkin masih terlalu dini untuk menilainya namun jika kita melihat fan page mereka di facebook, sepertinya banyak sekali perbaikan yagn harus mereka lakukan. Ternyata para online sellers itulah yang sekarang merasakan apa yang pernah dirasakan para bloggers yang dulu ber-“simbiosis mutualistis” bersama Multiply. Banyak sekali online sellers yang mengeluhkan layanan dari Multiply yang dianggap kurang profesional dan merugikan mereka. Keterlambatan pembayaran dan buruknya layanan adalah hal yang paling mendominasi diantara keluhan-keluhan yang mereka sampaikan. Detilnya bisa dibaca di kultwit yang satu ini atau silakan saja mampir ke fan page MP di facebook dan baca sendiri komentar-komentar yang ada di sana. Yang jelas, sekedar menggusur para bloggers dari ruang server di Multiply tidak cukup untuk memenangkan kancah peperangan ekonomi di dunia maya. Para bloggers memang tidak bisa berbuat banyak selain angkat kaki dan mengemasi data-data mereka, namanya juga gratisan. Tapi untuk para online sellers tentu tidak demikian. Mereka adalah “nyawa” dan “pemberi pemasukan” bagi sebuah mall online bernama Multiply. Mereka berhak mendapat pelayanan terbaik dari Multiply. Jika mereka sampai terlalu kecewa, mereka tentu bisa dengan mudah menutup akun mereka di Multiply dan membuka toko online di situs-situs e-commerce lainnya atau bikin situs sendiri, baik gratisan atau yang berbayar. Tanpa mereka, Multiply hanya akan seperti mall-mall yang menjadi korban kerusuhan Mei 1998 atau mall yang sudah bangkrut. Hanya menyisakan lorong-lorong berdebu dan ruangan-ruangan kosong tanpa ada tanda-tanda kehidupan, bahkan mungkin bisa jadi sarang preman dan penjahat atau makhluk halus gentayangan. Tentu bukan seperti itu yang diinginkan bukan?

Semoga bermanfaat

[Flash Fiction] Kakak tulisannya bagus deh

“Kak, tulisannya bagus-bagus deh ..”

“iya kak, kakak kok bisa sih nulis sebagus ini”

“Ajarin kita dong kak”

“Saya tiap kali online baca pasti blog kakak, tulisannya itu loh, menggugah ..”

Beberapa orang mahasiswi cantik memuji tulisan-tulisanku yang tersebar di dunia maya

“Oh ya, kak, sudah ada belum tulisan yang dibukukan” tanya salah satu dari mereka

“Ada” jawabku “sebentar ya” sambil membuka tas yang kubawa

Namun … sebelum buku itu sempat kuambil ….

 

 

—-

 

 

Aku pun terbangun di depan laptopku yang masih menyala. Mataku sempat melirik  sebuah buku kecil berisi hadits Arbain karya Imam Nawawi, di samping laptop. Buku itu terbuka pada hadits pertama yang berbunyi “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya”

 

Astaghfirullahaladzim, apakah hanya sampai di situ tujuanku menulis” kataku dalam hati “Ya Rabb, masihkah Engkau ridha dengan tulisan-tulisan yang kubuat selama ini?”. Aku pun segera berwudhu untuk segera menunaikan sholat taubat, memohon ampun atas kelalaianku selama ini dalam menjaga hati.

The process of writing has something infinite about it. Even though it is interrupted each night, it is one single notation.

Elias Canetti

Salah satu kutipan yang mencerahkan bagi mereka yang suka menulis 🙂

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Yeuh!

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn