Arsip Blog

Ultah Blog di tengah keprihatinan Mesir

Sudah berapa lama tidak login ke wordpress tiba-tiba ada pemberitahuan dari penyedia layanan blogging tersebut. Gak tanggung-tanggung, simbolnya Holy Grail atau piala emas, katanya sih hari ini (15 Agustus 2013) tepat setahun saya nge-blog di sana. Jadi, blog pindahanmultiply.wordpress.com ini sudah berusia setahun. Masih baru memang, apalagi niatnya dulu memang hanya untuk pindahan data-data digital blog terdahulu yang sudah berhenti tayang dari dunia maya, sesuai dengan namanya, pindahanmultiply.

Namun, tentu saja tidak etis dan terkesan tidak berempati, walaupun bukan berarti haram atau berdosa, untuk merayakan ultah blog wordpress tersebut di tengah keprihatinan dan duka cita yang mendalam saat ini. Saudara-saudara kita, para pendukung presiden Mesir terguling Muhammad Moursi, saat ini sedang mengalami musibah dan ujian yang luar biasa beratnya. Dan tidak tanggung-tanggung, yang melakukan kekerasan dan kekejaman itu adalah militer dari negara mereka sendiri, bukan agresor dari negara lain. Entah apa yang ada di dalam benak para tentara tersebut hingga tega menghabisi nyawa saudara-saudaranya. Apakah karena para tentara itu merupakan “alat negara” hingga bisa diperalat siapapun yang pegang kuasa? Ibarat lagu lawas om Iwan Fals yang judulnya Serdadu itu? “Serdadu seperti peluru, tekan picu melesat tak ragu” demikian sebagian liriknya yang relevan dengan keadaan di Mesir sekarang. Yang namanya peluru memang tidak punya mata apalagi hati, siapapun sasaran yang ada di depannya ya hantam saja tanpa ampun.  Yang jelas, tentara Mesir juga manusia, mereka juga punya mata, hati dan telinga, bukan peluru yang terbuat dari timah yang bisa dimasukkan ke dalam senjata. Entah karena takut kehilangan pekerjaan atau sudah diindoktrinasi sedemikian rupa hingga patu pada siapapun yang berkuasa hingga siap menerkam siapapun yang berseberagnan dengan pihak penguasa tersebut.

Buat mereka yang cukup familiar dengan berita-berita timur tengah, konflik memang hampir bisa dibilang tidak pernah mereda di sana. Mungkin masih tergambar dalam ingatan kita betapa FIS (Front Islamique de Salut) di Aljazair atau HAMAS di Palestina, yang secara sah memenangkan pemilu, dijegal dan dihabisi pihak militer. Kalau saya tidak salah, partainya Erdogan di Turki juga dulu pernah harus berurusan denga pihak militer dan sekuler yang “enggak mau kalah” saat berlaga di pesta demokrasi di negara tersebut. Belum lagi jika kita memperhitungkan “permainan” atau sebut saja konspirasi negara-negara Barat yang tidak sedikit kepentingannya di sana. Kan sudah bukan rahasia lagi kalau negara-negara adikuasa itu siap berdiri di belakang siapapun yang sesuai dengan kepentingan dan keinginan mereka, baik itu yang diktator atau yang terpilih secara demokratis. Kalau sudah tidak sesuai lagi ya gitu deh, habis manis sepah dibuang. Saddam Hussein atau Moammar Qadhafi mungkin bisa dijadikan contoh. Apalagi Moursi yang memang tidak sesuai dengan “selera” dan kepentingan negara-negara Barat tersebut.

Bagaimana dengan Indonesia? Kalau di kalangan rakyatnya sih, terutama yang melek politik Timur Tengah, sudah mengekspresikan kesedihan dan kemarahan mereka atas tragedi yang terjadi di Mesir tersebut. Jauh sebelum tragedi itu terjadi, mereka sudah mengekspresikan dengan segenap kemampuan mereka atas tragedi-tragedi yang menimpa saudara-saudara mereka di luar sana, baik itu di Suriah, Rohingya, Palestina dan lain sebagainya. Kalau pemerintahnya bagaimana? Ya dengan menjaga tetap khusnudzon, mungkin kita masih harus bersabar sambil memperbanyak dzikir dan doa serta permohonan ampun pada Allah SWT atas ketidakberdayaan, atau minimal kurangnya inisiatif para pemimpin kita untuk berbuat lebih banyak bagi saudara-saudara kita di sana.

Padahal, sebagaimana kita ketahui, terutama bagi mereka yang melek sejarah, Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. Dan tentu saja peran Ikhwanul Muslimin tidak bisa dibilang kecil di sana untuk menekan pemerintahan Mesir untuk mengakui kemerdekaan Indonesia. Kini, rakyat negara yang banyak berjasa pada negara kita tercinta ini sedang menderita … sudahkah kita berbuat sesuatu untuk mereka?

Setidaknya, sesudah membaca tulisan ini, sempatkan berdoa untuk mereka dan sempatkan pula memohon ampun atas kelemahan dan ketidakberdayaan kita untuk berbuat lebih dari sekedar mengucap untaian doa …

Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

Resiko Jadi Anak Pejabat

Resiko jadi anak pejabat memang dihujat di mana-mana, apalagi di jejaring sosial atau forum-forum di internet. Ketika ada berita seorang anak pejabat menabrak mobil lain dengan mobil mewahnya saat tahun baru yang lalu, langsung saja publik bereaksi keras. Mereka menuntut agar si anak pejabat dihukum seberat-beratnya karena menurut berita tabrakkan itu sudah sampai menimbulkan korban jiwa. Ketika ada berita seorang cucu pejabat tinggi lainnya mendapat perawatan istimewa di rumah sakit sementara ada anak yang sampai meninggal karena ditolak 10 rumah sakit, reaksi publik lebih keras lagi. Memang, berita tentang bayi yang meninggal itu sendiri masih simpang siur. Ada yang bilang bahwa si bayi memiliki kelainan yang tidak mampu diatasi rumah sakit-rumah sakit yang ada. Publik tetap saja membandingkan bayi yang ditolak itu dengan bayi lainnya yang merupakan cucu dari seorang pejabat tinggi negara. Dengan kata lain, anak dari seorang anak pejabat.

Steretype anak pejabat yang suka bermewah-mewah, arogan dan maunya menang sendiri memang sudah ada sejak lama. Tahun 1980 pernah ada film berjudul Perawan Desa. Film ini mengisahkan tentang Sum Kuning (Yatty Surachman) seorang gadis belia penjual telur yang cantik dari Godean, Yogyakarta. Pada tahun 1970 ia diperkosa oleh anak seorang tokoh masyarakat (dan diduga juga oleh beberapa teman anak itu) di kota Yogyakarta. Kasus ini merebak menjadi berita besar ketika pihak penegak hukum terkesan mengalami kesulitan untuk membongkar kasusnya hingga tuntas. Pertama-tama Sum Kuning disuap agar tidak melaporkan kasus ini kepada polisi. Belakangan tuduhan Sum Kuning dinyatakan sebagai dusta. Seorang pedagang bakso keliling dijadikan kambing hitam dan dipaksa mengaku sebagai pelakunya. Film ini sempat dilarang diputar saat pemerintahan Orde Baru berkuasa.

Memang, tidak ada orang yang meminta dilahirkan sebagai seorang anak pejabat. Di satu sisi, lahir sebagai anak pejabat memang bisa jadi anugerah tapi di sisi lain bisa jadi juga jadi musibah. Mau tidak mau suka tidak suka, tingkah laku seorang anak pejabat pasti bakal jadi sorotan publik. Apalagi di zaman pesatnya perkembangan teknologi informasi seperti sekarang ini. Salah bertingkah sedikit saja sudah harus siap-siap jadi sasaran bulan -bulanan dan caci maki. Apalagi di era serba bebas dan bablas yang kini sedang melanda Indonesia saat ini ditambah lagi dengan kecanggihan teknologi informasi yang seakan tak terbatas.

Namun demikian, sebenci apapun kita terhadap seseorang, bersikap adil seharusnya mesti dikedepankan. Anak pejabat memang bukan malaikat tapi juga bukan setan. Anak pejabat adalah manusia biasa yang bisa jadi orang baik atau orang jahat. Anak pejabat memang seringkali hidup dalam kemewahan dan gelimang harta benda. Jadi, bisa dipahami jika banyak diantara mereka yang kurang memiliki kepekaan sosial pada sesama manusia, terutama kepada mereka yang miskin. Walaupun tentu saja pemahaman itu bukan berarti pembenaran terhadap tingkah laku sebagian dari mereka yang suka berbuat seenaknya saja. Keadilan harus ditegakkan kepada siapapun yang bersalah walaupun tinggi kedudukannya atau berasal dari keluarga yang berkuasa.   

Dari ‘Aisyah ra. bahwasanya bangsa Quraisy dipusingkan oleh persoalan seorang wanita dari suku Makhzum yang mencuri, kemudian mereka bertanya : “Siapa lagi yang pantas diutus untuk memintakan keringanan (dsipensasi) masalah ini kepada Rasulullah saw.?” Akhirnya mereka berkata : “Siapa lagi yang pantas diutus kecuali Usamah bin Zaid yang kekasih Rasulullah saw itu.” Maka Usamah menyampaikan hal itu kepada beliau, kemudian Rasulullah saw. bersabda : ” Apakah pantas kamu memintakan dispensasi dalam salah satu dari hukum-hukum Allah yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala”. Setelah itu beliau berdiri dan berpidato : “Sesungguhnya kebinasaan orang-orang sebelum kalian adalah apabila ada orang terhormat diantara mereka mencuri, maka mereka membiarkan, dan apabila orang lemah diantara mereka itu mencuri, maka dilaksanakanlah hukum itu kepadanya. Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad saw itu mencuri aku pasti akan memotong tangannya.(HR.Bukhari dan Muslim).

Semoga bermanfaat

Krisis Kepahlawanan di Hari Pahlawan

Tema Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2012 ini, menurut situs setkab.go.id, adalah ”Semangat Kepahlawanan Untuk Indonesia Sejahtera”. Mungkin maksudnya adalah yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah para pahlawan yang mampu dan mau berjuang untuk menyejahterakan rakyat Indonesia, bukan sekedar menyejahterakan diri atau kelompoknya sendiri. Tampaknya, tema itu memang pas dengan keadaan negara Indonesia yang sudah babak belur dalam segala aspeknya, baik dalam bidang spiritual, ekonomi, politik, sosial kemasyarakatan, pertahanan keamanan dan lain sebagianya. Namun, mengapa seakan bangsa ini kehilangan sosok-sosok pahlawannya? Mengapa sudah berulang kali hari Pahlawan kita peringati namun sosok-sosok pahlawan yang didambakan tak kunjung datang dalam kehidupan kita?

Dai kondang KH Abdullah Gymanstiar alias AA Gym pernah membagi manusia menjadi tiga kelompok besar. Kelompok pertama adalah para pahlawan, mereka yang rela mengorbankan waktu, tenaga dan apapun yang mereka miliki demi sebuah cita-cita yang lebih besar dari kepuasan pribadi mereka. Mereka bisa berjuang di medan perang, di lingkungan yang rusak dan penuh kebejatan moral atau di dalam keluarga atau komunitasnya sendiri. Kelompok inilah yang sangat dibutuhkan oleh sebuah keluarga, negara atau masyarakat. namun sungguh disayangkan, betapa sedikitnya orang yang mau menjadi pahlawan, bahkan dalam lingkup terkecil sekalipun. Kelompok kedua adalah para pekerja. Mereka yang tergolong pekerja adalah mereka yang memberikan pengorbanan sesuai imbalan yang mereka terima. Jika mereka diberikan 100 maka timbal balik pengorbanannya ya 100 juga. Banyak orang di negara zamrud katulistiwa ini termasuk ke dalam kelompok yang satu ini. Kelompok ketiga adalah para penjahat. Penjahat adalah mereka yang lebih suka mengorbankan kepentingan yang lebih besar demi kepuasan pribadi atau golongannya semata. Mereka bahkan tega mengurangi timbal balik pengorbanan atas imbalan yang mereka terima. Jika diberi 100 mereka bisa memberi pengorbanan senilai 75, 50, 25 atau bahkan tidak sama sekali. Sungguh sangat disayangkan banyak orang di Indonesia termasuk ke dalam kelompok seperti ini. Sehingga, tidak mengherankan apabila negeri makmur ini tidak juga bisa bangkit dari keterpurukannya di berbagai bidang selama ini.

Seakan senada dengan apa yang dikemukakan AA Gym, Malik Bin Nabi, seorang intelektual muslim asal Al Jazair menulis dalam bukunya yang berjudul Syuruut Al-Nahdhah, bahwa bangun dan runtuhnya sebuah peradaban tergantung siapa yang menjadi “panglimanya”. Dia mengatakan, bahwa sebuah peradaban akan terus menanjak naik tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah ruh. Dengan ruh sebuah peradaban akan menjadi peradaban yang bersih dan tak terkotori. Pada masa inilah peradaban akan dianggap mencapai puncak sebenarnya.Pada tahapan kedua, peradaban akan mengalami pelebaran dan pemekaran bukan pengembangan, tatkala yang menjadi pemain dalam peradaban itu adalah akal. Peradaban yang dikendalikan akal akan mengalami tarik menarik yang demikian kencang antara ruh dan hawa nafsu. Terjadinya tarik menarik ini akan mengakibatkan peradaban terus merentang dan bukan mengalami kenaikan nilai.Pada fase selanjutnya, sebuah peradaban akan mengalami kehancuran dan kebangkrutan tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah hawa nafsu. Pada titik inilah peradaban akan dengan deras meluncur ke titik yang paling bawah. Ungkapan Malik Bin Nabi tersebut memberikan suatu pelajaran kepada kita, bahwa peradaban manusia akan selalu mengalami pasang surut. Tatkala ruh spiritualisme dan moralitas menjadi panglima maka suatu peradaban akan mampu menggapai puncak peradaban. Namun tatkala akal dan hawa nafsu telah mengalahkan moralitas, maka peradaban tersebut akan jatuh meluncur ke titik nol.

Bercermin dari dua teori di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa krisis kepahlawanan di Indonesia disebabkan oleh sedikitnya pahlawan dan banyaknya penjahat dalam kehidupan masyarakat. Banyaknya para penjahat itu sendiri disebabkan oleh peradaban yang mengutamakan hawa nafsu, keserakahan, ego dan keengganan berjuang seperti yang dijelaskan oleh Malik bin Nabi. Peradaban materialistik itu sendiri pada gilirannya akan melahirkan generasi yang materialistik pula sehingga jumlah penjahat pun menjadi semakin banyak. Sebuah lingkaran setan pun terbentuk, peradaban materialistik menghasilkan para penjahat dan para penjahat itu membentuk peradaban materialistik. Masyarakat penjahat itu tentu lebih suka bermewah-mewah, menikmati kehidupan sementara di dunia dengan menumpuk harta dan banyak melakukan kezaliman. Mereka lebih suka mengorbankan kepentingan umum daripada berkorban demi cita-cita yang lebih tinggi daripada kepuasa pribadi mereka. Sehingga, jika tidak segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar, mereka akan hancur ditelan sejarah seperti para pendahulu mereka. “Those who failed to learn from history are condemned to repeat it” kata seorang filsuf bernama George Santayana.  Sehingga tidak mengherankan apabila sosok-sosok pahlawan yang didamba tak juga tiba dan krisis kepahlawanan di negeri ini seakan tidak pernah selesai, sama seperti krisis-krisis lainnya.

Semoga bermanfaat

Tulisan ini sudah dimuat di situs Majalah Islam Wasathon

Referensi:

Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, Ali Muhammad As Salabi, Pustaka Al Kautsar

Allahuma inni audzubika minal hammi wal hazan wa audzubika minal ajzi wal kasal wa audzubika minal jubn wal bukhlwa audzubika min ghalabati daini wa qohrirrijal

Ya Allah, hamba berlindung dari kebingungan dan kesedihan, dan hamba berlindung dari kelemahan dan kemalasan dan hamba berlindung dari sifat pengecut dan pelit/kebakhilan, Ya Allah, hamba berlindung dari lilitan hutang dan penindasan oleh orang lain

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau pergi berburu, burung harus terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn