Arsip Blog

Senam Ergonomis Bersihkan Sampah Biolistrik

Setelah lama sekali absen, baru pagi ini saya melaksanakan kembali Senam Ergonomis yang terinspirasi gerakan sholat. Namun, meskipun tidak melaksanakan senam tersebut, sehari-hari saya berusaha mengamalkan ilmu “duduk simpuh” yang terdiri dari duduk perkasa dan duduk pembakaran. Dalam setiap kesempatan, seperti saat sholat Jum’at, pengajian, dan lain sebagainya saya mencoba untuk duduk bersimpuh dan bukan duduk bersila. Berdasarkan informasi dari bebarapa situs kesehatan, milis dan blog, duduk simpuh memiliki manfaat jauh lebih besar daripada duduk bersila.

Saat melakukan empat gerakan pertama (Lapang Dada, Tunduk Syukur, Duduk Perkasa dan Duduk Pembakaran) tidak ada masalah atau kejadian yang aneh-aneh. Semua gerakan bisa saya lakukan dengan baik, kecuali Duduk Perkasa karena kaki kanan saya yang belum sepenuhnya pulih. Sampai pada gerakan terakhir yaitu Berbaring Pasrah, ada kejadian yang menurut saya menarik untuk diceritakan. Saat melakukan gerakan yang cukup sulit untuk dilakukan banyak orang tersebut, ada hawa panas di sebelah kanan tubuh saya. Panas tersebut merambat dari paha kanan sampai ke ujung-ujung jari tangan kanan. Saya memang memiliki sedikit masalah kesehatan pada tubuh sebelah kanan, sampai-sampai pernah mengira bahwa saya kena stroke di bagian tubuh itu. Namun, ada teman dokter yang bilang bahwa yang saya derita itu disebut Bel Palpsy, sejenis penyakit syaraf yang tidak terlalu berbahaya.

Semakin ke arah jari, panasnya semakin meningkat hingga ujung-ujung jari tangan kanan saya seakan-akan terbakar. Memang, tangan kanan tersebut lebih sering saya gunakan untuk terapi, baik dalam bentuk tapping, pijat ataupun sentuhan penyaluran energi. Sehingga mungkin terjadi pembakaran sampah biolistrik yang mengendap di ruas jari-jari tangan kanan saya.

Dari pengalaman tersebut di atas, dapat disimpulkan senam Ergonomis ini baik untuk dipraktekkan oleh saudara-saudara kita yang bekerja di institusi kesehatan seperti klinik, puskesmas atau rumah sakit. Setiap hari, mereka tanda disadari terpapar energi negatif dan sampah biolistrik dari orang-orang sakit yang ada di sana sehingga perlu dibersihkan, baik dengan senam Ergonomis maupun Pijat Getar Syaraf.

Pengalaman menarik itu juga menunjukkan adanya manfaat luar biasa pada Senam Ergonomis yang terinspirasi oleh gerakan sholat. Ternyata, sholat bukanlah sekedar ritual penyembahan yang hampa makna namun mengandugn hikmah yang sangat besar bagi kesehatan manusia yang mengamalkannya dengan baik. Baik gerakan-gerakan sholat itu sendiri ataupun gerakan senam yang dikembangkan dari gerakan ritual ibadah wajib tersebut.

Semoga bermanfaat

E-book Senam Ergonomis dapat di-download di blog ini atau situs yang ini

Iklan

Ultah Blog di tengah keprihatinan Mesir

Sudah berapa lama tidak login ke wordpress tiba-tiba ada pemberitahuan dari penyedia layanan blogging tersebut. Gak tanggung-tanggung, simbolnya Holy Grail atau piala emas, katanya sih hari ini (15 Agustus 2013) tepat setahun saya nge-blog di sana. Jadi, blog pindahanmultiply.wordpress.com ini sudah berusia setahun. Masih baru memang, apalagi niatnya dulu memang hanya untuk pindahan data-data digital blog terdahulu yang sudah berhenti tayang dari dunia maya, sesuai dengan namanya, pindahanmultiply.

Namun, tentu saja tidak etis dan terkesan tidak berempati, walaupun bukan berarti haram atau berdosa, untuk merayakan ultah blog wordpress tersebut di tengah keprihatinan dan duka cita yang mendalam saat ini. Saudara-saudara kita, para pendukung presiden Mesir terguling Muhammad Moursi, saat ini sedang mengalami musibah dan ujian yang luar biasa beratnya. Dan tidak tanggung-tanggung, yang melakukan kekerasan dan kekejaman itu adalah militer dari negara mereka sendiri, bukan agresor dari negara lain. Entah apa yang ada di dalam benak para tentara tersebut hingga tega menghabisi nyawa saudara-saudaranya. Apakah karena para tentara itu merupakan “alat negara” hingga bisa diperalat siapapun yang pegang kuasa? Ibarat lagu lawas om Iwan Fals yang judulnya Serdadu itu? “Serdadu seperti peluru, tekan picu melesat tak ragu” demikian sebagian liriknya yang relevan dengan keadaan di Mesir sekarang. Yang namanya peluru memang tidak punya mata apalagi hati, siapapun sasaran yang ada di depannya ya hantam saja tanpa ampun.  Yang jelas, tentara Mesir juga manusia, mereka juga punya mata, hati dan telinga, bukan peluru yang terbuat dari timah yang bisa dimasukkan ke dalam senjata. Entah karena takut kehilangan pekerjaan atau sudah diindoktrinasi sedemikian rupa hingga patu pada siapapun yang berkuasa hingga siap menerkam siapapun yang berseberagnan dengan pihak penguasa tersebut.

Buat mereka yang cukup familiar dengan berita-berita timur tengah, konflik memang hampir bisa dibilang tidak pernah mereda di sana. Mungkin masih tergambar dalam ingatan kita betapa FIS (Front Islamique de Salut) di Aljazair atau HAMAS di Palestina, yang secara sah memenangkan pemilu, dijegal dan dihabisi pihak militer. Kalau saya tidak salah, partainya Erdogan di Turki juga dulu pernah harus berurusan denga pihak militer dan sekuler yang “enggak mau kalah” saat berlaga di pesta demokrasi di negara tersebut. Belum lagi jika kita memperhitungkan “permainan” atau sebut saja konspirasi negara-negara Barat yang tidak sedikit kepentingannya di sana. Kan sudah bukan rahasia lagi kalau negara-negara adikuasa itu siap berdiri di belakang siapapun yang sesuai dengan kepentingan dan keinginan mereka, baik itu yang diktator atau yang terpilih secara demokratis. Kalau sudah tidak sesuai lagi ya gitu deh, habis manis sepah dibuang. Saddam Hussein atau Moammar Qadhafi mungkin bisa dijadikan contoh. Apalagi Moursi yang memang tidak sesuai dengan “selera” dan kepentingan negara-negara Barat tersebut.

Bagaimana dengan Indonesia? Kalau di kalangan rakyatnya sih, terutama yang melek politik Timur Tengah, sudah mengekspresikan kesedihan dan kemarahan mereka atas tragedi yang terjadi di Mesir tersebut. Jauh sebelum tragedi itu terjadi, mereka sudah mengekspresikan dengan segenap kemampuan mereka atas tragedi-tragedi yang menimpa saudara-saudara mereka di luar sana, baik itu di Suriah, Rohingya, Palestina dan lain sebagainya. Kalau pemerintahnya bagaimana? Ya dengan menjaga tetap khusnudzon, mungkin kita masih harus bersabar sambil memperbanyak dzikir dan doa serta permohonan ampun pada Allah SWT atas ketidakberdayaan, atau minimal kurangnya inisiatif para pemimpin kita untuk berbuat lebih banyak bagi saudara-saudara kita di sana.

Padahal, sebagaimana kita ketahui, terutama bagi mereka yang melek sejarah, Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. Dan tentu saja peran Ikhwanul Muslimin tidak bisa dibilang kecil di sana untuk menekan pemerintahan Mesir untuk mengakui kemerdekaan Indonesia. Kini, rakyat negara yang banyak berjasa pada negara kita tercinta ini sedang menderita … sudahkah kita berbuat sesuatu untuk mereka?

Setidaknya, sesudah membaca tulisan ini, sempatkan berdoa untuk mereka dan sempatkan pula memohon ampun atas kelemahan dan ketidakberdayaan kita untuk berbuat lebih dari sekedar mengucap untaian doa …

Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

[Liputan] Kajian YISC Al Azhar : Posisi Indonesia Pasca Arab Spring

Narasumber: Ustadz Fahmi Salim (Sekjend MIUMI) dan Pizaro (Pengamat dunia Islam)

tgl 14 Juli 2013 di Masjid Agung Al Azhar

Fahmi Salim

Tunisia, Mesir, Libya, Yaman adalah negara-negara yang sangat mempengaruhi kondisi perpolitikan di Timur Tengah. Negara-negara Monarki di teluk seperti Saudi tidak punya peran seperti itu. Amerika serikat sendiri tidak punya skenario saat Arab Spring terjadi. Negara-negara monarki tersebut menggulirkan paket2 bantuan dan subsidi untuk rakyatnya agar tidak terpengaruh gelombang revolusi yang melanda. Walau sama sama berakidah ahlussunnah wal jamaah, namun dalam sikap politik masing-masing negara bisa berbeda. Saat Presiden Mursi digulingkan oleh oposisi sekular Mesir dengan bantuan militer, negara-negara monarki Teluk memberikan apresiasi positif.

Amerika hanya mempropagandakan bahwa mereka adalah kampiun (champion) demokrasi namun tidak rela jika dalam proses demokrasi itu partai2 Islam meraih kekuasaan. Contohnya terjadi pada FIS Aljazair dan HAMAS di Palestina. Contoh paling akhir dapat kita saksikan di Mesir, di mana Presiden Mursi digulingkan oposisi sekular liberal dengan bantuan militer. Saat Muris berkuasa, pintu Rafah dibuka untuk memberikan bantuan ke Gaza.

Ustadz Fahmi juga menceritakan tentang sejarah konflik kaum Muslimin dan Persia jaman Umar Bin Khattab. Stelah mempelajari karakter orang-orang Persia, Khalifah Umar mengatakan “Saya ingin agar kita dan mereka dipisahkan oleh gunung api karena karakteristik mereka”. Mereka menggunakan berbagai macam taktik dan lobby politik seperti konferensi Amman dan lain sebagainya. Bahkan ulama sekaliber Yusuf Qaradhawi pun merasa tertipu oleh mereka.

PIzaro:

Amerika memang pernah menawarkan bantuan pada oposisi Islam di Suriah namun ditolak. Bantuan itu diterima oleh kalangan oposisi sekular yang tidak mengakar di hati rakyat. Para wartawan dari JITU (Jurnalis Islam Bersatu) menemukan fakta tersebut di lapangan. Mereka mendapatkan sambutan hangat dari Mujahidin Suriah dan rakyat di sana. Mereka mengatakan bahwa mereka lebih beruntung dari saudara-saudara mereka di Indonesia karena mereka hidup di bumi ribath (bumi perjuangan) menegakkan yang haq. Rakyat di Suriah banyak dengan tegas mengatakan bahwa jika Jabath Nusrah dianggap teroris maka semua rakyat Suriah adalah teroris. Sekarang ini, pihak oposisi Islam menguasai 80 persen wilayah Suriah, termasuk kota-kota penting seperti Homs dan Aleppo.

Pizaro juga memaparkan Syiah dan Zionisme memiliki akar yang sama yaitu Yahudi. Hafizh Al Assad, presiden Suriah terdahulu dan ayah dari Basyar Al Assad, sejak dahulu memiliki kedekatan dengan Israel. Mesikpun di permukaan, Suriah tampak selalu menentang Israel. Dataran tinggi Golan yang merupakan tempat strategis untuk melawan Israel diserahkan begitu saja pada negara Zionis tersebut oleh Hafez Al Assad. Pada tahun 2011, berdasarkan investigasi para wartawan JITU, ditemukan dokumen otentik dari Basyar Al Assad yang memerintahkan para pasukan Suriah untuk tidak melepaskan tembakan ke arah tentara Israel di Golan. Hasan Nasrallah, sang pemimpin Hizbullah, mengatakan bahwa mumpung umat Islam Sunni sedang sibuk dengan masalah kudeta di Mesir, pasukan Hizbullah siap mengadakan pembantaian di kota Holms di Suriah.

Selain itu, dipaparkan juga adanya kelompok Ziokindo (Zionis Kristen Indonesia) yang sangat pro Israel dan gigih memperjuangkan kepentingan Israel di Indonesia. Kegiatan mereka antara lain mendirikan berbagai lembaga seperti IIPAC dan mengadakan HUT Kemerdekaan Israel di Indonesia secara diam-diam. Mereka adalah bagian dari Konspirasi Zionisme Internasional yang berawal dari Konferensi Zionis tahun 1897 di Bassel, yang menargetkan berdirinya negara Zionis bagi kaum Yahudi sekitar 50 tahun kemudian. Kini, perang akhir zaman sudah semakin dekat antara yang haq dan yang bathil.

Islam akan menang tanpa kita, Suriah akan menang tanpa kita, Gaza akan menang tanpa kita. Justru, kitalah yang membutuhkan perjuangan ini, jihad ini, agar kita dapat mempertangungjawabkan kehidupan kita selama di dunia ini. Insya Allah

Semoga bermanfaat

Hasan Nashrallah : Ketika Perhatian Dunia Tertuju Ke Mesir, Saatnya Kita Menyelesaikan Homs

Syrian National Council Tidak Mewakili Pejuang Suriah

Kegiatan Sebar Seribu Nasi Bungkus di BAntar Gebang

Untuk pertama kalinya saya mengikuti kegiatan sosial bersama teman-teman komunitas @SedekahHarian, termasuk bersama sang presiden, Bung Abdul Aziz. Tadinya, saya hanya berinteraksi bersama teman-teman komunitas tersebut di Facebook dan Twitter.Saat itu juga merupakan kali pertama saya mengunjungi sekolah alam Tunas Mulia, namun sebelumnya saya sudah kenal dengan kepala sekolahnya, Pak Nadam. Saya bertemu pertama kali dengan pak Nadam pertengahan tahun 2008 dalam rangka ultah komunitas Multiply Indonesia, komunitas para pengguna situs Multiply.com yang sekarang sudah berhenti tayang dari dunia maya.

Bantar Gebang ternyata tidak hanya merupakan pembuang akhir sampah namun juga merupakan tempat tinggal banyak orang yang kurang beruntung dibandingkan saudara-saudara mereka di tempat lain. Mereka harus hidup berdampingan dengan gunungan sampah yang menebarkan bau yang tidak bisa dibilang sedap. Namun, mungkin karena sudah terbiasa atau tidak punya pilihan lain, mereka tidak juga meninggalkan tempat yang kotor dan tidak sehat tersebut. Kita hidup berkecukupan, namun sulit sekali bersyukur. Mereka hidup penuh perjuangan disana dan masih bisa tersenyum menyambut kami. Sungguh merupakan pelajaran berharga bagi kami semua yang datang ke sana saat itu, semoga Allah SWT menjadikan kami semua hamba-hambaNya yang senantiasa bersyukur.

Acara kami diselenggarakan di sekolah alam Tunas Mulia yang terletak tidak jauh dir gunungan sampah Bantar Gebang. Acara utamanya diselenggarakan di pendopo sekolah tersebut yang cukup luas dan nyaman. Anak-anak yang mengikuti acara menyaksikan video tentang kegiatan komunitas @SedekahHarian dan mendapatkan penyuluhan tentang makanan dan kesehatan, termasuk cara cuci tangan yang baik. Saat itu, di tempat yang tidak jauh dari pendopo, juga diadakan acara pengobatan gratis bersama tim relawan medis Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Acara puncaknya adalah makan nasi bungkus bersama dengan para relawan dan para undangan lainnya.  Saat Siang mulai terik, waktu makan siang tiba. Relawan ber-Gotong Royong mengangkat nasi bungkus dari koperasi Sekolah Alam Tunas Mulia yang di-amanahi untuk memasak 300 paket nasi bungkus. Anak-anak kemudian duduk berhadapan dengan rapih, nasi kotak didistribusikan oleh Relawan @SedekahHarian kepada mereka. Sebelum mulai menyantap makanan dilakukan doa mau makan bersama-sama. Kemudian Tim @SedekahHarian, Tim Kesehatan ACT dan guru-guru makan bersama. Semoga senyum, tawa dan kegembiraan dan penuhnya perut anak-anak sekolah alam tunas mulia bantar gebang menjadi keberkahan dan dilipatgandakan pahalanya bagi donatur yang telah ber-Sedekah di program #SSNB ini.

Berhubung saat berangkat dari Jakarta banyak relawan yang belum saling mengenal, sesudah acara inti, diadakan perkenalan antar sesama relawan, baik dari kalangan relawan sedekahharian.com sendiir atau dengan relawan-relawan medis ACT yang ikut mengadakan kegiatan di sekolah tersebut. Selesai perkenalan, para relawan melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah dan ditutup dengan penyerahan kaos futsal secara simbolis oleh presiden @SedekahHarian, Bung Abdul Aziz, kepada salah satu murid sekolah alam Tunas Mulia.

Semoga bermanfaat, perkenanlah tulisan ini saya tutup dengan mengutip salah satu tweet dari akun @SedekahHarian

Muliakan diri dengan Akhlaq mulia, muliakan harta dengan rutin bersedekah, Ikutan yuk #SedekahSehariSeribu

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Lomba Blog Sedekah Harian

Pengajian Kok Bikin Macet?

Mereka yang sering melewati daerah Pancoran, Kalibata dan sekitarnya, mungkin pernah terjebak kemacetan yang satu ini. Memang, daerah Pancoran dan sekitarnya merupakan salah satu daerah rawan macet di Jakarta. Namun, ternyata kemacetan di sana bukan hanya karena jumlah volume kendaraan yang melampaui daya tampungnya namun juga karena ada faktor sosio-kultural di daerah tersebut. Terkadang, saat diadakannya pengajian dalam rangka Maulid, Haul atau acara-acara lainnya, massa yang hadir jumlahnya luar biasa banyak. Bahkan, jalan-jalan umum sampai ada yang ditutup untuk umum. Belum lagi banyaknya anak-anak muda yang naik motor tanpa helm yang melaju dengan seenaknya tanpa memperdulikan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Akibatnya, tidak sedikit kendaraan yang terjebak kemacetan atau terhambat perjalanannya, sampai ada yang merasa kesal, marah dan ingin protes dengan fenomena tersebut. Namun tentu saja mereka tidak bisa berbuat apa-apa melainkan bersabar atas apa yang menimpa mereka tersebut.

Di luar pro dan kontra yang menyertai tradisi-tradisi seperti Maulid, Haul, Tahlil dan sebagainya, penutupan jalan dan ekses kemacetan yang ditimbulkan sungguh merupakan sebuah ironi yang menyedihkan. Kaum muslimin saat melaksanakan kegiatan mereka, terutama kegiatan keagamaan, sudah seharusnya menjaga hak-hak orang lain dan tidak menzalimi. Bagaimana jika ada orang sakit yang harus segera dibawa ke rumah sakit atau ada ibu hamil yang akan segera melahirkan? Hal-hal penting seperti itu sepertinya terlewatkan dari pikiran mereka.

Fenomena penutupan jalan seperti yang sering terjadi di daerah Pancoran dan sekitarnya dan di tempat-tempat lain juga mengindikasikan kurang terbinanya banyak anggota jamaah dari pengajian-pengajian tersebut. Mereka seringkali hanya sekedar datang ke acara-acara seperti ceramah pengajian, Maulid, Haul dan lain sebagainya namun sepertinya tidak berbekas dalam kehidupan mereka. Jika saat acara berlangsung saja banyak orang yang terzalimi, apalagi di luar acara tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh disayangkan apabila orang sudah meluangkan waktu untuk mengaji atau mengikuti acara keagamaan namun tidak ada perbaikan dalam sikap, karakter dan perilaku mereka. Terkadang, orang menganggap diri mereka sudah cukup berbuat kebaikan dalam ritual tanpa harus mengaktualisasikan nilai-nilai pendidikan dari ritual tersebut dalam kehidupan mereka sehari-hari. Ajaran Islam adalah ajaran yang seharusnya tidak hanya indah dalam bentuk ritual dan perayaan. Semua ibadah dalam Islam mengandung nilai-nilai pendidikan, bukan sekadar mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya atau sekedar menggugurkan kewajiban.

Nilai pendidikan dalam ritual ibadah itulah sebenarnya ruh tarbiyah dalam Islam agar umat pemeluknya menjadi khalifah yang berkarakter agung mewakili Rabbnya di muka bumi ini. Nilai pendidikan itulah yang menjaga jiwa kita dari segala macam kemungkaran dan kejahatan yang hawa nafsu manusia, tanpa kecuali, cenderung kepadanya. Termasuk merampas hak-hak para pengguna jalan umum yang macet akibat kegiatan keagamaan mereka (M Nahar/Wasathon.com)

Sedikit transkrip dari pengajian Habib Rizieq Shihab tanggal 07 April 2013

DISCLAIMER:

Tulisan berikut ini BUKAN KARANGAN SAYA melainkan SEPENUHNYA merupakan TRANSKRIP dari ceramah Habib Rizieq Shihab yang disampaikan hari Ahad jam 10 pagi sampai dzuhur di markas FPI di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ceramah tersebut disiarkan oleh beberapa radio antara lain Radio Silaturahim 720 AM.

Saya sendiri hanya menyalin yang saya dengar ke komputer semampu saya dan mengeditnya agar lebih mudah dibaca dan dipahami, tidak saya tambahkan pemikiran atau pendapat saya. Tulisan ini juga bukan berarti saya menyetujui sepenuhnya apa yang beliau katakan dalam ceramahnya pada tanggal 07 April 2013 itu. Isi ceramah beliau kali ini mungkin akan mengejutkan dan menyinggung banyak pihak, terutama jika tidak sesuai dengan apa yang kita pahami selama ini mengenai situasi terakhir di Suriah.

Selamat membaca, semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

Note: Saat ceramah, Habib Rizieq banyak menggunakan rekaman-rekaman video, baik dari Syaikh Al Buthi, Syaikh Yusuf Qaradhawi dan ulama-ulama lainnya, yang berbahasa Arab dan diterjemahkan oleh beliau.


Fatwa al Qaradhawi yang memperbolehkan membunuh orang yang mendukung pemerintah zalim, tentara, sipil dan ulama dianggap aneh oleh Habib Rizieq. Habib Rizieq mengatakan bahwa ulama harus berhati-hati bila mengeluarkan fatwa. Fatwa ulama bisa mendorong orang yang ingin membunuh bisa nekat. Fatwa itu bisa jadi motivasi utk melakukan pembunuhan. Habib Rizieq juga mengomentari orang-orang yang bilang bahwa peristiwa yang menyebabkan terbunuhnya Al Buthi dan para peserta taklim beliau sebagai peristiwa penembakan adalah sesuatu yang janggal. “Mana ada tangan putus karena peluru” kata habib “gak ada itu”. (Habib Rizieq percaya bahwa yang terjadi di masjid saat Al Buthi mengajar adalah pengeboman bukan penembakan)

Syaikh al buthi menanggapi fatwa Al Qaradhawi dengan mengatakan bahwa persoalan Suriah adalah perosalan yang sangat rumit dan kompleks karena berkenaan dengan kebebasan, kezaliman dan sebagainya hingga jangan diselesaikan secara serampangan. Beliau mengatakan bahwa belaiu ingin mengajak semua pihak berdialog. Jika pihak pemberontak dan pemerintah bisa duduk bersama akan banyak manfaatnya. Jangan ada diantara kita yang mengatakan percuma menasihati pemerintah. Kita harus memberi masukan pada pemerintah tanpa ada pertumpahan darah.

Al Buthi menjawab kritik Yusuf Qaradhawi terhadap beliau. “SAya kenal beliau” kata  sahabat, rasa saling cinta, saya yakin Yusuf Qaradhawi dan ulama lain selalu punya prinsip mengedepankan islah dan perdamaian drpd peperangan. Saya merasa heran padahal Yusuf Qaradhawi tahu betul keadaan di suriah tapi mengapa fatwa beliau justru mengedepankan tindakan kekerasan yang tidak islah? Mengapa Yusuf Qaradhawi tidak datang ke Damasukus untuk menasihati pemerintah yang zalim dengan ilmu?

Tahun 2009 Al Buthi pernah Yusuf Qaradhawi mengajak ke Damaskus bertemu Presiden Bashar Al Assad. Al Buthi berharap agaar Yusuf Qaradhawi mengeritik dan menasihati presiden Assad. Saat itu permasalahan-permasalahan di Suriah berkenaan dengan kebebasan, kezaliman, represi dan sebagainya sudah terjadi. namun saat itu Yusuf Qaradhawi malah memberikan pujian-pujian kepada Suriah, mengatakan bahwa Suriah telah membantu para pejuang Palestina, membantu rakyat Gaza dan lain sebagainya.

Dalam wawancara terakhir dengan salah satu TV, Al Buthi mengajak para pemberontak damai dengan pemerintah menyatukan kekuatan menghadapi ancaman dari luar. Dengan kekuatan itu Insya Allah Suriah akan dimenangkan Allah SWT dan masalah-masalah yang ada bisa diselesaikan. Al Buthi menasihati kedua belah pihak. Al Buthi berfatwa bahwa tentara tidak boleh membunuh rakyat dan pihak pemberontak wajib berdialog dengan pemerintah.

“Banyak orang minta saya keluar dari Suriah” kata Al Buthi “tetapi saya seperti orang tua bagi rakyat Suriah”. “Mana mungkin saya meninggalkan anak-anak saya yagn sedang kebingungan” lanjut beliau “Saya berusaha menasihati kedua belah pihak”. Al Buthi memposisikan diri beliau sebagai jembatan yang berusaha menyampaikan aspirasi kedua belah pihak. Al Buthi tidak ingin ada pertikaian antar madzhab, baik antar ahlus sunnah maupun dengan madzhab-madzhab lain di luar Ahlus Sunnah (Syiah?). Al Buthi juga mengatakan bahwa saat ini Suriah sedang dalam gelombang fitnah sehingga semua orang kebingungan harus berbuat apa dan bersikap bagaimana.


Sesudah terbunuhnya Al Buthi, Yusuf Qaradhawi mengatakan bahwa beliau tidak memfatwakan membunuh orang sipil dan ulama. Al Buthi dianggap membela dan mengajak masyarakat memenangkan pemerintah, begitu menurut media-media yang ada yang mungkin digunakan Yusuf Qaradhawi untuk mengeluarkan fatwanya. Fatwa-fatwa Yusuf Qaradhawi ditayangkan oleh TV Al Jazeera dan direlay oleh banyak media lainnya sedangkan Al Buthi hanya ditayangkan oleh TV Suriah sehingga opini masyarakat lebih banyak dipengaruhi fatwa-fatwa Qaradhawi.


Mufti Suriah : Ahmad Badruddin Ahmad Badreddin Hassoun sejak July 2005.

Beliau bercerita hubungan baik dgn Al Buthi. Mufti Suriah: “Apa ada yg lebih besar dari mati syahid? Saydina Umar Bin Khattab juga meninggal di mihrab. Engkau sedang mengajar ilmu agama di hadapan murid2mu. Al Buthi sejak muda mengedpankan cinta dan kasih sayang, memang AB beda dgn sebagian ulama. Apakah itu alasan utk membunuhnya? Saya ingin sampaikan kepada mereka yang senang dengan pembunuhan Al Buthi. Sebelum al Buthi dibunuh, mufti kota Halaf dibunuh, kini Al Buthi. Kalian boleh berdusta kepada seluruh penduduk dunia bahwa yang membunuh Al Buthi adalah pemerintah dengan berita media yg kalian punya tapi apakah kalian bisa bedusta pada Allah? Kami tahu siapa yang membunuh. Besok dan antara kau dgn aku akan berhadapan di pengadilan Allah SWT. Orang yang terbunuh ini, orang yang sellau berkampanye utk keselamatan. Kepada para pejuang beliau berkata mungkin kalian salah tapi aku mendoakan agar kalian tetap menjadi syuhada.  

Al buthi tidak pernah mengafirkan kalian sedangkan anda mengatakan kafir pada orang yang berdiri di samping pemerintah. Pendapat kalian bisa benar bisa salah. Kami ingin tegaskan bahwa kami tidak membela pemerintah/rezim, tapi kepentingan umat dan negara. Kami tidak mau negara kami dirusak oleh siapapun. Bagaimana kami tidak boleh membela negara, karena negara-negara Barat beramai-ramai ingin menghancurkan Suriah, kenapa kalian berpelukan dgn pejabat AS dan inggris. Antum memeluk mereka. Kami sudah memberi fatwa pada tentara dan pemerintah hati-hati negara luar, jangan membunuh rakyat, kami minta pemberontak juga tidak membunuh rakyat, duduk dan dialog. Posisi kami jelas, kami megnajak mereka damai dan bersatu, bukan untuk peperangan.”

Habib Rizieq juga memberi contoh tentang akhlak dan pekerti dari Ali bin Abi Thalib. Saat terjadi konflik antara Ali bin Abi Thalib melawan Muawiyah, sejumlah sahabat memilih untuk bersikap netral dan tidak berpihak pada siapapun. Mereka, seperti Ibn Abbas dan Usama bin Zaid, memilih untuk tidak membela baik Ali maupun Muawiyah. Ali tidak pernah menghujat atau mengkafirkan para sahabat yang tidak membantunya melawan Muawiyah ataupun memfatwakan bahwa mereka kafir. Bahkan terhadap Muawiyah sekalipun yang saat itu membangkang kepadanya, Ali bin Abi Thalib tidak pernah mengatakan kafir kepada beliau.

Muawiyah sendiri, saat pasukannya terdesak dan hampir dikalahkan pasukan Ali, didatangi utusan kaisar Romawi. Para utusan itu menyampaikan pesan dari kaisar mereka untuk menawarkan bantuan logistik, tentara, persenjataan atau apapun yang diminta oleh Muawiyah dalam pertempuran beliau melawan Ali. Muawiayah langsung mengusir para utusan itu dan mengatakan “Aku lebih suka mati di tangan Ali daripada bekerja sama dengan tangan-tangan kafir seperti kalian. Ketahuilah, jika aku mati dalam pertempuran ini, maka saudara-saudaraku yang saat ini berperang melawanku akan berbalik melawan kalian”.

Imam di masjid al Aqsa, seorang ulama salafi, marah betul terhadap pembunuhan Al Buthi. Tidak benar semua salafi menyalahkan Al Buthi. Allah dan rasul menjelaskan bahwa darah umat Islam haram ditumpahkan tanpa alasan yang haq dan sesuai syariah. Saya melihat sendiri fatwa Yusuf Qaradhawi tidak benar, halalkan yg haram, bertentangab dengan Al Qur’an dan sunnah. Mengapa beliau bisa mengatakan bahwa Al Buthi saudara saya tanpa belasungkawa?

Satu hal lagi yang penting adalah klarifikasi Al Buthi atas tuduhan bahwa beliau memfatwakan bahwa rakyat Suriah harus bersujud kepada Basyar Al Assad. Sebenarnya, peristiwa yang terjadi adalah saat Basyar Al Assad lewat, ada sekelompok pemuda bersujud kepadanya. Para pemuda itu dipotret dan fotonya tersebar luas disertai kata-kata bahwa Al Buthi menyuruh mereka sujud pada Basyar. Al Buthi mengatakan bahwa beliau justru mendatangi Basyar dan mengatakan bahwa sujud kepada sesama manusia itu keliru besar dan sangat besar dosanya. Sayangnya, menurut Habib Rizieq, ada ulama dari Suriah yang datang ke Bekasi dan mengatakan bahwa Al Buthi memfatwakan rakyat untuk bersujud kepada Basyar.

15 hal tentang Syaikh Al Buthi menurut Habib Rizieq Shihab:

1. Syaikh Al Buthi figur ulama sepuh 1929 hingga usia 84 tahun.

2. Syaikh Al Buthi  berakhlak santun, lembut, Syaikh Al Buthi  fatwakan pada pemerintah tdk bunuh rakyat, utk duduk dialog dgn pemerintah

3. dalam setiap kesempatan Syaikh Al Buthi selalu serukan pemerintah dan pemberontak berdialog demi rakyat

4. Syaikh Al Buthi habiskan hidup beliau untuk belajar, mengajar, mengarang kitab, dan mendamaikan umat

5. Menurut semua media, nasional dan internasional, pihak pemberontak masih bergabung oposisi yagn juga diisi orang kafir liberal, dan mendapat pasokan senjata dari AS dan NATO. Syaikh Al Buthi  mengkhawatirkan konspirasi asing di balik konflik Suriah.

6. Syaikh Al Buthi bukan satu-satunya ulama Ahlussunnah wal jamaah yg tidak bergabung dengan pemerintah, bahkan kebanyakan ulama Ahlussunnah wal jamaah di Suriah tidak mau bergabung baik dengan pemerintah maupun pemberontak dan memilih berada di tengah untuk mendamaikan ummat.

7. Syaikh Al Buthi adalah seorang ulama berilmu yang mumpuni dan berhak ijtihad. Bila benar dapat 2 pahala dan jika salah dapat 1 pahala

8. Syaikh Al Buthi punya perjanjian politik dgn dinasti Al Assad sejak zaman Hafez Al Assad (ayah dari Basyar Al Assad) dan beliau tidak berkhianat dengan janjinya.

9. hasil perjanjian politik Syaikh Al Buthi dan para ulama lainnya dengan dinasti Al Assad berhasil menghidarkan pembantaian ulama Ahlussunah dari dibantai oleh dinasti Assad

10. perjanjian itu juga membebaskan ulama Ahlussunah yang tadinya dipenjara.

11. Syaikh Al Buthi dan para ulama berhasil membuat bangsa Kurdi diberi hak hidup di Suriah. Mereka bisa bekerja, beraktifitas dan tidak diganggu. Tadinya banyak dari mereka yang dibantai. Syaikh Al Buthi sendiri keturunan Kurdi.

12. Pemerintah mengizinkan ulama-ulama Suriah yang berada di luar negeri untuk kembali ke Suriah berkat pengaruh Syaikh Al Buthi

13. Pemerintah, berkat pengaruh Syaikh Al Buthi, juga memperkenankan ulama dari luar Suriah untuk berdakwah di Suriah termasuk Yusuf Qaradhawi tahun 2009. Tadinya mereka tidak diperkenankan memasuki wilayah Suriah.

14. (afwan kelewat)

15. Syaikh Al Buthi menjawab semua kritik dan fitanh kepada beliau dengan santun dan beliau tidak merasa benar sendiri.  

Semoga bermanfaat

Hati-hati menghakimi yang telah pergi

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu,” (Qs. Ali Imran: 185)

Berita kematian kembali menghiasi hari-hari kita. Bukan hanya satu tapi beberapa sekaligus, ada yang sudah sangat lanjut usianya dan ada pula yang masih relatif muda. Malaikat Pencabut Nyawa memang tidak pernah membeda-bedakan orang yang akan dijemputnya. Baik yang sudah lanjut usia ataupun yang masih muda penuh gairah dan vitalitas, baik yang sehat dan segar bugar ataupun yang sudah sakit-sakitan. Beberapa orang yang relatif muda yang telah pergi adalah presenter dan penyanyi Ricky Johannes dan seorang pemuda muslim bernama Kodrat. Rick Jo, demikian panggilan akrab beliau, meninggal karena serangan jantung sedangkan Kodrat meninggal akibat tindakan brutal Densus 88 yang mungkin sedang “ngejar setoran”. Sedangkan yang berusia lanjut adalah seorang ulama asal Suriah, Shaikh Muhammad Said Ramadhan Al Buthi. Ada yang mengatakan beliau meninggal dunia akibat bom bunuh diri namun hal itu sampai kini masih diperdebatkan.

Sebagaimana dilansir dari situs bumisyam.com, Ketua Organisasi Wahdah Islamiyah, Ahmad Zaytun Rusmin, mengatakan bahwa umat harus tetap berhati-hati dalam menghakimi seorang ulama. Biar bagaimanapun Ramadhan Al Buthi tetap merupakan ulama ahlussunnah yang memiliki karya besar. “Ulama juga manusia biasa, mereka juga bisa membuat kekeliruan dalam berpendapat” Jelasnya kepada Bumisyam.com sebelum kegiatan ‘Silahturahim dan Pelatihan Kaderisasi Ulama’ di Jakarta. Jum’at (22/03/2013). Sebagaimana kita ketahui bersama, ada banyak pendapat mengenai kematian tokoh ulama kharismatik asal Suriah tersebut. Ada yang menganggap beliau sebagai seorang ulama yang besar jasanya bagi umat Islam dan buku-bukunya sangat layak dibaca dan dipelajari. Namun ada juga yang menganggapnya sebagai seorang ulama pendukung Rezim Basyar Ashad yang sekarang sedang berusaha mempertahankan kekuasaannya di Suriah.

Bagaimanapun juga, kematian mereka memberi kita banyak pelajaran. Kematian mengingatkan kita bahwa waktu hidup di dunia ini tidak ternilai harganya karena waktu yang telah berlalu tidak akan kembali. Kematian juga menasihati kita jangan terlalu bangga dengan apa yang sudah kita peroleh dan miliki sekarang ini. Yang akan kita bawa ke dunia sesudah kematian hanyalah kain putih yang membalut jasad kita dan amal sholeh kebaikan kita, itu pun jika selama hidup kita rajin melakukannya. Jika tidak, kita seperti orang yang terpaksa melakukan perjalanan jauh tanpa bekal sedikitpun. Sungguh suatu penderitaan yang tidak terbayangkan beratnya. Dan, daripada sibuk membahas dan menghakimi mereka yang telah tiada, lebih baik kita segera beramal sebanyak mungkin agar bila saat itu tiba bagi kita, kita Insya Allah sudah siap menghadapinya.

Semoga bermanfaat

yang terbaik hanyalah,
segeralah bersujud
mumpung kita masih diberi waktu

Masih Ada Waktu
Ebiet G. Ade

Kezaliman akibat beratnya penghidupan

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia, ‘Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?’ Allah berfirman, ‘Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, Maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan,'”

(QS Thaahaa [20]: 124 – 126).

Dalam sebuah acara konsultasi keagamaan di sebuah radio swasta, ada telepon masuk untuk bertanya pada ustadz yang mengasuh acara tersebut. Penanya adalah seorang yang pernah berprofesi sebagai seorang supir yang bertugas membawa kendaraan majikannya. Sang penanya kini sudah memiliki sebuah rumah yang sederhana untuk ditempati bersama keluarganya. Namun, untuk memperoleh rumah tersebut, dia banyak melakukan “korupsi bensin”, yaitu me-markup jumlah angka pembelian bensin atau membeli bensin kurang dari seharusnya. Jika dia minta anggaran untuk beli bensin 10 liter misalnya, dia hanya membeli 8 liter dan meminta bon kosong pada petugas SPBU.

Sekarang, dia merasa resah atas kecurangan yang dulu pernah dia lakukan. Dalam konsultasi tersebut, dia menanyakan hal itu pada ustadz pengasuh untuk mendapatkan solusinya. Ustadz pengasuh pun menyarankan agar si mantan supir itu meminta kerelaan mantan majikannya dan jika perlu mengganti kerugian yang dialaminya. Jika tidak, maka akan ada perhitungan yang berat di akhirat nanti terhadap kezaliman yang pernah dilakukan tersebut. Namun, jika dia sudah berusaha namun tidak bisa menemukan sang mantan majikan, maka Insya Allah dia sudah menebus kesalahannya dan bisa mengalihkan apa yang pernah dia selewangkan itu dalam bentuk sedekah kepada yang membutuhkan.

Beratnya penghidupan kadang membuat orang lupa dan gelap mata. Mereka seringkali menghalalkan cara apapun agar bisa memenuhi kebutuhannya dan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Padahal, setiap kezaliman pasti akan menghancurkan keberkahan dalam hidup di dunia dan akan diperhitungkan seadil-adilnya di akhirat nanti. Teringat kembali akan perkataan seorang motivator yang kira-kira isinya, “Jaman sekarang memang susah mencari pekerjaan, namun lebih sulit lagi mencari orang yang sungguh-sungguh mau bekerja dan benar-benar dapat dipercaya saat melakukan pekerjaannya. Jaman sekarang memang susah mencari orang yang mau memodali usaha, namun lebih sulit lagi mencari orang yang benar-benar mau mengelola modal yang diberikan dengan amanah dan penuh integritas”. Rupanya masalah yang lebih besar dari kehidupan yang kini serba sulit adalah sulitnya memperbaiki mentalitas orang-orang yang hidup dalam kehidupan itu sendiri.

Semoga kita diberi kekuatan untuk menjauhkan diri dari menzalimi orang lain sekecil apapun mesikpun hidup ini tidak selalu mudah, aamiin

Densus 88 Ngejar Setoran?

Malam ini aktivitas online saya mau tidak mau diwarnai rasa duka cita yang mendalam. Betapa tidak, satu lagi seorang saudara sesama muslim, meskipun saya tidak mengenalnya langsung, telah menjadi korban kebiadaban pasukan teroris yang sudah lama dianggap sebagai musuh bagi umat Islam, terutama mereka yang ingin agar Islam tegak sepenuhnya di bumi nusantara tercinta ini.

Ada juga terbersit rasa iri karena belum tentu diri yang penuh dosa ini bisa mengalami khusnul khatimah (Insya Allah) seperti beliau. Namun, tentu semua itu bukan berarti pembenaran terhadap aksi-aksi brutal yang dilakukan Densus 88. Apalagi ada indikasi akh Kodrat, sang korban yang Insya Allah telah menjadi syuhada, mengalami penyiksaan hingga tubuhnya lebam-lebam.

Terbersit kecurigaan bahwa Densus 88 saat ini sedang “mengejar setoran” kepada para investor yang membiayai semua peralatan, pelatihan dan indoktrinasi yang mereka terima. Mirip dengan angkutan umum yang ugal-ugalan, kebut-kebutan dan ngetem sembarangan di jalan. Sangat sulit berkomunikasi dan bernegosiasi dengan supir angkutan umum yang sedang mengejar setoran karena bagi mereka itu adalah masalah hidup dan mati.

Sudah merupakan rahasia umum bahwa Densus 88 adalah pasukan bentukan asing (Amerika, Australia dll) yang dibentuk untuk menumpas teroris (baca: umat Islam) di Indonesia. Saat masih marak isu bom di tanah air, Densus 88 seakan-akan “ada kerjanya” namun sekarang sebagaimana kita ketahui, tidak ada tokoh “teroris” yang bisa diangkat ke permukaan. Sedangkan bisa jadi, dana untuk gajian para personil Densus 88 mungkin sudah diberikan dan para tuan besar itu tentu saja tidak ingin uang itu lenyap begitu saja. Jadi, sangat mungkin mereka secara serampangan mengambil korbannya. Asal ada orang berjenggot, rajin datang ke masjid atau suka mengaji, jadilah dia korban meskipun belum tentu bersalah. Masih untung jika hanya “salah tangkap”, kalau sampai ditembak mati? Tentu dia tidak akan kembali meskipun mungkin jadi Syuhada, Insya Allah.

Maka, tidak mengherankan jika banyak sekali jamaah, ormas dan organisasi Islam yang menuntut Densus 88 tersebut dibubarkan. Namun sungguh disayangkan, upaya menuntut pembubaran Densus 88 ini ternyata tidak mudah. Terlalu banyak kepentingan yang ada di dalamnya, yang akan terganggu jika pasukan khusus ini dibubarkan. Terutama mereka yang sudah mengeluarkan sejumlah besar uang untuk membiayai pelatihan dan peralatan pasukan tersebut. Dan mereka tentu tidak ingin investasinya hilang begitu saja dan kepentingannya jadi terganggu.

Semoga bermanfaat

Related post: Bubarkan Densus 88 Selamatkan Umat Islam

[Kesehatan] Tiga Fondasi Kesehatan

Fondasi kesehatan ada tiga yaitu Nutrisi yang tepat, pembuangan racun dan sampah metabolisme dan pemberian energi atau panas agar organ-organ tubuh dapat berfungsi.  Rasulullah SAW bersabda “Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay.” (HR Bukhari). Dalam hadits diatas Nutrisi yang tepat disimbolkan dengan madu, pembuangan racun dengna bekam dan pemberian energi panas dengan kay.

1. Nutrisi yang tepat:
Era industrialisasi yang melanda dunia membuat hampir semua makanan dan minuma nmengandung pengawet, penyedap rasa, pengembang dan bahan-bahan kimia lainnya yang bisa meracuni tubuh. Bahkan banyak makanan yang dibuat dengan penyuntikan hormon, rekayasa genetika dan mutasi hingga sangat berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Sedapat mungkin kita mendapatkan produk-produk makanan yang alami demi kesehatan. Memang sulit dan mungkin mahal, namun seperti dikatakan seorang aktifis makanan organik berusia 13 tahun bernama Birke Baehr, Well, we can either pay the farmer or we can pay the hospital.’

2. Pembuangan sampah metabolisme dan racun dari dalam tubuh:
Racun dan sampah sisa metabolisme harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Namun, gaya hidup manusia moderen seringkali menyebabkan sulitnya pembuangan itu dilakukan dengan efektif. Ruangan-ruangan ber-AC menyebabkan pembuluh darah kapiler di bawah kulit mengerut hingga aliran darah tersumbat. Timbullah apa yagn disebut darah kotor atau darah statis yang menumpuk di bawah kulit. Pengeluaran racun dari darah seperti itu bisa dibantu dengan terapi seperti pembekaman atau lintah. Sangat dianjurkan pula memperbanyak puasa/shaum sunnah sebagai upaya meminimalisir masuknya racun dan memberi kesempatan organ-organ pencernaan beristirahat untuk memulihkan energinya.

3. Pemberian atau pendistribusian energi panas:
Pemberian energi panas dapat dilakukan dengan berjalan di tempat-tempat panas yang terpapar sinar matahari sehingga aliran darah yang melalui telapak kaki dapat menghantar panas ke organ yang membutuhkan. Kelancaran aliran energi juga perlu dijaga, antara lain dengan terapi seperti EFT atau akupuntur. Latihan-latihan pernafasan yang baik dan benar juga dapat digunakan untuk meratakan distribusi energi pada tubuh manusia.

Selama ini pengobatan ala Barat hanya memusatkan fokusnya pada menghilangkan rasa sakit, bukan menghilangkan penyakit. Orang sudah dianggap sehat apabila tidak lagi merasakan gejala-gejala penyakit atau rasa sakit. Kita sudah sangat terbiasa mengandalkan faktor luar seperti obat-obatan saat menyembuhkan penyakit dan lupa pada kekuatan penyembuhan yang ada pada diri kita sendiri. Kita lupa juga bahwa timbunan sampah dan racun tersebut masih menumpuk dalam tubuh kita. Sehingga, penyebab timbulnya penyakit dan rasa sakit seringkali tidak tuntas dan masih ada tumpukan racun, sampah metabolisme dan zat-zat lain yang tertimbun dalam tubuh.

Efek jangka panjang obat kimia sudah diketahui semua orang yang belajar kedokteran. Sisa-sisa zat kimia dari obat-obatan yang dikonsumsi akan membebani organ-organ tubuh seperti lever dan ginjal. Rasa sakit yang sebenarnya merupakan cara tubuh berkomunikasi pada manusia pemiliknya malah tidak digubris dan ditekan oleh obat-obatan penghilang rasa sakit atau painkiller. Kombinasi dari efek jangka panjang obat-obatan kimia dan tidak tuntasnya penyakit yang diderita akan menjadi bom waktu yang bisa meledak setiap saat. Yaitu, ketika obat-obat penahan sakit dan peredam gejala sudah tidak lagi mampu membendung kerusakan yang sudah terjadi, baik pada komplikasi penyakit itu sendiri atau pada organ-organ tubuh yang sudah kelebihan beban atau kedua-duanya sekaligus.

Semoga bermanfaat, disarikan dari talkshow kesehatan Radio Silaturahim 720 AM bekerja sama dengan Rumah Sehat Iqra, Bandung

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate | A Little Wanderer

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Harimau berburu, burung terbang, dan protagonis kita ini terus menggerutu

Membaca Rindu

sebab menulis adalah kata kerja

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn