Arsip Blog

Bekerja Sebagai Bagian dari Ibadah

Ketika tidak lagi membedakan antara beribadah dan bekerja, sesungguhnya kita telah berubah dari seorang manusia sekuler menjadi manusia spiritual

– I Love Monday by Arvan Pradiansyah

Dalam dunia yang serba materialistik ini, yang namanya bekerja dan beribadah seringkali ditempatkan di dua ujung yang sangat berjauhan. Ibadah, terutama ritual, dianggap sebagai sesuatu yang suci, jauh dan tinggi sementara pekerjaan yang bersifat duniawi seakan menjadi sesuatu yang profan dan sekuler. Tuhan hanya hadir di tempat ibadah dan tidak hadir saat kita bekerja mencari nafkah.

Padahal esensi bekerja adalah melayani orang lain sebaik mungkin dan melayani adalah sesuatu yang bersifat spiritual. Tingkat spiritualitas dalam bekerja melayani orang-orang yang membutuhkan kemampuan kita dengan sepenuh hati sama tingginya dengan spiritualitas saat beribadah pada Tuhan. Apalagi, jika pekerjaan itu memang sesuai dengan “calling” yang ada dalam diri kita, yang sesungguhnya merupakan skenario Tuhan bagi kehadiran diri kita di dunia ini.

Keindahan dalam hidup dan pekerjaan akan kita rasakan ketika kita tidak lagi mampu membedakan antara beribadah dan bekerja. Saat itulah, pekerjaan kita sama bermaknanya dengan beribadah secara ritual untuk menyembah langsung pada Yang Maha Kuasa. Tempat kerja bagi kita akan sama sucinya dengan tempat kita beribadah sehingga pekerjaan kita memiliki nilai spiritual yang sama dengan ibadah ritual yang kita lakukan.

Semoga bermanfaat

Referensi: I Love Monday by Arvan Pradiansyah

Note: tulisan ini sudah pernah dimuat di situs baruseru.com

Kontroversi Eksistensi Chi

Pemuda itu bertubuh gempal, tingginya sedang dan kepalanya gundul tanpa sehelai rambutpun. Otot-ototnya terlihat menonjol menunjukkan latihan keras dan berat yang telah dijalaninya selama bertahun-tahun. Dia sedang berada di sebuah laboratorium bersama seorang ilmuwan perempuan dan bebarapa orang lainnya. Pemuda itu berada di laboratorium karena hendak dilakukan pengetesan pada kemampuannya menahan benturan benda keras dan tusukan benda tajam pada tubuhnya. Pengetesan itu menggunakan perangkat teknologi canggih berupa sensor-sensor yang ditempatkan di bagian-bagian tubuh pemuda itu dan dihubungkan ke komputer.

Test berbahaya tersebut pun dilaksanakan. Salah seorang yang hadir di sana bersiap memukul perut si pemuda itu dengan pukulan baseball. Si pemuda sendiri menahan nafasnya dan menegangkan otot-otot perutnya, bersiap menerima benturan pemukul baseball tersebut. Pemukul pun mengayunkan pemukul baseball itu sekuat mungkin. Pukulan itu dapat menghasilkan kekuatan benturan sebesar beberapa ratus pound hingga sangat membahayakan apabila mengenai orang yang kurang atau tidak terlatih.

Gambar

Test kedua lebih mengerikan lagi. Si pemuda harus menahan tusukan tombak tajam di pangkal lehernya. Tombak itu ditekankan ke pangkal leher si pemuda dengan kuat sehingga jika dia tidak terlatih maka dia akan terluka dan tombak itu akan tembus ke belakang lehernya. Sambil menahan tusukan tombak, si pemuda bersiap menerima pukulan kayu di punggungnya. Kayu pun diayunkan dengan kekuatan penuh hingga patah berkeping-keping di punggung si pemuda. Sementara itu, batang tombak masih membengkok karena tertahan kekuatan pangkal leher si pemuda.

Gambar

Kedua test tersebut dilakukan oleh Channel National Geographic dan videonya dapat disaksikan di situs Youtube. Test itu dilakukan untuk mengetahui kebenaran sebuah energi misterius yang diklaim oleh banyak ahli beladiri dan praktisi medis dari Timur. Energi tersebut biasa disebut Chi, Ki, Prana atau banyak nama lainnya. Energi tersebut dipercaya memiliki banyak kegunaan terutama dalam beladiri dan penyembuhan. Sebagai contoh, akupuntur menggunakan jarum untuk melancarkan energi chi tersebut agar mengalir lancar dalam jalur-jalur energi dalam tubuh bernama meridian. Pemuda praktisi beladiri Kung Fu Shaolin yang menjalani kedua test di atas juga mengatakan bahwa dia menggunakan energi Chi untuk melindungi tubuhnya dari hantaman pemukul baseball dan tusukan tombak.

Namun, banyak juga yang membantah bahwa energi tersebut ada dan bisa digunakan, baik dari kalngan yang berpandangan rasional-materialik ataupun dari kalangan agamawan/rohaniawan. Mereka yang berpandangan rasional-materialik beranggapan bahwa hal itu bisa dilakukan karena kekuatan dan kekerasan otot mengingat si pemuda sudah berlatih keras selama bertahun-tahun.  Kalaupun otot tidak mampu, mereka beranggapan mungkin saja ada rekayasa tertentu dalam test-test tersebut. Sementara itu, kalangan agamawan dan rohaniawan mengkhawatirkan adanya intervensi makhluk halus alias jin dalam aksi-aksi yang dilakukan para pendekar tersebut. Mereka berargumentasi bahwa para Nabi dan orang-orang shaleh terdahulu tidak ada yang tubuhnya kebal dari senjata. Sebagian yang lain berpendapat bahwa saat berlatih ilmu-ilmu beladiri yang dilengkapi latihan-latihan pernafasan tersebut, seseorang harus menggunakan nafas yang berat dan panjang seperti orang tidur. Saat orang tidur, sebagaimana disebutkan dalam hadits, setan akan membuat “simpul-simpul” pada leher manusia yang disebut uqod. Uqod inilah yang disebut dalam surat Al Falaq ayat kelima. Jika seseorang bangun dan berdoa, maka lepaslah simpul pertama, jika dia berwudhu lepaslah ikatan kedua dan yang ketiga lepas ketika dia sholat. Maka, berdasarkan keterangan dari ayat dan hadits tersebut di atas, dikhawatirkan uqod itu bisa juga terbentuk saat orang melakukan latihan-latihan pernafasan hingga dia rentan dirasuki atau dipengaruhi setan dari golongan jin.

Tentunya kalangan praktisi beladiri pernafasan dan penyembuhan alternatif dengan energi juga punya argumentasi sendiri. Mereka percaya bahwa energi mengikuti pikiran (energy follow thought) dan bisa dimanfaatkan dengan konsentrasi, visualisasi dan pernafasan yang benar. Para pendekar Shaolin bisa kebal tusukan tombak, menurut mereka, karena saat itu para pendekar itu sudah mengalirkan energi ke tempat yang ditusuk. Sehingga tidak bisa ditembus tombak atau digores pedang.

Karena bersifat energi yang tidak kasat mata, maka Chi mungkin akan terus diperdebatkan eksistensi dan penggunaannya. Perdebatan seperti ini mungkin tidak akan ada akhirnya hingga tidak ada salahnya kita berhati-hati dalam menyikapinya.

[Renungan] Bencana Dunia dan Bencana Akhirat

Beberapa hari belakangan ini, kita seakan disuguhi tanpa henti berita tentang bencana. Mulai dari banjir yang melanda ibukota Jakarta dan sekitarnya, gempa bumi hingga hujan meteor yang melanda Rusia. Semua itu adalah bencana yang seringkali melanda di dunia ini.

Namun pernahkah kita menyadari bahwa ada bencana-bencana yang seringkali melanda tanpa kita sadari? Sebagai contoh, mungkin untuk sebagian orang, sholat tanpa berjamaah di awal waktu bukan hal yang harus dipermasalahkan. “Daripada enggak sholat kan mendingan sholat sendirian” demikian menurut pendapat mereka. Tidak sepenuhnya salah memang, minimal kewajiban sholat tergugurkan dan tidak lagi harus menanggung dosa besar meninggalkan ibadah tersebut. Namun bagi sebagian yang lain, tertinggal sholat berjamaah jauh lebih merupakan bencana daripada kehilangan segala yang dimiliknya.

Saya pernah membaca sebuah riwayat yang Insya Allah shahih, Umar Bin Khattab ketinggalan sholat Ashar berjamaah karena sedang melihat-lihat kebun kurma miliknya yang sangat rindang dan sejuk. Umar begitu menyesali hilangnya kesempatan emas untuk sholat Ashar berjamaah sehingga beliau tidak segan-segan menyedekahkan kebun itu di jalan Allah sebagai penebus atas kesalahan beliau tersebut. Riwayat itu dimuat dalam buku yang ditulis Syaikh Abdullah Nasih Ulwan yang berjudul Tarbiyah Ruhiyah. Sungguh suatu sikap yang sangat bertolak belakang dengan banyak kaum muslimin sekarang ini yang masih memandang enteng pentingnya sholat berjamaah.

Padahal, bukankah saat kita sholat berjamaah dengan menyempurnakan segala syarat dan rukunnya, kita seakan-akan sholat 27 kali karena balasan pahalanya dilipatgandakan 27 kali lipat. Itu baru sholat berjamaah, bagaimana lagi dengan banyak amalan-amalan sunnah yang seringkali terlalaikan? Semua itu, jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh, akan jadi tambahan amal yang akan memberatkan timbangan kebaikan kita di Yaumil Akhir nanti. Namun sayang, kita tidak menganggap meninggalkan semua itu sebagai bencana.

Tulisan ini sudah dimuat di situs Majalah Islam Wasathon

Semoga bermanfaat

Klinik Quantum Touch Indonesia

Terapi Pengobatan Alternatif Quantum Touch

Pelita Dzatiyah

IQRA, Membuka Cakrawala Membangun Peradaban

Zen Flash

The journey of a 1000 miles begins with a single step

Love Books A Lot Indonesia

Read A Lot, Share A Lot.

Iyut Syfa

Your Coffeemate

Yanuardi Syukur

Dimanapun Kamu Ditanam, Berkembanglah!

Bimosaurus

I'm My Own Enemy..

Firsty Chrysant

The Blue Chrysant Park ~ 파란 크리산 공원

Rek ayo Rek

Evia Koos

duaBadai

The alter ego of Disgiovery.com

E.L.O.K.46

Cogito Ergo Sum

faziazen

a Journal of MomPreneur

SR For SalmanRafan

cintai takdirmu~

Rumah Mbakje

mengeja kata membaca makna

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

misbakhuddinmuhammad

Just another WordPress.com site

lijiun

Smile Always

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

F I T T O Reflexology

100% Pijat Keluarga Sehat TERPERCAYA

Terapi Yumeiho Original Jepang

Dahsyatnya Terapi Yumeiho Untuk Mengatasi Sakit Tulang Pinggul

INSPIRASI DANU

sebuah ruang untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi

Nataya Rizani

Memberi itu Menambah Rezeki

santipanon

Flowers are yellow, some are orange, and others are vermillion, serenepeacefulcalm

Blog Tausiyah275

Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)

Sofistika Carevy

Another Carevy Karya

Berbagi itu Indah

Kesehatan dan pendidikan untuk kaum dhuafa dan yatim piatu

Keluarga Kecil Zawawi

Luthfi - Cindy - Aisyah

~Cruising through my Life~

journey since 1989...

hujantanpapetir

"Menulis adalah proses mengonversi perjalanan menjadi pengalaman."

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

mybeautterfly

My metamorphosis in heading back to Allah...

The hary.j.mansur Blog

My Life Documentation

Me and My Life

a dreamer, writer wanna be, and general practitioner

DUST

LEARN IN THE DESERT

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

Pray for Nasywa

Blog dukungan untuk kesembuhan Nasywa

Arip Blog

Aku berpikir dan berpikir dan mengada-ada!

waiting room

: dari senyap ruang tunggu, tempat aku menemukan-Mu

ANOTHER DAY

THE FICTION STORY

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

Majelis Ta'lim Basaudan

Tempat belajar Ilmu Agama Islam & Bahasa Arab

dewidyazhary

a silly-couple yarn